
"Reo! Sebaiknya kamu batalkan pernikahanmu dengan wanita itu! Wanita itu sangat tidak pantas untukmu, Reo! Dia sangat licik dan murahan! Dia bahkan sudah berani mengkhianati raja dari segala raja di dalam dunia bisnis bidang fashion! Mr. Rei sudah dikhianati ..." Maria masih saja berkicau tiada henti.
Namun tiba-tiba seorang pria berpakaian rapi mulai datang dan menepuk bahu Reo sambil menyapanya dengan sebuah sapaan yang cukup membuat semua orang syok tak percaya.
"Hallo, Mr. Rei!! How are you?!" sapa pria tampan dengan rambut pirang yamg cukup membuat semua orang yang berada di tempat ini melongo.
"Shhinn ... apa yang kamu katakan?" tanya Maria menatap Shin yang baru saja datang menghampiri mereka.
Pria yang tak kalah tampan dari Reo itu kini mulai tersenyum misterius. Sedangkan Reo hanya menghembuskan nafas kasarnya ke udara. Karena tak ada kesempatan lagi untuk tetap menjaga rahasianya.
Dan kini semua orang akan mengetahui siapa sebenarnya sosok misterius dari Mr. Rei. Raja dari segala raja di dunia bisnis fashion. Dan rupanya dia adalah Reo yang selama ini menyamar dan hanya berperan sebagai CEO pengganti saja di salah satu perusahaan cabangnya.
"Apakah itu artinya tuan Reo adalah Mr. Rei? Wahh ..." pekik salah satu karyawati syok.
"Sulit untuk dipercaya! Sosok misterius yang selalu tak terlihat itu rupanya adalah tuan Reo? Matilah aku, karena aku pernah mengutuk Mr. Rei dan didengar oleh tuan Reo." celutuk salah saru karyawan lainnya.
Dan masih banyak lagi komentar-komentar dari mereka yang menyiratkan jika mereka masih cukup terkejut dan tak pernah menyangka sebelumnya.
Bahkan Maria saja juga dibuat sangat terkejut bukan main akan sebuah kenyataan ini. Karena sebelumnya Maria sama sekali tak pernah mengetahui semua ini, meskipun dulu mereka berdua pernah menjalin ikatan kekasih sekalipun.
Ayaneru tak peduli lagi akan semua yang terjadi saat ini di kantor tempatnya bekerja. Wanita itu mulai meninggalkan tempat ini karena sudah merasa malu dan sangat rendah di hadapan mereka semua.
Lin Chen juga mulai berlari untuk mengikuti Ayaneru karena mengkhawatirkannya. Disaat Reo juga berniat untuk menyusul Ayaneru, dengam cepat Maria mulai menahan lengan kuat Reo.
"Re-Reo ... apakah yang diucapkan Shin adalah benar? Ka-kamu adalah Mr. Rei?" tanya Maria masih saja tak mempercayai semua ini.
Reo terlihat mulai menghela nafas selama beberapa saat, lalu mulai menjawab pertanyaan dari Maria.
"Ya! Akulah Mr. Rei! Akulah presdir utama dari Fukushi Group!" ucap Reo menandaskan dengan sangat tegas.
Hingga membuat semua orang melongo saat mendengarkan pernyataan dari Reo yang seakan masih sulit untuk dipercaya.
"Dan perlu kamu ketahui, jika Leon dan Leona adalah anakku! Akulah pria yang sudah menghancurkan hidup Ayaneru selama ini! Dan itu semua terjadi adalah karena kamu yang sangat licik!! Puas kamu, Maria?" imbuh Reo menatap tajam Maria.
"Shin!! Gavin!! Urus semua masalah ini hingga bersih dan tidak sampai menyebar hingga ke luar perusahaan!!" ucap Reo memberikan titahnya dan menghempaskan tangan Maria dengan cukup kasar.
"Kenapa harus aku? Bukankah aku sudah menolongmu?" protes Shin tak terima.
