Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS57



Vezia yang dasarnya acuh tak acuh tak memikirkan perkataan itu lagi.Yang harus di lakukannya sekarang adalah menjadi kuat.


Vezia kembali mengikuti cahaya terang itu kearah pintu pertama kali dia masuk,tepat setelah Vezia membuka pintu cahaya yang sangat terang membuat dia refleks menutup matanya.


"Master,master"samar-samar dirinya bisa mendengar suara Goldy dan Draxy.Dengan pelan dirinya membuka matanya.Vezia merasa dirinya tidak lagi ada di batu itu melainkan di kamar di istana di ruang dimensinya.


"Kenapa aku bisa dikamarku bukankah tadi aku dibatu itu?"tanya Vezia bingung.


"Kami yang memindahkan anda master,karena master tiba-tiba saja pingsan"ucap Goldy,Vezia mengangguk mengerti.


"Bagaimana master apa keduanya sudah menyatu?"tanya Goldy yang memang paling ingin tahu segalanya.


"Sudah menyatu,bahkan sudah menyatu dengan semua elemen,dan juga sudah terkumpul disungai pengumpulan dua energi itu"ucap Vezia,kedua hewan di depannya berdecak kagum,mereka tidak menyangka akan secepat itu master mereka melakukannya.


"Ya sudah master sebaiknya master cepat kembali sebab tadi ada yang memasuki kamar master tapi dia tidak melihat adanya master"ucap Draxy,Vezia langsung saja berdiri.


"Kenapa tidak katakan dari tadi,siapa yang mencariku?"tanya Vezia dirinya dengan cepat merapikan gaunnya.


"Jika aku tidak salah melihatnya,itu seperti Istri Putra mahkota kerajaan Fioska"ucap Goldy santai.Mata Vezia langsung terbelalak kaget.


"Astaga matilah aku bagaimana ini,pasti bibi Hana sudah memberi tahu yang lainnya,aku harus memberi alasan apa"batin Vezia panik.


"Oke Vezia tenang"gumamnya.


Vezia memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi tapi sebelum itu dia mengeluarkan kata-kata yang membuat kedua pets nya itu meringis dan ingin menangis.


"Kalian berdua tidak boleh makan sampai nanti malam,karena kalian telah membuat kesalahan"ucap Vezia dingin.


"Tidak master,tidak"ucap Goldy merengek,begitupun dengan Draxy.Tapi terlambat Vezia sudah keluar dari ruang dimensi miliknya.


Tepat ketika dirinya telah menapaki lantai kamarnya,dirinya mendengar suara gaduh dari luar kamarnya.Dengan tergesa-gesa Vezia keluar.


Tepat ketika Vezia keluar seluruh pelayan yang mondar-mandir akibat panik terdiam,orang yang mereka cari ternyata sedari tadi ada di dalam kamarnya.


"Ada apa?"tanya Vezia dingin.


Bukannya menjawab salah satu dari mereka berteriak.


"TUAN PUTRI VEZIA SUDAH DITEMUKAN"teriak salah satu pelayan lalu terdengarlah suara langkah kaki yang begitu ramai.Aura dingin bisa Vezia rasakan di setiap langkah kaki yang mengarah padanya.Dirinya tahu siapa mereka,siapa lagi jika bukan,Ayah,Kakek,Bibi,paman,nenek,kakak,dan ksatria nya.


"Habislah kau Vezia"batin Vezia.


Para pelayan yang tidak mau merasakan aura dingin dari orang-orang di depan mereka memutuskan untuk pergi.


"Veziandra Rencla Duntler,darimana saja kamu,hah?"tanya Raja Lucas di setiap katanya penuh penekanan.Vezia tahu ayahnya marah besar saat ini begitupun yang lainnya,terbukti dari ayahnya menyebut namanya secara lengkap.


Vezia menunduk takut,takut melihat tatapan mereka semua.Lenzi maju memegang kedua pundak adiknya,tangannya beralih memegang dagu Vezia dan mengangkat nya.


"Darimana saja kamu?"tanya Lenzi dingin tatapan begitu dingin tapi dibalik itu ada kekhawatiran yang mendalam.


Vezia masih tetap diam mencari alasan yang tepat untuknya.


"JAWAB KAKAK VEZIA DARIMANA SAJA KAMU"bentak Lenzi membuat Vezia terlonjak kaget begitupun yang lainnya,Vezia terdiam dia tahu,dia salah,dia tidak marah pada kakaknya,dia tahu betul sikap tempramen Lenzi,terlebih jika menyangkut dirinya.


"Lenzi,jangan membentaknya,kau menakutinya"ucap Keyvino,dirinya merasa tidak tega melihat adik kecilnya menangis mendengar bentakan Lenzi.Lenzi menghiraukan ucapan Keyvino dirinya sudah dikuasai amarah.


"Apa kamu tidak tahu seluruh istana dibuat gaduh karena mencarimu,kemana saja kamu"ucap Lenzi dingin.


