Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS148



Langkah kaki tegas yang bergema didalam ruangan disertai aura mengancam,membyat siapapun enggan untuk mendekati sosok tampan yang berjalan menuju kearah ruangan yang dipenuhi lukisan para Dewa ternama.


Sebenarnya itu bukanlah lukisan biasa,lukisan-lukisan itu mampu bergerak dan berbicara layaknya manusia biasa.


Dia Astervio Tran Raja Malaikat yang sekarang berhadapan dengan lukisan para Dewa,ruangan yang sekarang sedang dia tapaki adalah ruang sidang yang hanya dikhususkan bagi siapapun yang memiliku izin khusus untuk masuk.


"Kau sudah menemukannya?Aster?"Suara yang mengalun lembut datang dari lukisan sebelah kiri ruangan,dia adalah Dewi Malam satu-satunya Dewi yang tersisa diantara para Dewa,karena rekan-rekannya yang lain memilih pengasingan diri dan akan keluar ketika anak takdir telah ditemukan agar mereka bisa meneruskan kekuatan mereka pada anak takdir.


"Belum Dewiku,sampai saar ini saya bersama pasukan saya belum menemukannya.Tetapi saya memiliki kecurigaan jika anak takdir terlahir di dunia bawah"Jawab Aster dengan tegas tanpa ragu sedikitpun.


"Dunia bawah?mengapa bisa dia berada ditempat terendah didunia?"Pertanyaan itu datang dari lukisan Dewa yang tepat berada disebelah Dewi Malam.


"Sayapun tidak tahu"


Mereka mendengus mendengar jawaban Aster,sungguh mengapa sangat sulit mendapatkan anak takdir itu.


"Baiklah,kau bisa kembali.Usahakan untum menemukan dia secepat mungkin.Jika tidak dunia ini akan benar-benar hancur karena anak asuh Dewa Kehancuran"Desis Dewi Malam,Aster mengangguk hormat dan keluar.


Satu persatu lukisan itu menghilang,sementara diantara para Dewa yang diam salah satu dari mereka sangat tahu siapa anak takdir itu.


"Kuharap kau bisa meyakinkan putrimu untuk cepat kembali,Chelwis!"


...----------------...


Vezia memandangi murid-muridnya yang terusan berlatih tanpa henti dari pagi hingga malam,dia tidak akan memberi mereka istirahat sebelum dia puas dengan hasil latihan mereka.


Tim dengan terdiri dari 6 orang itu hanya memiliki satu orang yang memiliki bakat Alchemist,dan Vezia sedang mengajarinya agar mampu mengontrol apinya agar bisa digunakan menyerang karena jika dia hanya mengandalkan sihirnya saja,terlalu lama untuk memikirkan mantra agar bisa menyerang balik.


Kyle gadis yang saat ini tengah berusaha agar bisa menyerang Vezia menggunakan elemen apinya merasa lelah,dia tidak tahu akan sesulit ini mengubah elemen api Alchemist menjadi tipe penyerang.


"Ulangi,bayangkan kau menyerang musuhmu atau bayangkan seseorang yang ingin kau bunuh menggunakan elemenmu.Jika kau tidak mampu,aku akan membuatmu keluar dari tim.Kau tidak bisa mengandalkan sihir agar bisa menyerang,setiap detik yang kau habiskan memikirkan mantra hanya akan membawa kesulitan bagimu dan timmu.Temanmu yang lain mereka memiliki sihir dan QI atau Elemen lain yang membantu mereka menyerang tanpa perlu repot berpusat pada hanya sihir.Kau harus bisa membuat elemen apimu berguna bukan hanya untuk meracik pil saja!"Ucap tegas Vezia,tangannya tak berhenti menyerang Kyle menggunakan kekuatannya,yang membuat Kyle kesusahan untuk menghindar seraya membuat perisai dengan elemen apinya.


Kyle terengah-engah dan mencoba membayangkan seseorang yang paling dia benci dan paling ingin dia bunuh,tiba-tiba bayangan Taylor yang menghina dia dan keluarganya terngiang,bayangan dimana Taylor mengejek ibunya.


Napasnya memburu matanya memerah akibat amarah,Vezia menyunggingkan senyum puas."Bagus sekarang bayangkan kau ingin membakarnya menggunakan apimu"


Api dikedua tangan Kyle yang tadinta merah dengan sedikit kuning berubah menjadi merah dan nyaris mendekati orange,dengan amarahnya melempar apinya kearah tempat Vezia berdiri yang kini diganti dengan boneka jerami.


Kyle merasa puas berhasil mengeluarkan unek-uneknya yang terpendam dalam dirinya,walaupun itu bukan Taylor tetapi membayangkan Taylor menjerit karena apinya membuatnya sangat senang.


"Bagus,kau berhasil.Sekarang yang perlu kau lakukan adalah mengendalikan apimu tanpa harus membuatmu marah,dan kau perlu bermeditasi.Kau bisa kembali kekamarmu,lakukan meditasi selama 30 menit untuk memisahkan api dalam jiwamu.Dan jangan lupa,pelajari buku sihir dan Alchemist yang kuberikan,besok kau akan diuji coba untuk menyuling pil"ucap Zio,yang mengambil alih setelah melihat Vezia berjalan menuju 5 orang lainnya.


Kyle menghembuskan napasnya dan membungkuk sedikit memberi hormat dan pergi setelah pamit kepada teman-temannya.


Vezia melihat 5 muridnya yang lain,diantara mereka satu-satunya yang memiliki sihir alami adalah Rayyen dan tingkat bela dirinya lebih tinggi dibanding yang lain,sementara yang lain memiliki dua bakat bela diri dan Sihir bukan alami.


