Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Kebenaran Yang Mulai Terungkap



BRAKK ...


"Sialan!!!" umpat seorang wanita cantik sambil menyapu meja riasnya dengan kedua tangannya full power hingga membuat semua barang yang pada awalnya tertata rapi di atas meja, kini mulai berserakan begitu saja di atas lantai dengan motif vinyil itu.


Dadanya naik turun saking emosinya, sedangkan wajah ayu nan putih itu kini sudah sangat merah saking dipenuhi dengan amarahnya.


"Bukannya berpisah malah mau menikah saja!! Sialan!!! Aarrggghhh ..." wanita itu nampak begitu frustasi dan berteriak cukup kencang, hingga membuat beberapa pengawalnya yang sedang berjaga di luar apartemennya mulai menutup telinganya.


Kini wanita cantik itu mulai mendaratkan kedua telapak tangannya di atas meja riasnya sambil menatap pantulan dirinya melalui cermin rias di hadapannya dengan sangat tajam.


"Kita lihat saja esok! Kamu tak akan memiliki wajah kembali setelah semua keburukanmu aku bongkar, Ayaneru!" geramnya dengan seringai menakutkan.


...🍁🍁🍁...


Seorang wanita paruh baya yang begitu elegan, berkelas dan masih terlihat begitu cantik, terlihat sedang duduk menantikan seseorang di sebuah apartemennya. Raut wajahnya terlihat kesal dan sedang menahan amarahnya.


Setelah beberapa saat, akhirnya sang pemilik apartemen mulai datang kembali dan merasa cukup terkejut akan kehadiran dari tamu yang tak diundang itu.


"Mama ... mengapa mama tidak memberikan kabar untukku jika mau datang?" sapa sang pemilik apartemen tersenyum berbinar melihat mamanya yang tiba-tiba datang untuk mengunjunginya.


"Reo! Kamu bahkan tak pernah mengangkat panggilan mama beberapa hari ini?! Masih berani mengatakan jika mama tidak memberikan kabar untukmu?!" tandas wanita paruh baya itu masih terlihat begitu kesal.


"Akhir-akhir ini aku benar-benar sedang sibuk, Ma. Maafkan aku, Ma." jawab Reo mulai melenggang mendekati Nami lalu duduk di dekat Nami.


"Sibuk apanya?! Kamu mengatakan sibuk kepada mama sementara kamu selalu saja punya waktu untuk wanita yang tak memiliki etika itu!" Nami terlihat begitu kesal saat menghadapi Reo saat ini.


"Ayaneru maksud mama?"


"Mama tidak mau tau dan tidak mau mengingat namanya siapa! Yang jelas mama tidak suka jika kamu dekat-dekat dengan wanita itu!!" tandas Nami mulai kehilangan kesabarannya.


"Ma, aku bahkan sudah melamar Neru. Dan kami juga akan segera menikah di akhir bulan nanti. Bukankah mama ingin melihatku untuk segera memiliki pendamping hidup? Mama juga ingin segera memiliki cucu bukan?" tanya Reo berusaha untuk meyakinkan Nami.


"REO!! Beraninya kamu melamar wanita itu tanpa berunding dengan mama atau papa terlebih dulu!!" Nami sudah semakin emosi dan tak habis pikir, mengapa putranya bisa dengan begitu gegabah memutuskan untuk melamar wanita yang menurutnya sangat kotor karena tak bisa menjaga kehormatannya di masa lalu.


"Ma, aku tau aku memang salah. Tapi aku sangat yakin jika mama dan papa akan menyukai Leon dan Leona." ucap Reo masih berusaha untuk mendapatkan restu dari Nami.


"Reo! Batalkan semuanya! Jangan pernah kamu menikahi wanita itu! Wanita yang tak bisa menjaga kehormatannya! Padahal saat itu dia sudah bertunangan denganmu, Sayang!! Mama tidak merestui kalian!! Ini adalah penghinaan! Lupakan dia dan menikahlah dengan wanita pilihan papa dan mama, Sayang ..."


Reo mulai mengkerutkan keningnya setelah mendengarkan ucapan dari Nami. Sebenarnya Reo merasa sangat bersalah, namun mungkin kali ini Reo akan berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Nami.


