Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS93



Sebelum Vezia akan mengganti pakaiannya,ketukan pintu terdengar dari depan.Vezia dengan malas melangkah membuka pintunya.


Menatap datar pemuda tampan di hadapannya.Alisnya terangkat seolah bertanya.


"Terimah kasih karena sudah menyembuhkan adikku"ucap Randy tulus.Vezia mengangguk.


"Ada lagi,jika tidak aku harus mengganti pakaianku"ucap Vezia dingin.Randy masih diam memandangi Vezia.


"Bisakah aku ikut membantu menangkap pelakunya?"tanya Randy,Vezia menatap sebentar.


"Hn!"gumam Vezia.Saat hendak masuk Randy menahan tangan Vezia,dan menarik nya dalam pelukannya.


Vezia terkejut hingga belum bisa bereaksi sama sekali.


"Berhenti membahayakan dirimu sendiri Vezia,aku tidak mau kau terluka"Randy semakin mengeratkan pelukannya.


Vezia hanya diam dan tak membalas pelukan maupun ucapan Randy.Tiba tiba hawa dingin mendekati mereka,Vezia tentu tahu siapa itu.


Varrel,Zero dan Jeno mendekati mereka,Varrel memaksa melepaskan pelukan Randy,dan menarik kerah baju Randy.


Varrel memberi Randy pukulan tepat mengenai pipinya,membuat Randy tersungkur,Zero dan Jeno tetap diam,mereka ingin memberi pelajaran,tapi biarkan Varrel yang memulai.


"Jika bukan karena kau seorang pangeran dan kakak dari sahabat adikku,sudah lama aku membunuhmu,lancang sekali kau memeluk adikku"Wajah Varrel begitu dingin menatap Randy.


"Kak,sudahlah kak,dia hanya berterimah kasih karena aku menyembuhkan Kak Felly"Vezia tidak mungkin jujur jika Randy sudah menyatakan perasaannya.


"Siapa yang mengajarimu berbohong padaku hah,apa karena pangeran ini,setelah ini jangan harap kamu bisa keluar dari kamarmu,aku akan memberi tahu ayah,jika kamu sudah berani berbohong padaku"Varrel menatap tajam Vezia,Vezia bungkam dia tidak mau membuat kakaknya tambah marah.


Randy menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Pangeran Varrel,anda seharusnya bisa mengizinkan adik anda memilih siapa pasangannya"ucap Randy disertai sinis nya.


Varrel menatap sinis Randy.


"Sampai kapanpun aku dan keluargaku tidak akan melepaskan adikku,sampai kapanpun"ucap Varrel lalu menarik tangan Vezia memasuki kamarnya.Zero dan Jeno menatap sinis Randy.


Varrel membawa Vezia dengan cengkramannya menguat di tangannya,Zero dan Jeno menutup pintu kamar Vezia.


Varrel melepaskam cengkraman tangannya pada Vezia,Vezia memang kuat dibanding kakaknya tapi dia tidak mau melukai kakaknya sehingga hanya bisa pasrah jika dia akan terkena amukan mereka.


"Sejak kapan.SEJAK KAPAN KAMU PANDAI BERBOHONG"Suara Varrel yang tiba tiba meninggi membuat Vezia tersentak kaget.


"Maaf kak"lirih Vezia.Sudah Vezia katakan dia paling tidak bisa dibentak keluarganya.


Air mata Vezia berhasil lolos.


Varrel memijat pelipisnya,bagaimana bisa dia kehilangan kendali seperti ini.Varrel menarik Vezia kedalam pelukannya.


"Hey,maafin kakak Baby,kakak lepas kendali"ucap Varrel lembut sambil mengelus kepala Vezia.


Vezia membalas pelukan kakaknya,mencengkram pakaian Varrel yang sebenarnya punya Randy.


"Hiks..Maaf kak..Zizi salah.."ucap Vezia dengan sesenggukan.


"Kakak juga minta maaf karena membentak kamu,tapi kamu tahu kan kakak dan yang lain paling nggak suka kalau kamu dekat sama cowok sampe pelukan kayak gitu,apalagi kamu udah bohong sama kakak"ucap Varrel,tak henti mengelus kepala Vezia.


"Hiks..Zizi janji nggak akan bohong lagi"ucap Vezia.


Varrel melepas pelukannya mengelap air mata Vezia.


"Tapi ayah dan kak Lenzi serta paman kakek,dan sepupu kita harus tahu,hukuman mu harus dilakukan,mengerti"ucap Varrel menatap Vezia tajam.Vezia mengangguk pasrah.Varrel mencium dahi Vezia.


"Sebaiknya selesaikan urusan mu disini,setelah semua kita harus pulang,aku muak melihat wajah Randy"ucap Zero sinis.


