
Di dalam sebuah maskapai Star Nippon Airways kelas VVIP, terlihat Reo dan keluarga kecilnya sedang bersantai di tempat duduk masing-masing dengan kesibukannya masing-masing.
Tak ada penumpang lain di dalam kabin ini. Semua adalah rombongan dari Reo, yang akan melakukan penerbangan ke Honolulu, Hawai.
Reo bersebelahan dengan Ayaneru. Sedangkan Leon dan Leona duduk di bangku depan mereka. Sementara di sekeliling mereka sudah duduk para pengawal yang juga ikut bersama mereka untuk penerbangan menuju Honolulu, Hawaii ini.
Penerbangan akan ditempuh cukup lama, yaitu kira-kita 6.30 jam untuk tiba di Bandar Udara Internasional Daniel K. Inouye, Honolulu Hawaii. Sebuah tempat yang pernah ingin dikunjungi oleh Reo dan Ayaneru bersama.
"Sayang, aku sudah siapkan baju renang untukmu berenang di pantai nanti." ucap Reo setengah berbisik dan mengatakan tepat di dekat telinga Ayaneru.
"Oh, iya. Makasih ya, Reo." sahut Ayaneru yang masih saja fokus membaca majalahnya.
SRRTT ...
Reo mulai menarik majalah itu dari Ayaneru karena merasa diabaikan.
"Sayang, sampai kapan kamu memanggilku seperti itu? Kita ini sudah resmi menikah dan menjadi suami istri. Kamu sama sekali tidak romantis!" sungut Reo yang seketika berubah drastis dan malah lebih mirip seorang anak kecil yang sedang haus akan perhatian.
"Ehh? Ja-jadi ... aku juga harus merubah panggilanku?"
"Tentu saja!"
"Ba-baiklah. Aku akan berusaha mulai dari sekarang ..." jawab Ayaneru masih sedikit ragu.
"Gitu donk!!" Reo mulai menarik sudut-sudut bibirnya dan masih menatap lekat Ayaneru.
Bahkan wajah Reo mulai mendekati Ayaneru dan sedikit memiringkannya. Reo juga menggunakan majalah itu untuk menutupi wajah mereka berdua agar tidak ada yang melihatnya, terutama pada bagian depan.
"Re-Reo, kamu mau apa? Banyak orang disini ... ada anak-anak dan juga para pengawal ..." ucap Ayaneru dengan wajah yang sudah bersemu merah.
"Biarkan saja! Bahkan kemarin kita berciuman di depan mereka semua!" sahut Reo dengan entengnya dan masih menampilkan senyum smirk andalannya dan semakin mendekati wajah ayu Ayaneru.
Ayaneru mulai merasakan nafas beraroma mint yang begitu khas itu. Bahkan ujung hidung Reo yang mancung kini sudah menyentuh pipi Ayaneru. Namun, tepat disaat kurang beberapa inchi saja sebuah ciuman itu akan terjadi, tiba-tiba saja mulai terjadi sesuatu.
"Ma! Aku lapar!" ucap Leona yang sudah berdiri di atas tempat duduknya lalu menghadap papa dan mamanya.
Namun wajah papa dan mamanya malah bersembunyi dibalik sebuah majalah dan saling berdekatan.
"Oopss ... aku tidak lihat apa-apa!! Apakah ini sedang mati lampu? Ahh ... kak Leon!! Tolong aku!! Tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap dan berkunang-kunang." Leona kembali melakukan dramanya karena tak ingin mengganggu papa dan mamanya untuk berciuman.
Cckkk ... dasar Leona!! Mengapa dia membuat suasana menjadi sangat kacau!
Batin Leon merasa gemas sendiri akan tingkah dari sang adik dan segera menarik tangan Leona agar duduk kembali di dekatnya.
Sementara Reo dan Ayaneru segera menghentikan sesuatu yang bahkan belum sempat terjadi itu. Bahkan wajah Reo dan Ayaneru seketika bersemu merah karena kepergok oleh putri kecil mereka.
Dengan cepat Reo dan Ayaneru segera duduk kembali dengan tegap dan saling membelakangi. Sementara para pengawal yang menyaksikan semua ini terlihat sedang menahan tawanya karena melihat tingkah lucu dari tuannya yang baru pertama kali mereka saksikan pertama kalinya di dalam seumur hidupnya.
"Yang berani tertawa akan masuk ke dalam black list pemberhentian karyawan bulan depan!!" tandas Reo tegas.
Ucapan dari Reo seketika membuat para anak buahnya terdiam dan menghentikan niatnya untuk tertawa.
Setelah beberapa saat akhirnya Star Nippon Airways mulai melakukan pendaratan dengan begitu halus dan mulus. Hentakannya begitu lembut, bahkan tak terlalu terasa.
