Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS97



Ditaman kediaman Raja Lucas,Vezia berkumpul bersama saudaranya,ada juga Alex,Tio dan Tyn.Untuk kedua Ksatrianya Vezia memiliki tugas baru untuk mereka.


Vezia sedari tadi diam,melihat Vezia selalu melamun membuat Tyn sangat jengkel.


"Kak Zia"


Lamunan Vezia terbuyarkan karena suara rengekan Vezia.


"Hm?"Vezia menatap Tyn.


"Kak Zia sakit?"Mereka semua beralih menatap Vezia.


"Tidak,kakak sehat"ucapan bernada datar itu membuat Tyn kesal.


"Tapi kakak dari tadi melamun terus"Vezia menghela napas.


"Tyn,kamu mau menuruti Kak Zia,sekarang kamu kekamar dulu yah"Vezia memanggil pelayan dan penjaga untuk menjaga Tyn.Tyn menatap Vezia.


"Kak Zia jangan melamun lagi,Tyn tidak suka"Vezia mengangguk mengelus kepala Tyn lembut.Tyn berlalu pergi bersama kedua pelayan dan satu orang penjaga.


"Ada apa Zizi?"tanya Lenzi.


"Zizi mau jujur sama kalian,tapi sebelum itu berjanji jangan marah,dan jangan berbuat hal nekat"Sorot mata mereka berubah menjadi serius.


Vezia menghela napas sesaat.


"Pada saat Randy menyatakan perasaanya pada Zizi,Zizi memberi dia kesempatan untuk membuat Zizi bisa tertarik sama dia,tapi sampai saat ini Zizi tidak memiliki perasaan apapun"Vezia jujur,lebih baik begini dia tidak mau berbohong lebih lanjut lagi.Adapun soal masalah jika dia penguasa langit dan bumi,dia tidak yakin keluarganya itu akan mau melepaskannya,karena ini termaksud nyawanya.


Jika dia memaksa lebih lanjut,dia tidak mau ayahnya kecewa padanya.Biarkan dia menemukan Raja Iblis terlebih dahulu lalu memberi tahu semuanya.


Yang perlu dilakukan nya sekarang tetap menyembunyikannya,suatu saat dia akan jujur,yang penting bukan sekarang.Dia hanya akan keluar selama satu bulan pada saat umurnya 16 tahun,dan akan kembali lagi,itu sudah perjanjian yang dibuat mereka beberapa tahun lalu.Vezia sudah jauh hari meminta izin.


Kelima kakak Vezia beserta dua sahabat lelaki Vezia menatap datar Vezia.


Vezia siap kena murka kakak nya.Tiba tiba tangan besar mengelus kepalanya lalu beralih kearah dagunya,dan mengangkat kepalanya menatap kearah nya.


"Bagus,kakak mau kamu jujur seperti ini,jika kamu benar tidak memiliki ketertarikan padanya,katakan padanya,kamu tidak bisa memaksakan perasaanmu padanya.Kali ini kami akan mengampuni mu,tapi hukuman yang diberikan kakek tetap berlaku"Suara lembut Varrel membuat Vezia merasa lega.


Vezia mengangguk,itu hal yang dipikirkannya sedari tadi,lebih baik dia jujur kepada Randy,dia tidak mau membuat Randy terlalu berharap dan ujungnya akan sakit hati.


"Zizi,kamu tahu pangeran Vern?"Vezia jelas tahu maksud pertanyaan Lenzi.


"Zizi tidak tertarik,kakak tahu sendiri aku paling tidak tertarik tentang itu untuk sekarang"Vezia menjawab dengan nada datar.Lenzi beserta saudaranya yang lain mengangguk puas mendengar jawaban Vezia.


-@-@-@-


Ruangan yang nampak elegan dengan hiasan hiasan kuno berwarna putih,serta beberapa berwarna emas,terlihat begitu cantik.


Raja Malaikat,Aster menatap seorang pria dengan jubah menutupi wajah nya dengan mata tajam.


"Tidak bisakah kau memberi tahuku siap penguasa langit dan bumi itu?"suara dingin Aster membuat siapapun yang mendengar merinding,tapi tidak dengan pria didepannya.


