Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS157



2 hari setelah mimpi yang mendatangi Vezia,dia mulai berhasil berhenti memikirkannya,Vezia lebih memilih fokus pada rencananya.Dan mengajari murid-muridnya,sesekali akan mengunjungi Istana Kerajaan DIV untuk memantau perkembangan hewan yang dia ambil dari Noah,saat ini hewan itu belum sepenuhnya sadar karena potongannya berada pada Tyn.


Belum lagi hewan satu ini bukan hewan yang sama seperti Draxy dan Goldy yang Vezia menolak keras menyebut Draxy dan Goldy binatang ketika kedua orang itu berubah menjadi manusia.


Hewan itu merupakan penjaga pintu Tartarus,yap dia Carberus.Anjing kepala tiga hewan peliharaan Hades yang di beri perintah menjaga pintu Tartarus,Carberus itu bukannya lari tapi hewan itu ditakdirkan menjadi Familiar ketiganya.Berkah yang diberikan Dewa Kematian atas perintah keturunan Hades dan Pershepone.


"Maaf mengganggu Ratu,ada yang ingin bertemu anda"


Vezia mengangkat kepalanya menatap kearah pelayan wanita,salah satu bawahan terpercaya Allena yang diperintahkan untuk menjaganya selama Allena pergi dalam misi pentingnya.


"Siapa mereka?"


"Melapor Ratu,itu Melvin bersama adik-adiknya Ratu"


Alis Vezia terangkat sebelah Melvin?tidak biasanya anak itu mencarinya,biasanya dia mencari Zio untuk mengajaknya melakukan hal-hal yang akan membuatnya pusing.


"Baik,suruh dia kemari"


Pelayan wanita itu mengangguk dan pergi dengan kecepatan yang mencengangkan,tidak heran semua orang yang berada dibawah perintab Vezia terlatih bahkan hingga para juru masak dan pelayan kebersihan Manornya.Siapapun yang pernah datang di Manor maupun Istananya,baik Istana DunFio atau DIV akan merasa terpana dengan seberapa terlatih pelayan mereka.


Tidak akan salah apabila Kerajaannya dinobatkan sebagai Kerajaan terkuat,dari para pelayannya saja tingkat kekuatan mereka bisa menyaingi par bangsawan kelas atas,jadi bayangkan saja seberapa kuat tangan kanan dan Vezia sendiri.


Vezia menyeringai dan mengayunkannya tangannya membuka pintu,dan diam-diam tersenyum geli dibalik topeng dinginnya melihat Melvin yang berdiri dengan tampang bodoh dengan tangannya terangkat di udara siap untuk mengetuk pintu.


Ketiga adik kembarnya tertawa geli,tetapi menahan diri.Yang paling tua menyenggol tangan kakak angkatnya agar sadar dari kelakuannya yang terlihat seperti orang bodoh tidak tahu apa-apa.


Melvin masuk diikuti ketiga adiknya,dimana sibungsu yang terakhir masuk akan menutup pintu tapi terhalang karena seorang penjaga didepan telah menarik pintu lebih dulu.


"Tidak terduga,tidak biasanya kau datang menemuiku Melvin.Biasanya kau datang menemui Zio"Sinis Vezia dengan suara dinginnya.


Melvin tersenyum canggung dan duduk ketika telah diminta,"Maaf jika saya dan adik-adik saya mengganggu waktu anda Ratu"


Vezia mengangguk acuh meminta Melvin melanjutkan apa yang ingin dia bicarakan,"Apakah saya bisa meminta tolong kepada anda Ratu?"Melvin berkata dengan hati-hati dan diam-diam menatap wajah cantik Ratunya,oh tuhan ingatkan dia didepannya adalah atasannya dia tidak ingin lancang jatuh cinta.


Tapi Melvin sungguh penasaran setiap kali bertemu Ratunya,sebuah Tatoo sayap berwarna Gold gradasi putih itu selalu bersinar dan itu mengherankan karena bukan hanya Tatoo Ratunya tapi Tatoo kelelawar dibalik lengan bajunya diam-diam terasa hangat dan menyala,dia ingin tahu apakah Ratunya sadar memilili Tatoo dibelakang lehernya.


"Dan apa itu?"


