Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Welcome To Paris



Setelah melakukan perjalanan hampir lima belas jam di dalam sebuah pesawat kelas VVIP dengan jurusah Tokyo-Paris, kini pesawat itu mulai melakukan landing dengan begitu mulus di bandar udara Charles de Gaulle Paris. Hentakannya begitu cepat namun sangat mulus dan rapi.


Bandar Udara Charles de Gaulle Paris, juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy, yaitu bandar udara internasional terbesar di Prancis. Bandar udara ini terletak di komune Roissy-en-France, 25 km di timur laut Paris.


Kini rombongan dari F Group mulai menuruni pesawat itu melalui jalur VIP yang telah disiapkan khusus puhak maskapai. Setelah itu mereka mulai mendatangi Sheraton Paris Roissy hotel yang berada tak jauh dari bandar udara tersebut.


Merela mulai mendatangi kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak, sebelum mereka bertemu kembali untuk makan malam bersama.


BRUGHH ...


Ayaneru mulai menghempaskan tubuh rampingnya di atas pembaringan mewah berukuran queen itu. Begitu juga dengan Leon dan Leona yang juga melakukan hal yang sama karenaerasa sangat lelah


"Argghh!!! Leganya!! Akhirnya kita sudah sampai di Paris!! Lelah sekali rasanya lima belas jam berada di dalam pesawat. Hoamm ..." Ayaneru menguap lebar dan mulai memejamkan sepasang matanya.


"Leon, Leona ... tetap berada di dalam kamar dan jangan pergi kemana-mana ya! Mama akan tidur sebentar dulu!" Ayaneru bergumam pelan memperingatkan kedua anak kembarnya yang sebenarnya juga sudah hampir tidur dan bermimpi.


"Hhm. Iya, Ma." ucap Leona dan Leon bersamaan.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu di sebuah kamar hotel kelas president suites di Sheraton Paris Roissy hotel, terlihat seorang wanita cantik berambut pirang sedang menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Lakukan semua dengan baik! Jika kalian berhasil melakukannya dengan baik, maka aku akan membayarnya 5 kali lipat dari nominal yang sudah aku tawarkan sebelumnya. Dan satu lagi!! Jangan pernah membawa namaku jika sampai kalian tertangkap!! Atau aku akan menghancurkan perekonomian keluargamu!! Kamu tau bukan aku memiliki kekasih yang kaya raya?!"


Ucap wanita itu menarik sudut-sudut bibirnya hingga menyembulkan sebuah seringai licik dan mematikan.


"Baik, Nona! Kami akan melakukan semuanya dengan sangat baik dan bersih! Nona tidak perlu merasa khawatir." sahut seorang pria dari seberang line.


"Baiklah!! Lakukanlah dengan benar!"


Tut ...


Wanita cantik beraura kelam itu segera mengakhiri panggilan telponnya. Rasanya dia sudah sangat tak sabar ingin segera mendengar kabar baik dari para anak buahnya lagi.


"Ckk ... aku sungguh sangat tidak menyangka jika kedua anak kembar itu rupanya adalah anak dari wanita menyebalkan bernama Ayaneru itu! Pantas saja kelakuannya sama-sama menyebalkan! Tidak anak, tidak mama ... semuanya sama-sama menyebalkan!! Dan aku sungguh tidak menyangka jika Reo dan bibi Lingling malah mengajak wanita penggoda itu!! Awas saja!! Kamu akan merasakan akibatnya karena sudah berani menggoda Reo dan sangat tak tau diri, Ayaneru!!"


Geram Maria sangat dipenuhi dengan amarah.


"Huft ... sebaiknya aku mandi untuk membersihkan diri dulu deh. Tubuhku rasanya sangat lengket karena peluh!" gumamnya mulai melenggang menuju ke kamar mandi kamarnya dengan wajah penuh binar.


...🍁🍁🍁...


Malam ini mereka sudah berkumpul kembali di restoran yang ada di dalam hotel berbintang itu. Beberapa makanan klasik maupun modern disajikan melimpah di atas meja yang berukuran cukup besar itu.


