
Keluarga Kerajaan mengantar Vezia sampai kegerbang perbatasan hutan es dan Benua Poren,Vezia menghela napas melihat sahabatnya dan juga bibinya menangis karena dia harus pergi.
Sekte Iblis Api sendiri lebih memilih menunggu di sekte mereka untuk mengucapkan selamat tinggal pada Vezia,Raja Lucas memeluk erat putrinya tanpa celah,"Jaga dirimu baik-baik,ingat hanya sebulan lewat dari itu,kami akan mencarimu"Vezia mengangguk membiarkan semua bibi paman kakek,dan saudaranya memeluknya.
Tiba dimana ketiga sahabat Vezia yang memeluknya mereka bertiga menangis bahkan Astesia yang paling dewasa diantara mereka pun menangis layaknya anak kecil,Vezia memijat pangkal hidungnya.
"Hey,aku hanya pergi sebulan tidak pergi selama-lamanya,mengapa kalian menangis seakan aku akan mati"Gildy cemberut dan memukul lengan Vezia,"Adik tidak sopan,kami lebih tua darimu kami mengkhawatirkanmu tahu"
Vezia terkekeh dan memeluk ketiga sahabatnya,"Tenang saja aku akan kembali,dan ketika aku kembali kuharap kalian sudah memiliki tunangan masing-masing,oke?"Ketiga gadis itu memerah tapi mengangguk,Vezia tersenyum jahil,"Mungkin bisa langsung menikah dan memberiku keponakan!"Gildy,Astesia dan Felly berteriak dengan wajah semerah tomat.
Vezia menatap keenam kakaknya,"Dan apakah kalian benar-benar tidak berniat mencari pasangan?"Keenam pemuda itu menatap Vezia sayang dan menggeleng,"Tidak sebelum kami melihatmu memiliki pasangan,yah itupun kalau mereka berani mendekatimu"Vezia terkekeh dan mencium satu persatu pipi mereka.
Zio,Tamaro,Shouto,Zero dan Jeno berdiri dibelakang Vezia,"Jaga putriku dengan baik,jangan biarkan dia terluka!"ucap Raja Lucas dengan dingin,serempak kelimanya menjawan,"Tentu saja,kami tidak mungkin membiarkan adik kami terluka"
Vezia menaiki kudanya dibantu Jerry,tangan Jerry terulur mengelus pipi Vezia,"Jangan buat Kakak khawatir,kakak tidak ingin kehilangamu untuk kedua kali"Vezia tersenyum.
"Aku berjanji kakak!"
Vezia melirik kearah anak buahnya dan mengangguk,"Selamat tinggal!sampai jumpa satu bulan lagi!"Vezia memacu kudanya bersama anak buahnya dengan iringan ucapan selamat tinggal dan doa untuk mereka.
"Rasanya hampa,beginikah rasanya jika berjauhan dengan keluargaku.Aku akan kembali satu bulan lagi,tunggu aku!"
Perjalanan Vezia dimulai dari sekarang,perjalanan yang akan diisi berbagai rintangan.Vezia harus memenuhi tugasnya menemukan Guardian Angelnya yang lain yang terlahir dari 6 Dewa lainnya.
Mereka akan membantunya mencari tahu dimana Raja Iblis,membantunya berjalan menuju dunia atas membawa kedamaian bagi dunia.
Kuda mereka terus berpacu dihutan es,untuk menuju hutan kematian.Yah daerah tempat istana Vezia jika menuju hutan kematian harus melewati hutan es.
Bisa saja Vezia langsung teleport tapi dia ingin menikmati suasana benuanya sebelum memasuki benua lain nantinya.Vezia menghentikan kudanya di tengah hutan membuat yang lain berhenti.
"Ada apa Zizi?"tanya Jeno
"Tunggu aku perlu memasang barier untuk melindungi benua Poren"mereka mengangguk,Vezia terbang menggunakan sayap phoenixnya.
Sekitar dua ekor naga merah terlihat terbang kearahnya,"Aku butuh kalian untuk menjadi penjaga benuaku,jangan biarkan orang asing memasukinya."Kedua Naga merah itu mengangguk dan pergi,Vezia merentangkan tangannya dan terbang setinggi mungkin.
\****×\*\*\*\*\*\*×***\*
Mereka telah berada dimarkas White Black,Vezia harus mati-matian meyakinkan semua murid Sekte Iblis Api jika dia akan baik-baik saja,dan dia akan kembali satu bulan lagi.Yang paling susah dia yakinkan adalah Tyn dan Kedua pemimpin sekte Iblis Api.
