Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Mengunjungi Swiss



Reo dan Ayaneru beralih menatap ke arah mereka yang datang menyusul. Terlihat Leon dan Leona yang sudah berdiri tak jauh dari mereka.


"Papa ... sudah sembuh ..." Leon yang datang menyusul mereka berdua bersama Leona seketika tercengang melihat Reo sudah bisa berdiri dengan tegap dan terlihat sangat sehat.


"Leon, Leona ..." Ayaneru dan Reo bergeming pelan melihat kedua anak kembar itu yang masih berdiri mematung menatap mereka berdua.


"Iya, Sayang. Papa sudah mulai sembuh." imbuh Ayaneru tersenyum hangat menatap kedua buah hatinya.


Sementara Anya berada di rumah bersama dengan baby sitter. Karena sebenarnya hari ini Reo hanya ingin mengajak pergi berdua saja dengan sang istri. Namun rupanya Leon dan Leona malah menyusulnya ke taman kota.


"Syukurlah jika memang begitu. Aku ikut senang, Pa." ucap Leon tulus dan ini adalah untuk pertama kalinya Leon tersenyum di depan Reo.


"Terima kasih, Leon sayang." Reo menyauti dengan hangat.


"Papa! Hiks ... aku senang sekali akhirnya papa bisa sembuh kembali ... hiks ..." Leona menangis tersedu-sedu dan berlari mendekati Reo untuk memeluknya.


Reo menyambut Leona dengan bahagia dan memeluknya penuh kehangatan. Suasana saat ini sungguh membuat mereka terharu dan merasa sangat bahagia. Seakan keluarganya sudah lengkap dan penuh dengan kehangatan.


"Papa! Aku mendapatkan juara ke 5 di kelas lo ujian musim panas ini!" ucap Leona berjingkrak senang di hadapan Reo.


"Benarkah itu? Wah pintarnya putri papa!" sahut Reo memuji. "Bagaimana dengan kak Leon?" imbuh Reo bertanya dan beralih menatap Leon.


"Aku mendapatkan ..." ucap Leon terpotong.


"Kalau kak Leon jangan dipertanyakan lagi, Papa! Kak Leon selalu mendapatkan peringkat 1 paralel di sekolahan. Otak geniusnya belum ada yang bisa mengalahkannya, Papa! Kak Leon sangat keren!!" potong Leona bersemangat.


Leon hanya memperlihatkan ekspresi datar dan mengusap tengkuknya karena merasa malu, saat adiknya memujinya secara berlebihan.


"Benar sekali. Putraku Leon memang sangat hebat dan genius! Dia sangat mirip denganmu, Sayang!" sahut Ayaneru.


"Hhm. Benar sekali. Kata mama Leon sangat mirip denganku saat aku kecil." sahut Reo mengusap lembut kepala Leon.


Sementara Leon semakin membeku karena semua orang malah membanggakan dan memujinya saat ini.


"Pa ..." Leona kembali memanggil sang papa dengan nada manja dan menggemaskan.


"Ya, Leona sayang? Ada apa?"


"Papa tidak melupakan janji papa saat itu bukan?" tanya Leona memasang wajah imutnya.


"Hhm? Janji? Es krim dan pergi ke Tokyo Disney Resort? " tanya Reo menerka.


"Ihhh ... bukan yang itu, Papa!! Tapi pergi ke Swiss!!" sahut Leona mulai murung dan cemberut karena mengira jika sang papa sudah melupakan janjinya begitu saja.


Reo tertawa kecil karena melihat putri kecilnya cemberut dan malah membuatnya semakin menggemaskan.


"Baiklah ... baiklah ... papa selalu mengingatnya kok. Dan lusa kita akan segera berangkat ke Swiss deh!" ucap Reo yang sukses membuat Leona kembali berjingkrak dan terlihat berbinar.


"Horee!! Asyikkk!!!" serunya kegirangan.


"Sayang, tapi kamu belum sepenuhnya pulih ..." sela Ayaneru mengkhawatirkan Reo.


"Aku sudah pulih kok. Tenang saja ..." sahut Reo dengan hangat.


Namun tiba-tiba saja tubuhnya sedikit terhuyung dan dengan cepat Ayaneru segera menangkap kedua tangan Reo dan membantunya untuk tetap berdiri.


Seorang pengawal tiba-tiba saja datang dan sudah membawakam kursi roda Reo kembal.


"Sama-sama, Nyonya." sahutnya dengan nada rendah.


"Sayang, duduklah. Aku akan mendorongmu lagi. Dan kita akan mencari bangku untuk menikmati minuman dan beberapa cemilan." ucap Ayaneru sambil membantu Reo untuk duduk kembali di atas kursi rodanya.


