Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS155



"Salam Yang Mulia Ratu Kerajaan Vampire"Suara pemuda dibelakangnya membuat Vezia berhenti menuju ke kantornya karena pembukaan upacara sudah selesai,dia perlu kembali ke Manornya karena Team Reapers perlu berlatih kembali,dan tentu saja Vezia secara khusus kali ini yang membuat mereka melawannya.


Zio terlihat sangat bersemangat saat berbalik menghadapi seorang pemuda dengan tiga orang sikembar dibelakangnya,walaupun Zio tidak mengungkapkan ekspresinya.


Vezia mengangkat alisnya terkesan,bukan karena Melvin secara berani menemuinya tapi terkesan seberapa hebat Melvin bisa menutupi tentang tiga saudara angkatnya dari penyelidikan Allena.Zio jelas tahu siapa 3 kembar ini atas perkenalan mereka saat dia mengutus Zio,Melvin pasti juga tidak menyembunyikan adiknya dari Ratunya.


Vezia mengangguk dan menatap Melvin dengan pandangan tanya,berpura-pura tidak mengenalinya.


Melvin terbatuk canggung,dan sekilas melirik Zio yang tersenyum nakal kearahnya,"Ah Ratu,aku lupa ini adalah pemuda yang ada mintai saya untuk bicara dengannya.Keturunan terakhir sama seperti anda"Zio menjawab dengan bisikan diakhir.


Vezia terkesan dengan nada hormat buatan Zio untuknya,"Hmm,ikut denganku.Kita akan bicara secara pribadi"Vezia kembali berbalik dan berjalan membimbing mereka pergi kekantornya.


Vezia duduk dengan anggun dan angkuh,mengangguk mempersilahkan Melvin dan tiga kembar untuk duduk didepan sofa yang berhadapan dengan sofanya,sementara Zero dan Jeno mengambil tempat di kiri dan kanan,dan Zio mengambil tempat lain disebelah Melvin.


Vezia diam-diam menyeringai geli,yah dia mendapat sebuah ejekan untuk Zio,"Kau terlalu dekat dengannya Zio,aku takut Regan akan murka jika dia melihat kalian berdua terlalu dekat.Lihat bahkan bahu kalian saling menyentuh"


Entah Zio yang kaget mendapati telepati tiba-tiba atau karena takut ucapan Vezia benar,dia menjauh dari Melvin dengan mata melotot.Vezia membawa tinjunya didepan mulutnya berpura-pura berdehem meredam tawa yang akan mengancam keluar melihat Zio.


"Serius Vezia,sebenarnya apa salahku padamu Hah?!!BISAKAH KAU BERHENTI MENJODOHKANKU,JIKA ITU PEREMPUAN YA,TAPI INI LAKI-LAKI!!"Zio tidak tahu sudah berapa kali dia kesal hari ini,dan pasti ini semua karena ulah Regan(poor Regan yg jadi kambing hitam),dan tentu saja Vezia yang selalu mendapat ide untuk membuatnya kesal,sepertinya dia harus benar-benar menjauhi Regan.


"Siapa mereka?"Vezia melirik tiga orang kembar walaupun dia sudah tahu mereka siapa dari Zio yang telat memberitahunya sebelum turnamen,tapi sebenarnya tidak penting juga.


"Mereka adik-adik saya"Melvin dengan ramah dan tenang menjawab,ketiga orang kembar itu mengangguk sopan walaupun mata kagum dan menyembah dari mata mereka ke Vezia terlihat jelas.


"Adik?"


Melvin tersenyum canggung,"Adik angkat saya Ratu.Ketika umur saya 3 tahun,saya ditemukan di hutan oleh keluarga Tastor dan diangkat menjadi putra pertama dan pewaris,walaupun saya menolak karena itu hak ketiga adik saya"Melvin jelas tidak boleh menyembunyikan sesuaru dari Ratu terutama identitasnya,kecuali itu memang bermaksud sangat pribadi.


"Begitu.Lalu ada masalah apa kau menemuiku?"Vezia bisa melihat Melvin melirik memberi kode kearah 3 adiknya.


