Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Rencana Reo ?



Yokohama Hospital , 2 PM


Seorang pria dengan setelan jas super rapi, terlihat sedang terduduk di seberang seorang dokter pria. Sang dokter kini juga mulai menyodorkan sebuah berkas untuk pria itu.


Kepergiannya kali ini serta apa yang telah dia lakukan dia kali ini, sudah benar-benar dia pastikan tak ada yang mengikutinya, serta tak ada satu orangpun yang mengganggu gugatnya seperti sebelum-sebelumnya.


Karena dia sudah mengantisipasi, dengan penjagaan suoer ketat rumah sakit tersebut dengan menggunakan orang-orang kepercayaannya, terutamq pada area labolatorium.


"Ini adalah hasil tes DNA yang sudah kamu lakukan 3 hari sebelumnya, Reo." seorang dokter pria bermata sipit tanpa eyelid mulai menyodorkan hasil medis tersebut kepada pria yang berpenampilan necis dengan wajah datarnya itu.


Dengan cepat pria tampan berwajah dingin dan datar itu mulai memeriksa laporan hasil tes DNA itu. Yang menunjukkan jika hasil itu adalah posisif.


Yeap, pria itu adalah Reo yang kembali melakukan pengujian tes DNA dengan menggunakan sample rambutnya dan sample rambut Leona, saat waktu itu mereka pergi bersama-sama beberapa waktu yang lalu. Dan diam-diam rupanya Reo mengambil sehelai rambut Leona tanpa Leona sadari saat itu.


Sudut-sudut bibir Reo mulai ditariknya hingga membentuk sebuah senyumnan penuh binar. Dan sebenarnya sang dokter yang merupakan teman sekolahnya di masa lalu, juga merasa sangat penasaran akan semua ini.


Reo yang masih belum menikah hingga saat ini, tiba-tiba saja melakukan sebuah pengujian tes DNA seperti itu.


"Tidak mungkin kamu sedang melakukan pengujian DNA kamu dan kedua orang tua kamu kan, Reo?! Apa kamu sudah menghamili seorang wanita?" selidik sang dokter bermata sipit itu yang masih berusia cukup muda.


"Hhm? Hanya milik karyawanku saja kok! Terima kasih Steve karena sudah melakukan semua ini dengan baik! Aku akan merekomendasikanmu untuk naik jabatan bulan depan!!" sahut Reo masih dengan wajah berbinar dan mulai bangkit dari duduknya. "Aku pergi dulu, Steve! Masih ada sesuatu yang harus aku lakukan!!"


Reo mulai melenggang meninggalkan tempat itu dengan aura yang begitu berbeda dari biasanya.


Ternyata dugaanku adalah benar! Leon dan Leona adalah benar-benar anak-anakku! Aku harus segera menyelesaikan masalah ini dengan benar! Aku harus bicara dengan Neru!!!


Batin Reo masih melenggang menyusuri koridor rumah dengan wajah berbinar.


...🍁🍁🍁...


"Tuan Reo. Dokter yang sudah melakukan sabotase di rumah sakit itu sudah berhasil ditangani. Dia sudah dipecat dari St. Luke's International Hospital dan namanya juga sudah dimasukkan ke dalam black list di kota Tokyo. Namun dia mengatakan jika dia melakukan semua itu atas dasar keinginan dia sendiri. Tidak ada sangkut paut Maria di dalamnya." jelas Gavin melaporkan kepada tuannya.


Sang tuan mulai menautkan kedua jemarinya dan menatap datar sang asisten.


"Ya sudah! Setidaknya dia sudah mendapatkan hukuman dan kesulitan untuk mencari pekerjaan baru di Tokyo!" sahut Reo dengan santai. "Gavin, apa kamu sudah menyiapkan yang sudah aku perintahkan untukmu?!"


"Sudah, Tuan. Semua sudah dipersiapkan dari sekarang dengan baik. Restoran, musik, hadiah, cincin berlian, semua sudah dipersiapkan, Tuan. Jika boleh tau, dengan siapa tuan akan berkencan malam ini?" sahut Gavin sangat penasaran, karena tak biasanya Reo menyuruhnya untuk mempersiapkan hal seperti ini.


