Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
TERUNGKAP



Ayaneru mulai memasuki kamar itu dan segera menyusul Reo. Sepasang mata indah Ayaneru mulai menatap sekeliling kamar itu. Kamar yang pernah dia masuki 5 tahun yang lalu.


Dan kini semua yang telah terjadi disaat itu, seolah kembali memenuhi ingatan Ayaneru saat ini dengan begitu nyata dan sangat jelas. Dadanya kembali naik turun karena merasa sedih dan sesak. Bahkan sepasang mata bak green sapphire diamond yang begitu indah itu, kini sudah terlihat mulai berkilauan dan berkaca-kaca.


Sementara Reo masih memperlihatkan ekspresi datar dan sedikit dingin melirik Ayaneru. Lalu Reo mulai mengambil mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


"Neru ... apa kamu sudah mengingat sesuatu? Apa kamu mengingat tempat ini?" tanya Reo tiba-biba.


DEGH ...


Ucapan dari Reo sontak saja membuat Ayaneru membeku seketika. Namun wanita cantik itu dengan cepat segera berusaha untuk menutupinya dengan baik, seolah-olah dia tak tau apa yang sedang Reo bicarakan saat ini.


"Apa maksudmu, Reo? Mengingat apa? Aku bahkan baru saja mengenalmu. Dan aku juga baru pertama kali memasuki kamar hotel milikmu." ucap Ayaneru berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


Reo mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga menyembulkan sebuah senyum misterius. Masih dengan kedua jemari yang tersemat rapi di dalam saku pakaian hangatnya, kini Reo mulai melenggang pelan mendekati Ayaneru.


"Apa kamu yakin dengan ucapanmu, Neru?" ucap Reo dengan nada bicara penuh misteri.


"Te-tentu saja aku sangat yakin! Ayo ... ambil berkas itu dan segera berikan padaku! Aku akan segera mengerjakan pekerjaanku." ucap Ayaneru berusaha untuk mengalihkan pembicaraan itu.


Ingin rasanya Ayaneru segera meninggalkan tempat ini, karena tempat dan situasi saat ini benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman.


GREEPP ...


Reo meraih lengan Ayaneru dan menghadapkannya padanya. Lalu sedikit mendorong tubuh Ayaneru hingga mencapai pembaringan. Sementara Ayaneru mulai menatap Reo bingung dan penuh dengan kewaspadaan.


"Apa perlu aku mengingatkan semuanya? Apa perlu aku melakukan sesuatu untuk membuatmu kembali mengingatnya, Neru?" ucap Reo semakin mendorong tubuh Ayaneru, bahkan kini sudah membuat Ayaneru terbaring di atas pembaringan itu dan mengunci tubuh Ayaneru.


Pandangan mereka saling bertemu begitu dekat dengan manik-manik yang bergetar.


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu, Reo! Mungkin kamu salah orang! Aku sama sekali tak mengingat apapun!" ucap Ayaneru masih saja berpura-pura dan tetap bersikap tenang.


Sebenarnya apa maksud dari pria ini? Apakah dia sudah mengetahui semuanya? Apakah dia sudah mengetahui mengenai apa yang sudah terjadi 5 tahun yang lalu?


Batin Ayaneru bermonolog sendiri.


Reo mulai tersenyum miring menatap Ayaneru setelah mendengarkan ucapan dari wanita cantik itu.


"Sepertinya aku memang harus mengingatkanmu sedikit saja, Neru ..." ucap Reo lirih dan masih memasang senyum tipisnya.


"Ap-apa yang ingin kamu lakukan?!" ucap Ayaneru waspada.


Reo tak menjawab Ayaneru. Perlahan pria itu malah semakin mendekati wajah cantik Ayaneru dan memiringkan wajah tampannya.


"Mau apa kamu? Jangan berani emmhh--"


Sepasang mata bak green sapphire diamond itu mulai membelalak dan Ayaneru juga berusaha untuk mendorong tubuh atletis pria di hadapannya itu. Namun percuma saja, kekuatannya tak akan bisa menandingi kekuatan Reo.


Setelah beberapa saat, Reo mulai melepaskan ciuman itu dan kembali menatap Ayaneru yang sedang menatap nyalang dirinya.


