Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS134



Vezia menyeringai sadis melihat mata semua muridnya memandang melotot kearah batu-batu besar yang melayang diatas kepala mereka masing-masing,bahkan beberapa dari mereka tak berhenti gemetar dan mencoba untuk tidak bergerak seolah jika mereka melakukannya batu-batu itu akan jatuh menimpa tubuh kecil mereka.


"Pro...Profesor,apa yang harus kami lakukan?"Tanya Rose matanya mencoba untuk tidak mengeluarkan air mata karena takut tertimpa batu dengan berat 300 ton dan memiliki ukuran tak terkira itu.


Vezia tersenyum tapi bukannya mereka tenang mereka hanya semakin dibuat takut,Zio tak bisa menghentikan tawanya yang langsung meledak keluar.


"Oh Queen,bukankah agak kejam,memberi mereka pelatihan seperti ini"Canda Zio,Vezia memutar bola mata malas dan memukul kepala Zio.


"Diam,aku gurunya.Jika kau bicara lagi,sebaiknya kembali ke Manor dan lakukan tugasmu bertahan di sangkar kematian selama sebulan"Tawa Zio berhenti digantikan wajah pucat seakan dia kekurangan darah atau mungkin telah kehabisan darah sepenuhnya.


"Ah hehehe,tidak aku bercanda,silahkan Profesor,mungkin muridmu tidak sabat menantikan pelatihan surga-Neraka-darimu"


Tawa canggung diiringi kata terakhir yang masih didengar itu membuat semuanya makin takut dan pucat.


Vezia mendengus geli,"Tidak usah didengarkan,ini baru awal tidak akan seberat itu.Dengar semua,aku adalah guru kalian,seorang guru tidak akan pernah membuat muridnya menjadi lemah karena gambaran muridnya bisa menggambarkan seperti apa gurunya.Jika ada yang ingin menyerah dengan pelatihan yang kuberikan,kalian bisa keluar dan jangan pernah mengikuti kelas,kalian mengerti?!!!"Wajah mereka berusaha senetral mungkin dengan suara dibuat setegas mungkin untuk menjawab Vezia.


Vezia mengangguk puas,menjetikkan tangannya membuat batu-batu yang melayang tersusun rapi dibelakangnya.Mereka terpukau dengan sihir Vezia yang terlihat dan mereka ketahui jika dia adalah penyihir alami.


"Dengar semua,masing-masing diantara kalian akan memiliki dua batu.Kalian akan membuat satu batu melayang di tangan dominan tongkat kalian sedangkan yang lainnya harus kalian angkat dengan tangan satunya lagi menggunakan QI kalian.Selama kalian mampu membuat posisi batu tidak bergerak ataupun jatuh aku akan menjelaskan,mengapa aku memilih metode seperti ini sebagai latihan kalian"Penjelasan Vezia membuat wajah mereka kembali memelas dan terlihat jelas jika mereka ingin sekali meminta ampun.


Vezia mencibir melihat wajah mereka dan membentak dengan dingin,"Mengapa wajah kalian seperti itu?!!apa kalian tidak mau melakukannya?!atau takut melakukannya?percuma kalian mempelajari metode kultivasi atau jurus jurus atau bahkan mantra jika bahkan hal sekecil ini kalian bahkan tidak mampu,aku sendiri disaat umur 9 tahun sudah mampu melakukan hal lebih dari ini,tapi kalian yang sudah dewasa seperti ini bahkan memiliki gelar tinggi dengan kekuatan tinggi pun masih mengeluh,kalian pikir guru-guru yang mengajari kalian tidak merasa lelah,hah?!!!!kalian pikir itu semua hanya sebagai teori diotak kecil kalian??!!jawab aku,kalian pikir guru-guru yang mengajari kalian merasa ini semua mudah?!!kalian hanya bisa mengeluh tanpa tahu jika para gurupun ikut lelah mengajari kalian,tetapi mereka bahkan tidak mengeluh didepan kalian jika mereka lelah karena mereka ingin yang terbaik untuk kalian.Kalian murid juga sama lelahnya seperti guru,tetapi bisakah kalian setidaknya menghormati dan menunjukkan kerja keras kalian tanpa mengeluh sedikitpun,jika kalian benar-benar lelah setidaknya katakan dengan baik 'Guru bisakah aku istirahat,guru ajari aku guru aku tidak bisa melakukan ini' kalian hanya perlu melakukan hal seperti itu,dengan begitu guru kalian akan merasa kalian menghargai kerja keras mereka dan akan membuat mereka bersemangat!!"


