
Ruangan yang sunyi dan senyap,hiasan hiasan di dinding menutupi polosnya dinding berwarna biru langit.Satu-satunya yang dapat didengar diruangan itu sebagai penanda jika memiliki seorang penghuni adalah adu nafas antara kedua pria yang saling berhadapan dengan pedang masing-masing ditangan mereka.
Keringat bercucuran disekujur tubuh keduanya menandakan jika mereka baru saja melakukan aktivitas yang memakan banyak tenaga.
"Kau tidak bisa terus bersembunyi,cepat atau lambat dia akan datang"Ujar seorang pemuda dengan mata coklat tua,menatap kearah lawannya yang hanya menampilkan ekspresi kosong tanpa kehidupan apapun didalam mata itu.
"Hm!"hanya itu yang terdengar setelah 5 menit lamanya.
"Kau tahu bukan apa tujuannya menemuimu?"Akhirnya netra berwarna biru keperakan itu menatap kearahnya.
"Aku tahu.Tapi biarkan dia menemuiku sendiri,aku ingin tahu seberapa baiknya Lucas membesarkannya"Rahang pemuda bernetra coklat itu mengeras,gertakan dianatara giginya menandakan jika dia marah kepada pria dihadapannya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan jika Vezia membunuhmu?aku sarankan sebaiknya kau memberitahu segalanya pada Vezia sebelum terlambat atau itu akan membuat keluarganya hancur karena ulahmu,dan lebih baik lagi jika kau sendiri menemui Lucas.Diana masih baik atau mungkin bodoh karena tidak memberitahukan fakta yang kalian berdua sembunyikan"Pemuda itu pergi meninggalkan pria bernetra biru keperakan sendirian dengan segala pikiran berkecamuk didalan dirinya.
"Apa yang harus kulakukan Diana?"Tangannya terjulur keatas seolah dapat menyentuh langit.
...----------------...
Mata bernetra Dark Blue itu memandang dengan tajam kearah anak buahnya yang tengah berlatih,kedua tangannya menyatu dipunggungnya,tubuh tegak tingginya membuatnya terlihat seperti benteng yang kokoh dan tidak mudah dihancurkan.
Tangan kanan Vezia terjulur kedepan menambah rintangan yang lebih sulit untuk anggota Mafianya,Zen dan Zio muncul bagai bayangan disamping kiri kanannya.
Kaki kanan menekuk dan kaki kiri menyentuh lantai,dan dengan hormat memberi salam pada Ratu mereka."Kami sudah menyelidiki bagian Academy.Tidak ada yang menjaga menara bintang kecuali Array sebagai tanda jika seseorang masuk,hanya seorang yang diizinkan kepala sekolah atau Profesor yang boleh memasukinya"Seringai licik terlihat dibibir Vezia.
"Hm bagus,besok aku akan mulai mengajar.Cari data data tentang siswa siswa yang berada di Academy,oh ya aku ingat jika katanya 2 minggu lagi akan diadakan kompetisi untuk menyeleksi siswa dari berbagai Academy untuk memasuki Academy Saintess?"Zio mengangguk membenarkan.
"Benar,menurut informasi Academy Saintess adalah Academy terbesar yang ada di tiga Benua,semua jenius bersekolah disana.Benua Poren tidak pernah mengikuti ujian karena mereka tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan Academy Saintess"Vezia melirik Zio,dan berjalan meninggalkan pelatihan anak buahnya diikuti Zio dan Zen.
"Bukan hanya setiap Academy tapi juga setiap Sekte yang ada akan ikut.Academy Saintess memiliki sistem pendidikan berbeda dengan Academy lain,Academy Saintess memiliki beberapa kriteria tertentu agar bisa masuk.Tidak seperti Academy biasa yang memiliki kelas sebagai tempat belajar,Academy Saintess dibagi menjadi beberapa Faksi atau dalam hal ini mereka lebih suka menyebut Sekte didalam academy.Setiap tahunnya setiap faksi akan mengadakan tournament untuk menentukan yang terkuat,sejauh ini Faksi Alam adalah pemegang rekor.Selain itu,Academy Saintess akan membedakan pemilik bakat Alchemist,Sihir atau Beladiri,sedangkan yang memiliki bakat lebih dari satu akan dimasukkan ke Faksi khusus namun itu adalah sistem beberapa tahun lalu.Karena sekarang kepala sekolah telah berganti,mereka mengubah sistem setiap bakat dicampur tetapi yang membedakan adalah tingkat kekuatan mereka.Mereka akan di uji untuk membedakan faksi"
Vezia mengangguk mengerti,mengambil tempat duduk di sofa tunggal dan didepannya Zio san Zen duduk disofa bersama.