Sebenarnya Ayaneru berniat untuk makan di meja yang berbeda dan terpisah dengan para tim eksekutif itu karena merasa sangat segan. Namun nyonya Lingling lah orang nomor satu yang segera mencegah dan menghalangi niat dari Ayaneru. Hingga akhirnya dengan sangat terpaksa Ayaneru masih tetap bersama dengan mereka di dalam satu meja itu.


"Sepertinya akan sangat bagus jika melakukan pemotretan di negara ini ya!" usul nyonya Lingling tiba-tiba penuh binar.


"Bibi, bukankah kita hanya sesang berlibur saat ini? Lalu mengapa harus bekerja dan melalukan pemotretan segala?" protes Reo tak terima.


"Apa salahnya memanfaatkan keadaan, Reo?" timpalnyonya Lingling sambil memasukkan sepotong Beef bourguignon ke dalam mulutnya.


"Benar sekali kata bibi Lingling. Aku setuju, Bibi!" seru Jion bersemangat.


"Itu benar sekali, Reo. Hasil pemotretan pasti akan sangat bagus. Apalagi kita menggunakan Paris sebagai setting-nya. Itu akan lebih menjual!" seru Maria yang juga sangat menyetujui saran dari sang Desainer nomor 1 itu.


"Ckk ... ya sudah deh, terserah kalian saja. Jika para model tidak keberatan, maka aku tak akan masalah dengan semua ini. Bagaimana menurutmu, Neru?" kali ini Reo mulai beralih menatap Ayaneru dan meminta pendapat wanita cantik pemilik pupil bak green sapphire diamond itu.


Dan hal ini tentu saja membuat Maria kepanasan seketika, karena Reo malah meminta pendapat dari gadis itu.


"Uhm, aku ikut saja. Jika memang semua sudah setuju, maka aku juga akan setuju." jawab Ayaneru seadanya.


"Oke, fix!! Jika begitu besok segera lakukan pemotretan!!" seru Jion dengan sangat bersemangat.


"Oh iya, kebetulan ada Leon dan Leona. Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan model anak kecil seperti kalian!! Kalian pasti sangat keren!" ucap nyonya Lingling tiba-tiba sembari menatap kedua anak kembar itu penuh binar, layaknya menatap sebuah harta karun.


Dan tentu saja ucapan dari nyonya Lingling cukup mengejutkan untuk Ayaneru. Karena Ayaneru tak pernah menyangka jika kedua buah hatinya juga akan menjadi model untuk pemotretan mereka.


"Wah! Aku sangat setuju, Nonyoa Lingling! Leon dan Leona akan sangat cocok untuk dijadikan model kecil juga!" timpal Yuan bersemangat.


"Benar sekali! Aku juga sangat yakin jika mereka sangat berbakat!" imbuh Kara yang memang sudah cukup mengenal kedua bocah kembar yang setiap harinya memang selalu tampil stylish dan fashionable.


Ditambah lagi Leon dan Leona sangat cerdas dan sangat good looking, dan hal itu pasti akan sangat menambah nilai untuk hasil dari pemotretan itu.


Leona terlihat sangat senang mendengar akan hal itu, karena selama ini gadis cilik itu memang sangat menyukai hal-hal yang berbau tentang entertaiment.


Namun sangat berbanding terbalik dengan Leon yang sebenarnya sangat anti akan dunia entertaiment. Dan itu semua sangat diketahui oleh Ayaneru dan juga Reo. Yeap, meskipun baru saling mengenal, namun Reo sudah cukup banyak memahami putra dan putrinya itu.


"Bibi, tolong jangan libatkan anak-anak juga. Kita bahkan pergi ke Paris hanya untuk berlibur. Jangan sampai Leon dan Leona merasa tidak nyaman akan hal ini, Bibi. Terlebih kita belum pernah membahas mengenai hal ini sebelumnya." ucap Reo berusaha untuk menyelamatkan Leon.


Ayaneru cukup dibuat takjub akan sikap Reo kali ini yang sedang berusaha untuk melindungi Leon, namun rupanya sesuatu yang sangat di luar dugaan terjadi. Dan hal ini cukup membuat Ayaneru dan Reo tercengang selama beberapa saat.


"Aku dan adikku akan mencobanya! Jangan khawatir, kami akan berusaha dengan baik!" ucap Leon yang terdengar begitu dewasa dan seketika membuat semua orang yang berada di meja makan itu terkesima dan beralih menatapnya.