Hening.Itu yang menggambarkan keadaan sekarang,semua yang hadir menunduk mendengar ucapan Vezia.Bahkan para guru terdiam mereka menatap memuja kearah gadis berusia 16 tahun yang tengah menyandang status guru dan membela mereka sebagai seorang guru,merek atidak tahu gadis ini yang batu berusia 16 tahun tahu penderitaan mereka.


"Aku juga pernah bersekolah sama seperti kalian,aku pernah belajar sama seperti kalian.Pamanku,Bibiku dan kakekku adalah seorang guru setiap kali melihat mereka bekerja keras mengajari murid muridnya yang memiliki jumlah ribuan bahkan ratusan dengan sabar membuatku sadar jika posisi mereka juga tidak mudah.


Kita memang memiliki kekuatan tapi kita memiliki batasan dan kita masih manusia yang mudah lelah,setiap malam ketika aku melihat mereka lelah tetapi masih bekerja keras mengurusi para murid membuatku sadar jika kita para murid hanya bisa mengeluh tanpa mau bekerja keras,kalian memang bekerja keras melakukan segala hal tetapi kalian melakukannya hanya demi ketenaran dan demi kebanggaan,ketika kalian tenar bahkan kalian melupakan siapa yang mengajari kalian,ketika kalian dipuncak semua orang memuji kalian tetapi tidak mengetahui jika dibalik itu semua seorang guru yang membantu kalian.Kalian melakukan semuanya hanya demi ego semata tetapi apakah kalian pernah berpikir melakukannya hanya demi membuat guru kalian puas dengan hasil kerja kalian tanpa kalian menuntut lebih dan mengeluh merasa itu tidak cukup?.


Ketika kalian melakukan kesalahan,bukan hanya kalian yang tercap tidak baik dan tidak berguna tetapi guru kalian terkena dampak karena mereka mengajari kalian,tetapi ketika kalian tenar dan penuh dengan pujian dari orang,semua orang hanya memandangi kalian dan melupakan orang dibalik layar yang berusaha keras membantu,dan kalian bahkan dengan tingkat seperti ini masih mengeluh karena tugas kecil ini.!!"


Vezia menghembuskan napasnya,Zero dan Jeno antisipasi kalau-kalau Vezia mengamuk sehingga mereka berjaga didekat Vezia.


"Aku memiliki seorang guru,seorang guru yang dengan senang hati masih menganggapku muridnya sampai sekarang ketika bahkan aku lebih kuat darinya.Aku juga melakukannya dia adalah guru terbaik yang kumiliki,dia mengerti tentang kelelahanku walaupun aku tidak mengeluh,aku selalu berusaha membuat dia bangga memilikiku,aku selalu berusaha bekerja keras melakukannya sehingga ketika tiba waktunya semua orang akan mengenal guru sebagai guru yang hebat,membuatnya mendapat murid yang akan mematuhinya dan bersungguh-sungguh menjadi muridnya tanpa mengeluh.


Dia adalah sosok guru yang hebat bagiku,dia tidak akan pernah melepaskanku kepada siapapun bahkan jika aku sudah bisa menjaga diri.Dan aku sebagai muridnya bangga memiliki dia,aku tidak akan pernah memiliki guru lain jika bahkan dia lebih hebat dari guruku sendiri,aku akan memiliki guru ketika dia memintaku tapi dia akan tetap menjadi guru terhebat bagiku.


Dia adalah orang tua yang konyol,terlihat egois dimata orang lain tapi dia peduli dan sangat menyayangiku seperti seorang putri,menjagaku ketika dia tahu aku dalam bahaya,membuatku bahagia walaupun dia tahu aku sudah bahagia,mengorbankan nyawanya hanya untukku satu-satunya muridnya,yang kurang ajar bahkan selalu mengejeknya"


Vezia tertawa mengingat momentnya bersama Reijin ketika selalu berlatih bersama.Kepalanya terangkat menatap kearah para muridnya yang sepertinya tercerahkan akibat ceramah panjangnya.


"Aku yakin diantara kalian akan pasti memiliki guru sepertiku,tetapi dengan tingkah laku berbeda.Kalian pikirkan siapa guru kalian,ingat setiap momen dimana mereka melatih kalian ketika kalian sudah berusaha keras.Guru kalian memang keras tetapi dia memiliki kekhawatiran tersendiri untuk kalian muridnya"


Semuanya merenung,para guru dimenara memandang hormat Vezia yang mengerti keadaan mereka.Bahkan jika gadis ini seorang guru sekarang tetapi dia masih diusia bersekolah namun dia mengerti seperti apa rasanya menjadi seorang guru.