"Berarti bukan hanya Sekte tapi lima keluarga besar yang ada dibawah daerah Casino terbesar disini juga akan ikuta bukan?"Tanya Vezia.
"Benar,ini akan menjadi kompetisi menegangkan karena dalam beberapa tahun untuk pertama kalinya semua Academy,Sekte maupun keluarga ternama akan disatukan untuk diuji coba"Vezia mengelus dagunya sesaat sebelum memukul pegangan pada sofa.
"Aku rasa waktu 1 bulan tidak cukup bagi kita, Zen kirimkan surat pada Ayahku.Aku akan menambah setidaknya 2 bulan,dihari ulang tahunnya nanti aku akan pulang dan itu 2 bulan lagi."Zen mengangguk dan melaksanakan tugas dari Vezia.
"Dan Vezia soal kepala sekolah baru ini,aku rasa kau harus berhati-hati padanya.Aku sudah pernah bertemu dia sekali,aura sihirnya bukanlah aura sihir dari dunia bawah dia lebih seperti dari dunia atas,dan juga..."Zio nampak ragu ingin memberitahu Vezia.
"Juga apa?"Alis Vezia terangkat,tidak biasanya Zio terlihat segelisah ini.
"Aku tidak bisa memastikannya Vezia,tapi sebaiknya kau bertemu langsung dengannya.Aku dengar dia akan turun langsung menilai murid murid yang akan diuji coba"Vezia mendengus tetapi mengangguk menyetujui,mungkin saja ini hak penting sehingga membuat Zio nampak gelisah dan ragu mengatakan sejujurnya padanya.
Vezia tidak mau menggunakan pembaca pikirannya karena dia lebih suka menghargai privasi teman-temannya.
"Terserah kau saja,sebaiknya kau istirahat.Kau terlalu banyak beraktivitas hari ini.Aku sudah menyediakan stok darah didalam lemarimu"Zio tersenyum lebar,ini yang dia sukai dari Vezia,dia selalu tahu apa yang dibutuhkanny disaat seperti ini.
"Oke,aku pergi dulu.Oh ya Vezia seperti Noah akan mendatangimu malam ini bersama Pangeran"Vezia mengangguk dia sudah mendapat surat dari Raja Hangao jika Noah akan datang tetapi dia tidak tahu siapa saja yang akan ikut.
"Mungkin aku harus memasak sesuatu,sudah lama aku tidak memasak.Pasti Ayah rindu masakanku.Hmm..maaf Ayah aku akan pulang 3 bulan lagi"Vezia menghela napas dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak di sofa empuk miliknya.
...----------------...
"Queen,Pangeran dan Putri dari Kerajaan Hangao sudah datang!"ucap Zen,yang tiba-tiba berdiri disamping Vezia.
"Bawa mereka masuk ke ruang makan sedikit lagi aku akan selesai memasak semuanya.Oh dan juga Zen kau panggil beberapa anggota mengambil makanan lain dan kalian bisa makan diruangan kalian"Zen mengangguk dan pergi ketika merasa tidak ada lagi yang akan diperintahkan Ratu kecilnya.
"Kakak cantik!!"Suara Noah menggema dipintu dapur membuat Vezia berbalik dengan tangan memegang pisau.
"Hai Noah,sebentar kakak memasak dulu oke,"Mata Noah berbinar bukannya pergi dia malah mendekati Vezia,"Wah,Kakak cantik bisa memasak?"Vezia tersenyum dan mengangguk.
"Tentu saja bisa,setiap perempuan harus tahu caranya memasak.Karena jika memiliki pasangan nanti,suaminya harus merasakan masakan istrinya."Vezia mengabaikan sepenuhnya tatapan cengo dan takjub yang dilayangkan Putri Keempat,Pangeran Kedua dan ketiga yang ternyata ikut membawa Noah kemari.
"Kak Ze,Kak Je!!"Zero dan Jeno dengan cepat berada disamping Vezia.
"Kenapa dek?"Vezia mengangkat tangannya,"Bantu adek bawa makanan dimeja"Zero dan Jeno mengangguk,membantu Vezia membawa makanan.
Noah terus saja menempel pada Vezia,"Ayo makan.Zio!!"Zio yang notabenenya sudah mencium bau makanan khas masakan Vezia tentu saja tanpa menunda sudah mengambil tempat.
"Heheh,sudah lama tidak memakan masakanmu"Vezia mengetuk kepala Zio,"Kau belum cuci tangan!"ketus Vezia,Zio tersenyum polos tetapi berlari dengan cepat mencuci tangan dan kembali dengan tangan diarahkan ke Vezia.
Mereka semua duduk dan makan dalam diam,suatu keharusan dalam tata krama anggota Kerajaan.Tapi sepertinya Noah dan Zio melupakan tata krama mereka,lihat saja keduanya bertengkar hanya untuk menentukan siapa yang bisa mendapatkan potongan ayam bakar yang dibuat Vezia.
