Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Impian Di Masa Lalu Yang Menjadi Nyata



Di dalam sebuah altar putih yang begitu megah dan kokoh, terlihat sepasang mempelai pengantin yang begitu serasi sedang mengikrarkan sebuah janji suci penikahan.


Sang mempelai pengantin wanita terlihat begitu cantik dengan balutan gaun berwarna putih yang menjuntai hingga lantai yang dipenuhi dengan manik-manik kristal yang begitu indah. Wanita itu terlihat bak seorang putri di dalam negeri dongeng.


Sedangkan sang mempelai pria juga semakin terlihat tampan dan gagah dengan balutan jas pengantinnya. Meskipun di setiap harinya memang selalu terlihat gagah dan tampan luar biasa.


Seorang putri kecil dengan balutan gaun pendek berwarna dusty pink dan seorang anak laki-laki dengan balutan jas yang begitu rapi juga mengiringi sang mempelai pengantin.


Kedua anak itu terlihat begitu lucu dan menggemaskan. Wajahnya juga terlihat penuh binar saat menyaksikan jika kedua orang tuanya kini akan bersatu.


Tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan ini juga terlihat begitu berbahagia. Karena menyaksikan pasangan yang begitu tampan dan cantik itu.


"Wah tuan Reo atau Mr. Rei benar-benar sangat tampan sekali. Auranya begitu bersinar dan kuat. Pesonanya luar biasa!" gumam salah satu tamu undangan takjub.


"Seperti sosok pangeran di dalam negeri dongeng ya. Gagah dan tampan sekali ..." seru tamu undangan lainnya lagi.


"Ayaneru juga terlihat cantik dan masih muda. Mereka serasi sekali." imbuh tamu undangan lainnya lagi.


"Kedua anak kembar itu juga manis sekali. Sangat lucu dan menggemaskan. Waahh ... aku jadi ingin cepat menikah juga agar punya anak semanis itu." ucap tamu undangan lainnya lagi.


Dan masih banyak lagi kicauan-kicauan para tamu undangan lainnya yang begitu terpana dan takjub melihat mempelai pengantin dan anak kembar mereka berdua. Dan nanti jika dituliskan semua akan memenuhi isi bab ini. Hehe ...


Beberapa prosesi pernikahan satu per satu juga telah dilakukan dengan sangat lancar hari ini. Meskipun sebenarnya sang mempelai merasa cukup gugup saat ini.


Bunga-bunga indah berwarna-warni kini mulai bertaburan di antara mereka semua. Begitu indah seperti hujan bunga saja. Reo dan Ayaneru merasa begitu bahagia ketika melihat taburan bunga-bunga yangbsangat indah dan penuh dengan warna itu.


Seorang pendeta segera melakukan khotbahnya, lalu dilanjutkan dengan beberapa ikrar perjanjian pernikahan dan dilanjutkan dengan doa pemberkatan lalu diakhiri dengan lagu The Prayer yang dinyanyikan oleh sekelompok tim paduan suara.


Kini sang pengantin wanita mulai melemparkan bunga pengamtinnya ke arah para tamu. Para tamu sudah berkerumun dan bersiap untuk menangkap dan memperebutkan bunga itu.


Hingga akhirnya bunga itu berhasil ditangkap oleh seorang wanita yang juga masih cukup muda. Dia adalah Yora. Yora terlihat sangat bahagia disaat mulai menangkap bunga itu, begitu juga dengan Xaxier yang berdiri tetap di samping Yora.


Semua prosesi pernikahan sudah dilaksankan dengan baik. Namun tiba-tiba saja seorang gadis cantik dengan penampilan yang begitu modis mulai melenggang anggun mendekati sang pengantin.


"Reo! Beraninya kamu menikah begitu saja!!" tandas gadis cantik itu menatap tajam Reo.


Ayaneru dan Reo seketika terkejut melihat gadis berambut blonde itu. Terutama Ayaneru, dia malah sempat berfikir jika gadis itu memiliki sebuah hubungan lebih dengan Reo.


"Mengapa kamu tidak memberitahuku jika kamu akan menikah?!" ucap gadis berambut blonde itu lagi masih memasang wajah kesal.


"Nichole, kapan kamu tiba? Aku terlalu sibuk mengurus semua persiapan pernikahan, dan aku lupa memberikan kabar untukmu. Lagipula kamu seharusnya menyelesaikan kuliahmu saja dulu di Amerika baru pulang!" sahut Reo.


"Mana bisa seperti itu?! Jahat sekali kamu, Reo! Menikah saja tidak memberikan kabar untukku!" sungut gadis cantik itu sedikit murung dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.


