Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Tertukar



Setelah beberapa saat, akhirnya Reo sudah kembali lagi dengan segelas jus berwarna jingga di genggaman tangan kanannya. Sebuah senyuman hangat juga masih menghiasi wajah tampannya hingga dia mulai duduk kembali bergabung bersama calon keluarga kecilnya.


"Leona, minumlah sayang ... minuman ini sangat enak dan manis. Kamu pasti suka." Reo mulai menyodorkan segelas minuman berwarna jingga itu untuk putri kecilnya.


"Assiikk. Terima kasih, Pa!" sahut Leona mulai meraih minuman berwarna jingga itu dan segera meminumnya dengan bersemangat.


Reo masih saja tersenyum gemas memandangi putri kecilnya yang menghabiskan jus berwarna jingga itu dalam sekejap saja. Padahal sebenarnya itu adalah jus wortel yang dicampur dengan apel.


Memang tak terlalu mendominan rasa wortelnya, karena Reo sengaja menyuruh pelayan untuk memperbanyak apel untuk pembuatannya. Dan pelayan itu juga menambahkan whipe cream di atasnya. Dan tentu saja Leona akan sangat menyukainya.


Sementara Ayaneru dan Leon juga menatap keheranan Leona yang mulai meletakkan kembali gelas kosong itu du atas meja. Lalu Leona segera mengusap sisa minuman pada mulutnya dengan menggunakan sebuah sapu tangan.


"Aahh ... segarnya!" ucap Leona merasa puas.


"Apa kamu menyukainya, Leona?" tanya Reo yang masih saja memasang wajah yang berhiaskan senyuman tipisnya.


Sunggu kehadiran Ayaneru serta kedua twins L itu telah merubah sosok dingin seorang Reo atau Mr. Rei. Dunianya kini penuh dengan warna, kehangatan, dan keceriaan. Sangat berbeda dengan dirinya yang dulu.


"Tentu saja aku sangat menyukainya, Papa!! Ini lezat sekali! Rasanta manis tapi ada rasa sedikit asam! Aku suka sekali!" ucap Leona tersenyum lebar.


"Baiklah. Lain kali papa sendiri yang akan membuatkannya untukku."


"Hore!!" seru Leona bersemangat.


Ckk ... dasar si ratu drama satu ini. Apa dia tidak menyadari jika dia sudah meminum jus wortel? Ckk ... sangat tidak peka jika sudah bertemu dengan makanan manis! Tapi hebat juga papa bisa punya ide seperti ini. Karena ini adalah salah satu kelemahan Leona


Batin Leon mulai melirik Reo dengan tatapan datar.


Setelah menyelesaikan sarapan bersama, kini mereka mulai mendatangi butik utama F Group yang hanya berjarak kira-kira 1 kilo meter dari restoran ini.


"Selamat datang, Tuan muda Reo, nona ..." sang kepala karyawan mulai menyambut kedatangan Reo dan yang lainnya.


"Hhm. Kami akan melakukan fitting pakaian pernikahan kami " ucap Reo.


"Baik, Tuan. Silakan ..."


Mereka mulai dibantu oleh masing-masing seorang karyawan butik ini untuk melakukan fitting baju masing-masing. Kecuali Ayaneru yang memang pakaiannya paling ribet. Karena gaun pernikahannya pasti cukup fantastis.


Bahkan untuk dia berjalan saja harus ada dua orang yang membawa ekor dari gaun itu. Karena gaun pernikahan yang akan dia kenakan nanti begitu panjang menjuntai.


"Oh my God!! Kak Leon lucu sekali! Ahahaha ..." Leona tertawa renyah saat melihat penampilan Leon kali ini. Bahkan perut Leona sampai sakit karena tertawa.


Leon mulai mengkerutkan keningnya dan bukan segera bercermin untuk melihat dirinya sendiri. Namun pria dingin kecil ini malah menatap Leona dengan tatapan aneh juga.


"Mengapa kamu berdandan seperti itu, Leona?!" ucap Leon malah berbalik bertanya kepada sang adik.


"Memang apa salahnya?" ucap Leona yang masih saja menertawakan penampilan Leon saat ini. Bahkan Leona juga sampai tak memperhatikan pakaiannya sendiri saat ini.


"Mengapa kamu berpakaian dengan setelan jas seperti itu?" tanya Leon masih dengan tatapan anehnya.


"Aaaahhhhh ..." teriaknya histeris setelah melihat penampilannya saat ini. "Mengapa mereka malah mendandaniku dengan pakaian seperti ini?!" imbuh Leona kebingungan sambil menangkupkan kedua jemari mungilnya pada kedua pipi chubby-nya.


Bahkan dia sama sekali tak menyadarinya ketika karyawan butik menggantikan pakaian untuknya dengan pakaian seperti seorang pria kecil. Karena saat itu Leona malah asik memakan coklatnya saja.