"Kalian hentikan,Zio mengalah saja kau seperti anak kecil!"seru Jeno menepis tangan Zio,Zio melotot kearahnya tetapi mengalah kala melihat tatapan dingin Vezia.
"Bocah sialan!"Zio sungguh ingin sekali menenggelamkan Noah andai saja Vezia tidak ada dihadapan mereka.
Zen da Zoy tiba-tiba muncul dikedua sisi Vezia,dengan sebuah surat dimasing-masing kedua orang itu."Queen,ini adalah surat balasan."Vezia mengangguk dan menerima surat tersegel itu,Zoy juga memberi surat yang kali ini terlihat sangat resmi.
"Surat apa ini?"Zoy berdehem,"Itu surat undangan dari Kerajaan Fantesio,mereka mengundang anda untuk menghadiri acara pertunangan Putra Mahkota mereka dua hari lagi"Vezia menatap surat itu,dan mengembalikannya pada Zoy.
"Aku akan datang,bukankah semua Kerajaan diundang?aku akan datang bersama Kerajaan Hangao"Zoy mengangguk dan pergi begitu Vezia tidak lagi mengatakan apapun.
"Masakan anda sungguh enak daripada koki istana kami Queen"Ucap Rose,Vezia mengangguk acuh dan berterima kasih atas pujian Rose.
Mereka beralih keruang tamu dimana terdapat sofa mewah dengan meja dipenuhi cemilan kesukaan Vezia.Noah sendiri tengah asik bermain dengan Puzzle yang diberikan Vezia,tidak lupa juga beberapa mainan yang sama yang dimiliki Tyn.
"Ehem,jika anda tidak keberatan Ratu,boleh saya bertanya?"Pangeran Kedua berdehem dan membuka pembicaraan menghilangkan aura canggung yang terasa diruangan itu.
Vezia hanya mengangguk dan memberi tatapan dingin padanya,"Profesor,kau bisa memanggilku Profesor.Jika kau bertanya apa artinya,itu sama saja dengan arti guru"Pangeran Kedua mengangguk dengan canggung.
"Jika boleh saya tahu mengapa anda memilih Academy Wizd untuk tempat mengajar.Saya rasa dengan identitas dan kemampuan anda,anda bisa menjadi guru di Academy Saintess yang terkenal"ucap Pangeran Kedua.
Vezia mendengus geli,seolah pertanyaan Pangeran kedua adalah sebuah lelucon yang bahkan tidak memasuki kategori yang pantas untuk ditertawakan,"Apakah aku harus memiliki alasan untuk mengajari bocah-bocah seperti kalian.Jangan tersinggung Pangeran Rayyen,tetapi walaupun usiaku terbilang muda bahkan seharusnya menjadi murid,wawasanku tentang dunia ini lebih besar dibanding dirimu.Sebagai seseorang yang memiliki wawasan lebih luas,aku harus mengajari yang lainnya agar mereka tahu cara menghadapi dunia yang penuh dengan predator ini.Jangan menganggapku baik karena jawabanku,tetapi faktanya mengajari hal penting seperti ini bahkan penjahatpun akan mau mengajari,dunia ini bukanlah sekedar kekuatan dan kekuasaan yang bisa berbicara.Jika kau memiliki wawasan luas kau akan tahu betapa liciknya manusia bermain untuk bisa menjadi yang lebih tertinggi"Vezia mengakhiri penjelasannya dengan dengusan geli.
Mereka terdiam,antara bingung,dan juga mengakui jika apa yang dikatakan Vezia benar adanya.Mereka tinggal didunia yang dipenuhi predator,penjilat disana sini,siapapun yang terkuat akan dikelilingi oleh penjilat.Jika kau lemah kau harus siap menjadi santapan para pemangsa yang merasa lebih kuat dibanding dirimu sendiri.
Bahkan orang lemah pun jika memiliki pandangan lain tentang dunia,akan bisa mengontrol sisi dunia lain menggunakan otak licik dan juga provokasi,begitulah sistem dunia ini berjalan.Dia yang terlihat lebih cerdas akan mampu memanipulasi, dia yang terlihat lebih kuat akan mampu mendominasi,dan dia yang terlihat lemah dan bodoh harus siap menjadi sasaran empuk dari manusia-manusia kotor disekelilingnya.
......................
Rayyen Adizen,atau sekarang bernama Rayyen Trafeo Hangao,dia adalah anak kandung dari Raja dan Ratu Kerajaan Adizen sebuah Kerajaan yang dipenuhi Ras WereWolf yang diketahui telah hancur.
Like...Coment..Vote..