Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS140



Tangan panjang nan lentik berhenti bergerak diantara sederatan buku bersampul pink cantik dengan sederet tulisan dihiasi mawar dan bentuk hati merah bertebaran.


Senyuman jijik terbit dibibir gadis berambut emas dengan mata Dark Blue itu."Kenapa?tumben sekali kau ingin membaca novel bergenre romance?bukankah kau membenci buku dengan genre yang selalu kau anggap menjijikan itu"Zio menatap tepat kearah novel bersampul pink dan menatap Vezia yang hanya memandangnya acuh.


"Kau sudah pernah membacanya?"Vezia membolak balik buku pink itu sebelum melirik Zio.


"Tidak,aku hanya iseng menyimpannya.Itu bukan milikku,itu sebenarnya salah satu milik anak buah kita di dunia sebelumnya.Tapi jika tidak salah,buku itu memiliki sekitar 3 volume."Zio mengambil buku itu dan melihat sampulnya.


"Apa kau memiliki ketiganya?"Tanya Vezia yang duduk menghadap kearah Zio.


"Entah,memangnya kenapa?kau ingin membacanya?"


Vezia mengangguk malas,"Hn,bawakan ketiganya.Oh dan bagaimana tentang pertandingannya?"Semenjak pesta Vezia membatalkan untuk menunjukan pertunjukan diistana melainkan dia memberi waktu 1 hari bagi para peserta yang ingin menunjuk bakat,dalam hal ini Vezia lebih suka mereka menunjukan ramuan yang bisa mereka seduh atau racun yang menurutnya sangat berbahaya dan berada ditingkat tertinggi.


"Kau yakin ingin membacanya?aku ingat kau pernah membaca novel bergenre shoujo tapi kau malah membakarnya dan nyaris membuat perusahaan penerbitnya bangkrut"Zio mengabaikan pertanyaan terakhir dan tentu saja sangat ingin tahu mengapa Ratunya ini tiba-tiba ingin membaca Novel bergenre yang penuh warna pink ini.


Zio bergidik dan merasa kasihan kepada penerbit perusahaan atau tepatnya pada penulis yang pernah menerbitkan novel bergenre Shoujo,harem,dan Romance yang dibaca Ratunya,jika saja saat itu Jerry tidak mencegah Ratunya ini mungkin Perusahaan itu benar-benar bangkrut dan sipenulis sudah menemui sang maha kuasa meratapi nasib dirinya yang tidak tahu apa-apa.


"Bisakah kau tidak bertanya.Kau terlalu banyak bicara akhir-akhir ini,kupikir mungkin jatah menuju mautmu kurang"Mata biru gelap itu memicing tajam,menantang anak buahnya ini berbicara lebih banyak.


Zio memutar mata malas,sudah biasa dengan ancaman bosnya ini.Biasanya juga begitu,ujung-ujungnya juga sebelum dia sekarat dan mati bosnya juga menyembuhkannya.Di organisasi mereka walaupun napas mereka berada di ujung atau mungkin pedang sudah tertancap di jantung mereka,mereka masih merasa biasa saja dan masih bisa bicara.


Tapi mereka akan tahu jika mereka akan mati ditangan Ratu mereka ketika Ratu sudah mengatakan,'Cari kesenanganmu hari ini'itu bukan pertanda baik.


Vezia menatap Zio yang memiliki tampang malas didepannya,malas meladeni Zio yang sedang setengah otak itu.Vezia memilih keluar dan menemui kedua asistennya yang menurutnya paling berguna disaat seperti ini.


"Shouto,Tamaro"Kedua pemuda berdarah jepang itu dengan cepat berada di depan Vezia.


"Bagaimana?"


"Semua sudah lengkap Queen,semuanya ada di lab.Dan sesuai perintah anda,kami sudah diberi izin Raja Fantessio untuk membawa Putri Taylor besok"ucap Tamaro.


Vezia mengangguk puas,"Kalian bisa pergi,apa kalian sudah mendapat identitas tentang kepala sekolah baru Academy Saintess?"Vezia entah mengapa memiliki firasat jika Kepala academy Saintess ini adalah seseorang yang tidak biasa dan bisa menjadi ancamannya dimasa depan.


Vezia berdecih,"Kalian bisa pergi,tetap cari identitasnya.Aku takut ini akan menjadi ancaman bagi kita dimasa depan,kita harus memiliki pegangan untuk berjaga-jaga"Kedua pemuda itu mengangguk.


Tangan Vezia terkepal erat,entah seperti sebuah panggilan baik Zoy dan Zen dengan cepat berada didepan Vezia.


"Siap menerima perintah Queen"keduanya berlutut dan menundukkan kepala dengan sikap tegas.


Mata biru gelap Vezia menyala dan memiliki niat membunuh yang kuat,"Temukan b*jingan itu secepat mungkin"


"Ucapanmu adalah perintah bagi kami,Queen"Karena emosi Vezia terhubung dengan para vampire dan juga Demonnya,Mansion dipenuhi dengan aura membunuh pekat.


Zen dan Zoy menghilang menyisakkan Vezia yang menyeringai sadis,"Aku akan membunuh bagaimanapun caranya.Aku akan membuatmu menderita sama seperti kau telah membuat keluargaku menderita karena merenggut nyawa ibuku"Siapapun yang mendengar tawa Vezia saat ini perlu dikasihani,jangan katakan untuk berjalan berdiripun tak akan sanggup.


Vezia terkekeh bak iblis yang mendapat mangsa baru,"Sebelum itu,..."Senyum sadis nan sinis membuatnya terlihat jelas seperti dewa kematian.


"Mari kita lihat siapa dalang dibalik pembunuhan Putri cantik itu"Vezia berjalan menuju ruangan yang dipenuhi alat-alat untuk meramu.Sebuah sihir ditanamkan diseluruh ruangan,dan juga sihir pendeteksi disetiap alatnya untuk mendeteksi bahan-bahan.


Vezia tidak ingin menggunakan alat masa depan diruang dimensinya karena itu membuatnya terlalu malas menjelaskan kepada orang orang,lagian alat alat itu hanya berguna dengan koneksinya saja.


Botol-botol kaca kecil tersusun dengan berbagai macan warna dan nama disetiap botolnya.Vezia berjalan menuju kearah botol dengan sebuah cairan transparan,dengan sebuah tabel nama pembuat serta nama dari ramuan atau Vezia harus sebut sebuah racun.


......"Pollonium"......


......Taylor Ern Fantesio.......


Vezia tersenyum setan menggenggam erat botol penuh racun itu hingga pecah memnuat kacanya menjadi bubuk,"Hehehe,aku tidak mudah dibodohi.Aku akan menemanimu memainkan drama ini"Vezia tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memainkan sebuah drama yang akan membuat orangnya menderita.


Vezia tidak memiliki masalah dengan orang itu,tapi orang itu yang memiliki masalah dengan salah satu bawahannya.Vezia adalah orang yang setia dengan orang-orangnya,siapapun yang diganggu akan mendapat ganjarannya dan akan menjadi pusat kesenangan Vezia.


Vote,Like,Coment..