Leon juga mulai menyusul mendekati Leona. Dan betapa terkejutnya ketika Leon melihat pantulan dirinya sendiri melalui cermin besar itu. Raut wajah syoknya begitu lucu. Leon tercengang dan membeku seketika tanpa sebuah teriakan sama sekalu.


Leon melihat dirinya sedang mengenakan sebuah gaun berwarna dusty pink. Dan tentu saja hal itu membuat dirinya merasa syok luar biasa. Bahkan ada rasa illfeel saat Leon melihat dirinya sendiri.


"Banci darimana ini?" gumam Leon merasa ngeri saat melihat dirinya sendiri.


Padahal sebenarnya Leon masih saja terlihat manis dan menggemaskan saat memakai gaun cantik itu. Bahkan Leon malah terlihat seperti seorang gadis kecil, sama seperti Leona.


Ayaneru dan Reo yang juga sudah rapi dengan gaun pengantin dan jas pengantinnya, kini mulai mendekati Leon dan Leona karena merasa khawatir setelah mendengar teriakan dari Leona.


"Ada apa, Leona sayang? Mengapa kamu berteriak seperti itu?" kini Ayaneru mulai duduk bersimpuh di depan Leon yang dia anggap dia adalah Leona, hanya karena Leon yang sedang mengenakan gaun itu.


"Ma, apakah mama benar-benar mamaku? Mengapa mama tidak mengenaliku" ucap Leon memojokkan Ayaneru dengan ekspresi dingin dan datar karena merasa sedikit kesal saat sang mama sama sekali tidak mengenalinya.


"Eehh? Le-Leon? Mengapa kamu berpakaian seperti ini, Sayang?" ucap Ayaneru merasa bersalah sekaligus merasa khawatir. "Ddaann .. mengapa Leona malah memakai setelan jas seperti itu?" imbuh Ayaneru mulai beralih menatap Leona dengan kening berkerut.


"Ini semua gara gara-gara mereka yang kurang hati-hati, Ma! Masa mereka tidak bisa membedakan kita sih?! Jelas-jelas aku lebih manis dan lebih imut dari kak Leon!" Leona menggerutu dan mengerucutkan bibirnya ke depan.


Sementara Leon terlihat sedikit membulatkan sepasang mata besarnya saat mendengarkan ucapan dari Leona. Seakan Leon tak terima saat Leona mengatakan hal tersebut.


"Tuan Reo. Semua sudah siap. Silakan ..."ucap seorang pria yang tiba-tiba hadir dengan membawa sebuah kamera yang dia gantungkan di depan tubuhnya.


"Oke!" sahut Reo singkat.


Reo segera memberikan isyarat untuk anak buah di butiknya ini untuk segera datang padanya. Hingga akhirnya mereka yang dipanggil, dengan cepat segera menghadapnya.


"Tolong kalian ganti pakaian Leona dan Leon dengan pakaian yang benar! Karena kami akan segera melakukan pemotretan." titah Reo sesekali melirik jam tangan super mewahnya, seakan dia juga sedang terburu-buru saat ini untuk segera melakukan hal lainnya lagi


Ayaneru yang memahami semua itu kini mulai menghentikan niat para karya karyawan itu yang akan membawa Leon dan Leona untuk berganti pakaian krmbali.


"Tidak perlu! Kami akan berfoto seadanya seperti ini saja." ucap Ayaneru dengan cepat. "Kalian tetap manis kok dengan pakaian itu. Dan orang yang tidak mengenali kalian atau hanya sekadar melihat foto kalian saja, mereka pasti tak akan menyadarinya kok." imbuh Ayaneru mulai meraih kedua tangan Leon dan Leona.


"Tap-tapi, Ma ..." sela Leon dan Leona bersamaan.


"Ayo kita berfoto bersama! Kalian manis kok!" Ayaneru menyauti dengan hangat menatap kedua buah hatinya.


Akhirnya Leon dan Leona hanya menurut saja karena mereka tak ingin melawan mamanya.


Saat ini Ayaneru hanya tak ingin merepotkan Reo. Karena dia sangat paham setiap detik waktu yang dimiliki oleh Reo pastinya akan sangat berharga. Ditambah lagi, Ayaneru semakin kehilangan kepercayaan dirinya untuk tetap bersanding bersama Reo. Karena yang Ayaneru tau saat ini, Reo masih menyimpan cintanya untuk putri tidurnya dengan sangat rapi.


Pemoretan pra-wedding itu akhirnya mulai dilakukan, meskipun sebenarnya Leon dan Leona masih saja merasa sedikit kesal dan menjadi kurang bersemangat disaat melakukan pemotretan kali ini. Karena kostum mereka yang yang tertukar, tentu saja membuat mereka berdua merasa tidak nyaman.


...🍁🍁🍁...