"Ma ... ada yang ingin aku katakan kepada mama. Sebenarnya Leon dan Leona adalah anak-anakku." ucap Reo dengan jujur dan sangay berhati-hati.


"Itu semua adalah benar, Ma. Aku yang salah ... pria yang menghamili Neru 5 tahun yang lalu adalah aku. Dan aku tidak sengaja melakukannya. Ada seseorang yang sengaja ingin menjebakku dengan sebuah obat perangsang. Saat itu aku berhasil menghindarinya, namun aku malah tak sengaja bertemu dengan Neru. Dan aku malah memaksa Neru untuk melakukannya denganku." ucap Reo mulai bercerita.


"Bahkan Neru sampai meninggalkan Jepang saat itu karena merasa tak pantas untuk Mr. Rei yang merupakan tunangannya saat itu, yang sebenarnya dia adalah aku juga ... dia sudah sangat menderita selama ini, Ma. Dan kali ini aku ingin menebus semua kesalahanku. Aku ingin menikahinya. Aku ingin hidup bersama Neru dan anak-anakku, Ma." imbuh Reo menatap lekat Nami.


Nami yang mendengarkan semua itu, seketika hanya terdiam selama beberapa saat. Butuh beberapa saat untuk mencerna semua dari Reo, hingga semua maksud itu bisa dia cerna dengan baik.


"Ja-jadi ... Leon dan Leona adalah cucuku?" ucap Nami masih terlihat terkejut bukan main dan menutupi mulutnya yang mulai menganga.


"Hhm. Benar sekali, Ma. Aku juga sudah melakukan tes DNA untuk kami. Dan hasilnya adalah cocok. Kami adalah ayah dan anak." ucap Reo menatap sang mama dengan sepasang pupil kebiruannya yang semakin bergetar. "Mama akan merestui hubungan kami bukan?"


Cukup lama Nami terdiam, namun akhirnya wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik itu mulai mengangguk dengan senyum tipisnya.


"Mama ingin bertemu dengan dia, tolong bawa calon menantu mama dan cucu-cucu mama ..." pinta Nami mulai ingin bertemu dengan Ayaneru dan kedua anak kembar Ayaneru.


"Aku akan segera mempertemukannya dengan mama dan papa kok. Namun saat ini Neru sedang sibuk, ada beberapa pekerjaan tambahan yang diberikan oleh bibi Lingling untuknya. Karena bibi Lingling juga membuat beberapa gaun pernikahan terbaru saat ini." sahut Reo dengan hangat.


"Hufftt ..." Nami menghembuskan nafas kasarnya ke udara. "Sebaiknya kamu segera mencari model baru saja, Reo. Setelah menikah nanti, biarkan Neru hanya di rumah saja dan melayanimu sebagai seorang istri saja." ucap Nami mengusulkan.


"Hhm. Aku akan mengatakan hal ini kepadanya nanti, Ma."


Meskipun kenyataan yang baru saja terungkap ini cukup mengejutkan untuk Nami, namun akhirnya Nami bisa menerimanya dengan baik. Dan sebenarnya Nami juga merasa bersalah, karena pada kenyataannya Reo yang sudah membuat semua yang terjadi di masa lalu ini.


Nami juga memutuskam akan menebus semuanya dan akan memperlakukan Ayaneru dengan baik ke depannya. Bahkan Nami juga mulai menghubungi suaminya dan menjelaskan semua itu kepada suaminya.


Hingga akhirnya papa Reo juga memutuskan untuk segera menyusul le Yokohama. Danereka juga berencana untuk mengunjungi kediaman rumah besar Ryusei untuk meluruskan semua yamg terjadi selama ini.


...🍁🍁🍁...


Hari demi hari berlalu begitu saja, dan pandangan semua orang kini sudah mulai berubah akan Ayaneru. Mereka mulai melupakan semuanya dan tak menggunjing Ayaneru lagi.


TRING ...


TRING ...


TRING ...


Namun tiba-tiba saja ponsel seluruh karyawan dari F Group mendapatkan sebuah notifikasi dan pesan secara bersamaan. Sebuah berita yang cukup mengejutkan seketika membuat heboh dan Mengguncang F Group saat ini.