"Maaf Aster,ini salah satu tantangan untukmu.Aku hanya akan memberi tahumu,dibelakang leher gadis itu terdapat tatoo,untuk bentuk seperti apa aku tidak tahu.Tapi kau adalah matenya,jika pada saat kau sedang berdekatan dengannya tatoo nya akan bersinar dan hanya kau yang bisa melihatnya.Serta kau akan merasakan bau harum,kuharap kau mengingat ini Aster.Dan juga,walaupun kau tidak menemukannya,dia akan tetap bisa membunuh Raja Iblis,apa gunanya kau membawanya?"


Aster berpikir,apa yang dikatakan pria dihadapannya benar,tanpa menikah dengannya,gadis ramalan itu akan bisa membunuh Raja Iblis.Tapi entah kenapa Aster ingin memenuhi ramalan perjodohan itu.


"Jika kau ingin menemukannya hanya karena ramalan itu,sebaiknya kau buang jauh jauh pikiranmu,kalian tidak pernah bertemu,jadi sebaiknya lupakan ramalan itu,dan cari pasangan mu sendiri yang menikah dengan perasaan bukan karena ramalan"Entah kenapa pria itu ingin sekali membunuh Aster tapi dia masih ingat di hadapannya adalah seorang Raja Malaikat.


"Aku tidak mau cucuku menikah hanya karena sebuah ramalan,dan sebaiknya kalian jangan pernah bertemu"Batinnya,lalu menghilang tanpa pamit.


Aster juga memikirkan ucapannya tadi,benar apa yang dikatakannya,disisi lain dia ingin setuju tapi sisi lainnya dia mau menemukan gadis itu,membawanya menjadikan dia Ratu disini.


"Hahah,hebat sekali gadis itu Aster tanpa kalian pernah bertemu dia berhasil membuatmu seperti ini"Sahabat Aster tiba tiba datang(Chap 91).


Gio Resvi,Pemuda tampan memiliki kekuatan setara dengan Aster.


Aster menatap bingung Gio.


"Aku ragu kau seorang Raja Malaikat,pikirkan apa yang sekarang kau rasakan,bayangkan saja gadis ramalan itu menikah dengan pria lain,dan kau pun sama,jadi ramalan itu benar benar tidak ada gunanya sama sekali,tanpa bantuanmu pun dia dapat membunuh Raja Iblis,yang memang ditakdirkan dia yang membunuhnya"Gio menepuk pundak Aster,lalu kembali berlalu pergi.


Aster membayangkan apa yang dikatakan Gio,entah perasaan apa yang datang tiba tiba,tapi rasanya sesak dan Aster membencinya.


Aster mengusap wajah nya kasar,dan tiba tiba tertawa bak orang gila,tawanya terdengar menyeramkan,seringai tipis nan kejam terpatri dibibirnya,entah dia lebih terlihat seperti iblis dibanding Raja Malaikat.


"Heheh,aku sadar apa sekarang yang aku rasakan,akan kucari sampai ketemu,dan memenuhi ramalan itu....jadi bersiaplah Ratuku"Seringaiannya semakin menjadi,Aster melangkah keluar dengan langkah tegas,kembali mencari keberadaan pria pertama tadi.


"Mencariku"suara dingin datang dari belakang.


Aster berhenti melangkah berbalik kebelakang dengan dingin dan tajam menatap pria dihadapannya.


"Beritahu aku dimana dia berada?"tanya Aster dingin,Pria itu menyeringai kejam dan menatap Aster dengan pandangan menantang.


"Untuk apa?Gadis itu masih kecil sekarang,percuma kau membawanya secara paksa,dan dia memiliki kekuatan setara bahkan lebih kuat darimu,kau bisa dibunuh.Kau tahu ramalan lain,dia memang Matemu tapi selain dirimu,ada juga Mate nya yang lain,jadi pikirkan saja tidak ada gunanya kau membawanya"Ucapan sinis itu membuat Aster mendelik kesal,dirinya maju dan menarik kerah pria yang bahkan lebih tahu darinya.


"Ingat Rolend kau hanya seorang bawahan disini,kau harus memenuhi apa yang kuminta"Rolendio Duntler,dia adalah kakek Vezia,alias Ayah dari Raja Lucas,yang menghilang.


Rolend tertawa sinis,dengan perlahan mendorong Aster.


"Maafkan saya Raja Malaikat tapi saya bukan bawahan anda"Rolend kemudian berlalu pergi,meninggalkan Aster yang menatap nyalang punggungnya.


"Jangan salahkan aku berbuat sesuatu yang buruk"Aster menyeringai lalu membalikkan badannya dan berlalu pergi dengan aura dingin menguar.


Mohon dukungannya terimah kasih😉