"Karena sedari kecil aku adalah seorang guru,pasukanku menjadikanku seorang guru.yang mampu membuatku mengerti seperti apa lelahnya seorang guru yang berusaha keras mengajari muridnya agar menjadi yang terbaik"-Vezia.


Para guru melihat Vezia tanpa henti dengan pandangan haru,sekian lama mereka memendam perasaan mereka akhirnya keluar juga dan terwakili bahkan seseorang yang mewakili mereka adalah seseorang tang ditakuti Benua mereka sendiri.


Barisan murid itu mengangkat kepala dengan tegak,"Kami akan melakukan yang terbaik,Profesor?!!!"tegas mereka.


Vezia membawa tangannya membuat semua btu kembali melayang,dua batu melayang diatas kepala murid satu persatu.Vezia menyuruh mereka menggeser membuka tempat lebih lebar untuk kedua batu mereka.


"Mulailah,aku ingin melihat bagaimana kalian mengatasi batu-batu itu,bertahan selama 3 jam"Mereka semua mengangguk dengan tegas,dan melakukannya.


Vezia melihat mereka,kebanyakan dari mereka kesulitan untuk mengontrol batu tetap melayang dan menjaga QI mereka untuk membuat batu terasa ringan.


"Pertama yang harus kalian lakukan adalah memperhatikan kuda-kuda kalian,jika pertahanan kuda-kuda kalian tidak bagus,itu akan membuat titik lemah.Seperti cara kalian saat ini,terlihat sangat lemah,perbaiki kuda-kuda.Buka kedua kaki kalian lebar-lebar dan tekuk keduanya,jatuhkan dulu batu kalian kebawa"Mereka melakukannya,Vezia berjalan satu persatu memeriksa kuda kuda mereka dengan cara menendang kaki mereka.


"Perkuat ketahanan fisik itu penting,terutama kuda kuda yang kuat akan membuat bela diri kalian sempurna tanpa celah,kedua tangan mengepal dan berada dikedua sisi pinggang"Vezia memperhatikan jika para gadis lebih sulit untuk membentuk kuda-kuda,itu pasti membuat mereka merasa itu tidak pantas untuk perempuan.


"Orang dulu gini nih,!"keluh Vezia.


"Kalian para gadis,tidak usah memikirkan etika saat ini.Apa yang kukatakan sebelumnya.Didalam bela diri tidak ada yang namanya menjaga etika tubuh kalian,jika kalian tetap seperti itu,bahkan sekali tendangan kalian akan pingsan"Bentak Vezia dengan suaranya yang begitu dingin.


Tak mau membuat Vezia kecewa mereka melakukannya,Vezia masih terus mencoba menendang melihat seberapa kuat kuda-kuda mereka."Kultivasi kalian begitu tinggi tetapi kalian meremehkan ketahanan fisik dan terus mengandalkan sihir dan aliran QI.Kalian tahu ketahanan fisik tanpa QI juga sangat penting bagi kuda-kuda kalian,jika kalian mampu membuat kuda-kuda kalian tahan tanpa bantuan QI itu lebih baik,ditambah kalian memperkuat dengan QI semakin mampu membuatnya tidak mudah goyah.Kalian terlalu mengandalkan jurus-jurus QI dan tidak mau repot berlatih tinju atau berlatih jenis bela diri tanpa kekuatan yang mampu membantu kalian menghemat QI disaat genting"Vezia berdiri didepan mereka dengan tangan terlipat didadanya.


"Ketika aku menendang kalian itu bahkan tidak menggunakan kekuatanku,tetapi kalian masih goyah,kalian tahu apa kekurangan kalian bahkan jika kalian telah merasa mempelajari semuanya?"Mereka semua menggeleng tanda tidak tahu.


Vezia berdecak melihat ini semua,"Ternyata Academy Light lebih hebat dibanding academy ini"cibir Vezia melalui batinnya.


