
Vezia berteleport tepat sampai ke kerajaan nya maksudnya kerajaan Fioska,tepatnya dalam kamar dengan cepat dirinya merubah pakaiannya menjadi gaun tidur.Dan bergegas tidur karena besok dirinya harus berangkat ke academy,untuk beberapa hari kedepan kelima kerajaan akan tinggal di kerajaan Fioska,mengingat penerimaan murid di academy akan dibuka,mereka akan tinggal sebab kerajaan Fioska paling dekat dengan Academy,jelas dekat orang yang punya Academy pamannya Vezia😂.
Selang beberapa menit Vezia tertidur Raja Lucas masuk(Bisa kebetulan gitu yah).Dirinya berjalan mendekati kasur Vezia menatap Vezia yang tertidur dalam damai.Raja Lucas mengelus lembut kepala Vezia dan mengecup kening Vezia,setelah itu dirinya ikut berbaring disamping Vezia memeluk pinggang Vezia posesif.
-
-
-
Vezia menggeliat dan membuka matanya perlahan-lahan menyesuaikan cahaya yang akan masuk retinanya.Dirinya merasa ada tangan yang melingkar di pinggangnya,dengan pelan dia berbalik karena dia tahu itu tangan siapa.
"Pasti ayah kelelahan karena urusan kerajaan"batin Vezia menghela napas melihat wajah lelah ayahnya yang sedang tertidur.
Mata yang awalnya tertutup terbuka dan menatap objek cantik didepannya.Mata Dark Blue tajam dan dingin tapi melembut kala melihat ke arahnya.
"Maaf Zizi buat ayah bangun yah"suara lembut nan indah putri nya yang sangat disayanginya seolah menjadi penyemangat untuknya menjalani kembali harinya.
"Tidak sayang,ini memang sudah waktunya ayah bangun,kamu mau ke academy kan?"tanya Raja Lucas.Vezia mengangguk.
"Ya sudah bersiaplah nanti ayah akan menyuruh salah satu kakakmu menemanimu,tapi ingat kamu akan tetap membawa dua ksatria,serta penjaga bayanganmu"ucap Raja Lucas,Vezia lagi-lagi hanya mengangguk.
Raja Lucas beranjak tapi sebelum pergi keluar dari kamar Vezia,Vezia memberi kecupan selamat pagi yang menjadi tradisi bagi kedua keluarga ini semenjak ada Vezia.
"Ayah jangan terlalu memaksakan diri,Zizi nggak suka kalau ayah kecapekan"ucap Vezia dan menatap ayahnya dengan pandangan memohon.Raja Lucas tersenyum dan mengelus kepala putrinya dan mengecup kening Vezia lama.
"Iya Ayah janji"ucap Raja Lucas.
Raja Lucas pun keluar setelah Raja Lucas keluar,Zero dan Jeno masuk kekamar Vezia,menyiapkan segala keperluan Vezia.
"Morning,kak"ucap Vezia dengan senyuman.
"Morning dek"ucap Zero dan Jeno membalas senyuman Vezia dan mengelus kepala Vezia lembut.
-
-
-
-
Vezia sekarang berada dalam kereta menuju academy,dirinya ditemani Alvin,Arvin,Varrel,Zero,dan Jeno.Untuk kedua kakak sulung mereka ada tugas untuk mereka mengingat mereka memiliki peranan penting dalam kerajaan untuk sekarang maupun masa mendatang,begitupun bagi mereka berempat nantinya,terlebih Vezia yang memegang peranan paling penting bagi dua dunia itu.
Bukan hanya Vezia yang akan mendaftar ke Academy melainkan,dari kerajaan Tenzia,dan Denzi,di kerajaan Tenzia dan Denzi ternyata memiliki Putri dan Pangeran yang berusia sama dengan Vezia.Sedangkan kerajaan Frost Felly adalah anak bungsu,di lima kerajaan tidak ada yang memiliki selir sama sekali sebab mereka sangat mencintai pasangan mereka masing-masing.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di Academy,seluruh atensi murid academy mengarah ke kereta lambang kerajaan Duntler,mereka sudah mendapat kabar jika sang Putri kesayangan dua kerajaan akan mendaftar di academy.Tentu mereka penasaran dengan wajah Vezia sebab beberapa dari mereka ada yang belum melihat Vezia.
Yang pertama kali keluar adalah kedua ksatria Vezia membuat para perempuan menjerit karena ketampanan mereka tapi menjerit dalam hati karena mereka perempuan bangsawan menjaga tata krama.Tak lama keluarlah ketiga kakak Vezia yang sudah tak asing bagi mereka,terakhir Vezia yang keluar dengan aura dingin serta membunuh membuat mereka bergidik dan secara serempak terduduk karena tak kuat.
