
"Apa kamu siap?"tanya Len.
"Always"jawab Janie.
Janie mengeluarkam Handphonenya.
"Apa yang akan kamu lakukan?"tanya Len.
"Meretas sistem keamanan,dan mematikan semua CCTV"ucap Janie.
"Memangnya kamu bisa,sistem keamanan disini sangat sulit diretas Hacker White devil saja tidak bisa meretas keamanannya"ucap Len.
Janie tak menjawab ucapan Len,dia fokus meretas sistem keamanan,hanya butuh waktu beberapa menit semua sistem keamanan telah mati serta CCTV nya juga mati.
"Selesai,yang perlu kita waspadai para penjaga,gedung ini di jaga 70 penjaga dan masing-masing memegang senjata Ragging bull 454 yang memiliki kecepatan 580 meter perdetik,terkecuali penjaga pintu depan mereka hanya memegang senapan biasa"jelas Janie,Len semakin kagum dengan kejeniusan Janie.
"Tenang saja paman sudah mempersiapkan semuanya"ucap Len.Len mengeluarkan senjata HK416 berkaliber 5.56 mm,serta kecepatan penembakan 600 meter perdetik.
"Apa kamu sanggup menggunakan senjata ini?"tanya Len.Janie tak menjawab dan langsung merampas senjata itu.
Mereka berdua berjalan dengan mengendap-endap menuju gedung perusahaan Eyn,di depan pintu perusahaan terlihat 10 penjaga dan masing-masing menjaga setiap sisi.
Janie dan Len menggunakan topeng setengah wajah,mereka berdua saling melirik dan mengangguk tanda misi dimulai.Dengan santai Janie dan Len melangkah menuju para penjaga,sontak 10 penjaga bersikap waspada.
Secara serempak mereka ber10 berbaris dengan mengangkat senjata dan menodongkan kearah Janie dan Len.
Janie dan Len secara bersamaan tersenyum miring dan secara bersamaan juga mengeluarkan sebuah belati sepasang.
"It's time to play"ucap mereka kompak,Janie dan Len berlari kearah 10 penjaga,melihat Janie dan Len yang berlari kearah mereka,dengan serempak mereka menembak Janie dan Len,tapi dengan santainya mereka berdua bisa menghindar.
Janie berhenti beberapa meter di depan 5 orang penjaga.
"Siapa kau?"tanya Salah satu penjaga.
"Aku?"Janie menjeda ucapan nya,dan seperkian detik telah berada di depan penjaga yang bertanya tadi.
"Malaikat mautmu"lanjut Janie dengan senyum dingin dan menusuk kan belati yang di pegangnya tepat di jantung penjaga itu,membuat penjaga penjaga lain yang belum selesai menetralkan keterkejutan mereka akibat kecepatan Janie harus dibuat terkejut lagi dengan rekan mereka yang sudah terbunuh.
Janie berbalik dan menatap penjaga lainnya,Janie berjalan dengan santai kearah penjaga lain,membuat penjaga-penjaga lainnya bersikap waspada.Janie yang sudah merasa bosan pun dengan cepat mengeluarkan pistol Glock 20,Janie menembak ke-4 penjaga yang tersisa tepat di jantung mereka,dan tiap jantung mereka tertanam 5 peluru membuat mereka seketika tewas.
"Cih,menyusahkan"ucap Janie dengan memandang bengis ke 4 orang di depannya.Pandangan Janie teralihkan ke salah satu penjaga yang matanya masih terbuka,yang membuatnya tertarik adalah warna mata nya yang berwarna merah.
Janie berjalan kearah penjaga itu,Janie berjongkok dan melihat dengan teliti.
"Mata yang cantik,sayang jika dibiarkan"ucap Janie dan mengeluarkan belati miliknya,Janie mencungkil ke2 bola mata merah itu,dan menyimpannya di toples yang sengaja dibawanya.
"Terimah kasih untuk.."Jani menjeda sebentar,dan menembak kepala penjaga itu hingga hancur.
"Matamu yang begitu indah"lanjutnya dan memasukkan kembali pistol dan belati miliknya.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan mata itu?"tanya Len yang tak sengaja melihat perbuatan Janie.
"Mengoleksinya"ucap Janie santai dan berjalan mendahului Len.Len bergidik mendengar ucapan Janie.
"Benar-benar anak yang istimewa,mainan koleksi nya saja sangat berbeda dengan anak lainnya"Batin Len,dan berjalan mengikuti Janie.
Janie dan Len berjalan memasuki gedung dan menuju ke dalam lift.
Ting...
Suara Lift yang menandakan jika mereka telah sampai di lantai 5 lantai paling atas.
Janie dan Len mengokang senjata mereka dan melangkah keluar dari lift.
Suara derap langkah kaki mereka berbunyi di lorong yang begitu sunyi.
"Kok aneh yah,seharusnya sedari kita keluar lift,disini sudah ada yang menjaga"ucap Len bingung.Janie juga merasa janggal.
"Berapa penjaga yang paman bunuh di luar pintu?"tanya Janie matanya menatap waspada sekitar.
"Paman membunuh em.."seketika Len dan Janie saling menatap.
"Jika hanya ada empat berarti salah satunya telah lebih dulu kabur sebelum kita mengetahui semua yang kita lakukan dan melapor ke rekan nya yang lain"ucap Len,Janie mengangguk.
"Menyerahlah kalian sudah kami kepung"ucap seorang pria dari arah belakang mereka,Janie dan Len menatap sekitar mereka,ada 20 orang yang mengepung mereka berdua,dan masing-masing mereka menggunakan senjata Raging Bull 454.
Janie dan Len saling membelakangi.
Mereka berdua hanya menunjukkan raut wajah dingin tapi tak menghilangkan kewaspadaan mereka.
Janie mengeluarkan bom asap yang membuat penglihatan ke 20 penjaga terganggu.
Suara suara tembakan serta peluru keluar dari asap yang mengepul,15 penjaga lain telah tewas di tempat,yang tersisa hanya 5 orang,kelima orang itu yang melihat rekan-rekannya yang terbunuh memaksakan diri memasuki asap yang masih mengepul.
"Bodoh tidak seharusnya kalian masuk kedalam sini"ucap Janie,dan memegang katana yang sedari tadi dikalungkan nya.
Janie dengan santai menebas kepala kelima orang itu,tak puas dengan menebas kepala mereka,Janie menebas kaki dan tangan mereka.
Len dibuat terkejut dengan perbuatan Janie.
"Boleh aku minta tolong paman,ambilkan mata yang berwarna biru dan hijau itu,simpan di botol ini"ucap Janie dan memberikan Len botol yang berisi mata berwarna merah.Len hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Janie.
Holla guys...
jangan lupa yah