Sebenarnya Rayyen pada awalnya mengira dia bukan penyihir alami tetapi setelah membuka segelnya dia bisa melakukan sihir alami,yah mereka telah membukanya dan Rayyen sudah mendapat ingatannya,selain itu dia memiliki kekuatan bayangan kekuatan yang diberikan Dewa Bulan sebagai penerus WereWolf.


"Kalian bisa berhenti,kalian bermeditasi untuk meningkatkan tingkat kuktivasi kalian.Dan jangan lupa pelajari sihir dan mantra,aku ingin dalam waktu 5 hari kalian sudah bisa melakukan mantra non-verbal atau hanya dengan gerakan bibir,kalian paham?!"


"Kami paham Profesor!"


"Bagus kalian kembali kecuali Rayyen"Mereka mengangguk,dan pamit pergi.


Vezia berbalik berjalan memasuki mansion diikuti Rayyen dibelakangnya bersama Zio,mereka memasuki ruangan yang menjadi tempat rahasia Vezia.


"Kau sudah bisa mengendalikan kekuatan bayanganmu?"Tanya Vezia seraya duduk ditempat yang tersedia didalam ruangan itu.


Rayyen mengangguk dia sudah mampu mengendalikannya,kekuatan bayangan ini mampu membantunya bersembunyi dibalik kegelapan tanpa diketahui selain itu dia mampu menyatu dengan bayangan orang lain,keuntungan lainnya dia bisa menyakiti lawan melalui bayangan mereka selama dia memiliki darah orang itu ditangannya dan membuat ritual bayangan ketika dia berhasil mengendalikan bayangan dan membuat bayangan orang itu sendiri yang menyakitinya.


"Bagus,aku perlu kau untuk mengendalikannya secepat mungkin.Kekuatanmu akan sangat membantu kita menghadapi lawan kalian"Ucap Vezia dengan tenang.


"Aku ingin melihatmu menggunakannya pada Zio"Zio mendengus kenapa selalu dia menjadi bahan percobaan jika harus melawan,yah dia tahu dia kuat tapi tidak harus dia teruskan?


Rayyen mengangguk dengan itu kedua orang itu bertarung,selain karena Vezia ingin menguji coba kekuatan bayangannya dia juga perlu melihat sejauh mana kehebatan Rayyen.


Zio bisa merasa saat pipinya terluka karena sabetan tangan Rayyen,dan tentunya dia tahu selanjutnya.Benar saja rasanya lehernya seperti dicekik,dia melirik bayangannya.Bayangannya yang sedang melakukan pose mencekik lehernya sendiri.


Zio berusaha fokus satu-satunya cara melawan kekuatan bayangan ada beberapa cara,dia harus bisa melumpuhkan sipengendali.Rayyen menyeringai tangannya mengeluarkan pisau,sama seperti bayangan Zio yang memiliki bayangan memegang pisau.


Zio menggertakan giginya dan berusaha melompat dan berhasil kebelakang Rayyen menendangnya hingga terlempar dan akhirnya Zio mampu bernapas.


"Aku tidak bisa lagi dibodohi,bayangan itu bukan bayanganku yang sebenarnya bayanganku yang sebenarnya berada dibalik bayangan si pembunuh jadi yang perlu kulakukan adalah mengalahkanmu.Selama aku bisa mendekatimu bayangan itu akan menghilang karena dia akan menyatu dengan bayangan aslimu sebagai pengendali"Zio menyeringai bak setan saat melihat Rayyen berdecak kesal karena tebakannya benar.


Yang dikatakan Zio benar,bayangan itu bukan bayangan asli Zio.Bayangan asli Zio ditutupi bayangan pengendalinya,Zio berhasil mengetahuinya saat dia melihat bagaimana kedua tangan bayangan mencekiknya sementara tangan lain terangkat memegang pisau,bayangannya tidak mungkin mampu memiliki tangan lebih kecuali si pengendali membuat beberapa atau membantu bayangan menumbuhkan anggota badan bayangannya yang lain.Dan satu-satunya cara melepaskannya dia harus bisa mendekati Rayyen atau mendekati bayangan Rayyen yang akan membuat bayangan itu menyatu dengan Rayyen dan bayangannya.


"Kau tahu kelemahan dari kekuatanmu?"Tanya Vezia,tentu saja pasti Rayyen tahu.


"Tahu aku tidak bisa menggunakannya selama targetku tidak memiliki bayangan atau targetku berada ditempat yang tidak bisa menghasilkan bayangan tubuhnya.Dan juga,akan sulit apabila targetku tahu bagaimana cara melawan bayanganku."Jelas Rayyen,membawa tubuhnya kembali ketempat duduknya.


"Biar kutebak cara lainnya adalah targetmu harus menggerakan tubuhnya agar bayangan aslinya mengikuti tubuhnya,dan targetmu akan melakukan gerakan melawan yang membantu bayangannya melakukan hal sama?"tebak Zio.


Rayyen mengangguk dengan kesal,yang malah membuat Zio semakin bangga dengan otak jeniusnya yang mampu menebak dengan cepat.


"Ada cara lain agar kau tidak perlu menggunakan bayangan buatanmu,dan kau bisa menggunakan bayangan orang itu sendiri untuk melukainya"ucap Vezia.


"Bagaimana caranya?"


Vezia tersenyum remeh,"Kenapa bertanya padaku?bukankah kau yang memiliki kekuatan?kenapa kau tidak mencari cara"Setelah mengatakan itu Vezia dan Zio meninggalkan Rayyen seorang diri merenung untuk mencari tahu bagaimana caranya.


Vote...Coment...Like...