
Janie dan Len melangkah menyusuri koridor yang penuh dengan darah dari penjaga yang telah mereka bunuh.
"Aku serahkan sisa penjaga kepadamu paman"ucap Janie kepada Len.
"Baiklah,kamu uruslah berkas-berkas itu secepatnya"ucap Len.
"Oh iya paman,jika paman sudah menyelesaikan penjaga yang lain,paman langsung saja keluar dari gedung ini"ucap Janie.
"Oke"sahut Len.
Janie dan Len berjalan ke depan,Janie menatap Len seakan memberi kode agar menarik perhatian penjaga yang tersisa.
Len mengangguk dan berjalan dengan santai menuju kearah penjaga-penjaga yang tengah asyik mengobrol.
"Hello guys,lagi pada ngapain nih?"teriakan Len membuat mereka terkejut dan dengan cepat bersikap waspada,senjata mereka telah mereka arahkan kearah Len.
"Wow,santai bro,gue cuma mau ikutan aja,pelit amat sih"ucap Len.
"Siapa kau,kenapa kau bisa masuk kesini,dimana penjaga yang lainnya?"tanya salah satu dari mereka.
"Yah jelas lah gue bisa masuk orang pintunya kebuka,yah kali gue nembus tuh pintu.Soal penjaga yang lainnya tadi gue lihat lagi pada tidur di luar"ucap Len.
"Tidur?"
"Iya,mereka tertidur..untuk selamanya"ucap Len dengan nada yang begitu dingin tatapannya matanya penuh akan niat membunuh.
Para penjaga yang mendengar ucapan Len menjadi marah.
"Siapa kau sebenarnya,apa tujuan mu datang kemari?"teriak salah satunya.
"Gue,lu tanya gue siapa,yakin nih mau tahu,alah kepo bat lu"ucap Len dengan candaanya,penjaga penjaga itu semakin marah,salah satu dari mereka melepas tembakan pertama kearah Len,untungnya Len memiliki refleks yang bagus sehingga dia bisa menghindar.
"Lo semua mau tahukan siapa gue.Kalian pasti tahu dong dengan lambang ini"ucap Len dan melempar kan mereka lambang White Devil.Mereka semua terbelalak kaget melihat lambang White Devil selama ini mereka hanya mendengarnya tapi tidak terbayangkan akan langsung melawan White Devil,terlebih perasaan mereka semakin tidak enak melihat lambang White Devil.
"Kalian pasti tahu apa yang akan terjadi jika lambang White Devil telah keluar"ucap Len dengan senyum iblisnya.Mereka semua menelan ludah kasar,siapa yang tidak tahu makna dibalik itu semua,jika lambang White Devil telah keluar berarti kematian mereka tinggal menghitung menit saja.
"Tenang semua,dia hanya sendiri,tidak mungkin dia bisa melawan kita semua"ucap salah satu penjaga dan menatap remeh kearah Len,membuat penjaga lain juga melakukan hal yang sama.
Len hanya menatap datar penjaga-penjaga itu.Len mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya membuat mereka bersikap lebih waspada,dia melemparkan mereka sebuah gas air mata,membuat mata mereka menjadi perih,penglihatan mereka menjadi tidak jelas.
Tak menyia-nyiakan itu semua,Len dengan santai menembaki mereka semua,Len menanamkan setiap penjaga 10 buah peluru dan itu tepat bagian kepala mereka.Mereka semua tewas tanpa ada yang tersisa.
"Bodoh,kalian meremehkan orang yang salah"ucap Len dengan tatapan bengisnya.
Disisi Lain.
Janie sedari tadi telah seledai memindahkan semua berkas berkas nya,dan sekarang dia tengah melakukan sesuatu yang pastinya akan membuat seluruh dunia gempar.
"Selesai"Gumamnya.Janie melihat di sekitarnya memastikan tidak ada orang,merasa aman,Janie berteleportasi kelantai satu,dan berjalan keluar dengan santai,di depan pintu sudah ada Len yang menunggunya.
"Hai paman"sapa Janie dengan senyum yang membuat Len merinding.
"Janie,paman bisa meminta sesuatu tidak?"tanya Len
"Apa paman?"
"Berhenti tersenyum seperti itu,kamu menakuti paman"ucap Len,Janie melunturkan senyumnya dan menatap datar Len.Len dan Janie berjalan menuju kearah mobil mereka berdua yang berada jauh dari gedung perusahaan Eyn
"Paman mulailah menghitung mundur dari 10"ucap Janie,Len bingung tapi tetap menuruti ucapan Janie.
5...4...3...2...1...
Setelah hitungan kesatu,Len bisa melihat gedung perusahaan Eyn yang hancur secara bertahap dari lantai atas hingga bawah,untungnya disekitar perusahaan Eyn tidak ada rumah sama sekali.
Janie menutup matanya dan menghayati suara ledakan demi ledakan.
"Karya seni yang bagus"ucap Len takjub dengan pemandangan di depannya.
Setelah puas melihat hasil karya seni nya dan menikmati suara ledakan yang bagaikan aluna melodi bagi Janie dan Len,Len bergegas mengemudikan mobil dan pulang menuju rumah Lay.
-
-
-
-
Janie dan Len telah sampai dirumah Lay.