Vezia tahu maksud Melvin,menjentikkan tangannya salah satu penjaga bayangan yang dikirim Allena dengan cepat berdiri dibelakang sofanya.


"Siap menerima perintah Ratu"


"Bawa ketiga anak muda ini ke asrama Academy mereka.Pastikan mereka kembali dengan aman"Vezia memberi perintah tanpa melihat kearahnya,yang tentu langsung dilakukan penjaga bayangan itu yang sekarang sudah menunggu dipintu yang terbuka lebar,3 saudara kembar itu mengangguk dan membungkuk sebelum pergi.


Vezia melempar mantra privasi sehingga tidak memungkinkan siapapun mendengar dari luar,karena saat ini dia harus waspada dengan banyaknya Academy menyatu apalagi adanya Academy Saintess disini.Bukan hal yang tidak mungkin jika saja mata-mata ditempatkan disini untuk memata-matainya.


Melvin tiba-tiba berdiri dan berlutut didepan Vezia,"Saya Melvin Ans Zeun,keturunan generasi kedua bangsawan Vampire Zeun siap menerima hukuman atas kelalaian saya tidak memenuhi panggilan Yang Mulia Ratu ketika kebangkitan Klan Vampire Zeun terjadi"Ucap Melvin dengan suara tegas,dan berani tanpa ragu-ragu,kepalanya menunduk tidak ingin lancang menatap mata Ratunya.


Vezia bersenandung lembut terkesan dengan Melvin dan keberaniannya meminta hukuman,jelas dia tahu apa hukuman yang diberikan kepada Vampire yang tidak mematuhi Ratu terlebih sampai mengabaikan panggilan kebangkitan darinya,tapi Vezia tidak bisa menghukum Melvin ketika alasan yang dibalik pengabaiannya jelas hal yang penting.Tapi walaupun begitu Vezia masih ingin mendengar alasannya langsung dari Melvin,selain itu ada hal yang sangat penting mereka bicarakan tapi tidak sekarang,tidak saat Zero dan Jeno disini.Karena pembicaraan ini sangat sensitif dan dia pastikan Zero dan Jeno akan menghancurkan Academy jika mereka mendengarnya.Dan paling memungkinkan,Zero dan Jeno pasti akan mengirim pesan kepada keluarganya dan dia benar-benar tidak ingin menghadapi murka protective keluarganya,apalagi Ayahnya dan kakak pertamanya yang tempramental.


"Apakah kau memiliki alasanmu?"


Melvin ragu-ragu untuk bicara,sehingga tanpa sadar dia melirik Zio meminta bantuannya.Dia sudah menganggap Zio mitra jahilnya karena sikap mereka yang 11/12.Zio mengangguk meyakinkan jika semua akan baik-baik saja.


"Saya minta maaf jika saya lancang mangabaikan panggilan anda Ratu,tapi saat itu tepat ketika Ritual terjadi keluarga angkat saya menghadapi masalah dengan beberapa bangsawan yang mencoba menggulingkan kami,jadi saya sebagai anak tertua tidak bisa tinggal diam.Terlebih saat itu Ibunda saya sedang sakit,jadi saya perlu membantu Ayah saya menghadapi masalah.Saya siap menerima hukuman apa saja yang anda berikan kepada saya Ratu"Melvin menjawab tanpa mengangkat kepalanya,dan menunggu tanggapan Vezia.


Tapi tiba-tiba tubuhnya terasa gemetar dan merinding,"Apa menurutmu aku kejam?"suara dingin dan menusuk Vezia benar-benar membuatnya merinding,tidak salah jika banyak yang mengatakan bahkan dengan aura Ratu Kerajaan DIV mampu melumpuhkan lawannya.


"Saya tidak bisa menilai ketika saya tidak berinteraksi secara langsung dengan anda Ratu,saya tidak ingin dianggap lancang dengan menjawab secara sembarang.Tapi bagi saya yang untuk pertama kali melihat anda,anda terlihat sadis"Tanpa ragu Melvin menjawab membuat Zero,Jeno,Zio dan Vezia terkesan dengan jawabannya yang sangat jujur.


