Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Hukuman Untuk Maria



"Bagaimana? Aku hebat bukan?!" celutuk Jion membanggakan dirinya dengan meraih kedua kerah pakaiannya.


Namun tanggapan dari Reo rupanya tak seperti yang dibayangkan oleh Jion. Reo terlihat acuh tak acuh setelah menyaksikan sebuah rekaman video itu.


"Kenapa? Mengapa kamu terlihat tak menyukainya, Reo?" tanya Jion kebingungan.


"Kau lambat!" timpal Reo mulai meraih gagang telpon kantornya dan berniat untuk menghubungi seseorang. "Gavin! Cepat ke ruanganku!!"


TAKK ...


Setelah memberikan perintah, Reo segera menutup kembali gagang telpon itu tanpa mendengarkan jawaban dari Gavin terlebih dulu.


"Lambat bagaimana? Aku bahkan menemukan riwayat ini setelah meminta tolong kepada temanku loh. Hingga akhirnya aku mengetahui dalang dibalik penculikan Leon saat di Paris. Seharusnya kamu berterima kasih padaku, Reo!" celutuk Jion masih saja kesal setelah melihat tanggapan dari Reo.


"Cihh. Kau lambat!! Putraku sudah lebih dulu mengungkap semua itu!" timpal Reo menatap Jion datar.


"Leon?"


"Hhm ..."


"Itu artinya berarti kamu juga lambat, Reo. Dan kamu telah dikalahkan oleh putramu sendiri. Gyahahah ..." kini Jion malah tertawa terbahak-bahak karena menertawakan Reo yang dikalahkan oleh putranya yang masih berusia 4 tahun.


"Apa kau sudah bosan untuk hidup, Jion?!" geram Reo mulai kesal.


"Ya, Reo! Aku bosan hidup sendirian." jawab Jion malah brrcanda. "Makanya beri restu kepadaku untuk menikahi adikmu, Reo!"


"Bisa gila aku jika memiliki adik ipar sepertimu!" ketus Reo.


Jion semakin tertawa renyah mendengar ucapan Reo.


Tok ... tok ... tok ...


Sebuah ritme teratur mulai terdengar melalui pintu ruangan kamar ini.


"Masuk!" titah Reo masih menatap Jion tajam.


Suara derap langkah yang pelan dan beraturan mulai terdengar bersamaan dengan kehadiran sosok Gavin.


"Tuan Reo memanggil saya?" tanya Gavin setelah memberikan salam penghormatannya untuk bosnya.


"Hhm. Perbaiki pintu ruanganku agar tak seorangpun bisa masuk sembarangan tanpa seijin dariku! Jika perlu gunakan sebuah remot, pendeteksi wajah atau sidik jari!" titah Reo untuk Gavin namun tatapannya malah menarap Gavin dengan dingin.


Sementara yang sedang ditatap hanya meringis saja.


"Eh? Ba-baik, Tuan Reo." jawab Gavin dengan patuh.


"Dimana wanita itu sekarang?" tanya Reo beralih menatap sang asisten.


"Dia sedang melakukan pemotretan di lantai 4, Tuan."


"Hhm. Urus dia setelah itu dan jebloskan dia ke dalam penjara! Jangan sampai ada yang berani membebaskan dia dengan jaminan apapun! Termasuk Jay Yeol, Jun Ze ataupun siapapun! Biarkan dia menikmati masa indahnya di dalam jeruji sel!"


Titah Reo mulai muak dengan sosok wanita yang selalu saja bersikap lemah lembut saat berada di dekatnya. Padahal ketika di belakang Reo, dia lebih mirip seperti iblis wanita saja.


Reo juga mulai melemparkan sebuah USB flash drive miliknya yang di dalamnya sudah dia copy-kan sebuah rekaman yang telah diambil oleh Leon ketika di Paris.


Gavin menangkap dengan sempurna USB Flash Drive yang telah dilemparkan oleh tuannya dan segera undur diri kembali untuk menjalankan apa yang sudah diperintahkan oleh tuannya.


"Wah! Akhirnya kamu mau menjebloskan Maria ke penjara juga, Reo? Apa kamu sudah benar-benar melupakan cinta pertamamu? Kenangan manismu dengan Maria?" ujar Jion malah menggoda Reo.


