
Keesokan harinya rombongan F Group mulai mengunjungi Taman Trocadero bersama-sama dengan menaiki beberapa mobil van mewah yang sudah lengkap dengan beberapa fasilitas dan keperluan di dalamnya. Bahkan bisa dikatakan jika van mewah itu adalah rumah kedua mereka setelah hotel selama di Paris.
Salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan dengan latar belakang menara Eiffel adalah di Taman Trocadéro atau dalam Trocadero Jardins. Sebelumnya, taman ini adalah sebuah istana dengan nama yang sama. Letaknya hanya 740 meter dari menara Eiffel.
Taman Trocadero terletak di Palais de Chaillot. Pemandangan Menara Eiffel sangat luar biasa memukau dan terletak di seberang Sungai Seine. Taman Trocadero di Paris mencakup area seluas hampir 10 hektare dan terletak di kaki teras Palais de Chaillot, ini meluas ke Sungai Seine persis sejalan dengan Menara Eiffel di tepi yang berlawanan.
Air mancur Warsawa yang berada di tempat ini sebenarnya adalah air mancur terbesar di Paris dan merupakan serangkaian kolam yang berbeda yang didominasi oleh 20 meriam air, 56 semprotan air, dan 12 air mancur vertikal yang menawarkan tampilan luar biasa, terutama pada malam hari, ketika air mancur hidup.
Taman Trocadero juga memiliki banyak patung berbeda. Ada dua yang paling terkenal terletak tepat di bawah tangga tingkat pertama dari Palais de Chaillot. Dua patung ini terbuat dari batu dan satu disebut L'Homme atau The Man. Ada juga dua patung perunggu hewan yang disebut Taureau et Daim dan yang lainnya disebut Chevaux et Chien.
"Sugoi!!! Taman Trocadero benar-benar sangat indah!! Apalagi saat kita melihatnya di hari yang cerah seperti ini." gumam Ayaneru saat wanita cantik itu sudah turun dari salah satu van bersama kedua anak kembarnya.
"Kawaiiiii!!! Ini sungguh keren sekali, Ma!!" imbuh Leona yang terlihat sangat bahagia saat menyaksikan Menara Eiffel dari Taman Trocadero ini.
Sedangkan Leon masih saja menebarkan pandangannya untuk mengamati sekitarnya. Wajahnya tak terlihat begitu datar, pria kecil ini sempat menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman samar.
Reo yang juga baru turun dari van lainnya, kini melihat mereka dari kejauhan. Ada rasa bahagia karena bisa bepergian bersama dengan mereka bertiga, meskipun masih dalam ikatan sebuah pekerjaan saja.
"Ya sudah, untuk para model segera bersiap untuk make up dan juga berganti pakaian! Setelah pemotreatan selesai, maka kalian baru boleh bersantai!" nyonya Lingling mulai memberikan perintah untuk beberapa model profesional yang berada di bawah naungannya dan saat ini ikut bersamanya ke Paris.
Para model itu segera kembali bersiap di dalam van untuk melakukan persiapan pemotretan. Sementara beberapa tim pemotreatan juga mula mempersiapkan berbagai peralatan yang akan mereka gunakan untuk pemotretan serta mencari setting dan juga angle yang tepat.
Setelah beberapa saat akhirnya para model itu segera kembali. Sebenarnya hanya ada 3 model perempuan termasuk Maria dan Ayaneru. Dan ada dua orang model pria.
Beberapa model mulai melakukan pemotretan di pinggiran sungai Seine ini dengan background di belakangnya adalah Menara Eiffel yang begitu fenomenal. Termasuk Ayaneru dan juga Maria.
Ayaneru mengenakan travelling dress code kali ini. Sesuai dengan tema dan juga jenis pakaian yang baru dikeluarkan oleh nyinya Lingling kali ini. Ayaneru terlihat begitu elegan, cantik, dan sangay anggun dengan pakaian berwarna pastel lembut itu.
Sementara Leon dan Leona masih bersama dengan beberapa fashion stylish dan hair sylish untuk mempersiapkan diri.