Setelah itu mereka berempat mencari suatu tempat untuk menikmati beberapa cemilan dan minuman kaleng yang sudah dibeli oleh Ayaneru beberapa saat yang lalu.


Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang, karena sudah merasa bosan dan lelah.


...🍁🍁🍁...


Seperti yang telah dijanjikan oleh Reo, lusa keluarga Reo mulai melakukan penerbangan panjang menuju Swiss, negeri dongeng yang selalu diimpikan oleh Leona selama ini.


Sebenarnya dia ingin melihatnya setelah melihat idolanya XJZ yang berlibur ke tempat itu bersama. Leona begitu terkesima melihat keindahan Swiss.


Mereka melakukan perjalanan yang cukup panjang, dan kebanyakan menghabiskan waktunya di dalam maskapai untuk tidur dan beristirahat.


Hingga akhirnya setelah beberaoa saat akhirnya mereka telah sampai di Bandara Internasional Zurich.


Leona terlihat sangat bahagia menyaksikan tempat impiannya selama ini. Meskipun sebenarnya mereka semua juga merasa sangat bahagia dan terpana ketika melihat negeri dongeng ini.


Mereka melihat panorama indah yang terbentang dengan luas di hadapan mereka saat ini. Keindahan yang seperti berada di dalam negeri dongeng yang sangat memukau dan menakjubkan.


Yeap, Swiss telah lama dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki pemandangan yang sangat luar biasa! Hampir di setiap sudut di negara ini pasti dikelilingi dengan gunung-gunung yang membuat pemandangan di sekitarnya menjadi begitu indah.


Walaupun begitu, namun sebenarnya ada beberapa wilayah di Swiss yang dikenal memiliki pemandangan paling indah. Negara yang terletak di Eropa ini menyimpan segudang keindahan karena alamnya. Dan Salah satu tempat indah di Swiss adalah desa Grindelwald. Desa dimana mereka berada saat ini.


Desa yang sangat indah, asri dan terlihat seperti negeri dongeng ini kini menjadi kunjungan pertama keluarga Reo saat mereka mengunjungi Swiss. Mereka semua terkagum-kagum saat menyaksikan panorama di hadapannya saat ini. Udaranya begitu sejuk dan menyegarkan.


Desa cantik di Swiss ini terletak di kaki Gunung Eiger yang membuatnya memiliki pemandangan begitu cantik. Tidak hanya dikelilingi oleh pegunungan, namun ada juga laut biru yang semakin mempercantik pemandangan Grindelwald.


Saat malam tiba, lampu-lampu akan menyala dan membuat Grindelwald terlihat bak negeri dongeng. Indah sekali!


"Desa ini indah sekali! Aku sangat menyukainya! Terima kasih, Papa karena sudah membawaku untuk melihat desa Grindelwald! Aku senang sekali!" ucap Leona berbinar.


"Sama-sama, Sayang. Jujur saja papa juga menyukai tempat ini kok. Karena ini adalah pertama kalinya papa datang ke tempat ini. Hhm ... sepertinya kita harus membuat jadwal kunjungan di negara lainnya lagi di setiap tahunnya. Sepertinya akan akan menarik." ucap Reo malah memikirkan untuk liburan keluarganya di setiap tahunnya.


"Asyiikk!! Aku sangat setuju dengan ide papa!!" seru Leona berjingkrak bahagia.


"Tapi syaratnya nilai ujian kalian di setiap tahunnya harus bagus ya!" ucap Reo bernegoisasi dengan Leon dan Leona.


"Baiklah! Aku setuju!!" sabur Leona bersemangat.


"Pa, bagaimana jika papa memasukkan Bali sebagai daftar tempat kunjungan berikutnya?" usul Leon tiba-tiba.


"Bali? Indonesia?" tanya Reo dengan kening berkerut.


"Hhm. Pulau kecil itu aku rasa juga sangat indah, Pa."


"Baiklah. Nanti kita akan membicarakannya bersama lagi. Ya sudah bgaimana jika kita mengunjungi Jungfraujoch, The Top of Europe?" tanya Reo mungusulkan.


Jungfraujoch, The Top of Europe adalah tempat wisata di Swiss yang sangat populer yang wajib dikunjungi. Destinasi ini sangat terkenal karena merupakan salah satu tempat terindah untuk menikmati pemandangan Pegunungan Alpen.


Jungfraujoch terletak di ketinggian 3.454 mdpl. Destinasi winter ini sendiri berupa cekungan dataran salju abadi Alpen yang diapit dua puncak gunung, yakni puncak Jungfrau dan Moench.


Untuk menuju ke sini, mereka tak perlu repot mendaki karena mereka dapat menggunakan kereta listrik yang dinamakan Jungfraubahn. Letak stasiunnya yang sangat tinggi ini membuat Jungfraujoch dikenal dengan sebutan “Top of Europe”.