"Apa yang sudah kamu lakukan padaku? Apa kamu gila?!!" tanda Ayaneru terlihat begitu kesal dan murka.


"Apakah aku harus melakukan sesuatu yang lebih lagi agar kamu mengingat semuanya, Neru?"


"Sudah aku katakan tidak mengingat apapun! Kamu salah orang!!" tandas Ayaneru merasa sangat kesal.


"Ayolah ... jangan berpura-pura untuk tidak mengenaliku lagi, Neru! Aku sudah memiliki sebuah bukti jika wanita yang pernah bersama denganku 5 tahun yang lalu itu adalah kamu. Dan aku juga sudah memiliki bukti jika Leon dan Leona adalah anak-anakku. Mengapa kamu selalu saja menghindariku dan berusaha untuk menjauhkan mereka dariku?"


Untaian kata dari Reo seketika membuat Ayaneru membulatkan sepasang matanya karena syok luar biasa. Ternyata Reo memang sudah mengetahui semuanya saat ini.


"Kamu ... pasti salah orang, Reo! Karena papa dari mereka benar-benar sudah mati. Dan aku bukankah wanita yang kamu maksudkan itu. Jadi aku mohon padamu lepaskan aku dan biarkan aku pergi dari sini!" ucap Ayaneru masih saja kekeh.


"Aku tidak salah orang, Neru! Aku memiliki semua bukti itu!"


"Aku tidak percaya padamu!"


"Huft ... baiklah jika kamu ingin melihat semua bukti itu." dengan sangat terpaksa Reo akhirnya mulai meraih sebuah remot yang berada tak jauh darinya


Lalu Reo menekan sebuah tombol hingga sebuah rekaman video CCTV mulai terlihat di sebuah layar TV raksasa di dalam kamar ini. Sepasang mata Ayaneru mulai membelalak menyaksikan video dirinya saat mulai memasuki kamar hotel ink 5 tahun yang lalu.


"Bagaimana? Apa kamu masih belum percaya padaku, Neru? Apakah kamu mau menyaksikan semua rekaman itu sampai akhir agar kamu percaya padaku?" ucap Reo yang sukses membuat Ayaneru semakin merasa kesal dan syok, namun wanita cantik itu tak menjawab pertanyaan dari Reo karena masih terlalu syok.


"Hhm? Baiklah, kalau begitu mari kita saksikan bersama saja seluruh video itu." gumam Reo mulai melanjutkan kembali memutar rekaman video itu dan masih saja tersenyum licik.


"Hentikan!! Dasar mesum!! Jangan lanjutkan lagi!!" pekik Ayaneru mulai gugup dan tentunya akan merasa sangat malu jika semua itu kembali dia saksikan bersama Reo.


Reo mulai menghentikan kembali pemutaran video itu, namun pria yang selalu berwajah dingin dan datar itu masih tersenyum tipis menatap Ayaneru yang sudah sangat ketar-ketir saat inj.


"Apa yang kamu inginkan? Jika kamu ingin merebut Leon dan Leona dariku, maka jangan pernah bermimpi!! Karena aku tak akan semudah itu melepaskannya!!" ucap Ayaneru masih menatap nyalang Reo.


"Apapun yang menjadi perintah dan kehendakku, serta keinginanku ... maka semua akan aku dapatkan, Neru. Apa kamu lupa itu?" ucap Reo tersenyum santai.


"Kamu akan segera ditendang oleh presdir utama dari Fukushi Group sebagai CEO pengganti!! Apa kamu lupa itu, Reo?! Kamu bukan siapa-siapa? Dan jangan pernah berani kamu untuk merebut Leon dan Leona dariku!!" ucap Ayaneru meremehkan Reo.


Untaian kata serta ancaman itu seketika membuat Reo tertawa kecil dan sedikit memijit keningnya.


"Benarkah itu? Lalu bagaimana denganmu, Neru? Kamu juga akan ditendang olehnya juga. Kerena kamu pernah mencampakkan dia dan malah menghabiskan malam panas bersamaku saat itu." ucap Reo tersenyum licik menatap Ayaneru.