Vezia terkekeh tetapi berubah menjadi tawa anggun,dan terdengar sangat sadis dan kejam apalagi dengan matanya yang berkilat penuh minat kearah Melvin.Dan jujur saja bagi Zio,tawa Vezia bukanlah hal yang baik dengan tatapan itu walaupun dia tidak yakin apakah itu akan baik untuk Melvin,tapi pasti Vezia merasa Melvin adalah orang yang sangat menarik.


Vezia terkesan sangat terkesan,sejauh ini selain Zero dan Jeno yang memang telah lama hidup bersama,dia tidak pernah menghadapi atau mendengar Guardian Angelnya yang lain berani menjawabnya seberani Melvin.


"Kau tahu Melvin kau membuatku tertarik untuk menantangmu dan mempersembahkanmu pada maut,kau adalah orang pertama yang secara terang-terangan mengatakan padaku jika aku sadis.Yang aku akui,aku memang.Karena bersikap lunak hanya akan membuatmu terlihat lemah"Vezia terkekeh dan bertepuk tangan.


Zio merinding dan mengasihani Melvin,oh ya jika Vezia sudah bilang mempersembahkan pada maut itu berarti Melvin orang berikutnya yang akan menghadapi sangkar kematian dan akan mendapat pelatihan paling berat setelah Rayyen.


Melvin sendiri sadar jika itu memang bukan pertanda baik,tapi dia tidak takut tapi dia bersemangat dia telah lama ingin ini.Dia ingin dilatih secara langsung oleh Ratu,karena dia tahu dan dengar jika pasukan Kerajaan DIV dilatih langsung oleh Ratu hingga sehebat itu.


"Kau bisa duduk kembali Melvin,aku tidak akan menghukummu ketika alasanmu untuk mengabaikan adalah hal yang penting,jika aku diposisimu aku juga akan melakukannya.Karena hal terpenting didunia ini adalah keluargamu walaupun mereka bukan sedarahmu"ucap Vezia dengan senyum tipis kearah Melvin yang tersenyum tulus.


Vezia meletakan kembali cangkirnya dan beralih kemasalah mereka,"Kau pasti memiliki tatoo seperti yang dimiliki Kakakku bukan?"Zero mengangkat bajunya dan berbalik belakang memperlihatkan tatoo dipunggungnya.


Melvin memang melihat Tatoo itu tapi dia lebih terpaku dengan punggung tegak dan tegas penuh akan goresan goresan pertanda jika dia telah melalui banyak peperangan.


Vezia tahu itu,dia telah meminta Zero dan Jeno agar mereka memakai salep buatannya untuk menghilangkan bekas luka itu,tapi mereka berdua bilang mereka tidak ingin.Ini sebagai pertanda dan pengingat jika mereka telah bekerja keras dan selalu melindungi Vezia.Bagi mereka bekas luka ini bukan apa-apa ditambah lagi,mereka merasa lebih bahagia dengan bekas bekas luka itu.


Vezia mengelus bekas paling besar dibelakang punggung Zero membuat kakaknya itu terkejut dengan tangan hangat tiba-tiba dibelakang punggungnya,Zero dengan cepat menurunkan baju berbalik dan memeluk Vezia.


Dia tahu Vezia masih sedih karena luka itu mengingatkan Vezia ketika Zero menghalangi pedang untuknya ketika mereka menghadapi salah satu Sekte terbesar yang bekerja sama dengan Benua Vroz yang berniat membalas dendam ketika usianya 13 tahun,saat itu Vezia memasuki mode kebangkitan penuh Rasnya sehingga tubuhnya dalam keadaan tidak sehat untuk melawan ditambah lagi mereka dalam perjalanan menuju Kerajaan tetangga lain atas utusan Ayahnya yang dia bersikeras untuk ikut,dia tidak tahu jika akan terjadi seperti itu.


