Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS158



Napas kedua pemuda yang sedari tadi bertarung itu terdengar di dalam ruang latihan,disekeliling mereka terlihat orang-orang yang diam tegak berdiri tidak bersuara dan memandang atau tepatnya mengawasi keduanya yang bertarung tanpa henti.


Mata Violet Melvin menatap dengan cibiram kearah Rayyen,membuat Rayyen menggeram jengkel.


"Sebenarnya apa masalahmu padaku?kau tahu itu membuatku kesal dengan wajah mencibir di wajahmu yang biasa saja"Rayyen berkata dengan suara sinis dan jutek.


Melvin menganga tak percaya,apakah orang dihadapannya ini bilang wajahnya biasa saja?hei wajah tampan bak dewa yunaninya ini dikatai biasa saja.Apakah dia tidak sadar diri.


"Kau tidak sadar diri?aku lebih tampan dibanding kau,serigala"Melvin balas mengejek dengan senyum cemooh.


Rayyen membuat wajah terkejut pura-pura,"Benarkah?aduh aku tidak tahu,maafkan aku.Aku mungkin terlalu lebih tampan darimu jadi kau tidak memasuki mataku"Rayyen tersenyum menang melihat Melvin menggeram marah,dan yah terjadilah adu tarung lagi yang membuat orang-orang yang menonton hanya bisa menghela napas.


Serius,apa masalah kedua orang itu.Dari awal bertanding mereka terus saja adu mulut.Sebenarnya tidak akan terjadi jika saja Melvin tidak memancing Rayyen lebih dulu.


Rayyen tersenyum dan menendang Melvin terbang kearah seberang ruangan,senyumnya tumbuh menjadi ejekan."Aww pasti sakit yah?aku minta maaf kakek tua,apakah tulangmu baik-baik saja"


Melvin berdiri kembali dengan aura kesal berkobar,dia menghilang dengan kekuatan Vampire dan berada dibelakang Rayyen berniat memukul kepala Rayyen berharap WereWolf itu bisa gegar otak atau bisa mati saja sekalian.


Jika bukan karena insting WereWolf Rayyen dan juga karena pelatihan dari kecil ditambah neraka dari Vezia,mungkin Rayyen benar-benar sudah gegar otak.


"Tidak salah jika untuk kecepatan,WereWolf kalah dari Vampire"Batin Rayyen yang berhasil menghindar namun masih sedikit terkena pukulan kedua dari Melvin yang mengenai tulang rusuknya.


Rayyen meringis dan memegang tulang rusuknya,"Bagaimana apakah sakit?hmm serigala"Melvin tersenyum mengejek Rayyen yang memegangi bagian kanan tulang rusuknya.


Sementara kedua orang yang kehilangan akal bertarung dan saling melempar ejekan,diatas ditempat dimana sebagian Team Reapers dan juga Vezia dan lainnya menghela napas pasrah,tapi tidak bagi Shouto dan Zio yang memang sedari tadi berteriak mendukung keduanya berdebat dan saling melempar ejekan satu sama lain.


"Melvin aku mendukungmu,kalahkan dia!!"Zio berteriak seperti orang gila kearah Melvin yang mendongak dan tersenyum sombong kearahnya.


"Rayyen jangan kalah dari Vampire tua itu,aku mendukungmu.Aku mempertaruhkan emasku,buat dia bungkam dan menangis!!"Shouto juga berteriak dan dengan heboh mengangkat sebuah spanduk dengan nama Rayyen.


Yang lain menatap Zio dan Shouto seperti orang gila,Vezia menggelengkan kepalanya."Yah ketenanganku tidak akan pernah kembali lagi"Vezia meratapi dirinya sendiri yang memiliki anak buah dan Guardian Angel memiliki akhlak turunan Zio semua,dia bersyukur Rayyen adalah anak yang kalem dia hanya akan balas mengejek jika di ejek,seperti yang terjadi dengan Melvin.


Allena sendiri lebih dingin tapi disaat yang sama dapat menjadi ramah,setidaknya Allena bisa menjadi singa betina mengamuk jika Shouto melakukan hal-hal yang menurutnya membuat Ratu mereka pusing.


Sementara Zero dan Jeno,jangan ditanya dua orang yang bersamanya sejak bayi itu,tidak akan bicara pada siapapun jika tidak perlu.Dimata mereka hanya ada Vezia,Vezia dan Vezia yang lain hanyalah udara yang akan ditanggapi ketika keduanya merasa perlu menanggapi.


Nah datang di Melvin,Vezia meratapi karena pada dasarnya sifat Melvin lebih petakilan dari pass Zio.Ditambah dengan pertemuan,yang mengikat persahabatan dengan Zio,Melvin makin menjadi dan selalu memanggil Zio sebagai mitra bermain mereka.Jika saja Vezia tidak memberi peringatan pada keduanya,mungkin ketenangan warga Benua sekarang akan hancur karena ulah kedua manusia minus akhlak itu.


Teringat sesuatu Vezia menghilang dari lantai atas dan sampai ditengah kedua pemuda berbeda ras menghentikan mereka kembali beradu mulut.


