Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS124



Vezia menghela napas untuk kesekian kalinya,"Maaf Ran,gue gak bisa balas balas perasaan lo,gue takut di kecewain lagi.Cukup 'dia' dan Senna yang udah ngecewain gue,gue gak mau lagi kecewa.Gue tahu gue salah gak bisa buka hati,tapi gue gak bisa mencintai lo Randy."Vezia terus melamun hingga tak sadar jika Zero dan Jeno telah berada di sampingnya.


"Zizi!"Vezia tersentak dari lamunannya dan berbalik menatap kearah kedua ksatrianya,seharusnya Zero dan Jeno yang memasuki usia 40 tahun sudah harus menikah,tetapi keduanya tidak mau menikah.Terlebih fakta yang mereka dapatkan jika ternyata Zero dan Jeno ditakdirkan sebagai Guardian Angel Vezia.


Jika seorang Kultvivator semakin tinggi tingkat QI nya semakin awet muda tak salah bila Ayahnya masih terlihat begitu muda,lagipun Ayahnya tak setua itu.


Lain halnya dengan Zero dan Jeno yang tidak butuh aliran QI untuk mempermuda wajah mereka,itu karena keduanya tercipta antara air mata kedua Dewa yang bertentangan.Dewa kehidupan dan Dewa Kematian.Zero adalah hasil dari air mata suci Dewa Kehidupan sedangkan Jeno adalah hasil dari air mata kebahagiaan Dewa Kematian.


Kedua orang ini ditakdirkan untuk bersama sang terpilih,mereka baru tahu tentang itu saat usia Vezia memasuki 13 tahun.Dimana kedua Dewa itu langsung yang turun memberikan kekuatan pada Vezia,dan dua pusaka penting kepada kedua ksatria itu.


Tidak heran bila Zero dan Jeno masih terlihat berusia 20 tahun,mereka berdua lebih lambat untuk menua,maka tidak menjadi kebingungan jika bahkan Zero dan Jeno lebih kuat dibandingkan para Pangeran dan Raja Kerajaan lain sendiri.


"Ya kak?"Vezia menatap kearah Zero dan Jeno yang tengah menatapnya.


"Kenapa melamun hmm?apa kamu memiliki masalah?"keduanya berjalan dan duduk dikedua sisi Vezia.


"Tidak kak!"Vezia tahu percuma jika berbohong,keluarganya selalu tahu kapan dia berbohong dan kapan dia berkata jujur.


"Jangan berbohong padaku,Zizi!"Vezia menghela napas dan menutup matanya sejenak.


"Aku hanya merasa bersalah pada Randy itu saja.Aku tidak bisa membalas perasaanya,bukankah aku egois kak.Randy mencintaiku sejak lama tapi aku bahkan tidak mencoba menyukainya,ketika aku mencoba aku tetap tidak bisa"Zero menarik dagu Vezia sehingga membuat mata Dark Blue itu menatap mata merah gelap miliknya.


"Sayang,kamu tidak salah.Dimata kami kamu tidak akan pernah bisa salah,bahkan jikapun kamu membunuh seseorang hanya karena kamu bosan kamu tetap benar dimata kami-"(Please gue rada ngakak loh disini)Vezia diam diam cengo,salah tempat curhat keknya gue,pikir Vezia.


"Kamu tidak bisa memaksakan mencintai seseorang itu akan menyakitimu dan menyakiti Randy.Randy harus mengerti jika kamu tidak akan pernah bisa mencintai dia,biarkan dia merenungi,yang harus kamu pikirkan adalah dirimu sendiri."Vezia mengangguk tidak mau berbicara membantah ucapan Zero karena percuma sudah dia bilang salah tempat curhat,bagi mereka Vezia selalu benar dan tidak akan pernah salah.Bahkan jika Vezia bilang langit itu Pink mereka akan berkata itu benar,jika ada yang mencoba membantah yah pikir aja ndiri apa hukumannya.


"Salah banget gue curhat ama nih dua curut,gimana yah kalau gue bilang jenis kelamin nih dua orang perempuan,marah gak ya,atau dibenerin juga?"Ya Lord,Vezia apa yang kamu pikirkan nak?gak gitu konsepnya oneng,astagfirullah,istgfar para pembaca ama pemain.Mengapa kamu jadi gini Vezia,mengapa tiba tiba jadi berubah.-Oke kembali ke topik,maafkan Author yang kadang kek gini,ini semua sebab tugas author menumpuk sehingga ide ide author terkuras-


Vezia menyandarkan kepalanya di bahu Jeno,"Kak Zero dan Kak Jeno,sebisa mungkin ketika kita di Benua Jeiron.Kalian harus mendapatkan informasi untukku tentang Pangeran Kedua.Aku masih harus bertanya tanda di lehernya kepada Kakek Rolend"Zero dan Jeno mengangguk.