Setelah maskapai itu melakukan parkir, mereka semua mulai menuruni maskapai ini melalui jalur VVIP. Bahkan barang-barang mereka juga sudah dibawakan oleh pihak maskapai.
Di area kedatangan, mereka sudah dijemput oleh anak buah Reo yaitu beberapa pria bule yang sudah bersiap dengan 2 mobil Limousine hitam metalik.
"Welcome, Mr. Rei!" sambut seorang pria bule dengan setelan jasnya yang super rapi serta rambut pirang yang disisir rapi ke samping.
"Hhm. Take us to the Wailea Beach Resort - Marriott, Maui Hawaii!! ( Hhm. Antarkan kami ke penginapan Wailea Beach Resort - Marriott, Maui Hawaii! )" titah Reo yang mulai memasuki salah satu Limousine itu bersama Ayaneru, Leon, dan Leona.
"Sure, Mr. Rei!" jawab pria bule itu dengan patuh lalu mulai memasuki kursi kemudi dan segera menuju ke sebuat resort yang telah diperintahkan oleh tuannya.
Tak membutuhkan waktu yang lama, kini mereka sudah sampai di Wailea Beach Resort - Marriott, Maui Hawaii. Reo mulai mengajak keluarga kecilnya utuk beristirahat.
Leon dan Leona berada di dalam satu kamar dan selalu dijaga oleh dua orang baby sitter. Sedangkan Ayaneru berada bersama dengan Reo. Para pengawal juga mendapatkan fasilitas super mewah dan wow dari Reo.
Yaitu mereka diberikan fasilitas kamar VIP yang berada tak jauh dari kamar Reo. Agar mereka selalu siaga, meskipun sebenarnya Reo tak perlu dijaga, karena raja di dunia bisnis fashion itu juga cukup baik dalam hal bela diri.
Kamar Reo dan Ayaneru sudah dipersiapkan secara khusus oleh pihak resort ini. Dengan dekorasi dan lampu-lampu indah yang memberikan kesan romantis.
Kelopak bunga mawara merah juga bertaburan membentuk sebuah hati pada pembaringannya, memberikan kesan romantis dan sangat cocok untuk pasangan pebgantin baru.
Negara ini benar-benar membuat mereka saling bersatu. Hawaii, adalah satu-satunya negara bagian (state) di Amerika Serikat yang terpisah dari benua Amerika. Dan berupa kepulauan sekaligus masuk dalam kawasan Oseania. Dan disinilah pantai impian mereka berdua berada, pantai waikiki.
Dan dari resort ini sebenarnya mereka. Hamparan pantai tepi laut yang indah terlihat melalui balkon kamar Ayaneru dan Rwo. , Pantai yang begitu memanjakan para wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan.
Dan sebenarnya pantai Waikiki merupakan daya tarik wisata terbesar di Hawaii. Pantai ini terletak di kota Honolulu. Pantai Waikiki menyediakan beragam fasilitas, mulai dari resort, pusat perbelanjaan, restoran, dan hiburan.
"Inikah pantai Wikiki yang indah itu?" gumam Ayaneru menatap takjub pantai impiannya di masa kecil bersama Reo melalui balkon kamarnya.
"Benar sekali, Sayang ..." Reo berbisi dan mulai memeluk Ayaneru dari belakang. "Bagaimana?" imbuhnya sambil sesekali mengecup pipi Ayaneru.
Ayaneru tersipu malu namun mulai mengangkat kedua tangannya lalu mendaratkannya pada kedua tangan kuat Reo yang sedang memeluk tubuhnya.
"Hhm. Indah sekali ..." jawab wanita cantik itu lirih.
"Hhm. Akhirnya aku bisa menepati janjiku di masa lalu ..." ucap Reo dengan hangatnya. "Maaf jika sudah membuatmu menunggu terlalu lama." imbuh Reo penuh penyesalan.
"Maaf juga karena aku malah kabur saat itu ..."
"Dan sekarang kamu tak akan bisa kabur lagi dariku, Sayang. Kau milikku mulai saat ini hingga selamanya!" kini Reo mulai melonggarkan pelukannya lalu membalik tubuh Ayaneru.
Tanpa ada perbincangan lagi diantara mereka berdua, kini Reo mulai melayangkan kecupan hangatnya untuk sang istri. Bahkan Ayaneru juga melingkarkan kedua tangannya pada leher kuat Reo dan sesekali membalasnya dengan lembut.
Setelah beberapa saat Reo mulai menyudahi ciuman intents itu dan mulai menggendong depan sqng istri lalu membawanya ke dalam hingga membaringkannya di atas pembaringan yang sudah bertabur dengan bunga itu.