
"Apa-apaan itu?!! Hei model yang memakai gaun berwarna baby blue!! Seharusnya kamu melenggang dengan gaya yang sedikit lebih cepat dan ceria dan bukan seperti itu!! Jika kamu berjalan lambat, tidak menonjolkan potensimu dan tidak sesuai dengan tema kita seperti itu, maka kamu terlihat seperti nenek-nenek saja!" nyonya Lingling terlihat sedang memarahi salah satu model yang menurutnya kurang tepat dalam membawakan tema hari ini.
"Cih ... kamu yang nenek-nenek, Nyonya! Jelas-jelas cara berjalanku sangat anggun seperti ini malah dibilang seperti nenek-nenek!" timpal model cantik itu tak terima.
Mendengar ucapan dari model muda yang dianggapnya sudah kurang ajar dan tak beretika itu, kini nyonya Lingling mulai membelalak lebar karena begitu syok. Karena selama ini tak pernah ada satupun bawahannya yang berani membangkang dan berbicara sangat kasar seperti itu kepada dirinya.
"Reo!! Pecat dia sekarang juga! Model tak beretika seperti ini tak layak untuk dipertahankan!! Dia bisa membuat F Group hancur!" ucap nyonya Lingling begitu tersulut oleh amarahnya dan membuat wajahnya memerah padam.
Reo yang melihat semua kejadian ini terlihat sedikit pusing dan mulai memijat keningnya lalu mulai mengambil sebuah keputusan.
"Sayaka, kau dipecat!" ucap Reo merasa sedikit kesal, karena disaat kekurangan model dia malah harus memecat salah satu diantara mereka.
Dengan wajah masam, akhirnya gadis itu mulai meninggalkan panggung cat walk begitu saja dengan hentakan kakinya yang menggambarkan setiap kekesalannya saat ini, begitu tegas dan full power.
Wah ... rupanya nyonya Lingling begitu tegas dan juga sangat keras. Dia juga memiliki temperamen yang sangat tidak baik. Aku harus lebih berhati-hati dan menjaga setiap ucapan dan tingkah lakuku.
Batin Ayaneru yang masih berada di balik panggung cat walk, karena saat ini belum tiba gilirannya untuk naik ke atas panggung kecil dan memanjang itu.
"Baik!! Cepat lanjutkan!! Model selanjutnya!!" perintah Reo kembali memerintahkan untuk para modelnya untuk kembali melanjutkan pertunjukan produk terbaru dari F Group di atas panggung cat walk itu.
Ayaneru yang sebenarnya masih cukup gugup mulai menepis semua pemikirannya tentang segala hal, termasuk tentang keberadaan Reo saat ini dan hanya fokus untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Bahkan Ayaneru malah menganggap Reo adalah sebuah patung yang tidak bernyawa. Kejam sekali ... ahaha ...
Kini telah tiba giliran Ayaneru untuk naik di atas panggung cat walk itu, wanita cantik itu kini mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.
Langlah demi langkahnya terlihat begitu anggun dan mempesona. Dengan balutan dress warna ceria itu, serta make up natural dan style rambutnya yang simple, Ayaneru terlihat begitu ceria, energik dan lebih muda. Bahkan ibu dari 2 anak itu melakukan cat walk ini dengan sangat baik hingga sukses membuat nyonya Lingling yang begitu keras seketika terpana.
"Siapa itu, Reo? Aku tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya di F Group. Apa dia model baru?" tanya nyonya Lingling yang sepertinya memang memiliki hubungan yang dekat dengan Reo, karena hanya memanggil nama saja tanpa embel-embel apapun.
Reo yang sejak dari tadi kurang memperhatikan model itu, kini mulai menatap model itu satu persatu.
"Gadis yang mana, Bibi?" tanya Reo, yang rupanya adalah keponakan dari nyonya Lingling.
"Gadis dengan rambut sedikit diikat dan menggunakan gaun berwarna ungu lembut itu. Siapa dia, Reo?" tanya nyonya Lingling menjelaskan dan begitu ingin tau.
Kini Reo mulai mencari sosok model yang dimaksud oleh nyonya Lingling, hingga akhirnya Reo mulai menatapnya dan memperhatikannya dengan teliti.
Wanita itu ... bukankah anak baru yang bekerja di divisi marketing? Rupanya dia pandai merayu Yuan juga ya, sehingga Yuan mengijinkannya untuk menjadi model fashion keluaran terbaru dari F Group hari ini. Punya nyali juga dia.
