
Para Pangeran telah berkumpul,dengan Vezia memimpin rapat,kali ini hanya ada pangeran,Alex,Tio,serta Tyn dan juga Putri Gildy,Putri Felly,dan Putri Astesia,entah apa yang akan mereka lakukan.Dan jangan lupakan kedua ksatria Vezia.
"Kenapa kalian juga ikut?"tanya Alvin,menatap heran ketiga perempuan yang menempel pada adiknya.
"Tentu saja karena kami merindukan Vezia,memang salah"Gildy menatap sinis Alvin.
"Ini bukan jamuan minum teh ini rapat,sebaiknya kalian keluar"ucap Randy dingin.
"Diam,atau belati ini akan melayang"sebelum Gildy menyaut suara dingin Vezia sudah lebih dulu terdengar mereka terdiam.
Kelima kakak Vezia menatao Randy sinis,tentu saja ada dendam untuk Randy.
"Kakak hentikan tatapan kalian"Vezia benar benar jengah.
Kelima kakaknya menurut,lebih baik menurut dari pada tidak.Tyn sedang asik duduk dipangkuan Vezia,membuat para pangeran dari kerajaan lain menatap heran anak kecil itu,terlebih sikap Vezia begitu lembut padanya.
"Tyn,bisakah kamu turun dulu,kak Zia harus melakukan sesuatu"ucap Tio tapi Tyn mengacuhkan ucapan kakaknya.
"Astaga Tio sebenarnya kau kakak kandungnya bukan sih,kenapa dia begitu tidak menurut padamu,sepertinya dia tidak menyukaimu"ejek Alex.Tio hanya menatap datar Alex.
"Alex,jika kau bicara lagi,hukuman mu akan bertambah,serta jatah bulanan untukmu akan ku potong kau mau"ancaman Vezia sukses membuat Alex bungkam,memang di sekte mereka setiap murid nya akan mendapat uang bulanan,dan Vezia bisa ikut mengendalikan itu semua.
"Baiklah aku diam,tapi jangan potong jatahku yah,bagaimana aku harus menafkahi keka.."sebelum bisa melanjutkannya belati milik Vezia sudah lebih dulu melayang kearahnya,Alex meneguk ludah kasar begitupun mereka yang melihat,untungnya Alex bisa menangkisnya jika tidak habis lah dirinya.
"Tyn,kamu bermain di sudut itu yah,Kak Zia harus melakukan sesuatu"ucap Vezia lembut,Tyn menurut membuat mereka menganga.
Untungnya Vezia menyiapkan mainan dan beberapa cemilan untuk Tyn.
Vezia menjetikkan jarinya,lalu muncullah Shouto dan bersama Tamaro,pemuda manis yang berusia 13 tahun,memang dia lebih tua dibanding Vezia tapi dia memanggil Vezia sama seperti kakaknya memanggil Vezia.
"Salam Queen"para pangeran terpaku melihat kedua pangeran dari kerajaan besar benua Vroz memberi hormat pada Vezia.
"Hn!"gumam Vezia,matanya menatap Tamaro,walaupun berumur 13 tahun dia nampak sedikit lucu,wajah jepangnya itu membuat Vezia merasa gemas,ingatkan Vezia jiwanya adalah Jiwa dewasa dari masa depan.
"Apa kau Tamaro-chan?"mendengar namanya dipanggil begitu akrab,Tamaro sedikit tersipu.
"Benar Queen,senang bertemu dengan anda"ucap Tamaro dengan wajah lucu, membuat Vezia sedikit gemas tapi permukaan wajahnya tetap datar.
"Tidak perlu formal panggil Vezia-chan,aku lebih mudah darimu,Wakarimasu ka?"Mereka tercengang kagum tentu saja,Vezia bisa melakukan semua bahasa,bahkan sangat Fasih,sejujurnya Vezia malu mengakui dia masih muda.
"Ha'i Vezia-chan,Arigatou"ucap Tamaro dengan antusias,Tyn yang melihat Kakak cantiknya itu perhatian pada Tamaro dirinya beranjak dan berjalan dengan wajah kesal yang malah terlihat sangat imut.
"Kenapa wajah mu kesal begitu?"tanya Vezia.
"Tyn tidak suka kalau Kak Zia dekat dengan dia,Kak Zia cuma punya Tyn"bibir Vezia terukir senyum tipis mendengar ucapan Tyn,membawa Tyn ke gendongannya mengecup nya sekilas membuat ketujuh kakak over Vezia berteriak.
"ZIZI"mereka tercengang melihat wajah cemberut tujuh orang itu.
"Hehe iya,kak Zia cuma punya Tyn,jadi Tyn harus menurut sama kak Zia"ucap Vezia,Tyn tersenyum cerah dan mengangguk.