Kakak-kakak Vezia,kedua ksatria serta penjaga bayangan hanya terkekeh melihat itu,hal yang biasa bagi mereka melihat pemandangan semacam itu jika Vezia tiap kali menginjakkan kaki.Vezia hanya acuh dan berjalan ke academy,di depan halaman academy sudah ada para guru guru yang entah sengaja menjemput Vezia mungkin untuk menarik perhatian Vezia agar berguru kepada mereka,siapa coba yang tidak mau menjadikan Vezia sebagai murid,tentu semua mau mengingat gadis ini sangat berbakat sedari kecil.
"Zizi sayang bisa kamu membuat mereka berdiri kasihan mereka"ucap Arvin,Vezia mengangguk dan melambaikan tangannya membuat mereka menghela napas lega dan kembali berdiri,dan secara serempak mereka menunduk hormat,mengingat jabatan Vezia lebih tinggi dibanding mereka,bayangan saja dia menjadi Ratu di dua kerajaan(walau belum dinobatkan,tapi udah dikasih kek gitu ama keluarga)yang keduanya adalah kerajaan terkuat.
"Salam kami Yang Mulia Putri Vezia"ucap mereka serempak,Vezia memutar bola mata jengah,dan melirik ke arah Jeno.Jeno mengangguk mengerti.
"Dengar semuanya,selama Putri Vezia menempuh ilmu disini,dia tidak mau adanya perlakuan formal tapi tetap menjaga batasan dan etika kepadanya,tidak memberi hormat kecuali diluar academy,sebab putri tidak suka"ucap Jeno dengan nada dingin dan lantang.Mereka semua mengangguk mengerti.
Vezia kembali melanjutkan jalannya sampai di depan guru-guru yang menunggunya.
"Salam Putri"ucap mereka hendak membungkuk.
"Kalian sudah dengar bukan aku tidak suka hal semacam ini,dan lagi kalian adalah guruku,serta kalian lebih tua dariku,aku tidak mau terlihat tidak sopan jika membuat kalian menunduk padaku"ucap Vezia dingin dengan mata tajamnya.Mereka semua yang mendengar memandang haru kearah Vezia.
Atensi Vezia teralihkam ke arah suara sanga paman pemilik academy,siapa lagi jika bukan Enzi.
"Zizi sayang akhirnya datang juga"ucap Enzi langsung berlari memeluk Vezia dan mengecup pipi Vezia tak menghiraukan keadaan para penonton yang cengo melihat orang yang mereka tahu dingin dan kejam sedang tersenyum dan bermanja kepada keponakannya,ternyata memang benar sang putri membawa banyak perubahan,pikir mereka.
"Hah,paman,aku bahkan bertemu paman tadi pagi"ucap Vezia memijat pangkal hidungnya.Enzi hanya tersenyum melihat itu.
"Kamu mau ikut keruangan paman?"tanya Enzi.Sekali lagi membuat yang lainnya cengo,mereka sangat tahu jika Enzi sangat tidak suka orang lain memasuki ruangannya maka dari itu tiap kali ada orang yang ingin menemuinya dirinya akan bertemu di ruangan khusus yang lain.Mereka lupa siapa yang di ajak tentu saja keponakan tersayang.
"Tidak paman,aku akan berkeliling academy,lalu setelah itu mendaftar"ucap Vezia.
"Tidak perlu sayang paman sudah mendaftarkanmu,kamu hanya perlu memilih beberapa kelas serta guru khusus yang akan melatihmu"seketika mendengar penjelasan Enzi guru-guru yang dibelakang Enzi berbinar.
"Baiklah,aku akan memilihnya jika aku sudah selesai mengikuti tes"ucap Vezia.Enzi mengangguk.
"Ya sudah paman pergi dulu masih banyak pekerjaan"ucap Enzi,Vezia mengangguk dan sebelum Enzi pergi Vezia mengecup pipi Enzi membuat ketiga kakak Enzi melotot tajam ke arah Enzi,sedangkan Enzi tersenyum ria diberikan kecupan oleh keponakannya rasanya dirinya sangat bersemangat sehingga yakin dapat menyelesaikan tugas dengan cepat.
"Selamat bekerja paman"ucap Vezia dengan suara manisnya membuat mereka terpana.Enzi mengangguk dan pergi dengan suasana hati senang.Sedangkan ketujuh orang Over Vezia mendengus kesal melihat banyaknya para pemuda yang jelalatan melihat adik mereka.
"Mari Vezia,sebelum kakak mencungkil mata tak tahu diri pemuda disini"ucap Varrel dingin dan sinis,menggandeng tangan Vezia dan menuntunnya masuk kedalam academy.
**Holla guys...Jangan lupa dukungannya yah..
Owh yah siapa yang suka Fanfic,gini author mau bantu temen promosiin Novelnya judul Destiny Journey(HarunoSakura)Penasaran baca aja,bagus kok,nih Novel TemEn Author moga suka yah😁**