Vezia mengangguk menuju ruang ganti miliknya.Setelah lama berapa menit Vezia sudah keluat dengan gaun baru,mereka bergegas menuju ruangan Raja Frost.


***


Kini mereka sudah saling berhadapan.Vezia kembali ke mode dingin nya.


"Dimana pelayan yang menyediakan makanan untuk Kak Felly?"tanya Vezia menatap dingin Raja Frost.


"Dia berada di penjara bawah tanah,orang yang menyuruhnya adalah kerajaan yang berada di bawah kendaliku,ternyata mereka menyimpan dendam padaku karena mereka jatuh dalam pertempuran yang terjadi tahun lalu"ucap Raja Frost.Vezia menyeringai membuat mereka merinding ketakutan.


"Paman tahu bukan aku paling tidak suka,ada yang mengusik orang orang ku.Paman aku ingin mereka serta seluruh kerajaannya rata"ucap Vezia dengan seringai menakutkannya.Raja Frost menghela napas,ini salah satu alasan mengapa dia tidak mau sampai Vezia tahu.


"Paman tidak perlu khawatir,aku tidak akan membuat mereka curiga jika ini karena kerajaanku atau kerajaan paman"ucapnya lagi matanya menatap sangat dingin kearah luar.


"Terserah padamu Vezia,paman tidak bisa melakukan apapun jika kamu sudah turun tangan,paman tahu ini karena kamu menyayangi Felly,jadi paman setuju saja"mendengar jawaban Raja Frost Vezia menyeringai puas.


"Bawa kemari pelayan sampah itu"ucap Vezia dingin.Dengan patuh bawahan Raja Frost mengangguk.


Tak lama kemudian datanglah bawahan Raja Frost disertai pelayan itu yang di seret.


Bawahan nya melempar hingga membuat pelayan itu tersungkur.


"Ampuni aku putri"ucapnya dan mencoba memohon kepada Vezia,dia tidak tahu jika Vezia yang akan ikut terlibat hal ini.


"Kau salah meminta ampun kepada iblis sepertiku"Vezia menatap penuh niat membunuh,jari telunjuk Vezia terangkat dengan tubuh pelayan itu juga melayang.


Vezia masih tetap duduk dengan gaya angkuhnya.Tangan nya dengan anggun terangkat mencengkram udara kosong,tapi pelayan itu juga ikut tercekik hingga wajah nya sudah sangat pucat.


"Zio!"


Zio secara tiba tiba ada dihadapan Vezia,menunduk hormat kepada Vezia.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan"ucap Vezia dingin tanpa menatap Zio.


"Saya tahu Putri.Dan saya pastikan malam ini anda akan mendengar berita kehancuran mereka"ucap Zio dingin,dan masih menunduk hormat pada Vezia.


"Bagus,pastikan tidak meninggalkan jejak apapun"ucap Vezia dingin.


"Saya mengerti,anda cukup duduk dan menunggu hasilnya"ucap Zio,Vezia mengangguk lalu menghilang.


Raja Frost menahan napas mendengar ucapan Zio,syukur dia bukan musuh dari kerajaan Duntler jika iya,entah apa yang akan terjadi kepada nya serta kerajaannya.


"Kalau begitu kami pamit"ucap Varrel dingin,sejujurnya Varrel muak melihat Randy,memang sedari tadi Randy ada di dalam tapi dia tidak bicara sama sekali dan hanya fokus memandangi wajah cantik Vezia.


"Aku ingin melihat kak Felly sebentar"ucap Vezia,Varrel serta Zero dan Jeno mengangguk.


Vezia keluar dari ruangan ayah Felly menuju ketaman dimana ada Felly bermain disana lebih tepatnya memandangi bunga.


Melihat Vezia mendekat kearah nya Felly berlari dan memeluknya.Sebelum bisa memeluk Vezia,Vezia lebih dulu menyentil dahi Felly membuat Felly mengadu kesakitan,dan menatap kesal kearah Vezia.


"Kau melupakan etikat seorang putri"ucap Vezia datar,dan menatap datar Felly.


"Ups,maaf maaf"ucap Felly dengan menunduk malu.


"Aku harus kembali sekarang,pastikan kau tidak melepas cincin ruang itu,dan satu lagi di dalam situ ada alat pendeteksi racun,sebelum makan periksa semua makanan atau minumanmu mengerti"ucap Vezia dingin.Felly tersenyum tulus melihat betapa khawatirnya Vezia padanya.


"Iya aku mengerti,kau juga jangan terlalu memaksakan diri,aku tahu kau akan mengikuti perang bulan depan.Jangan sampai terluka aku tidak mau adik ku ini kenapa kenapa,tidak perlu terlibat pertarungan,kau memiliki banyak penjaga,dan setelah perang aku mau melihat mu dan memastikan kau tidak terluka sama sekali"oceh Felly,dirinya terlihat bak seorang kakak yang menasehati adiknya.