"Lalu bagaimana dengan Raja Iblis?kakak berasumsi jika dia pasti ada di Benua itu"Vezia mengangkat kepalanya dan berjalan menuju kearah jendela,tangannya bermain-main dengan sebuah batu amethyst ditangannya.


"Kita akan mengumpannya agar dia keluar dari persembunyiannya sendiri.Petunjuk yang dapat membantu kita ada di Academy Wizd,aku mendapat informasi jika beberapa siswa disana adalah anak buah Raja Iblis.Salah satunya tangan kanan terpercayanya,hanya saja akan sulit kita mengenalinya,tangan kanannya memiliki tatoo bergambar kupu-kupu merah disisi kiri perutnya.Bisa saja dia menyembunyikannya menggunakan ilusi.Tapi usahakan jangan mencolok ketika kita tahu jika dia adalah tangan kanan itu,aku akan membuat kesekapatan yang bagus dengannya,jika dia setuju"Amethyst merah itu hancur menjadi debu begitu Vezia menggenggamnya dengan erat.


Serbuknya jatuh tepat didepan Vezia yang hanya menatap dingin kearahnya,"Ada satu hal yang perlu kita waspadai selain Raja Iblis"Zero dan Jeno mengernyit,dan bertanya.


"Siapa?"


 



 


Sepatu boot kulit naga berjalan menapaki lantai marmer gold,bunyi langkah kakinya mengisi kesunyian dan kesuraman keadaan disekitarnya.Jubahnya melambai dengan dramatis seolah sedang bergaya didepan sebuah kamera atau didepan keramaian.


Gelap,tak sedikitpun diruangan yang terus dia tuju memiliki pencahayaan,seakan itu hal terlarang untuk di gunakan di dalam Manor yang suram itu.


Tanpa menyentuh gagang pintu atau menyentuh dasar pintu,pintu besar berwarna hitam itu terbuka memperlihatkan singgasana yang diduduki seorang pria tampan dengan aura yang tak sedap bagi siapapun yang mencoba mengusiknya.


"Ada informasi baru?"Tangan yang panjang dan lentik itu menggoyangkan gelas anggur yang berada di tangan kirinya.


Pemuda yang baru saja memasuki aula yang hanya di dominasi hitam itu bersujud dan mulai membuka suaranya,"Ya,My Lord.Beberapa hari yang lalu,Benua Jeiron kedatangan seorang gadis bersama dengan anak buahnya,gadis itu adalah seorang Ratu dari Kerajaan DIV yang terletak di Lembah Api.Gadis itu juga meminta kepada Raja Hangao agar di berikan jabatan sebagai pengajar di Academy Wizd sebagai guru pertahan dan Alchemist.Saya sudah mencoba mencari tahu identitas aslinya tetapi sampai saat ini tidak informasi mengenai identitasnya,dia sangat tertutup,dan seolah sangat mustahil mendapatkan identitasnya"Tangannya berhenti menggoyangkan gelasnya,dan tatapannya yang tadi terarah kearah jendela beralih menatap kearah bawahannya.


"Benarkah?"Suara bariton dan sedikit serak itu membuatnya terdengar seolau menggoda..


"Benar My Lord"


Tangan putih halus terulur mengusap pegangan di kursinya,"Baiklah kau boleh kembali,cari tahu tentang dia.Jika masih tidak bisa menemukan tentangnya,jangan usik dia.Aku tidak mau berurusan dengan orang sembarangan di saat keadaan belum pulih sepenuhnya"Raja Iblis membiarkan anak buahnya pergi melanjutkan tugasnya.


Burung elang hitam terbang kearah tangannya,gelas yang tadi dipegangnya menghilang.Dengan lembut mengelus bulu halus dari elang kesayangannya,dan mulai memikirkan tentang gadis misterius yang di bicarakan bawahannya.


"Regan!"Seorang pemuda berkulit pucat,dengan mata hijau gelap serta rambut merah api mendekat dan membungkuk hormat kearah tuannya.


"Yes My Lord,Regan siap menerima perintah"Raja Iblis masih sentiasa mengelus elangnya.


"Pergi ke Academy Wizd,kau harus bisa menjadi salah satu pengajar disana.Dapatkan informasi tentang Ratu Kerajaan DIV"Regan membungkuk sekali lagi.


"Yes My Lord!"Regan menghilang dalam kepulan asap hitam,menyisakkan Raja Iblis bersama elangnya di dalam manor yang dingin dan gelap itu.


Voment..


Like...