Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Sebuah Acara TV ...



...Release Me, Love Me...


...🍁🍁🍁...


Hallo, My Beloved reader. Kita lihat ilustrasi Ayaneru sama Reo dulu yuk. Biar nggak penasaran ... hehe ...



...🍁🍁🍁...


"Hore!! Mama sudah pulang!! Aku kangen sekali dengan mama!" Leona berjingkrak-jingkrak dan mulai melompat ke dalam pelukan Ayaneru ketika melihat Ayaneru yang baru saja pulang bekerja.


"Hehe ... mama juga rindu sekali dengan kalian berdua. Oh iya mama belikan ayam krispi kesukaan kalian. Di dalamnya juga ada hadiah mainannya." ucap Ayaneru dengan senyum lebar lalu memberikan sebuah bingkisan yang beraroma begitu harum dan gurih untuk Leona.


"Woaa ... harum sekali! Aromanya begitu menggiurkan! Terima kasih, Mamaku sayang yang cantik!" ucap Leona masih dengan suara lucunya yang terdengar begitu menggemaskan.


Deretan gigi susunya yang tersusun dengan rapi, mungil dan putih itu terlihat menghiasi senyumnya yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


"Hhm. Makanlah dulu bersama kak Leon. Mama akan mandi sebentar lalu segera menyusul kalian." ucap Ayaneru mulai melepaskan sepatunya satu persatu.


"Hhm. Cepatlah, Mama! Kami akan menunggu mama sambil menonton TV, baru kita akan makan bersama." jawab Leon yang rupanya malah ingin menunggu sang mama untuk makan bersama.


"Tidak, Leon sayang. Kalian bisa makan duluan. Nanti mama akan menyusul kalian saja. Karena mama akan sedikit lama. Rambut ini sudah kotor dan harus segera dicuci." ucap Ayaneru sedikit menatap dan meraih rambutnya yang sudah sedikit lepek, padahal dia baru keramas tadi pagi.


"Huft ... berjanjilah jika kita sudah bertemu dan tinggal bersama dengan papa nanti, mama akan lebih merawat diri. Biar bagaimanapun pria dewasa akan lebih menyukai jika pasangannya selalu terlihat rapi, cantik, bersih dan wangi." ucap Leon yang sukses membuat Ayaneru terkejut dan melongo.


Ahaha ... pria kecil yang dingin ini sedang menceramahiku ya? Hmm ... setelah bertemu dengan Reo kembali aku baru saja menyadari, jika paras maupun sikap mereka berdua rupanya sangat mirip.


Batin Ayaneru malah memperhatikan Leon, putra kecilnya yang kini mulai menyalakan TV, sementara Leona terlihat sudah mulai menikmati sepotong ayam krispinya dengan begitu lahap.


"Baiklah, mama akan mandi dulu. Kalian makanlah dulu ..." ucap Ayaneru mulai bergegas untuk meninggalkan mereka berdua.


Tak lupa Ayaneru juga mulai mengetik sebuah pesan untuk seseorang sebelum dia melakukan ritual mandinya.


Terima kasih sudah menjaga Leon dan Leona dengan baik. Ayaneru.


Pesan itu dikirimkan untuk salah satu tetangga Ayaneru yang dipercayainya untuk menjaga Leon dan Leona disaat Ayaneru sedang bekerja. Setelah mengirimkan pesan itu, kini wanita cantik itu segera menanggalkan pakaianannya satu persatu dan mulai memasuki kamar mandi di dalam kamarnya.


Gemericik air shower yang begitu hangat itu kini mulai memecah keheningan di dalam kamarnya. Ayaneru terlihat begitu menikmati air hangat yang sudah membasahi seluruh tubuh moleknya.


Namun tiba-tiba saja Ayaneru malah teringat dengan sosok Reo disaat 5 tahun yang lalu. Bahkan semua hal yang terjadi di malam itu, Ayaneru masih begitu mengingatnya dengan sangat baik.