"Kalian tidak pernah melatih tubuh dan fisik kalian secara manual.Kalian terlalu terfokus kepada sihir dan aliran QI yang kalian gunakan tetapi tidak mau tahu dampaknya dan kekurangannya,kalian terlalu terpaku dengan jurus-jurus yang digunakan tetapi tidak pernah repot mempelajari tinju manual.Aku mempelajari hampir semua bela diri,sehingga membantu ketahanan pada fisikku,semua anggotaku berlatih secara manual tanpa sihir membuat mereka memiliki ketahanan fisik setara dengan pemilik QI alam Roh tingkat akhir.


kalian pasti ingin tahu mengapa tubuhku seperti ini yang bahkan tidak mencerminkan seorang gadis,itu karena sedari kecil aku selalu melakukan latihan fisik,bela diri secara manual tanpa bantuan kekuatan apapun.Selain itu,metode seperti itu membantu membuat daya tahan tubuh menjadi lebih sehat dan kuat walaupun dikatakan lebih kuat dengan QI tetapi dengan metode itu membantu peredaran darah kalian lebih lancar.QI kalian hanya terfokus pada gerakan tubuh dan dantian kalian,tetapi terkadang akan terasa kaku menggunakan jurus itu karena kalian tidak pernah melakukan pemanasan atau metode latihan manual sebagai peregangan tubuh.Itu dapat membuat tubuh kalian terasa lebih bebas dan lentur dalam menggerakan anggota tubuh,manfaatnya juga dapat membuat kalian melakukan jurus yang sama tetapi dengan kekuatan yang 2 kali lipat lebih efektif kuat,seperti ini!"


Vezia membentuk kuda-kuda dan dengan mengayunkan tangannya kearah batu membuat batu itu hancur,mereka menatap ngeri kearah batu dan tidak mencoba berpikir hal-hal lain.


"Dalam pelajaran seni bela diri,tangan dan kaki adalah senjata utama.Sehingga selalu membuat kalian melatihnya,tetapi seni bela diri sesungguhnya mencakup semua anggota tubuh.Anggota tubuh yang lentur dapat membantu kalian dalam melakukan jurus tanpa hambatan.Selain itu juga membantu kalian menghemat energi dan mudah lelah.Dan dengan bantuan latihan manual mampu membuat kalian lebih gesit dalam menyerang dan memiliki refleks bagus dan cepat untuk menghindar karena sel-sel pada tubuh telah bergerak secara aktif terus-menerus dengan bantuan peregangan tubuh atau bela diri manual.Bela diri secara QI hanya memfokuskan aliran QI menuju tangan dan kaki sehingga tidak memiliki manfaat besar untuk sel-sel agar bergerak bebas,maka itu penting bagi kalian berlatih manual,apa kalian paham?"


"Kami mengerti Profesor!!"


Mereka baru tahu ini,mereka baru tahu jika pelatihan manual seperti itu akan sangat berguna bagi tubuh mereka,mereka semakin menatap kagum Profesor mereka.Sungguh siapapun akan mau diajari seseorang yang sangat berdedikasi san terampil seperti Vezia.


"Kekuatan yang aku gunakan tadi hanya pada tingkat Alam tingkat 2 dengan jurus terendah,tetapi mampu menghancurkan batunya karena kekuatan pada tanganku telah dilatih bertinju secara terus menerus tanpa kekuatan membantuku menghasilkan kekuatan yang lebih efektif kuat dari yang biasa"Mereka memandang kagum kearah batu dan Vezia secara bergantian.


Sungguh mereka akan melakukan apapun agar menjadi murid pribadi Vezia,mereka dibuat terkejut dan tercengang dengan penjelasan Vezia barusan,jika ditingkat Alam tingkat 2 dengan jurus terendah sudah dapat menghancurkan batu berton ton itu apalagi jika kekuatan yang lebih besar mungkin gedung academy mereka akan hancur jadi bubur.


"Sebagai langkah pertama,kalian akan berlatih memperkuat kuda-kuda secara manual setiap 2 jam sebelum latihan utama,tetapi sebelum itu melakukan peregangan 30 menit.Dilanjutkan tinju dan bela diri secara manual selama 1 jam,dan sisa waktunya kita pelajari untuk berlatih menggabungkan QI dan sihir.Mungkin aku akan mengatur jadwal sore untuk pelatihan kalian,kudengar semua murid dikelas kalian akan ikut mewakili sekolah didalam seleksi Academy Saintess bukan?"


Mereka semua bersemangat dengan gagasan yang satu itu,dan mengangguk dengan antusias tinggi.Vezia berdecak malas melihat keantusiasan mereka.


"Jika kalian ingin lolos,maka bekerja keraslah.Para siswa Academy Saintess memiliki kekuatan lebih besar dibanding kalian,dan mereka tentu saja para jenius berbakat.Tapi aku percaya dibawa pelatihanku kalian mampu mengalahkan mereka"Vezia dengan bangga menyeringai kearah mereka yang merasa percaya diri,dan mengangguk tegas mengatakan jika mereka akan berusaha keras.


**Like..Coment...Vote..


maaf kyknya agak ngawur deh penjelasan diatas😅**