Raut wajah Vezia kembali dingin.Mengabaikan wajah cemberut ketujuh kakaknya.
"Kami mengerti putri"ucap mereka.
"Untuk Tamaro dan Shouto,karena kalian tidak dicurigai sebagai mata mata dan hanya saja kalian sudah pergi dari istana.Pakai ini,ini cincin penyamaran kalian dapat mengubah bentuk wajah kalian,menyamar sebagai pelayan,kita masih perlu informasi,dan juga mungkin akan menyenangkan jika kalian bisa balas dendam,jika selir murahan itu mati,otomatis Raja Hidori akan terpuruk pengembangan pasukannya akan ikut terpuruk,kalian berdua mengerti"Jelas Vezia,bibirnya mencetak seringai yang begitu menakutkan,terlihat bak iblis.
Mereka tidak terkejut lagi dengan kekejaman Vezia,justru mereka takjub.
"Kami mengerti Vezia-sama/Vezia-chan"ucap Shouto dan Tamaro.
"Putri?"salah satu pangeran Denzi mengangkat tangannya,Vezia menatapnya dingin dengan alis terangkat.
"Bagaimana dengan dua kerajaan besar lainnya?"tanya Nya.
"Aku sudah menyelundupkan mata mataku"ucap Vezia santai,membuat mereka menganga Vezia memang tidak main main dalam bergerak.
"Putri,500 prajurit yang anda minta dari kerajaan kami,apakah itu untuk menjaga Benua kita?"tanya Pangeran Vern.
Vezia mengangguk,lalu menatap Jeno,malas menjelaskannya.Jeno membantu Vezia.
"Benar,mereka akan menjaga Benua Poren,ada kemungkinan kerajaan Hidori akan mengira kita fokus pada perang dibenua Vroz dan melupakan Benua Poren,sehingga memungkinkan dirinya dapat menyerang Benua Poren,dan juga beberapa Pangeran akan membantu tetap di Benua poren,membimbing pasukan,untuk siapa itu,akan di beritahu saat rapat selanjutnya jadi mohon kesediaan nya semua"Ucap Jeno datar.
Mereka mengangguk mengerti,Vezia beranjak berjalan keluar diikuti ketujuh kakaknya serta merta dengan keempat bawahan,jangan lupakan ketiga gadis manis yang sedang berjalan di samping Vezia dan Tyn yang dalam gendongan Vezia,dan beberapa Pangeran memutuskan untuk ikut karena mereka tahu Vezia akan ketempat pelatihan.
Melihat kedatangan Vezia,1500 prajurit,serta 25 penyihir menunduk hormat.500 prajurit dafi kerajaan lain akan sampai besok.
"Kakak pelayan bisa bawa Tyn kekamarnya dan temani dia bermain pastikan dia tidak kesepian"ucap Vezia dingin,Pelayan itu mengangguk mengambil alih Tyn yang sudah tertidur.
"Tamaro mendekat"Tamaro mendekati Vezia,yang lainnya hanya memperhatikan apa yang dilakukan Vezia,begitupun 1500 prajurit dan 25 penyihir.
Vezia mengeluarkan cincin ruang penyimpanan tingkat tinggi pada Tamaro,membuat mereka menganga melihat Vezia dengan santai memberikannya pada Tamaro,seolah itu hanya sebuah permen,mereka menghela napas melihat Vezia begitu sembrono soal harta.
"Ini sebagai hadiah,didalamnya sudah ada racun,penawar obat serta beberapa senjata,cemilan,dan juga beberapa pelindung untukmu"jelas Zero dia tahu Vezia malas akan menjelaskannya.
Mereka kembali menganga,betapa borosnya Vezia,dan dia terlihat sangat bodoh amat soal itu.
"Zia-chan,bukankah ini terlalu berlebihan"ucap Tamaro.
"Benar Vezia-chan,bukankah ini terlalu,berlebihan"ucap Shouto,Shouto memutuskan memanggil Vezia sama seperti adiknya,karena Vezia lebih muda darinya,Vezia tidak masalah selagi tidak dalam keadaan serius.
Vezia hanya diam,seolah itu tanda tidak terima penolakan apapun,Membuat Shouto dan Tamaro menghela napas.
"Latihan kalian ditunda hari ini,besok akan dilanjutkan,bersamaan dengan 2000 prajurit yang ada dari empat kerajaan lain"ucap Zero suaranya sangat keras hingga mereka semua mendengarnya.
"BAIKLAH QUEEN"Vezia mengangguk puas melihat kepatuhan mereka.
Holla guys,gue up..
mohon dukungannya yah😉