"Lenzi kamu sudah keterlaluan,tidak bisakah kamu mengatakan dengan baik-baik"ucap Keyvino ingin rasanya dirinya melenyapkan sepupunya itu.


Lenzi pun tersadar dirinya melihat adik kecil nya menangis akibat kata-kata nya.Vezia mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk pandangan matanya begitu dingin.


"Tatakrama yah,aku ingat kata itu tapi tak pernah di ajari sama sekali,seperti nya memang salahku"ucap Vezia datar.


"Zizi maafkan kakak,kakak hanya khawatir,Zizi lupakan apa yang tadi kakak ucapkan"ucap Lenzi dan mencoba mendekati adiknya tapi Vezia melangkah menjauh.


"Tidak apa-apa Pangeran Lenzi,ini memang salah saya akibat tidak memiliki tatakrama sama sekali"ucap Vezia dingin,Lenzi merasa terluka mendengar panggilan serta kata formal yang di lontarkan Vezia.Mereka yang melihat hanya bisa terdiam.


"Zizi maafin kakak,Zizi"Lenzi terus saja meminta maaf tapi Vezia mengacuhkannya dirinya melangkah memasuki kamarnya.


"Jika kalian bertanya aku darimana,aku hanya berada di taman bagian belakang"ucap Vezia dingin sebelum memasuki kamarnya.Mereka semua terkejut mereka baru ingat jika dibagian belakang kamar Vezia ada sebuah taman,mereka memang melewatkan mencari disana akibat terlalu kalut mencari Vezia.Bahkan Raja Lucas pun hampir membunuh pelayan yang tidak menemukan Vezia,tak hanya dia,tapi keluarga yang lain juga.


Vezia masuk dan mendudukan dirinya,menangis dalam diam sudah menjadi kebiasaan dirinya,dia tahu dia salah sangat-sangat salah,tapi kata-kata Lenzi membuatnya terlihat seolah tidak pantas menjadi seorang putri baik kerajaan maupun menjadi putri bagi ayahnya.


Raja Lucas yang berada di depan pintu Vezia memutuskan untuk masuk kedalam.Dirinya melihat putri kecilnya tengah meringkuk di atas tempat tidur.Raja Lucas berjalan kearah tempat tidur Vezia,dan membawa Vezia kedalam gendongannya.


"Zizi sayang,maafkan kak Lenzi yah,kamu tahukan kakakmu itu sangat tempramen jika menyangkut dirimu,dan juga ayah mohon jika ingin pergi katakan kepada siapapun atau kamu harus ditemani,ayah takut kehilangan kamu,kamu tidak mau kan melihat ayah murka dan kehilangan kendali"ucap Raja Lucas,Vezia mengangguk di sela-sela ceruk leher ayahnya.


"Jadi mulai sekarang,jangan melakukan hak seperti itu"Ucap Raja Lucas.


"Yes,Daddy"ucap Vezia,Raja Lucas tersenyum dan mencium pipi putrinya.


"Kalian semua masuklah"ucap Raja Lucas,dan masuklah,kakak berserta yang lainnya kedalam kamar Vezia.Vezia turun dari gendongan ayahnya.


"Maaf membuat kalian semua khawatir"ucap Vezia dengan kepala menunduk menyesal.


Vezia mengalihkan pandangannya kearah Hana,dirinya bisa melihat jika bibi nya itu menangis begitu lama.


"Maafkan Zizi,bibi Hana"ucap Vezia.Hana tak berbicara melainkan berjalan dan memeluk Vezia dengan erat.


"Lain kali jangan begini lagi,kamu membuat bibi hampir pingsan"ucap Hana di sela-sela pelukannya.


"Iya,bibi Zizi janji"ucap Vezia.


Kakak-kakak Vezia maju dan memeluk Vezia dengan erat,terkecuali Lenzi yang masih menunduk kebawah.


Pandangan mata Lenzi teralih kearah tangan kecil dan halus milik adiknya.Matanya berkaca-kaca menatap adik perempuan satu-satunya itu.


"Maafin kakak Zizi"ucap Lenzi dan memeluk adiknya dengan erat,Vezia membalas pelukan kakaknya tak kalah erat.


"Tidak apa-apa kak,aku tahu kakak hanya khawatir dengan ku,seharusnya aku yang meminta maaf"ucap Vezia,Lenzi semakin mempererat pelukannya.


"Ehem"dehem keempat pemuda disamping mereka siapalagi jika bukan,keempat pangeran yang sedang cemburu.Dasar.


Lenzi mengacuhkan dirinya masih ingin memeluk Vezia.


"Zizi kami sudah melakukan tantanganmu,dan kedua hewan itu sudah berad di depan"ucap Arvin membuay Vezia berninar senang dan melepaskan pelukan dari kakaknya,Lenzi mendengus kesal kearah Arvin tapi sang pelaku hanya memberi senyum mengejek.


Holla guys...


Jangan lupa Like,Coment,Fav,Rate,and Vote yab😉