"Ahaha ... aku kira papa dan mama sudah memberitahukannya padamu. Sudahlah ... jangan merusak hari bahagiaku! Bersikaplah baik dan manis, atau aku akan meminta keamanan untuk mengatasimu!" ancam Reo sedikit mengangkat salah satu alisnya.


"Isshhh ... kakak ipar. Tolong aku!!" dengan cepat gadis cantik berambut blonde itu malah serwih lengan Ayaneru hingga membuat Ayaneru bingung.


"Kakak ipar, tolong aku! Aku baru saja pulang dari Amerika untuk menghadiri pesta pernikahannya. Tapi dia malah mau mebgusirku. Kejam sekali." gadis bernama Nichole itu mulai mengadu kepada Ayaneru.


Eh? Kakak ipar? Itu artinya gadis ini adalah adik dari Reo? Bukankah Reo adalah anak tunggal? Hhm ... oh iya aku baru ingat! Reo juga meliliki saudara angkat yang sedang melakukan study di Amerika. Huft ... aku malah berpikir kemana-mana.


"Reo ... jangan seperti itu. Biar bagaimanapun dia adalah adik kamu. Dan dia juga sudah datang jauh-jauh Amerika untuk kita." ucap Ayaneru membela Nichole.


"Ahh ... kakak ipar memang yang terbaik! Terima kasuh, Kakak ipar Ayaneru!! Benar kan itu nama kakak? Aku mendengarnya dari mama!" ucap Nichole bermanja ria dengan Ayaneru.


"Ehh ... i-iya ..."


"Wah, inikah keponakanku? Sangat manis dan menggemaskan. Ihhh ..." Nichole mulai duduk bersimpuh di hadapan kedua anak kembar Leon dan Leona lalu mencubit gemas pipi mereka berdua.


Leon memasang wajah malas karena pipinya yang dicubit. Sedangkan Leona masih saja memasang wajah penuh binar.


"Tante, pipiku bukan adonan kue!" sindir Leon.


"Ahaha. Maaf deh. Hehe ..." Nichole mulaj melepaskan cubitannya dan meringis lebar.


Reo hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan dari adik angkatnya. Hingga akhirnya Reo mulai teringat dengan Jion yang selama ini selalu saja berusaha untuk mendekati Nichole dan selalu saja berusaha untuk mendapatkan restu dari dirinya.


"Oya, kamu dicriin Jion tuh!" ucap Reo.


"Hah? Jion? Mau ngapain dia?" tanya Nichole mengkerutkan keningnya.


"Diajak nikah!" jawab Reo asal.


"What?! Oh my God! Aku bahkan belum menyelesaikan kuliahku!"


"Udah! Mau aja! Dia keren dan sudah matang kok!" ucap Reo menggoda adik angkatnya. "Nah itu dia datang kesini!" imbuh Reo sambil melihat ke sisi lain.


Dan benar saja, rupanya Jion sedang melenggang mendekati podium pernikahan dengan membawa sebuah bingkisan.


"Oh! Aku akan ke kamar mandi dulu deh!!" ucap Nichole dengan cepat segera meninggalkan tempat itu.


Karena sebenarnya Nichole masih saja tak melihat ketulusan Jion. Selama ini Nichole memang sering berkomunikasi dengan Jion, namun Nichole hanya berfikiran jika hubungan mereka hanya sebatas hubungan kakak dan adik atau hubungan teman saja.


Berbeda dengan Jion yang memang sudah cukup lama menyukai Nichole.


"Reo, Neru! Selamat ya! Semoga kalian selalu bahagia! Dan semoga Leon dan Leona segera mendapatkan adik baru lagi." ucap Jion dengan tulus.


"Terima kasih, Jion! Tenang saja! Sebentar lagi rumah kami pasti akan menjadi sangat ramai." jawab Reo dengan tawa kecil.


"Aku tadi melihat adikmu. Dimama dia sekarang?" tanya Jion menebarkan pandangannya untuk mencari sosok Nichole.


"Dia sedang bersiap dan berdandan untuk menemuimu katanya." jawab Reo dengan asal.


Jion yang mendengarkan seketika wajahnya terlihat bersemu merah dan hal itu membuat Reo menahan tawa.


Sangat terlihat, jika suasana hati Reo sedang begitu baik hari ini. Karena hari ini adalah hari yang selalu dia tunggu sejak lama. Bahkan pernikahan ini adalah pernikahan impian dari Ayaneru sekaligus Reo.


Karena mereka pernah membuat janji bersama di masa lalu, meskipun harus melewati beberapa jalan takdir yang berliku dan sangat tidak mudah.