
Satu hari sebelum perang tiba,saat ini Vezia beserta 5 Raja Lainnya jangan lupakan pangeran dan beberapa perwakilan prajurit serta 25 penyihir berkumpul guna mendengar dengan detail rencana Vezia.
Vezia berdiri dengan pandangan dingin di sebelah kanan dan kirinya ada Tamaro,Shouto,Jeno,Zero,Alex,Tio serta Reyland dan Thomas.
Vezia membuka peta Benua Vroz.
"Shouto,Tamaro bagaimana dengan keadaan kerajaan busuk itu?"tanya Vezia dingin.
Tamaro dan Shouto menyeringai
"Tentu saja,sangat kacau Queen,Putra Mahkota ketahuan selalu mengunjungi rumah pelacuran,Selir busuk itu telah mati,pangeran lain pun mendapat skandal masing masing,pelatihan militer mereka menjadi kacau,tapi Kaum setan mereka sangat kuat"Jelas Shouto.Vezia menyeringai membuat mereka bergidik,pertanda bahwa musuh mereka akan mendapat kan sesuatu yang sangat spesial.
"Tch.Semut seperti mereka ingin menghancurkan kerajaan ku,bahkan dalam mimpipun tidak akan bisa"Batu ditangan Vezia hancur menjadi debu seolah itulah musuhnya.
"Paman Reyland,Paman Thomas,aku titip anak anak,dan juga jaga Tyn untukku,aku sudah memasang barir pelindung,untuk jaga jaga aku juga memasang di setiap sudut benua Poren"Tahu apa tanggapan mereka cengo dengan mulut menganga,hello yang benar saja Vezia membuat pelindung seorang diri untuk Benua Poren.
"Zizi apa kamu tidak bercanda itu akan sangat menguras tenaga mu"Vezia menggeleng tanda tak masalah.
"Dengar,Aku beserta ayahku,dan keempat Raja lainnya akan berangkat besok,masing masing dari kalian telah memegang batu teleportasi,saat mendapat telepati dari ku kalian harus sudah berada disana.Dan ingat harus hati hati,Masing masing 25 penyihir satu orang penyihir akan di jaga oleh 50 prajurit,total pasukan yang akan ikut dengan kami saat pertemuan hanya 100 prajurit,dan untuk pasukan akan di kerahkan minimal 500 prajurit,aku rasa tidak perlu membuang tenaga dengan banyak nya prajurit.Para prajurit harus memastikan penyihir penyihir ini tetap aman dan tidak terganggu,paham!"ucap Vezia menatap perwakilan prajurit itu.
"Paham Ratu!"Mereka memang sudah mulai memanggil Vezia dengan sebutan Ratu.
"Untuk Pangeran,Kelima kakakku,Randy,Kak Willy,Vern,Ferdi,kak Kevin,serta 3 pangeran yang sudah ku pilih akan ikut ke garis depan.Dan untuk mu Shouto serta Tamaro-Chan,kalian tetap kembali ke Istana,saat waktunya tiba kalian boleh keluar.Sisa pangeran kalian kutugaskan untuk berjaga dan tetap memastikan Benua Poren aman,500 Parjurit serta dengan pasukan Vampire milikku telah kusebar ke seluruh penjuru guna menjaga.Tapi Pangeran yang berjaga tetap memastikan para Ratu serta saudara kalian tetap di dalam Istana"Ucap Vezia,mereka sekali lagi mengangguk.
Vezia beralih menatap kearah 3 sahabat perempuannya.Mereka mendekati Vezia.
"Untuk kalian bertiga,anggap ini sebagai tugas pertama,aku meminta kalian membantu memantau keadaan sama seperti pangeran lain,tapi tetap dalam Istana,jangan buat Bibi khawatir"Mereka bertiga mengangguk.
"Vezia pastikan kau pulang dengan selamat aku tidak mau melihat luka apapun di tubuhmu"Pandangan Felly begitu serius.
"Aku janji!"Vezia tersenyum tipis.
"Kak Vern,pastikan kakak menjaga Vezia baik baik,aku tidak mau sahabat ku terluka"Ucap Gildy memandang sang kakak dengan pandangan memohon.Vern sangat menyayangi Gildy,dan mencintai Vezia tentu saja dia tidak ingin melihat kedua perempuan kesayangannya kenapa kenapa.
"Tenang saja kakak akan menjaga nya,bahkan kakak tidak akan membiarkan dia terluka"Ucap Vern.Gildy tersenyum senang.
Vezia menjetikan jarinya,muncullah Zio di hadapannya.
"Apa kau sudah membawa pasukan Vampire untukku?"tanya Vezia.
"Sudah Putri!"
"Panggilkan 10 Vampire"Tanpa basa basi,10 Vampire Veun berjejer memberi hormat kepada Vezia,membuat mereka takjub.
"Berdiri!"mereka dengan patuh mengikuti Vezia.
"Dengar,aku mau kalian menjaga keluargaku serta sahabatku dan keluarga sahabatku,pastikan mereka baik baik saja,jika saat aku kembali ada setetes atau segores kecil luka di tubuh mereka kalian tahu akibatnya bukan?"suara Vezia begitu dingin,dan menyeramkan iris matanya berubah merah darah,taringnya muncul.
"Kami mengerti Queen,anda bisa mempercayai kami"ucap salah satu mewakili mereka.
"Bagus,kalian bisa mulai pada tugas kalian"mereka menghilang.
"Dan untuk mu Zio,kau akan ikut denganku"Zio mengangguk patuh.
