
Rapat masih terus berlanjut.
"Shouto,sehari sebelum semuanya terjadi,bawa adikmu keluar,setelah itu tunjukkan wujud aslimu dan jangan pernah kembali kesana,tepat malamnya ikut denganku akan ku beri mereka kejutan dengan adanya dirimu!"ucap Vezia dingin dengan seringai kejamnya terpatri dibibir cantiknya.
"Dimengerti Queen!"ucap Shouto.
"Pertemuannya sampai di sini selesai,Untuk para Pangeran kuharap waktunya tiba nanti kalian tidak mengecewakan ku!"Ucap Vezia menatap satu persatu Pangeran dihadapannya,mereka mengangguk mengerti.
"Kak Alvin,Kak Arvin,malam ini temui aku dikamarku,kita akan membahas mengenai masalah yang akan kalian tangani.Kak Key,Kak Elios,dan Kak Zian,aku serahkan pemilihan Ksatria yang akan ikut pada kalian,latihan dari sekarang.Untuk masalah obat obatan aku serahkan pada Alchemist!"ucap Vezia.
"Iya Baby!"ucap Mereka serempak.
Vezia mengangguk puas.Saat Vezia akan melangkah dirinya merasa pusing.Dan hampir akan terjatuh jika tak ada Varrel yang menahannya,mereka semua memandang khawatir kearah Vezia.
"Master,ini waktunya anda meminum darah!"ucap Goldy.
Vezia hanya diam wajahnya semakin pucat,dirinya mencoba mengontrol agar tak kehilangan kendali.
"Zizi,kamu kenapa?"tanya Raja Lucas khawatir.
"Ay..ayah,da..darah!"ucap Vezia terbata,mereka semua bingung dengan ucapan Vezia.Tapi Raja Lucas paham,dirinya menarik Vezia kedalam pelukannya.
Raja Lucas menurunkan sedikit bajunya,membiarkan Vezia mengigit bahunya.
"Pelan-pelan sayang,minumlah!"ucap Raja Lucas,dirinya tidak merasa sakit dengan gigitan taring tajam Vezia tapi dirinya merasa sakit melihat anaknya seperti ini.
Seisi ruangan dibuat terkejut dengan pemandangan Vezia memiliki taring,sudah dipastikan Vezia memiliki darah Ras Vampire.
"Zio!bantu aku jelaskan!"telepati Vezia tiba tiba.Untungnya Zio selalu memantau keadaan sang Ratu jadinya dia dengan cepat datang dihadapan mereka.
"Sudah baikkan sayang?"tanya Raja Lucas,sembari mengelus lembut kepala Vezia.Vezia hanya mengangguk dan menyandarkan kepala nya di dada bidang ayahnya.
"Maaf karena secara kebetulan saya muncul disini,saya hanya ingin menjelaskan,anda mungkin tidak tahu tentang ini Raja Lucas,tapi ayah anda tahu perihal hal ini,dulu sebelum Ratu Vampire terdahulu mati,dia pernah mengatakan salah satu kerajaan akan memiliki darah Ras Vampire Zeun dan Veun,dan Putri Vezia lah yang mendapatkannya,itu dikarenakan Ayah anda dulu juga memiliki sedikit darah Ras Vampire!"jelas Zio.
Mereka semua terkejut tentu saja.
"Tapi tenang saja,Ras Vampire Zeun hanya akan meminum darah sebulan sekali,ini pertama kalinya Putri meminum darah dikarenakan baru beberapa minggu yang lalu segel Ras Vampire di tubuhnya telah terbuka!"jelas Zio lagi.
Helaan napas lega terdengar,tapi Raja Lucas beserta keluarga Vezia yang lain menatap Vezia dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu ayah?"tanya Raja Lucas dingin.
"Maafkan Zizi ayah,Zizi cuma nggak mau buat kalian khawatir,Zizi juga takut jika kalian menjauhi Zizi karena Zizi punya darah Vampire!"ucap Vezia lirih.
Mereka semua menghela napas.
"Dengar sayang,kami sudah pernah bilang kepadamu,walaupun kamu berbeda dari kami,kami akan tetap menyayangi kamu karena kamu permata kecil kami,dan lagi ini memang sudah takdir,dan lagi ini dari kakekmu,jadi tak apa,selagi kamu masih tetap menjadi Putri kami,kamu itu putri kandung ayah,walaupun kamu berbeda ayah tetap akan menyayangi kamu!"ucap Raja Lucas lembut dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Makasih ayah,Zizi sayang ayah!"ucap Vezia memeluk erat ayahnya.
Mereka semua tersenyum lega.
"Tenang saja,kita akan merahasiakan ini kepada siapapun yang tahu hanya lah kita!"ucap Raja Frost.
"Terimah kasih!"ucap Raja Lucas,mereka mengangguk dengan senyum tulus kearah Raja Lucas
"Ayah darahnya masih kurang!"ucap Vezia.
