Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS105



Zio menatap tajam Senna,untuk pertama kalinya dia seserius selain menghadapi musuh yang dianggapnya kuat.Senna bukan apa apa baginya tapi dia tidak mau sampai Senna mendekati Vezia,Vezia adalah sahabat terbaiknya yang harus dijaga.


"Apa urusannya sama lo"ucap Senna dengan wajah dingin.


"Lo tanya apa urusan gue,gue ingetin kalau lo lupa Senna Veun,gue sahabat Vezia sekaligus tangan kanannya,siapapun yang berani ganggu kebahagiaan Sahabat gue gak akan gue ampuni,camkan itu baik baik"ucap Zio dengan penekanan setiap kata.Senna mengepalkan tangannya.


"Apa maksud lo ngerenggut kebahagiaan Vezia,hah"Suara Senna kian mendingin dan menjadi tinggi.


"Itu fakta,lo tahu semenjak lo hampir ngebuat Jerry kakak Vezia kecelakaan,Vezia setiap hari nangis dan nyalahin dirinya sendiri"ucap Zio geram,Senna terdiam tak tahu harus menjawab apa.


"Tapi gue cinta sama dia,gue cuma mau dia jadi milik gue"Zio menatap kesal Senna dan maju secara tiba tiba dan menonjok rahang Senna hingga tubuh Senna terhuyung,Zio menarik kerah baju Senna.


"Lo ****,lo gak mikir pake otak,kalau lo beneran cinta sama dia lo gak bakalan buat dia sedih dengan ngelakuin itu,dan rasa yang lo punya itu hanyalah obsesi Senna,pake otak lo!!!"teriak Zio dengan penuh amarah,dan sekali lagi menonjok wajah tampan Senna.


"Ini peringatan buat lo,jauhin Vezia atau lo gak bakalan hidup lebih lama seperti Vampire kebanyakan"Zio sungguh terlihat menakutkan,dia tidak akan main main dengan ancamannya.


Zio menghilang,menyisakkan Roy yang menatap Senna.


"Aku sudah pernah mengingatkanmu Putra Mahkota yang terhormat,jalan yang kau ambil adalah jalan yang salah,aku menyetujui apa yang dikatakan Zio,rasa yang kau miliki hanya obsesi semata"ucap Roy dengan nada datar,Senna hanya diam dan bodo amat,sudah di katakan bukan dia orang yang tidak akan menyerah dengan apa yang ingin dia miliki.


"Dan kau tahu benar siapa aku Roy"Roy menggelengkan kepala.


"Aku rasa otakmu memang bergeser membuatmu menjadi orang bodoh."Roy tidak takut sama sekali untuk mengatai Senna,toh sahabatnya itu tidak akan pernah membunuhnya,paling paling hanya meninju wajahnya.


"Kita akan tetap mendekati Janie,kita akan ke Benua Poren terlebih dahulu,mencari informasi tentang dirinya"Roy tak habis pikir,Senna tidak ada tobatnya,dulu sudah diperingati kakak nya Vezia,sekarang Zio,dan entah kenapa dia merasa kali ini hal yang akan dihadapi Senna lebih sulit lagi.


"Kali ini aku tidak bisa mendukungmu jika melakukan hal yang di luar batasmu Senna,ingat baik baik semakin kau bertindak semakin itu pula Vezia akan membencimu"ucap Roy,Senna berbalik menatap tajam Roy.


"Kau pikir aku peduli,dia benci denganku itu urusanku,sejauh mana dia pergi,sejauh itu juga aku mengejarnya,kau tentu tahu seperti apa diriku Roy"ucap Senna disetiap penekanan.


"Terserah saja"Roy capek sendiri menghadapi Senna dengan segala kekeras kepalaannya itu.


***×****


Vezia bersama ayah nya telah berada di dalam kamar tamu milik kerajaan Hidori,Vezia berbaring dengan di peluk oleh ayahnya,susah memang kalau punya ayah kelewat posesif,sakit dikit langsung aja tuh di rawat kek orang udah mendekati sakaratul maut.


"Ayah,ayah ke pergi aja,kan itu rapat penting ayah,aku akan disini sekaligus membuat strategi cadangan"ucap Vezia Menatap ayahnya yang nampak asik memainkan jari jari mungilnya.


"Tidak usah ayah mau menjagamu saja"ucap Raja Lucas,Vezia menghela napas.


"Ayah harus hadir agar tahu apa yang mereka lakukan,ayolah ayah turuti aku,yaya"Raja Lucas tidak bisa menolak jika tatapan yang diberikan seperti itu.