Vezia mengangguk mengiyakan.


"Kalau begitu aku pulang"ucap Vezia.Felly mengangguk.


Seperti sebelumnya para penjaga bayangan serta ketiga kakak Vezia melingkar dengan Vezia ditengahnya.Vezia membaca mantra dan menghilang dari hadapan Felly.


"Keluarlah kak"ucap Felly datar kepada Randy.Randy sedari tadi melihat mereka secara sembunyi.


Felly menggeleng geleng kan kepalanya melihat kelakuan Randy.


"Kakak jelas tahu bagaimana tempramen kakak Vezia kenapa kau menarik singa dari kandangnya,kau harus tahu tempat jika ingin memeluknya"ucap Felly menatap kakaknya datar,dia jelas tahu tentang masalah Varrel memukul Randy.


"Hn!"gumam Randy.Felly mengetuk kepala Randy membuat Randy menatapnya tajam.


"Bodoh.Seharusnya kau mencari cara mendapatkan restu keluarganya,jika keluarganya sudah merestuimu,kau tidak perlu lagi kesusahan mendekatinya.Tapi kau bahkan menantang kakaknya,satu restu untukmu telah hilang dan sebentar lagi semuanya akan musnah,dan 1 bulan kedepan kau tidak akan melihatnya,kau dengar bukan jika dia akan dihukum,karena kebodohanmu"ucap Felly lalu berlalu meninggalkan Randy yang tengah berkutat dengan pikirannya.


Randy menjambak rambutnya sendiri.


"Kenapa aku bisa ceroboh!"Randy merutuki kebodohannya bagaimana bisa dia melakukan hal ceroboh yang berdampak pada Vezia juga.


***


Setelah sampai di kerajaan Duntler,Vezia langsung diarahkan keruangan ayahnya.Vezia tak henti hentinya meremas tangannya sendiri mendapati tatapan dingin dari Raja Lucas,Varrel,Lenzi,Zero,Jeno dan Ronald.


"Jadi Zizi apa tidak ada yang ingin dijelaskan hmm"ucap Raja Lucas dingin.


"Maaf ayah,tapi Randy hanya berterimah kasih padaku dan juga.."ucapan Vezia terhenti karena Lenzi memotongnya.


"Juga apa,juga karena dia menyatakan perasaannya padamu,ingat Vezia sampai kapanpun kami tidak akan melepaskanmu,kamu tentu masih ingat dengan perjanjian kita di usiamu 3 tahun,jika ada pelanggaran kamu akan melihat mayat lelaki itu di depanmu"ucap Lenzi dingin sangat dingin disertai niat membunuh.


"Anda akan mendapatkan hukuman master"ucap Dingin Draxy dan Goldy.


Oh matilah Vezia bagaimana bisa dia melupakan kedua partnernya itu yang juga sama overnya dengan keluarganya.


"Ayah kalian sudah keterlaluan dia hanya memelukku ayah,apa salahnya dia hanya menyatakan perasaanya,dan bahkan aku tidak menerimanya sama sekali"bantah Vezia,walau bagaimanapun Vezia harus menyelamatkan nyawa Randy.


Mendengar Vezia yang membela Randy,emosi Lenzi memuncak.


"Kamu sudah berani membantah rupanya apa perlu kami membunuh nya sekarang hah!"suara Lenzi berangsur angsur meninggi.


Jika seperti ini Vezia tidak berani melawan,dia tidak mau melukai keluarganya.


Raja Lucas berjalan kearahnya,menarik tangan Vezia yang halus.


"Kamu harus dihukum karena sudah melanggar serta membantah"ucap Raja Lucas dingin,lalu menyeret Vezia secara paksa menuju kamar miliknya,kakak serta kedua ksatrianya hanya diam.


"Ayah lepas ayah,sakit"rintih Vezia.Cengkraman ayah nya bukan main sangat menyakitkan.Raja Lucas mengendurkan sedikit tapi tetap menyeretnya.


"Mulai sekarang hingga satu bulan kedepan sebelum perang kamu akan tetap disini jangan harap kamu akan keluar,jangan membantah jika kamu tidak mau membuat ayah kecewa padamu"ucap Raja Lucas setelah berhasil mendudukan Vezia di atas kasur miliknya.


Vezia hanya diam hal yang di takutinya adalah mengecewakan keluarganya.


Perlahan air mata meluncur dari pelupuk matanya.Raja Lucas memeluknya.


"Maafkan ayah,ayah melakukan ini karena ayah tidak mau kehilangan kamu"batin Raja Lucas.Nadanya penuh dengan obsesi tinggi.Dirinya sangat menyayangi Vezia,dan tidak rela jika ada lelaki yang akan membawa pergi putri kesayangannya begitupun keluarganya yang lain.


Holla guys..


Jangan lupa dukungannya yah😁