"Putri sebaiknya anda meminum darah sekarang!"Vezia hampir melupakan rutinitasnya itu.Sontak mendengar ucapan Zio,ketigas sahabat serta keluarga Vezia mendekati Vezia menyodorkan tangan mereka.Zio dibuat ternganga melihat bagaimana suka rela mereka memberi darah untuk Vezia.
"Aku ingin meminum darah kak Keyvino,untuk kalian lain kali saja"Ekspresi mereka murung.
Keyvino maju,bukan menyodorkan tangannya namun menyingkap sedikit baju nya,memperlihat bahu nya yang putih.Vezia maju dan menggigit dengan pelan bahu sang kakak,Keyvino tersenyum lembut dan mengelus kepala adiknya membiarkan adik tercintanya meminum darahnya sepuasnya.10 menit berlalu Vezia melepas gigitan nya dan secara cepat bekasnya menghilang.Vezia menyodorkan pil penambah darah untuk Keyvino.
"Darah kakak sangat manis"ucap Vezia,Keyvino tersenyun mencium dahi sang adik.
"Kita lanjut.25 penyihir maju!"mereka mendekati Vezia.
"Dengar penyihir penyembuh bagian Timur,Penyegel Suci akan bagian selatan,dan untuk pemanah kalian akan berada dimenara yang berhadapan langsung dengan prajurit Benua Vroz.Dengar kalian harus memberi jarak minimal 1 km atau 500 meter.Kalian lihat titik merah ini,titik merah ini akan menjadi tempat kalian berdiri disitu sudah kupasangkan barier,50 prajurit akan melindungi masing masing dari kalian,jadi aku tidak mau hasil latihan dariku membuahkan hasil yang kurang.kalian paham!"suara Vezia terdengar begitu tegas.
"Kami paham Queen!"ucap mereka serempak.
"Alex,Tio,kalian akan ditemani pasukan Vampire milikku membawa 20.000 penduduk yang ada menuju kerajaan Denzi karena itu paling dekat."ucap Vezia,Alex dan Tio mengangguk patuh.
"Untuk kak Zero..."sebelum bisa mengatakan sesuatu,Zero dan Jeno telah lebih dulu menyela lancang memang tapi dia tidak peduli karena dia tahu apa yang akan diminta Vezia.
"Kami akan melindungimu,kakak tidak mau jika harus melindungi yang lain!"jika sudah menggunakan kata kakak di depan umum seperti ini,serta nada begitu dingin,Vezia tidak bisa membantah,bagaimanapun Zero dan Jeno sudah menjadi kakaknya.
"Ish,kakak aku belum selesai bicara"ucap Vezia kesal,Zero terkekeh.
"Kakak tahu apa yang akan kamu minta!"Vezia mendelik kesal.
"Terserah kakak saja kak Zero dan kak Jeno memang selalu begitu!"Para Pangeran melihat interaksi Vezia dengan kedua ksatrianya kagum,jelas mana ada yang mau menganggap seorang ksatria sebagai kakak terlebih ini seorang Putri.Tapi Vezia,perempuan yang patut jadi istri idaman.
"Maaf menganggu Ratu,Petua Jin telah datang!"Vezia mengangguk tanda meminta Petua Jin masuk.Petua Jin masuk dengan raut wajah datar.
"Hey Peri kecil,masih ingat juga kau dengan gurumu ini"ucap Petua Jin sinis,Vezia memutar bola mata malas.
"Ayolah Guru,guru tahukan aku sibuk"
"Yayay,setidaknya beritahu guru tampanmu ini agar aku tidak mencemaskanmu,huh kau ini membuatku selalu jantungan"mendengar nada khawatir Petua Jin keluarga Vezia tersenyum senang.Vezia memutar bola mata malas mendengar kenarsisan gurunya.
"Baiklah baiklah,murid cantikmu ini tidak akan mengulangi nya lagi"Mereka melongo melihat betapa narsisnya Vezia,tapi memang fakta jika dia sangat cantik.
"Jadi apa tugasku?"tanya Petua Jin.
"Terserah Guru saja,aku tahu Guru sudah lama guru ingin membunuh para kaum setan itu,jadi aku memberi wewenang bagi guru untuk secara brutal bertarung"Petua Jin menyeringai puas dan menepuk nepuk pundak Vezia tapi membuat seluruh tatapan keluarga Vezia menajam,mode Over bangkit.
"Kau memang tahu apa yang kumau,tpi bisakah Raja Setannya aku yang melawannya,aku ingin mengambil sesuatu"Ucap Petua Jin.
"Tersera guru saja,asalkan jangan kembali dengan luka"Petua Jin tersenyum mendengar ucapan murid kesayangannya itu.
"Tentu!"
"Karena semua telah dibahas,aku mohon untuk kalian tetap menjaga keselamatan serta jangan mengecewakan beberapa minggu kita berlatih"ucap Vezia dingin.
"KAMI MENGERTI RATU CANTIK!"ucapan serempak itu membuat,Vezia memutar bola mata malas sedang kerumunan orang itu tertawa melihat wajah Vezia cemberut.
"Kaliam menyebalkan"gerutu Vezia.Mereka sekali lagi tertawa,pemandangan langkah,dimana para anggota keluarga kerajaan berkumpul dan tertawa bersama.
**Hola giys i'm update,maaf telat,baru baru ini aku lagi dapat banyaj tugas,belum lagi persiapan mau masuk sekolah,terus aku sakit.
dan kendala lain karena Kuotaku juga habis**.