Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Kesepakatan Leon Dan Leona



Hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 30 menit saja, kini Reo sudah sampai di rumah sakit dimana Ayaneru dirawat.


"Dorong dengan lebih cepat, Gavin!!" titah Reo tak sabaran ketika mereka baru saja keluar dari sebuah elevator.


"Ba-baik, Tuan." Gavin menyauti sambil mempercepat dorongannya saat mendorong kursi Roda itu.


Sebuah lorong rumah sakit mulai dilalui oleh mereka. Hingga mereka mulai melihat 2 orang pria yang merupakan anak buah Reo sedang duduk di bangku panjang di depan sebuah ruangan rawat.


Namun kedua pria itu segera berdiri dengan tegap setelah menyadari kehadiran dari tuannya. Mereka hanya membungkukkan badannya saja disaat Reo melaluinya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Reo mulai memasuki sebuah ruangan sendirian. Sementara Gavin menunggu di luar bersama para pengawal lainnya.


CEKLEKK ...


Reo menggerakkan kursi rodanya sendiri untuk memasuki ruangan rawat sang istri. Namun betapa terkejutnya Reo ketika melihat di dalam ruangan rawat ini ada Lin Chen.


"Kamu ... sedang apa kamu d!sini?! Apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini bersama istriku?!" todong Reo menatap Lin Chen penuh rasa curiga.


"Aku hanya ..." ucap Lin Chen menggantung karena Ayaneru mulai menyela ucapannya.


"Lin Chen hanya berusaha untuk menolongku, Sayang. Dan dia yang mengantarkan aku ke rumah sakiti ini saja kok." sela Ayaneru menjelaskan. "Bahkan Lin Chen juga telah menyelamatkan aku dan buah hati kita saat aku hampir terjatuh terpeleset. Aku tidak tau bagaimana jadinya jika Lin Chen tidak ada saat itu. Mungkin saja aku atau bayi kita akan terluka." imbuh Ayaneru.


"Terima kasih, Tuan Lin Chen!" ucap Reo dengan terpaksa dan menurunkan nada bicaranya.


Karena biar bagaimanapun ucapan dari Ayaneru sepenuhnya adalah benar. Biar bagaimanapun Lin Chen sudah menyelamatkan istrinya.


"Tuan Lin Chen, maaf jika sudah merepotkan tuan sebelumnya. Tuan Lin Chen bisa pergi. Karena sekarang aku yang akan menemani dan menjaga istriku." ucap Reo dengan ramah.


"Hhm? Baiklah ... kalau begitu aku akan kembali ke F Group. Karena masih ada beberapa pekerjaan yang juga harus segera diselesaikan. Sampai jumpa, Neru. Semoga lekas sembuh." ucap Lin Chen bersiap untuk segera pergi.


"Hhm. Terima kasih, Lin Chen. Hati-hati ..." Ayaneru menyauti dengan ramah, dan sebenarnya hal ini cukup membuat Reo merasa kesal.


"Iya, Neru. Tentu saja. Mr. Rei, aku permisi dulu ..." ucap Lin Chen kembali berpamitan.


"Baik, Tuan Lin Chen." sahut Reo sangat datar.


Reo menggerakkan kursi rodanya mendekati brankar dimana Ayaneru sudah terduduk di atasnya.


"Bagaimana kondisimu, Sayang? Apa semua baik-baik saja? Apa kamu masih merasakan ada yang sakit?" tanya Reo maeih saja mengkhawatirkan sang istri.


"Hhm. Aku baik-baik saja kok. Hanya saja tadi saat hampir terjatuh, perutku mendadak sakit sekali seperti kram gitu. Namun Lin Chen segera membawaku ke rumah sakit." jelas Ayaneru.


"Syukurlah jika memang seperti itu. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati ya. Aku sudah memecat cleaning service itu sebelum aku berangkat ke rumah sakit. Dia sangat ceroboh dan hampir saja membuatmu terluka!" geram Reo kesal.


"Apa? Kamu memecatnya?" tanya Ayanery syok.


"Ya!"


"Biarkan saja! Sepertinya dia juga tidak keberatan kok untuk diberhentikan kerja!" sahut Reo seadanya. "Baiklah. Aku akan menemui dokter sebentar untuk menanyakan beberapa hal. Kamu tunggulah sebentar disini dan jangan pergi kemana-mana! Okay?"