"Sedang apa Vezia?"Suara Petua Jin terdengar dari arah belakang,Petua Jin sendiri memilih mengikuti organisasi White Black dan berhenti menjadi guru di Academy Light.
"Tidak ada,hanya memikirkan langkah selanjutnya.Guru apa kau tidak ingin ikut denganku ke Benua Jeiron,kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga disana,mungkin guru tertarik"Petua Jin duduk didepan Vezia yang dihalangi meja antara sofa tempatnya duduk dan tempat duduk Vezia.
"Boleh juga,kudengar di Benua itu memiliki seorang ahli ilmu hitam termuda di benua mereka!"Petua Jin mengelus janggutnya yang panjang,dan menatap kearah jendela dimana anggota White Black tengah berlatih.
"Baiklah,besok kita akan berangkat aku harus mempersiapkan segalanya untuk menjadi guru di Academy Wizd"Petua Jin berbalik dan menatap Vezia yang masih memantau latihan anggotanya.
"Guru?"
"Ya.Aku harus bisa mengambil artefak penting disana,dan itu terletak dimenara bintang tertinggi Academy,hanya para guru yang bisa masuk.Bahkan Raja sendiri dilarang masuk,maka dari itu aku harus mendapat jabatan sebagai guru disana"Petua Jin mengangguk anggukan kepalanya,dan kembali membuka mulut.
"Ah benar disana memang memiliki artefak berharga peninggalan dari pendiri Academy Wizd.Ada satu artefak yang sangat rahasia dan tidak bisa disentuh siapapun karena terdapat segel kutukan didalamnya,dan itu sebuah artefak yang hanya bisa digunakan bagi pengguna Ilmu hitam saja"Jari-jarinya mengetuk ketukkan lengan kursi,tangan kirinya tak berhenti mengelus jenggot hitamnya yang memanjang.
"Artefak itu dinamakan 'Black Tiger' didalamnya terdapat salah satu jurus yang paling langkah yang hanya digunakan salah satu tetua pendiri Academy.Jika bisa mendapatkan gulungan itu,kita bisa membuka jalan menuju ke dunia atas."Vezia sepenuhnya berbalik dan menatap Petua Jin dengan mata curiga.
"Darimana kau tahu jika ada yang namanya dunia atas?bukankah tidak pernah ada yang tahu tentang dunia itu?"Petua Jin tersenyum,"Nak,aku seorang tetua yang sudah memiliki umur ratusan tahun,menurutmu apakah di Dunia bawah ada seseorang yang bisa hidup sampai 500 tahun lamanya?"Mata Vezia membola,tetapi kembali seperti biasa menampilkan wajah datar temboknya.
"Itu berarti Tetua adalah salah satu dari Dunia Atas?mengapa Guru turun ke dunia bawah?"Senyum miris terlihat dibibur Petua Jin,"Kerajaan Dunia atas sendiri yang mengusirku,karena mereka merasa aku hanyalah aib bagi dunia atas.Aku memiliki sihir paling rendah dimata mereka.Tapi ketika aku turun di Dunia Bawah aku tahu yang menghalangi sihir dan QI ku sendiri adalah ilmu hitam yang ada ditubuhku,jadi aku berlatih dengan keras dan suatu saat berharap kembali keatas untuk membalas dendam"Wajahnya penuh kebencian tangannya terkepal kuat seolah menggenggam sesuatu dan akan mampu memecahkannya.
"Guru aku bisa membantumu mendapatkan Artefak itu,tapi aku mau kita bersama pergi ke dunia atas"Petua Jin kembali menatap kearah Vezia,"Apa maksudmu nak?tidak ada dati Dunia bawah yang bisa seenaknya memasuki dunia atas tanpa kultivasi yang tinggi."Vezia tersenyum miring.
"Kau tidak perlu meragukan muridmu ini Guru,aku akan bisa.Dan aku akan mampu menuju dunia atas dan membawa serta dengan keluargaku"Petua Jin tersenyum ala kakek,dan menepuk bahu Vezia ketika dia berjalan kearahnya.
"Tidak salah kau menjadu muridku,aku akan menantikannya"Vezia mengangguk dan bertekad untuk membantu gurunya membalas dendam pada Kerajaan Dunia Atas.
Voment..
Voment..