"Kamu minum darah kakak aja,sini!"ucap Lenzi,Vezia mengangguk,tapi sebelum itu dirinya memberi pil penambah darah kepada Lenzi.
"Kakak makan ini,agar nanti kakak tidak kekurangan darah!"ucap Vezia,Lenzi mengangguk memakan pil itu,sembari menyingkap baju nya,membiarkan adik kesayangannya itu meminum darahnya.
Selama Vezia menghisap darahnya,Lenzi mengelus kepala Vezia lembut.
"Darah kakak manis!"ucap Vezia di selingi senyuman.
Lenzi tersenyum,mencium dahi Vezia.
"Kalau mau minum darah bilang,nanti kakak atau yang lain bakalan kasih,paham!"ucap Lenzi.Vezia mengangguk.
Vezia berbalik menatap kearah Zio.Zio menunduk hormat.
"Ada yang bisa saya bantu Putri?"tanya Zio, membuat seisi ruangan bertanya tanya kenapa tangan kanan Ratu Vampire begitu menghormati Vezia.
Seakan tahu pikiran mereka Zio pun menjawab,dengan dibumbui sedikit kebohongan.
"Ratu Vampire terdahulu memerintahkan saya menjaga Putri Vezia,kenapa Putri Vezia karena Ratu Vampire terdahulu sudah tahu jika dialah yang memiliki darah Ras Vampire,terlebih Putri Vezia memiliki darah Ras Vampire Zeun bangsawan yang berarti ada beberapa sedikit darah dari Ratu Vampire terdahulu!"jelas Zio.
Mereka menatap terkejut Vezia,huh anak ini terlalu sempurna,pikir mereka.
"Bisakah saya meminta tolong,anda sudah tahu bukan rencana yang kami buat tadi!"ucap Vezia dingin.Zio mengangguk.
"Karena pertemuan diadakan pada malam hari,saya mau anda dan pasukan anda membunuh habis penyihir hitam tanpa tersisa lakukan pada siang hari,dan pastikan kematian mereka tidak terdengar sampai di telinga kerajaan di benua Vroz,mengerti!"ucap Vezia.
"Saya mengerti Putri,akan saya laksanakan,kalau begitu saya permisi!"setelah mendapat anggukan dari Vezia,Zio menghilang.
"Anak mu ini sungguh istimewa Lucas,dia bahkan mampu memerintah pasukan Vampire,huh andai dia menjadi menantuku!"ucapan Raja Denzi sukses membuat mereka semua menatap tajam kearahnya.
"Maaf maaf saja,aku takkan membiarkan cucuku,menikah dengan salah satu putramu!"ucap Raja Erland dengan senyum mengejek.
Vezia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keluarganya.
"Sekarang kita makan siang sudah waktunya makan siang!"ucap Enzi.Mereka mengangguk.
***
Keheningan yang ada di meja makan,meja makan yang biasanya hanya terisi anggota kerajaan Fioska dan Duntler kini juga terisi dengan adanya kerajaan Frost,Denzi,dan Tenzia.
Bibi serta nenek Vezia telah mengetahui tentang masalah Vezia yang menjadi seorang Vampire,mereka tidak masalah sama sekali yang penting Vezia tetap bersama mereka.
Setelah makan siang itu,mereka belum beranjak sama sekali.Vezia menatap kearah ayahnya yang juga menatapnya.
"Kenapa baby?"tanya Raja Lucas.
Raja Lucas menatap kearah keluarganya yang lain.Mereka mengangguk setuju,mereka tidak masalah jika suatu saat nanti ada yang membenci Vezia,mereka akan menjadi tamemg bagi Vezia.
Raja Lucas mengangguk.
"Saya hanya ingin memberi tahu jika Putri kerajaan Fioska dan Duntler memiliki darah Vampire bangsawan Zeun!"ucapan Raja Lucas membuat mereka yang baru mengetahuinya terkejut.
Vezia sudah siap dan masa bodoh dengan tanggapan tak suka orang lain,tapi reaksi mereka ini justru membuat Vezia bingung dan terkejut.
"Wah benarkah,aku ingin sekali taringnya,bolehkah?"tanya salah satu Putri kerajaan Denzi.Bukan hanya dia,tapi yang lainnya juga terlihat antusias.
Vezia mengangguk setuju,menampilkan taring tajamnya,Putri tadi langsung menatap berbinar.
"Kau terlihat sangat cantik dengan taring itu!"ucapnya,Vezia tersenyum tipis lalu menghilangkan taringnya.
"Kalian tidak membenciku?"tanya Vezia.
Mereka semua menatap bingung Vezia.
"Kenapa kami membencimu hanya karena kau Vampire,dan lagi kami tahu kau adalah orang baik,kau tidak mungkin menjadi jahat hanya karena itu,kami tidak masalah sama sekali karena kau sudah banyak membantu kami,Vampire Zeun kan juga baik!"ucap Putri tadi.