Batin Reo menatap tajam Ayaneru dari kejauhan dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di depan dada bidangnya.
Tapi ... wajah itu ... sepertinya aku sungguh benar-benar pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi mengapa aku tidak bisa mengingatnya dengan baik ya. Ugh ...
"Siapa dia, Reo?" tanya nyonya Lingling lagi membuyarkan angan Reo.
"Oh ... dia ... iya, Bibi. Dia adalah Ayaneru. Dan dia adalah karyawan baru bagian marketing." jawab Reo seadanya, namun masih terus memperhatikan Ayaneru dari kejauhan.
"Aku sudah menentukan pilihanku, Reo! Aku pilih dia!! Aku pilih wanita itu untuk melakukan pemotretan produk terbaruku! Sepertinya dia akan sangat tepat untuk menjadi modelku!" ucap nyonya Lingling begitu tertarik saat melihat bakat dari Ayaneru.
"Dia? Tapi dia masih baru dan amatiran, Bibi. Masih banyak model profesional lainnya lagi, Bibi. Lebih baik bibi Lingling memakai model lainnya saja. Atau kalau tidak, dia akan membuat kekacauan nanti, Bibi." sanggah Reo tak menyetujui keinginan dari nyonya Lingling dan terlihat sangat keberatan.
"Kau meragukan pilihanku, Reo?!" ucap nyonya Lingling yang sukses membuat seorang Reo mulai menciut, karena biar bagaimanapun nyonya Lingling adalah lebih berpengalaman dan berpotensi di dunia fashion jika dibanding dengan Reo.
"Bu-bukan begitu, Bibi ... tapi dia itu ..." ucap Reo belum menyelesaikan ucapannya karena dengan cepat dan tak sabaran nyonya Lingling mulai memotong ucapannya.
"Nona bergaun sweet purple! Kemarilah!!" titah nyonya Lingling menatap Ayanaru penuh binar.
Sedangkan Ayaneru terlihat begitu syok dan kebingungan karena tiba-tiba pandangan wanita paruh baya itu kini tertuju padanya. Dan saat ini hanya dirinyalah yang mengenakan balutan gaun berwarna sweet purple.
"Aku?" gumam Ayaneru menunjuk dirinya sendiri dan sesekali menatap sekelilingnya untuk memastikan jika memang dia yang sedang dipanggil oleh nyonya Lingling.
"Ya! Kau! Kemarilah!" nyonya Lingling menyauti dengan suaranya yang begitu tegas dan berkharisma.
Ada apa ini? Apa aku sudah membuat kesalahan? Wah ... hari pertamaku bekerja mengapa begitu ekstrim seperti ini? Padahal permodelan adalah bukan bidangku. Ini semua gara-gara Yuan yang memaksaku melakukan semua ini. Huft ... Menyebalkan!
Batin Ayaneru mulai merasa khawatir dan masih belum beranjak dari tempatnya berdiri.
"Sudah sana, Neru Jangan sampai membuat nyonya Lingling merasa kesal dan marah!" bisik Kara yang kebetulan berdiri tak jauh dari Ayaneru. Bahkan Kara juga sedikit mendorong tubuh Ayaneru.
Akhirnya Ayaneru mulai melenggang dan menuruni panngung lalu menghadap nyonya Lingling.
"Ya, Nyonya. Nyonya Lingling memanggilku?" ucap Ayaneru dengan nada bicara yang begitu rendah.
"Ayaneru, betul itu namamu bukan? Mulai sekarang kamu akan menjadi model utama dari desain pakaian dari mahakaryaku! Kamu akan tetap berada di F Group, namun pekerjaan utamamu adalah bukan pada di divisi marketing! Jika tak ada pemotretan, kamu baru membantu Yuan dan yang lainnya!" ucap nyonya Lingling yang sukses membuat Ayaneru dan Reo tercengang.
Namun mereka berdua tak bisa membantahnya sama sekali dan akhirnya mengiyakan permintaan dari nyonya Lingling. Karena selama ini koneksi antara desainer nomor 1 itu dan presdir utama dari Fukushi Group yang berpusat di Osaka sangatlah dekat.
Bahkan setiap perintah dari nyonya Lingling adalah seakan seperti perintah dari sang presdir utama yang hingga sampai saat ini keberadaanya masih sangat misterius.
...🍁🍁🍁...