Reo tersenyum miring mendengarkan ucapan dari Jion.


"Kenangan manis apanya?! Jelas-jelas dia sudah berani mengkhianatiku saat itu! Disaat itulah aku sudah merasa sangat jijik dengan wanita itu!" ucap Reo kesal.


"Hm. Kamu benar. Bahkan saat ini selain masih mengejar-ngejar kamu, Maria juga dikabarkan menjalin sebuah hubungan spesial dengan Jay Yeol, presdir dari Blink Fashions."


"Hhm. Aku sudah tau soal itu."


"Kau sudah tau?!" tanya Jion seakan tak percaya mendengar pengakuan dari Reo.


"Tidak ada yang tidak aku ketahui di dunia ini, Jion!"


"Bulsyittt! Kamu bahkan dulu sama sekali tak mengetahui dan tak mengingat siapa Ayaneru, Leon dan Leona!" cibir Jion.


"JION!!!" geram Reo merasa sangat kesal.


"Ahaha!! Aku keluar dulu!! Di luar ada seorang istri yang sedang membanting suamninya." ucap Jion dengan asal dan segera melarikan diri masih sambil tertawa.


...🍁🍁🍁...


Maria terlihat memberontak untuk dibawa ke kantor polisi. Bahkan di sepanjang perjalanan menuju ke kantor polisi, wanita cantik itu terus saja berkicau dan mengumpat saat berada di dalam mobil, karena tak terima jika para anak buah Reo memaksanya dan membawanya untuk ikut bersama dengan mereka ke kantor polisi.


"Sebenarnya apa yang ingin kalian lakukan padaku?!! Akhhh!!!" Maria menghempaskan dengan kasar cekalan salah satu anak buah Reo saat di dalam sebuah BMW.


"Lebih baik nona Maria diam dan menurut saja sebelum kami melakukan sesuatu yang kasar!" tandas salah satu dari mereka.


"Apa? Kalian berani melukaiku dan berbuat kasar padaku? Ckk ..." Maria tersenyum miring meremehkan ucapan dari pria itu, dan malah menganggap ucapan itu hanyalah sebuah lelucon saja.


"Kalian semua akan membayar semuanya karena telah berani melakukan semua ini kepadaku!! Kalian akan aku tuntut!! Kekasihku akan membalas semua ini untuk kalian semua!! Ingat itu baik-baik, Botak!!" umpat dan ancam Maria yang berakhir menatap salah satu anak buah Reo yang memiliki gaya rambut sedikit pelontos.


"What?! Aku tidak botak! Rambutku bahkan masih ada! Jangan sembarangan, Nona!" sahut pria itu nampak kurang setuju disaat orang lain memanggilnya dengan panggilan botak.


"What the f*ck!! Pokoknya kalian semua akan akan menyesali semua ini!! Aargghhhhh ..." Maria berteriak dengan sangat keras dan begitu memekakkan gendang telinga semua anak buah Reo yang saat ini sedang mengawal Maria untuk membawanya ke kantor polisi terdekat.


Bahkan para pria dengan setelan super jas rapi itu juga menutupi kedua telinganya masing-masing karena teriakan dari Maria yang sangat kencang. Gavin yang duduk di sebelah kemudi saja juga ikut menutupi kedua telinganya.


Sedangkan sang pengawal yang saat ini sedang bertugas untuk menyetir, tiba-tiba saja malah mengerem mendadak karena mendengar teriakan Maria.


CKKIITT ...


"Bungkam saja mulutnya!! Berisik sekali!! Aku tidak bisa menyetir jika dia berisik seperti itu!!" ucap pengawal yang sedang duduk di kursi kemudi melihat rekan kerjanya melalui kaca gantung di depan.


"DG benar!! Bungkam dia!! Berisik sekali!!" imbuh Gavin ikut-ikutan.


Akhirnya dua orang mulai mencekali kedua tangan Maria. Sementara salah satu dari mereka mulai menyekap Maria dengan sebuah kain agar tidak berisik lagi.


Meskipun Maria melawannya, tetap saja Maria tak akan bisa menandingi kekuatan para pria itu.


...🍁🍁...