Sementara Reo dan Gavin hanya melihat mereka dari kejauhan saja dengaj gaya cool seperti biasanya. Namun sepasang matanya tak pernah terlepas saat mengamati Ayaneru dari kejauhan.
Aku harus berusaha lebih keras untuk mendapatkannya! Aku tidak mau menikahi wanita lain!! Aku hanya ingin kami berkumpul kembali! Aku tidak mau kehilangan Leon dan juga Leona! Sudah cukup lama mereka hidup menderita! Inilah saatnya aku menebus semuanya!!
Batin Reo masih saja menatap Ayaneru dari kejauhan. Bahkan Reo tak menyadari lagi segala yang ada di sampingnya.
GREPPP ...
"Reo! Mengapa hanya berdiam diri disini saja? Kita jalan-jalan yuk! Sayang sekali kalau kita melewatkan semua ini, Reo!" seru wanita itu dengan nada manja seperti biasanya.
"Maria, aku sedang tidak ingin jalan-jalan. Jika kamu ingin berjalan-jalan Gavin bisa menemanimu!" tolak Reo masih dengan sopan dan berusaha untuk melepaskan tangan Maria, namun rupanya Maria malah semakin memeluk erat lengan Reo dan enggan untuk melepaskannya.
Semua itu rupanya tak sengaja terlihat oleh Ayaneru yang baru saja menyudahi pemotretan single bagiannya.
Cihh ... padahal dia baru saja melamarku dan mengajakku menikah! Namun dia masih saja bermesraan dengan wanita lain di depan semua orang! Dasar iblis hidung belang!
Batin Ayaneru menatap kesal Reo dan Maria dari kejauhan.
Sementara itu Leon dan Leona yang juga sudah bersiap dengan penampilannya, kini juga melihat Maria yang sedang berusaha untuk menggoda dan mendekato Reo.
"Ihh ... dasar wanita sihir itu sungguh tak tau malu! Dia selalu saja tak pernah menyerah untuk mendekati papa!!" geram Leona menatap kesal Maria.
"Kita harus melakukan sesuatu, Leona! Kemarilah ..." gumam Leon mulai memberikan isyarat kepada Leona agar sang adik segera mendekat.
Leona menurut dan Leon mulai membisiki sesuatu, hingga akhirnya sebuah senyuman lebar mulai menghiasi wajah Leona, si ratu drama cilil itu.
"Okay!! Mari lakukan dengan baik agar mereka segera bersatu!!" seru Leona sangat bersemangat.
Kini seorang asisten dari nyonya Lingling mulai menggiring Leon dan Leona untuk segera melakukan pemotreatan. Namun tiba-tiba Leona malah berlari kecil mendekati Reo dan Maria, sementara Leon malah melenggang dengan langkah santai dan cool mendekati Ayaneru.
Kehadiran Leona tentunsaja membuat Maria kebingungan dan kembali waspada. Karena Maria berpikir jika Leon dan Leona bukanlah anak kecil biasa, mereka licik dan sangat cerdas. Dan tentunya menurut Maria itu adalah hal yang sangat menyebalkan.
"Kamu ... bukankah seharusnya harus segera melakukan pemotretan?" tanya Maria dengan penuh selidik dan mengangkat salah satu alis indahnya saat menatap Leona.
"Bibi benar sekali! Kami akan segera melakukan pemotreatan, tapi bersama paman Reo! Hehe ... ayo, Paman!! Kita berfoto bersama!" kini Leona segera meraih jemari Reo begitu saja dan segera menariknya hingga mereka meninggalkan Maria begitu saja.
Sementara Leon yang sudah menghampiri Ayaneru kini juga berniat untuk melakukan hal yang sama.
"Leon. Ada apa? Mengapa tidak bersama Leona? Kalian jangan pernah berpisah ya ..." ucap Ayaneru malah mencemaskan kedua anak kembarnya.
"Leona hanya berbincang sebentar dengan paman Reo kok, Ma. Mama tenang saja! Ayo sekarang mama ikut aku!" ucap Leon langsung menarik tangan Ayaneru dan menggiringnya ke suatu tempat begitu saja.