"Hhm. Baiklah. Hati-hati ya ..."


"Hhm ..." ucap Reo mulai menggerakkan kursi rodanya kembali dan meninggalkan ruangan ini.


Reo diantarkan oleh Gavin untuk pergi ke ruangan dokter. Sementara kedua pengawal khusus masih berjaga di luar ruangan rawat.


Setelah mengurus beberapa hal, akhirnya mereka kembali pulang. Karena Ayaneru tak mengalami sakit atau luka serius, jadi tidak diharuskan dirawat di rumah sakit. Sang dokter hanya memberikan beberapa susu dan vitamin untuk kehamilannya saja.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu di suatu tempat, terlihat seorang wanita paruh baya terlihat sedang menemui seorang pria ber-jas rapi di suatu tempat yang cukup sepi.


Namun pria itu masih berada di dalam mobil mewahnya dan hanya membuka kaca samping kemudinya. Pria itu memberikan sebuah amplop kecoklatan yang cukup tebal untuk wanita paruh baya itu.


"Kerja yang bagus! Dengan uang ini kamu tidak perlu takut untuk kehilangan pekerjaanmu sebagai cleaning service di F Group. Karena uang ini lebih dari cukup untuk membuka sebuah usaha kecil-kecilan! Gunakanlah sebaik mungkin dan jangan sampai membuka mulutmu!! Atau aku tak akan segan-segan umtuk membuatmu menderita!" tandas pria bermakaian rapi dan necis itu.


"Ba-baik, Tuan ... saya akan menyimpan semua rahasia ini dan tidak akan membuka mulut untuk siapapun kecuali untuk tuan." sahut wanita paruh baya itu gemetaran.


"Good choice!! Baik! Aku harus pergi!! Pindahlah segera dari kontrakan lamamu! Jika perlu tinggalkan kota ini!" ucap pria itu mulai menutup kaca samping kemudi lagi.


"Baik, Tuan!" sahut wanita paruh baya itu dengan patuh.


...🍁🍁🍁...


"Aahhh, Kak Leon!! Ganti saluran televisinya! Aku tidak suka dan aku tidak tau berita politik seperti itu, Kak!!" rengek Leona berusaha intuk merebut remot itu dari Leon.


Namun Leon masih saja berusaha untuk menjaga remot itu agar sang adik tidak bisa merebutnya. Namun Leona tak akan semudah itu menyerah. Gadis kecil itu masih berusaha untuk merebut remot itu dari sang kakak.


"Kak Leon!! Ihhh!!! Ganti, Kak!! Aku tidak suka menonton itu!! Itu hanya tontonan untuk orang tua saja! Kak Leon tidak cocok nonton yang seperti itu, Kak! Itu tidak keren sama sekal, Kak! Ihhhh ..." Leona masih saja berusaha untuk merebut remot itu dan naik di sofa.


"Tidak, Leona! Kakak mau menonton sesuatu dulu. Setelah selesai kamu boleh memakainya deh ..." sahut Leon tak mau kalah.


"Tidak bisa sebentar lagi, Kak! Harus sekarang! Atau live concert dari XJZ akan segera berakhir dan akunakan melewatkannya begitu saja. Hiks ... ayolah, Kak Leon! Please ... aku janji deh, aku akan melakukan apapun hanya demi menonton live concert ini deh!!" bujuk rayu Leona berharap Leon akan luluh.


"Apapun itu? Apa kamu yakin, Leona?" tanya Leon mulai memikirkan sesuatu.


"Hhm!! Apapun itu!! Asalkan kakak mau mengganti saluran televisinya sekarang juga!!" sahut Leon tanpa berpikir panjang lagi, karena baginya live concert dari XJZ saat ini adalah yang paling utama!!


"Okay!! Nanti saat makan malam, kakak akan mengatakan apa keinginan kakak. Tapi kamu harus berjanji untuk menepatinya! Bagaimana?" tanya Leon memicingkan sepasang matanya menatap Leona.


"Okay!! Sepakat!!" sahut gadis kecil itu tanpa pikir panjang lagi.


...🍁🍁🍁...