Dan setelah itu Vezia membalas dendam,yang memang benar satu Kerajaan bersama wilayah yang dia hancurkan dalam semalam adalah kota tempat para Sekte sialan itu tinggal,dan juga pembalasan itu atas perintah Kerajaan mereka.


Vezia sudah pernah bilang dia tidak baik tapi tidak jahat,dia bisa membantai orang yang tidak bersalah,dan juga tidak akan membunuh musuh jika musuhnya sangat berguna untuk rencana masa depannya,beri contoh pada Taylor mereka tidak segera membunuhnya karena dia masih sangat berguna menjebak dalang pembunuhan adik sepupu Allena walaupun sebenarnya itu bukan urusannya.


"Hei,tidak apa-apa.Ini hanya bekas,ini juga membuatku senang memilikinya karena itu membuktikan aku benar-benar pantas menjadi ksatriamu untuk melindungimu"Zero mengelus kepala Vezia pelan.


Vezia mengangguk dan kembali duduk tegak kembali menatap Melvin yang menatap takjub kearahnya dan Zero,Vezia berdehem dengan canggung kembali ke percakapan."Jadi aku berasumsi kau juga memilikinya?"


Melvin mengangguk dan mengangkat lengan baju dan memperlihat tatoo yang berada dibagian atas lengannya.


"Apa kau tahu arti tanda itu?"Vezia melirik tanda Melvin sedikit terkejut karena tanda Melvin sama seperti Rayyen yang anehnya Zero,Jeno,Allena tidak memiliki hal yang sama seperti Rayyen dan Melvin.Diatas Tatoo yang menandakan jika dia Guardian Angel ada angka 4 dalam tulisan Yunani kuno dengan sebuah gambar kelelawar yang merupakan lambang Vampire,sementara Melvin 4,Rayyen sendiri 3 dengan lambang WereWolf.


"Saya tidak tahu Ratu,tapi setiap bulan sekali tanda dilengan saya terasa panas dan jika saya jujut tanda ini semakin panas sedari tadi semenjak bertemu anda"Jawab Melvin tangannya menggosok lengannya berusaha menghilangkan panas dilengannya yang memang jujur panas sedari tadi tapi dia tahan.


Vezia hanya menyeringai,"Apa kau pernah mendapat sebuah?mimpi bertemu seorang dewa atau berada di sebuah ruangan besar dengan cahaya paling terang?"Kali ini Jeno yang angkat bicara.


Melvin mengangguk membenarkan dan terkejut bagaimana bisa mereka tahu."Jelas saja kami tahu,kami memiliki Tatoo yang sama.Mimpi itu adalah mimpi yang nyata atau potongan dari ingatanmu yang hilang sebelum kau dikirim turun dari alam para Dewa ke dunia ini"Jelas Zero dengan tenang dan dingin.


"Alam para dewa?potongan ingatan?maksudnya?"


Vezia memutar matanya,"Menjelaskannya akan memakan waktu terlalu lama.Sebaiknya kita memulai ritual untuk Tatoomu,dengan begitu tatoonya tidak akan lagi panas dan kau bisa mendapat jawabanmu dari dirimu sendiri"ketus Vezia.


"Ritual?ritual apa?saya tidak mungkin melakukan Ritual jika saya tidak tahu apakah ini akan aman atau tidak"Bantah Melvin dan menatap Vezia kali ini dengan tegas dan menantang.


Vezia mengangkat alisnya dan menyeringai sadis,"Kau tidak akan percaya jika aku memberitahu.Tapi percayalah ritual ini tidak berbahaya,jika aku ingin kau mati aku memiliki jutaan cara membunuh dengan rasa sakit yang akan membuatmu memohon untuk mati dan tidak pernah dilahirkan"ucap Vezia dengan suara dingin,dan tajam.


