Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS120



Suara musik dimainkan dilantai bawah membuat Vezia tahu jika sudah banyak tamu yang datang,Vezia sungguh mengutuk siapapun yang membuat gaun sepanjang ini.


Vezia rasanya ingin merobek gaun sepanjang dibawah lutut berwarna hijau zambrud itu,mahkota berwarna biru diatas kepalanya juga membuatnya kesal karena berat.


Belum lagi higheels hijaunya yang tinggi beberapa centi,sial sekali.Dia terbiasa memakai pakaian pangeran,dia tidak biasa lagi menggunakan pakaian ribet seperti ini.


Ketukan dari pintu membuat Vezia kembali ke wajah datarnya,"Zizi sayang,kamu sudah selesai sayang?"itu suara Ayahnya.


Vezia merapikan mahkotanya dan melangkah menuju pintu kamarnya,


membukanya dan terlihatlah Ayahnya dengan balutan pakaian Raja yang membuatnya terlihat sangat tampan.


Zero dan Jeno memberi hormat dan anggukan kecil serta senyum manis melihat penampilan adik kecil mereka yang selalu mampu membuat semua orang terpesona.


"Aku siap Ayah"Raja Lucas tersenyum dan menyodorkan tangannya kearah Vezia,Vezia dengan senang hati menyambut tangan Raja Lucas.


Mereka berdua berjalan menuju tangga disisi bagian jauh dari kamar Vezia dan kakak-kakaknya.Raja Lucas dan Vezia turun diiringi tepukan tangan dari para Tamu.


Felly,Gildy,dan Astesia terpukau melihat betapa Vezia semakin cantik dengan gaun yang dikenakannya.Keenam kakak Vezia berdiri di ujung tangga menunggu kedatangan adik kecil mereka.


"Selamat Ulang Tahun Zizi Sayang"Vezia mengangguk dan tersenyum kearah kakak kakaknya.


"Kak Zia!"


Suara anak kecil membuat raut wajah keenam pangeran itu berubah cemberut karena mereka tahu,saingan terberat mereka adalah bocah ingusan yang sialnya disayangi Vezia ini.


"Hallo Pangeran kecilnya kakak"Vezia memeluk Tyn dengan erat.Bocah berusia 11 tahun itu tumbuh menjadi anak laki-laki yang pandai dan licik serta sihirnya pun kuat,Tyn sangat berbakat dalam ramuan.


Itu semua berkat didikan langsung dari Vezia,Vezia tentu saja akan mendidik adik sektenya ini dengan caranya sendiri.


Pesat diadakan dengan sangat meriah,Vezia sebagai bintang utama hanya menatap malas kearah orang-orang yang menatapnya.Cibiran terlihat dimatanya melihat beberapa perempuan bersolek menarik perhatian kakak kakaknya.


Sayang sekali kakak kakaknya ini sangat tidak peduli kepada mereka,walaupun mereka menggunakan sihir atau ramuan untuk membuat mereka jatuh cintapun tidak bisa,Vezia telah melatih mereka.Vezia selalu memberi keluarganya minuman berisi semua penangkal racun.


"Bit*ch!"Keenam kakaknya terkekeh,tapi mereka juga tidak menyangkal.


Dengan iseng Jerry yang memiliki elemen Api sama seperti Varrel dan Lenzi melayangkan sedikit api kearah gaun salah satu gadis disana tanpa siapapun sadari jika dia adalah pelakunya.


Gadis itu berteriak histeris membuat keluarga kerajaan puas melihatnya,karena sejujurnya gadis itu yang paling terlihat ingin menarik perhatian para pangeran.


Vezia berdiri dari singgasan miliknya,semua tamu diam karena mereka sangat tahu resiko jika berbicara ketika salah satu anggota kerajaan DuntFio berbicara mereka masih berisik.


"Kalian tahu itu salah satu pertunjukkan untuk siapapun yang berani bersolek didepan keluargaku.Bagi kalian gadis gadis centil yang berniat menjadi ja*lang kalian bisa keluar atau jika kalian berniat aku akan senang hati menghancurkan keluarga kalian"Suara dingin Vezia membuat mereka bergidik.


Semua gadis disana dengan cepat menunduk,mereka tahu ancaman Vezia tidak akan pernah hanya menjadi ancaman semata jika mereka melakukan hal yang dikatakan Vezia.


Felly,Gildy dan Astesia tersenyum puas melihat semya gadis genit itu berhenti bersolek seperti merak.Ketiga gadis itu berdiri dan berjalan dengan anggun menuju kearah Vezia yang dikawal kakak-kakaknya menuju stan tempat makanan.


"Selamat ulang tahun Vezia"Ketiga gadis itu memeluknya dengan erat,Vezia yang memang lebih tinggi dibanding mereka menjadi sangat mudah memeluk mereka.


"Terima kasih"


Astesia menggerutu,"Perasaan aku lebih tinggi darimu saat usiamu 10 tahun tapi kenapa jadi kau yang bertambah tinggi"Vezia terkekeh tapi tidak membalas ucapan Vezia sama sekali.


"Jadi kapan pertunanganmu Kak Stesi?"Astesia tersipu dan berdehem.


"Hehehe,tahun depan dan kau harus datang"Vezia mengangguk,matanya tiba-tiba tertuju kearah Zio yang memberi kode padanya.


Vezia hanya memutar mata malas dan mentelepati Zio untuk ikut bergabung,"Selamat Ulang Tahun Queen"


Vezia memutar mata malas dan tetap mengucapkan terima kasih,"Aku butuh darah sekarang"


Benar saja wajah Vezia terlibat pucat,karena beberapa hari ini dia terlambat meminum darah.Sontak saja keluarga Vezia mendekati dia,Jerry yang pertama kali menarik Vezia dan menurunkan kerah baju sehingga membiarkan Vezia menggigit bahunya.


Jerry mengelus kepala Vezia dengan lembut,Vezia terus meminum darah Jerry hingga dirasa cukup dia melepasnya,


memberikan Jerry pil penambah darah.


Tyn mendekati Vezia dengan cemberut,"Kak Zia,aku bisa memberi darahku untuk kakak"Vezia terkekeh dan menunduk menepuk kepala Tyn.


"Tidak sekarang boy,kau masih kecil.Jika aku meminum darahmu sekarang kau akan mati"Vezia tidak takut Tyn tahu apa itu,karena Tyn telah pandai membunuh seseorang tanpa harus campur tangan.


Tyn hanya mengangguk tapi masih tetap cemberut,Vezia terkekeh dan memeluk Tyn sebelum melepasnya.Pamandangan itu membuat semua orang merasa kagum dan iri.


Keluarga Vezia sungguh bersyukur memiliki Vezia dihidup mereka selama ini,mereka sangat bahagia memiliki dia.


Like.Coment.And Vote