Mereka berdua masuk kedalam dan melihat Lay yang duduk di ruang tamu menunggu mereka.
Janie berjalan kearah Lay,dan memberikan flash yang bersi berkas yang telah dia pindahkan.
"Aku pikir ada yang menarik disana ternyata tidak ada"Batin Janie.
Janie melangkah memasuki kamar mandi.Beberapa menit kemudian Janie keluar dari kamar mandi,Janie melangkah ke Walk in closet dan memakai piyama berwarna cyan,setelah itu menuju kemeja rias untuk mengeringkan rambutnya,dan merapikannya.
Setelah usai,Janie melangkah keluar dan menuju ruang tamu.
"Kakak ngapain disini?"tanya Janie melihat kakaknya yang tengah berbincang dengan Lay.
"Emangnya nggak boleh"ucap Jerry dengan wajah cemberut.
"Bukan gitu kak,tapi inikan udah malem,Mommy sama Daddy pasti nyariin kakak"ucap Janie.
"Mereka juga nyariin kamu dek,kamu ikut kakak pulang yah"pintah Jerry.
"Janie nggak tahu kak"ucap Janie dingin dan berbalik menuju kamarnya.
Jerry menatap sendu punggun adik nya.
"Beri dia waktu dulu Jerry,semuanya butuh proses tidak semudah itu kamu bisa membujuknya,hati yang beku akan sangat sulit untuk di lelehkan,atau bahkan tidak akan bisa"ucap Lay menepuk pundak Jerry.Jerry mengangguk pasrah.
"Paman,Jerry keatas dulu,Jerry mau nginep malam ini mau nemenin Janie"ucap Jerry yang diangguki Lay.
Tok...Tok...Tok...
Suara ketukan pintu membuat lamunan Janie terbuyarkan,dengan langkah malas Janie berjalan membukakan pintu.
"Ngapain?"tanya Janie.
"Kakak mau tidur bareng kamu"ucap Jerry.
"Nggak mau"ucap Janie yang akan menutup pintu tapi tangan Jerry lebih dulu menahan gagang pintu.
"Kakak nggak nerima penolakan"ucap Jerry dan tiba-tiba menggendong Janie ala Brydal Style,kaki kanan nya menutup pintu,dan dengan susah payah dia mengunci pintu.
Jerry berjalan kearah kasur king size Janie dan membaringkan Janie dengan hati-hati.Jerry ikut membaringkan tubuhnya di samping Janie,Jerry menarik Janie kedalam pelukannya.
Janie hanya pasrah dengan sikap kakaknya yang begitu manja.
"Kak,kalau suatu saat nanti Janie udah nggak ada apa yang bakal kakak lakuin?"tanya Janie tiba-tiba membuat Jerry langsung menatap dirinya.
"Kamu ngomong apa sih,jangan ngaco"ucap Jerry kesal dengan pertanyaan adiknya.
"Kan aku nanya doang kak"ucap Janie.
"Kakak bakalan ikut pergi sama kamu"ucap Jerry,mata Janie terbelalak kaget.
"Jangan dong kak,yang jagain Mommy sama Daddy siapa dong"ucap Janie dengan wajah cemberut.
"Janji yah kak,kakak bakal tetap bertahan walaupun ng.."ucap Janie terpotong dengan suara dingin Jerry.
"Kakak nggak mau bahas ini lagi,tidur besok sekolah"ucap Jerry,dan bangun dari tidurnya dan melangkah ingin pergi tapi ditahan dengan tangan lembut Janie.
"Maafin Janie,Janie nggak bakal nanyain ini lagi"ucap Janie dengan kepala menunduk.Jerry menghela napas,dan duduk di depan Janie,Jerry mengecup singkat kening Janie.
"Maaf kakak nggak bermaksud bersikap dingin kepada kamu,kakak hanya nggak suka dengan pertanyaan kamu,kamu udah tahukan seberapa tersiksa nya kakak berapa tahun tanpa bicara sama kamu"ucap Jerry dan memeluk Janie dengan erat.
"Iya,kak Janie minta maaf"ucap Janie.
"Udah,tidur yuk besokkan sekolah,kamu itu kalau dibangunin susah banget,ngebo sih"ucap Jerry.Janie mengembungkan pipinya serta bibir yang mengerucut,membuatnya terlihat sangat imut.
"Ish,kakak tuh yang ngebo"ucap Janie kesal.
"Idih,yang ngebo kan kamu kok jadi kakak sih"ejek Jerry.
"Terserah kakak ajalah"ucap Janie dan membaringkan tubuhnya membelakangi Jerry.
"Idih ngambek lagi,kek anak kecil aja sih"ucap Jerry tapi tak ada sahutan sama sekali.
"Dek maafin kakak dong,kakak kan becanda doang,kok malah ngambek sih"ucap Jerry mencoba membujuk Janie,tapi lagi-lagi tidak ada sahutan.
Jerry membalikkan badan Janie,dan terkejut ternyata Janie telag tertidur.
"Pasti capek banget yah"gumam Jerry dan merapikan rambut Janie yang menghalangi wajahnya.
"Good Night,baby"bisiknya pelan dan memeluk pinggang Janie posesif.
Holla guys,maaf yah baru up soalnya paketan data habis sih..
jangan lupa yah,Vote,Like,Coment,and Rate