Dimana Zero dan Jeno?tentu saja diluar Vezia menyuruh mereka menunggu diluar.


Memastikan ayah nya sudah pergi,Vezia memanggil Zio.


"Gimana?"tanya Vezia menatap Zio yang nampak kesal.


"Kalau aja lo gak manggil gue,tuh anak mungkin udah gue jadiin perkedel,gak ngotak banget tuh anak"kesal Zio,Vezia terkekeh geli.


"Emang nya kenapa sih?"


"Masa dia gak ngerasa bersalah sama sekali sama yang dia perbuat dulu sama Jerry,dan alasannya itu karena dia mau lo jadi milik dia,kan gak ngotak,ganteng sih iya ,tapi otak nya gak kepake.gue rasa itu bukan cinta,obsesi dia doang itu mah"Vezia tak berhenti tertawa melihat Zio yang mengoceh,disini dia yang jadi target nya tapi kenapa Zio yang sangat cemas dan kesal.


Sahabat terbaik emang.


"Zio menurut loh,gue salah gak sih ngehindarin dia mulu,mungkin aja dia cuma butuh jawaban yang dulu saat nyatain perasaan ke gue"ucap Vezia,Zio terdiam menatap tajam Vezia.


"Gak,gue gak bakal diam gitu aja,lo tahu bener gimana Senna, Vezia,dia gak bakalan ngelepas lo sekalipun lo nolak perasaan dia,pokoknya lo gak boleh ketemu ama dia"Ucap Zio wajah nya memerah karena marah.


"Tapi,gue gak bisa terus terusan ngehindar Zio,cepat atau lambat gue pasti bakal ketemu lagi,dan gue gak mau keluarga gue jadi sasaran dari obsesi nya Senna"ucap Vezia menatap Zio dengan wajah sendu.


"GUE BILANG NGGAK YA NGGAK JANIE,SEKALI LAGI LO MINTA KAYAK GINI,JANGAN HARAP LO BAKAL NGELIHAT DUNIA LUAR"bentak Zio,sungguh dia merasa kesal dan marah,seenak nya saja Vezia mau menemui Senna padahal selama ini dia berhasil selalu menghindar.


Vezia terkejut bukan main,Zio tidak pernah membentak nya sebelumnya.Vezia sudah bilangkan dia tidak bisa dibentak oleh orang yang sudah dianggap keluarga dan juga disayanginya,dan itu juga termaksud Zio yang dianggapnya sebagai Sahabat sekaligus kakak nya.


"Zi..o lo ngebentak gue"ucap Vezia,matanya berkaca kaca menatap Zio,Zio seakan tersadar lantas menatap Vezia yang siap menumpahkan air matanya,Zio menarik Vezia kedalam pelukannya.


"Zia,gue minta maaf gue kebawa emosi gue minta maaf"ucap Zio dan mengelus kepala Vezia lembut.


"Kakak ngebentak Zizi,kakak tahukan Zizi...hiks...nggak bisa di..hiks bentak sama..hiks...kakak"Habis,jika Vezia sudah memanggilnya dengan kata Kakak berarti dia sangat sedih,dan kesal.


"Vezia,kakak minta maaf yah,kamu tahukan kakak nggak bisa ngelihat kamu nangis,kakak terbawa emosi karena kakak nggak mau kamu kenapa kenapa kalau kamu maksa ketemu Senna,maafin kakak yah,jangan nangis lagi yah,kakak nggak bisa lihat kamu nangis"Ucap Zio menangkup pipi Vezia san menghapus air mata Vezia.


"Janji sama kakak,kamu nggak bakal nekat ketemu Senna,kecuali kakak izinin dan harus bareng kakak,ngertikan?"Vezia mengangguk saja,dia sudah bilang Zio seperti kakaknya,jadi jika Zio sudah berkata seperti itu,dia tidak bisa membantah,dia menuruti kata Zio,karena Zio itu memang selalu ada setiap kali Vezia di dunia dulunya terpuruk,selain keluarganya,Zio ikut serta dalam menghiburnya,maka dari itu Vezia akan menuruti Zio,jika dia rasa itu baik untuknya.


"Sekarang istirahat,Kakak mau pergi dulu ada urusan di istana"ucap Zio,Zio masih menyebut kakak karena Vezia masih sedih,Vezia mengangguk dan berbaring di tempat tidurnya,membiarkan Zio menyelimuti nya dan mengelus rambutnya sebelum akhirnya menghilang.


Voment


voment...