Melvin merinding dengan kata-kata kejam Vezia,"Dan kau jelas tidak memiliki kepercayaanmu padaku sebagai Ratumu?aku sungguh kecewa,pertama kau mengabaikan panggilan aku masih toleransi karena alasanmu masuk akal,tetapi ketidak percayaanmu saja kau tidak percaya dengan keturunan langsung dari Ratu Vampire pertama"Vezia diam-diam menyeringai melihat wajah Melvin yang pucat dan tubuhnya tegang.Vezia tidak akan menjadi orang cerdas jika dia tidak tahu bagaimana membuat lawannya kalah hanya dengan perdebatan,apalagi untuk seorang seperti Melvin yang menghormati Ratu,kata-katanya sudah cukup membuat Melvin takut.


"Bukan begitu maksud saya,say percaya pada pilihan Ratu pertama dan saya juga percaya pada anda Ratu.."Melvin menunduk tidak berani menatap Vezia.


"Lalu?apa maksudmu dengan mengatakan tidak melakukan ritual ini aman atau tidak?kau pasti memiliki otakmu kan?aku tidak mungkin melakukan ritual untuk menyiksamu,karena penyiksaan dengan ritual hanya memiliki rasa sakit sedikit.Aku punya cara agar kau bisa merasakan rasa sakit yang lebih,misalnya memanah jantungmu dan membuatmu tetap hidup dengan rasa sakit,menguliti kulitmu,mengcungkil bola matamu,menaburkan garam atau sesuatu yang akan membuatmu semakin merasa tersiksa,aku juga bisa merendammu di air panas lalu memindahkanmu ke air dingin sehingga kau menjadi sebuah mainan hidup kesakitan,atau mungkin aku akan mengaduk pikiranmu agar kau memikirkan dunia kelammu sebagai penyiksaan mental.Bukankah ritual lebih baik dibanding penyiksaan ini bukan?"Vezia tersenyum seiring menyebutkan hukuman seolah dia sedang membacakan dongeng pengantar tidur kepada seorang anak,jika fakta dongengnya adalag sesuatu yang akan membuat anakmu tidak akan mau tidur selama beberapa hari.


Zio,Zero,dan Jeno tertawa keras melihat Melvin pucat dan nyaris terkencing membayangkan penyiksaan seperti itu diberikan padanya,seumur hidupnya dia tidak pernah mendengar ada metode menyiksa seperti itu.Dan oh terima kasih dia tidak ingin itu terjadi.


"Saya...saya akan mau melakukan ritualnya Ratu,kapan itu?saya bisa sekarang?apa yang perlu saya siapkan?"Melvin bicara dengan cepat wajah masih tetap pucat,Zio tidak tahan melihat wajah Melvin yang biasa tersenyum nakal dan selalu petakilan takut seperti ini.


Vezia tersenyum puas,"Kau bisa datang ke Manorku,sekaligus aku akan mengenalkanmu dengan dua orang yang sama sepertimu.Kau juga bisa membawa adik-adikmu,aku memiliki perpustakaan dan beberapa arena bertarung dan berburu jika mereka tertarik"Ucap Vezia kembali ke mode datar.


Melvin mengangguk cepat,"Kau bisa kembali.Nanti malam datanglah,aku akan mengutus salah satu bawahanku menjemput kalian.Tapi harap rahasiakan pertemuan ini dari siapapun"


Melvin tahu dari suara Vezia itu penuh ancaman dan resiko dari pelanggaran akan berat,mengingat hukuman yang diberitahu Vezia membuatnya pucat dan cepat mengangguk dan keluar.


Begitu memastikan Melvin keluar,Zio tertawa terbahak-bahak dan berguling-guling dilantai.


"Oh,oh aku...pfft..hahaha astaga..aku tidak tahan.Astaga hahahah kau kejam sekali padanya Vezia,kau...sungguh aku baru melihatnya sepucat dan nyaris mengencingi celananya sendiri,oh..perutku sakit!!"Zio berbicara dengan diselingi tawa dan terengah-engah.


Vezia menggelengkan kepala,tahu betul Zio menikmati melihat penderitaan orang orang yang dia nistakan.Maklumi saja Zio selalu menjadi sasaran empuk Vezia untuk menistakannya.


Vote...Like..Coment...