Yaitu, melakukan sebuah reservasi penuh sebuah restoran bergengsi di Yokohama untuk malam ini. Sekaligus memesan sebuah kamar hotel berkelas di Pacifik hotel tepat dimana Reo menginap 5 tahun yang lalu. Entah apa yang akan direncanakan oleh Reo saat ini.


Padahal saat berpacaran dengan Maria saja, Reo tak pernah melakukan hal seperti ini. Mereka hanya makan di tempat khusus, tanpa melakukan full booking seperti ini. Ditambah lagi Reo juga mempersiapkan secara lengkap seperti ini.


"Tuan Reo akan segera menikah?" tanya Gavin melongo karena merasa sangat terkejut.


"Tentu saja aku akan menikah! Apa kamu mendoakanku agar mejadi lajang seumur hidup, Gavin?!" ucap Reo dengan nada menyudutkan Gavin.


"Buk-bukan seperti itu maksudku, Tuan ... maksudku adalah ... uhm ... semua ini terlalu mendadak. Jadi aku sangat terkejut, Tuan." sahut Gavin terbata dan mulai menyeka peluh pada pelipisnya.


"Huft ... selesaikan beberapa sisa pekerjaanku!! Aku harus pergi ke suatu tempat!!" ucap Reo mulai memakai pakaian hangatnya lalu segera meninggalkan ruang kerjanya.


...🍁🍁🍁...


Sebuah Lamborghini supercar berwarna hitam metalik terlihat sudah terparkir di depan F Group, seakan sang pengemudi sedang menantikan seseorang.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita cantik masih dengan pakaian formalnya mulai terlihat meninggalkan F Group. Dan disaat itulah, sang pengemudi Lamborghini supercar berwarna hitam metalik itu mulai membuka kaca mobilnya.


Terlihat seorang pria berkharisma dengan sebuah kacamata hitam yang bertengger dengan manis di atas tulang hidungnya yang mancung itu. Lalu dia mulai memberikan isyarat untuk wanita itu agar segera naik ke dalam mobilnya.


Meskipun terlihat begitu ragu-ragu, karena semua karyawan yang baru saja pulang berkerja menatapnya dengan tatapan aneh dan tajam, namun wanita itu akhirnya mulai memasuki mobil mewah itu sesuai dengan perintah dari bosnya.


Beberapa dari mereka mulai saling berbisik dan mencibir gadis yang tak lain adalah Ayaneru itu yang sedang pergi bersama dengan Reo.


"Kali ini dimana lemburnya? Tidak jauh dari sekitar sini kan? Aku khawatir Leon dan Leona akan menungguku terlalu lama." tanya Ayaneru ingin tau dan tentunya mencemaskan kedua anak kembarnya yang biasanya selalu menantikan dirinya saat pulang bekerja.


"Jangan khawatir. Aku sudah mengatakan kepada Leon dan Leona jika mamanya tidak akan pulang malam ini. Mereka akan dijaga Yora dengan baik." ucap Reo membuat Ayaneru melongo seketika.


"Apa? Tidak pulang? Apa maksudmu? Mengapa jam kerjaku melebihi aturan yang sudah ditentukan?"


"Karena aku ingin menyejahterakan anak buahku! Setelah bekerja dengan baik dan melakukan lembur, maka aku juga akan memberikan beberapa fasilitas dan keuntungan untukmu. Jadi tenanglah dan jangan khawatir! Kamu cukup ikuti saja perintahku!" ucap Reo menandaskan dengan serius tanpa mengurangi fokusnya dalam mengemudi.


Ayaneru tak berkata-kata lagi, karena menganggap apa yang diucapkan oleh Reo adalah benar.


Setelah beberapa saat, akhirnya Reo mulai menepikan mobilnya dan mereka mulai mamasuki sebuah restoran mewah yang berada tepat di sebelah Pacifik hotel.


Sebenarnya Ayaneru merasa sedikit aneh disaat melihat hotel itu kembali. Tempat yang membuatnya hancur di masa lalu. Namun Ayaneru mulai menepis semua pemikirannya itu dan hanya menganggap semua hanyalah sebuah kebetulan semata.


Fokuslah, Neru!! Kamu hanya perlu fokus pada pekerjaanmu saja!!


Batin Ayaneru membuang semua pikiran buruknya.