Vezia tersenyum tipis menanggapi.
"Terimah kasih!"ucap nya,putri tadi tersenyum.
"Oh yah,perkenalkan namaku Gildy Denzi Putri keempat!"ucap Gildy putri yang sedari tadi bicara.
Vezia mengangguk,tatapannya beralih kearah Astesia dan Felly yang menatapnya sedari tadi ketika mereka tahu dirinya dalah Vampire.
"Kenapa,apa kalian takut?"tanya Vezia dengan suara datar.
"Tidak,kami tidak takut kami hanya kagum bagaimana bisa kau sesempurna ini,astaga"ucap Felly antusias bahkan saking antusiasnya dia melupakan tata krama seorang Putri.
"Kak Felly,kita berada di depan para Raja!"tegur Vezia,Felly hanya menunjukkan cengirannya.
"Vezia,aku ingin tahu bagaimana rasanya digigit Vampire!"ucapan Polos Felly membuat mereka menganga.
Vezia geleng geleng kepala.
"Untuk Vampire sepertiku,orang yang kugigit tak merasakan sakit hanya geli!"ucap Vezia.
"Benarkah?"Vezia mengangguk.
Felly maju mendekati Vezia dan menyodorkan tangannya.Seakan tahu Vezia memunculkan taringnya membawa tangan lembut Felly dan mengigit nya.
"Wah benar,ini terasa geli dan juga bekas gigitannya tak ada sama sekali!"ucap Felly setelah Vezia meminum sedikit darahnya.
"Itu keistimewaan Darah Bangsawan Vampire!"ucap Vezia dengan raut wajah yang masih sama dingin.
Felly mengangguk anggukan kepalanya.
"Kalau ingin meminum darah katakan saja padaku!"ucap Felly.
Vezia menyentil dahi Felly.Membuat Felly cemberut.
"Kau ingin mati muda karena darahmu habis ku minum!"ucap Vezia berniat menakuti Felly.
"Tak apa asalkan kau tetap ada dihadapanku dan menjadi sahabatku"ucapan Felly membuat Vezia tertegun.
Vezia memeluk Felly erat dibalas pelukan erat dari Felly.Sungguh persahabatan mereka membuat yang lain nya terharu,walaupun salah satu dari mereka,Vampire tak membuat sahabatnya menjauhinya.
"Ah,sahabatku ini pandai sekali berbicara,sama seperti Felly akupun begitu!"ucap Astesia dan ikut dalam acara pelukan mereka.
Mata Vezia beralih kearah Gildy yang menatap mereka.Vezia melambaikan tangannya meminta Gildy mendekat.Gildy tanpa basa basi berlari kearah mereka dan menubruk mereka dengan pelukan hampir saja mereka terjatuh untungnya Vezia kuat menahan mereka.
"Astaga kak Gildy,hampir saja terjatuh!"ucap Vezia geleng geleng kepala dengan tingkah sahabat barunya yang tak beda jauh dengan Felly.
Mereka yang melihat itu merasa sangat senang,terlebih Raja Denzi karena selama ini Putrinya itu terlalu kaku dan dianggap sombong oleh orang lain maka dari itu sulit mendapatkan teman untuknya.
"Yeay..ayah aku mendapatkan teman pertamaku,bukan maksudku sahabatku!"ucap Gildy senang,Ratu Denzi dan Raja Denzi balas tersenyum senang.
"Terimah kasih Putri Vezia,karena mau menjadi sahabat Gildy!"ucap Ratu Denzi.
"Tentu bibi!"ucapnya Vezia.
"Sekarang kita kekamarku,aku memiliki cemilan,tentu ini pertama kalinya Kak Gildy memakan nya kan?"tanya Vezia.
"Tidak ini kedua kalinya,pertama kalinya saat di aula tes Academy!"ucap Gildy,Vezia mengangguk.
"Kami pamit!"ucap mereka,para orang tua hanya mengangguk.
Mereka berjalan keluar,meninggalkan orang orang yang tersenyum senang dengan persahabatan mereka.
"Anakmu memang seorang malaikat!"ucap Ratu Denzi menatap Raja Lucas.
"Hahah,Ratu jika Zizi mendengarmu dia akan menyela dan mengatakan dirinya Iblis!"ucap Arvin dengan sedikit tawa,membuat yang lainnya bingung dengan ucapan Arvin.
"Iblis?"bingung yang lainnya.
Arvin mengangguk.
"Iya.Dia selalu bilang kalau dia itu seperti iblis,bukan malaikat itu karena dia suka membunuh!"ucap Arvin.
"Tidak dia itu malaikat bagi orang baik,dan iblis bagi orang jahat!"ucap Ratu Frost membenarkan.Mereka semua mengangguk setuju.
"Yah dia memang malaikat,malaikat kecil kami!"batin semua nya.
Mereka merasa bahagia dengan adanya Vezia.
Holl guys..Jangan lupa dukungannya yah😉