Melvin melirik ketiga adiknya yang menunduk dengan wajah memerah,Vezia jelas memperhatikan itu.Dia tergoda ingin membaca pikiran mereka tapi tahu itu privasi mereka,Vezia masih memiliki sopan santun untuk orang orang yang menurutnya pantas menerimanya.


"Begini Ratu,ketiga adik saya ini sangat suka berada di Manor anda.Terutama untuk adik kedua saya,dia ingin membaca banyak dan ingin pengetahuan yang lebih dari perpustakaan anda.Dan jika anda tidak keberatan saya ingin ketiganya berada disini bersama saya selama saya dibawah pelatihan anda"Ucap Melvin dengan tenang berusaha untuk tidak menatap wajah Ratunya,yang membuatnya diam-diam memerah karena sedari tadi Ratunya itu menatap dia.


Vezia menatapnya bukan tertarik tapi hanya penasaran untuk menilai karakter Melvin lebih jauh,Vezia tidak ingin menghadapi orang seperti Senna dan Randy kedepannya,dia tidak bodoh sehingga dia tidak menyadari Tatoo Sayap dibelakang lehernya selalu terasa hangat dan menyala.Dan jika yang dikatakan Goldy benar Melvin kemungkinan menjadi Matenya begitupun Rayyen,berdasarkan angka yang tertera di lambang klan mereka masing-masing itu merupakan hitungan Mate Vezia.


"Kau tahu jika mereka bertiga ikut,kau harus mempersiapkan alibi yang pasti untuk guru-guru Academy mu bukan?aku tidak ingin siapapun tahu tentang siapa aku dan dirimu Melvin"Vezia melipat kedua tangannya dan menatap menantikan jawaban pasti Melvin.


"Anda bisa tenang Ratu,sebagai pewaris yang telah diberikan kebebasan didalam Academy tanpa syarat,saya bisa bertanggung jawab atas ketiga adik saya.Saya sudah mengatakan pada guru-guru saya jika saya berniat membawa ketiganya berlatih ditempat yang lebih baik"


Vezia merenung dan kemudian mengangguk setuju,"Baiklah kalau begitu,kau bisa mencari kepala pelayan untuk menunjukan kamar kalian.Jika adik-adikmu benar-benar ingin belajar mereka perlu menemuiku atau Zio dulu,terutama jika mereka ingin melakukan perburuan kehutan.Dan untuk adik keduamu,aku sangat senang melihat dia ingin belajar dia bisa memasuki perpustakaan dilantai 4"Ucap Vezia dengan senyum kecil mengarah kearah anak kedua kembar yang terbelalak kaget.


Bahkan Melvin menganga,perpustakaan lantai 4?!!Hell,bukan rahasia yang ada didalam Manor jika perpustakaan lantai 4 merupakan salah satu perpustakaan pribadi Ratu yang penuh dengan buku-buku langka yang jarang ditemukan di Benua ini bahkan Benua lain,dan hanya segelintir orang yang diizinkan masuk dan diantara itu hanya Zio,Zero dan Jeno ditambah Tamaro bahkan Shouto menghela napas iri setiap kali adiknya pamit untuk memasuki perpustakaan itu.


Binar akan harus pengetahuan terlihat dimata sikembar yang kedua,"Benarkah?apa saya benar-benar bisa masuk kesana?"


Vezia mengangguk dengan yakin,memanggil Tamaro melalui hubungan telepati yang tak butuh waktu lama untuk datang."Kau bisa ikuti dia,dia juga merupakan salah satu yang istimewa diizinkan masuk lantai 4.Kau bisa menjelaskannya kenapa Tamaro"Vezia tersenyum licik,ada alasan kenapa hanya Zero,Jeno,Zio dan Tamaro saja yang bisa memasuki perpustakaan itu.


"Kembar kedua bisa masuk jika itu tergantung perpustakaan itu menerimanya atau tidak.Tidak seperti perpustakaan lain,perpustakaan dilantai 4 seperti memiliki seorang makhluk hidup yang mendeteksi didalamnya,ruangan itu akan memberimu izin masuk jika kau memenuhi kualfikasi untuk bisa memasuki ruangan.Jika kau berniat mencari informasi dan hanya untuk itu ditambah kau menyalah gunakan pengetahuan didalam sana,sihir itu akan tahu dan mencegahmu masuk.Tapi jika kau berniat dan memang sungguh-sungguh belajar,haus akan pengetahuan dan bisa menggunakan dengan baik,ruangan itu akan menerimamu"Tamaro menjawab dengan semangat,sebagai salah satu yang spesial dia merasa sangat bangga bisa masuk kesana.