Mendengar ucapan dari Reo seketika membuat nyali Maria menciut. Meskipun Maria melakukan semua tindakan ini untuk menjatuhkan Ayaneru dengan aman, namun Reo sangatlah cerdas. Dia akan selalu mendapatkan informasi apapun yang dia inginkan.
Reo mulai meninggalkan gedung F Group dan menyisiri setiap titik di sekitar perusahaan cabangnya yang berada di Yokohama ini. Dan berharap dia akan segera menemukan Ayaneru.
"Pergi kemana wanita itu?" gumam Reo masih berusaha untuk mencari Ayaneru di sekitar gedung F Group.
Pria yang selalu terlihat berkharisma dan dingin itu kini terlihat begitu khawatir. Karena dia tak ingin kehilangan Ayaneru dan kedua anaknya untuk yang kedua kalinya.
Sementara itu ...
"Hiks ... hiks ... mengapa aku begitu bodohnya dan kembali pada perusahaan cabangnya? Bahkan aku denga mudahnya menerima lamaran Reo. Hiks ... kini semua orang sudah memandangku begitu buruk. Tak ada lagi tempatku untuk berada disini. Hiks ..." Ayaneru menangis sesegukan, dan kini sedang duduk di sebuah bangku taman yang berada tak jauh dari gedung F Group.
Ayaneru mungkin selalu terlihat kuat dan tegar. Ayaneru mungkin selalu terlihat seperti wanita yang periang dan ceria, namun sebenarnya dia pernah rapuh di masa-masa terpuruknya di masa lalu.
Mengandung, melahirkan, dan merawat kedua anak kembarnya seorang diri. Tentu saja semua itu sangatlah berat untuk dilakukan. Namun kekuatan itu kembali hadir disaat kehadiran Leon dan Leona di dunia ini.
Hingga akhirnya Ayaneru selalu kuat disaat dia tetap melangkah dan menjalani hari-harinya yang cukup berat dan seorang diri. Jauh dan tanpa dukungan dari keluarga, bahkan tak bersuami.
Namun kini, tiba-tiba saja luka lama itu kembali dengan sengaja dibuka dan dibeberkan oleh seseorang. Membuat Ayaneru seolah-olah kembali terlempar di masa lalu yang cukup berat itu. membuatnya kembali terpuruk dan merasa sesak.
"Neru. Tenanglah ... aku akan selalu menemanimu. Jangan bersedih ..." ucap Lin Chen berusaha untuk menghibur Ayaneru yang masih menangis sesegukan. "Di dunia ini memang akan selalu ada orang yang akan selalu membuatmu bersedih. Namun di dunia ini juga akan ada yang bersedih jika melihatmu bersedih. Kamu harus tetap kuat untuk Leon dan Leona." imbuh Lin Chen lagi.
"Hiks ... kamu benar, Lin Chen. Tapi ... hiks ... tapi ..." Ayaneru tak kuasa lagi untuk berkata-kata.
Tiba-tiba saja seorang pria berkharisma tinggi dan berpenampilan rapi, kini sudah berdiri tepat di hadapan Ayaneru yang masih terduduk.
"Neru ... ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucapnya menandaskan dengan nada pelan.
"Kau! Mau apa lagi datang mencari Neru?! Lihatlah kelakuan wanita yang sangat menggilaimu itu! Dia bahkan sudah berbuat sangat keterlaluan kepada Ayaneru! Apa kamu sama sekali tidak punya hati?!! Neru sudah berjuang keras sendirian selama ini?! Dia sudah sangat menderita selama ini!! Masih berani kalian menyakitinya?!" Lin Chen juga mulai tersulut emosi.saat menyadari jika pria yang baru saja datang menyusulnya adalah Reo.
"Kamu tidak tau apa-apa! Jadi diam saja!" tandas Reo sangat tegas.
Kali ini Reo mulai melepaskan pakaian hangatnya dan memakaikannya untuk Ayaneru. Reo juga mulai meraih kedua bahu Ayaneru untuk membantunya berdiri kembali.
"Neru, tolong ikut bersama denganku sebentar ..." pinta Reo penuh harap.