Namun dengan cepat, Ayaneru segera menepis semua angannya itu. Karena setelah mengetahui sikap Reo yang sesungguhnya, kini membuatnya merasa begitu kesal.


Air shower itu masih saja berlomba-lomba untuk berjatuhan dan membasahi rambut kecoklatan itu, hingga akhirnya jatuh dan melekat pada seluruh tubuh Ayaneru.


"Ughh ... sudahlah, Neru! Tak ada gunanya menyesali semua itu!! Yang terpenting sekarang adalah kamu harus bisa membahagiakam Leon dan Leona, sekalipun tanpa Reo! Buktikan jika kamu memang bisa melakukan semua ini tanpa dia! Ya!! Kamu bisa tanpa dia!!" gumam Ayaneru memantapkan hatinya kembali.


.


.


.


.


"Ughh ... rasanya segar sekali setelah mandi dan keramas. Badan seakan menjadi lebih ringan dan fresh! Saatnya berkumpul dan bermain sebentar bersama anak-anak." gumam Ayaneru dengan wajah penuh binar dan mulai mendatangi kembali Leon dan Leona.


Rupanya kedua anak kembar itu masih terlihat sedang menikmati ayam krispi sambil menonton sebuah acara Tv. Namun rupanya kali ini, acara TV berita mengenai politik di Jepang yang sudah dipilih oleh Leon sebelumnya, kini sudah berubah menjadi sebuah acara berita infotaiment karena diganti oleh Leona.


Ayaneru yang melihat kedua buah hatinya yang sedang memperebutkan sebuah remot untuk melihat acara TV, terlihat mulai menahan tawanya agar tidak pecah. Hal-hal manis dan lucu seperti inilah yang selama ini membuat Ayaneru bisa selalu kuat dan bertahan disaat Ayaneru menghadapi kehidupannya sebagai single mom yang tentunya cukup keras.


Yeap, karena selama ini Ayaneru selalu berjuang seorang diri tanpa adanya dukungan dari pihak keluarga maupun sosok suami.


"Leona, cepat ganti! Kamu jangan sering melihat berita tak berfaedah seperti itu!" sungut si kecil Leon berusaha untuk merebut remot TV dari Leona.


"Arghh ... tidak mau! Aku sedang ingin menonton chanel ini. Lebih baik kak Leon bermain dengan laptop kakak saja!" timpal Leona kecil tak mau kalah.


Namun tiba-tiba saja drama perebutan remot itu berhenti begitu saja, disaat Leona mulai melihat seseorang yang begitu tak asing terekam di dalam acara berita entertaiment itu.


"Mama? Bukankah itu mama?" gumam Leona masih menatap lekat layar berukuran 50 inchi di hadapannya itu.


"Jangan mengada-ada dan cepat berikan remot itu kepadaku, Leona!! Mana mungkin ada mama di dalam acara TV tak berfaedah itu?!" celutuk Leon yang rupanya sedang mencurigai jika Leona sedang berbohong hanya untuk menguasai TV di malam hari ini.


"Tidak, Kak Leon. Aku tidak berbohong! Lihatlah sebentar saja!" sahut Leona tak berpaling menatap layar TV itu.


Meskipun masih merasa tak yakin, akhirnya Leon mulai menatap layar TV itu. Begitu juga dengan Ayaneru yang juga mulai beralih menatap layar yang berukuran cukup besar itu.


Dan betapa terkejutnya Ayaneru dan Leon saat melihat jika di dalam siaran itu ada sosok Ayaneru yang sedang melakukan sebuah cat walk dengan sebuah gaun yang begitu indah.


"Wah!! Cantik sekali mama!!" ucap Leona begitu bersemangat dan takjub saat melihat Ayaneru memakai gaun indah itu dan melenggang dengan anggun bak model-model pada umumnya.


"Bukankah mama mengatakan jika mama bekerja pada divisi marketing? Lalu mengapa malah menjadi seorang model?" selidik Leon mulai beralih menatap Ayaneru yang sudah berdiri di sampingnya dengan sepasang mata yang sudah memicing.