Ruangan itu memang berisi sihir,tepatnya ruangan itu berisi Rune sihir Kuno leluhur keluarganya.Vezia melakukannya agar tidak sembarang orang bisa masuk kesana tanpa izinnya.


"Bagaimana jika misalkan aku memang beniat memasuki ruangan itu,dan aku benar-benar ingin belajar,awalnya aku tidak akan menyalah gunakan pengetahuanku.Tapi bagaimana jika suatu waktu aku berniat menyalah gunakannya?"tanya sikembar terakhir,kagum dengan cara kerja ruangan itu tapi dia tidak yakin dia bisa masuk,dia pintar tapi tidak sekutu buku saudara kembar keduanya.Tidak heran apabila diantara mereka bertiga kembar,dalam hal teori dan strategi kakak kembar keduanya lebih jenius dibanding dia dan kakak kembar sulungnya.


"Sihir itu sendiri akan melucuti pengetahuan yang pernah kau baca,ketika kau memasuki ruangan tanda sihirmu otomatis dikenali,itu bisa membuat sihir diruangan itu memantau apa yang kau lakukan berhubungan dengan pengetahuan yang diberikan buku diruangan itu.Jika ternyata kau melanggar,kau akan kehilangan pengetahuannya secara langsung itu seperti ketika sihirmu dilucuti yang artinya kau tidak bisa lagi memilikinya.Tapi selama kau menggunakannya dengan baik,itu tidak akan terjadi"Tamaro memberi senyum miring dan kilatan angkuh terlihat dimatanya melihat kekaguman mereka.


Vezia menggelengkan kepalanya,tidak seperti kelihatannya Tamaro itu aslinya kutu buku akut yang bahkan Shouto heran darimana dia mendapati itu,Shouto sendiri pintar tapi tidak sepintar adiknya maka dari itu Vezia lebih mengandalkan Tamaro dibandingkan kakaknya.


Sementara Zio?Zio itu tidak gila pengetahuan tapi Vezia mengecualikannya dari ruangan itu,ditambah Zio termasuk orang paling dipercayai dalam dua kehidupannya tidak heran bila dia memasukinya sesuka hati.Zero dan Jeno?keduanya adalah kakak angkatnya untuk apa dia melarangnya,Vezia mengaktifkan Rune itu hanya untuk jaga-jaga.Walaupun sepertinya dia perlu memasukan tanda sihir Allena dan Guardian Angelnya yang lain agar mereka bisa masuk tanpa harus memenuhi persyaratannya.


"Tamaro bawa dia kesana"Tamaro mengangguk dan memintanya untuk ikut.


"Lalu bagaimana dengan dua lainnya?"Vezia menatap kedua kembar tersisa yang tercengang melibat kepergian kembaran mereka yang lain.


"Err..kami ingin berlatih diruang latihan anda Ratu,itu jika anda mengizinkan"


Vezia tersenyum sedikit,"Kalian bisa,ikuti Shouto dia akan membawa kalian keruang latihan kalian bisa menggunakan senjata didalam ruang latihan.Selama itu dibawa pengawasan Shouto"Kedua kembar itu mengangguk dengan semangat,pergi ketika disuruh dan menyisakan Melvin dan Vezia didalam.


"Kalau begitu saya permisi Ratu,saya perlu melakukan latihan lagi"Melvin berdiri memberi hormat ingin cepat pergi tidak ingin lama-lama satu ruangan dengan Ratunya yang memiliki aura yang mampu memikatnya.


"Pergilah,tapi nanti malam kau harus siap.Aku perlu mengukur kekuatanmu"Melvin mengangguk dan pamit pergi,Vezia tersenyum kecut.


"Yah setidaknya dia belum menyadari hubungan kami,aku hanya berharap dia maupun Mateku yang lain tidak harus memiliki rasa apapun.Karena itu hal mustahil,aku belum tahu dengan Mateku yang lain tapi firasatku buruk untuk Raja Malaikat"Batin Vezia.


Vote..Coment..Like...