"Yah cukup latihannya,kalian bisa pergi beristirahat.Nanti malam aku ingin semua Guardian Angel berkumpul diruang kerjaku"Setelah Vezia mengatakannya dia kembali lagi menghilang menuju lantai dua dan secepar kilat Zero dan Jeno juga disisinya.


Melvin dan Rayyen saling melotot,takut mereka akan memulai argumen Team Reapers menarik Rayyen pergi sementara ketiga adik kembar Melvin dengan cepat datang dan menarik kakak mereka.


"Aku akan membuatmu menangis seperti anak kecil jika kita bertanding selanjutnya"Melvin berkata dengan nada bangga dan sombong kearah Rayyen.


"Coba saja,dan akan ku buktikan jika anak kecil sepertiku akan membuatmu mati seperti Seharusnya kakek tua mati"Rayyen menatap sinis Melvin.


"Oh kalian berdua berhenti berdebat,kau juga Kak.Apa kau ingin Ratu mengeksekusimu karena berdebat seperti seorang anak kecil!!"Tegur Rose yang sebenarnya sudsh jengkel dengan kakaknya yang kehilangan ketenangannya semenjak bertarung dengan Melvin.


"Kak Melvin kau itu sudah dewasa,bersikaplah dewasa.Apa kau tidak malu melakukan hal seperti ini?"Tegur sisulung kembar dan menarik paksa kakaknya dibantu dua adik kembarnya yang lain.


"Ini akan menjadi neraka jika keduanya selalu berdebat setiap kali bertemu!"Team Reapers menghela napas dengan ratapan mengasihani diri sendiri,tapi paling mengasihani nasib Ratu mereka yang harus menghadapi dua orang yang lupa usia mereka ketika sudah bertemu.


...----------------...


"Kau akan bertemu dengab mereka?"Zio melempar sebuah kantong darah kearah Vezia,mengabaikan Zero dan Jeno yang melotot melihatnya melempar benda kearah Vezia.


"Sungguh,mereka pikir aku akan melempar seperti akan menyakiti Vezia.Aku akan mati sebelum bisa melakukan itu"Zio menyeruput darah dan menatap Vezia menunggu dia menjawab.


"Ya,aku perlu tahu siapa Castor.Dia membuatku gelisah setiap kali mengingat mimpiku terakhir kali"Vezia memberitahu mereka mimpinya yang sebenarnya Draxy dan Goldy merasa tidak nyaman setelah mendengarnya.


Vezia tahu ada sesuatu yang disembunyikan Draxy dan Goldy darinya,tapi Vezia tidak ingin memaksa mereka memberitahunya.Vezia hanya berharap itu bukan rahasia yang menyakiti dia dimasa depan maupun menyakiti keluarganya.


"Bagaimana dengan Regan?dia masih belum menyerah mencari tahu tentangku?"Jika saja Vezia tidak ingat pertanyaannya ini penting dia mungkin tertawa karena Zio berubah cemberut dan menyeruput darahnya dengan ganas seperti seseorang berniat mencurinya.


"Yah Iblis menor merah itu belum menyerah,tapi akhir-akhir dia belum mendekatiku lagi"Zio menjawab dengan jengkel.


Vezia tersenyum geli,"Oh jadi kau berharap dia terus mendekatimu?aku pikir kau berharap dia menjauh"


Zio melotot dengan sedikit rona merah entah itu malu atau marah karena kata-kata Vezia,sebenarnya Zio merasa senang juga bisa berteman dengan Regan tapi Regan jelas musuh mereka.Jika saja Regan bukan musub mereka,mereka pasti menjadi sahabat dan bisa membentuk trio petakilan bersama Melvin,itu mengejutkan Zio ketika dia berhasil menangkap basah Regan sedang mengerjai seorang guru yang selalu mencoba mendekati Regan.


Zio tidak akan percaya jika dia tidak melihat langsung jika Regan seorang tangan kanan Raja Iblis bengis berhasil mengerjai orang yang membuat satu Academy tertawa setiap kali mengingatnya.Ditambah lagi Zio bisa menoleransi kehadiran Regan apalagi ketika Regan juga tahu ternyata Zio suka mengerjai orang seperti dia.


"Tentu saja aku senang,bahkan jika bisa dia tidak perlu ada dihadapanku lagi!"Kata Zio dengan jengkel.


Vezia tersenyum dengan ejekan dimatanya dan berkata dengan mencemooh,"Ya itu datang dari seseorang yang menikmati waktu bersamanya"


"Hei aku tidak..."


"Yayaya,lupakan saja.Dan apa maksudmu dia tidak mendekatimu?"Vezia menahan senyumnya melihat Zio cemberut lagi.


"Err..maksudku itu seperti dia sedang melakukan misi lain.Dan juga akhir-akhir ini semenjak kedatangan Academy lain,dia selalu memperhatikan Kepala Academy Saintess dan juga Castor.Itu tidak mungkinkan jika dia tahu Castor dan kepala academy dari dunia atas?"ucap Zio,suaranya berubah serius.


Vezia mengernyit tidak yakin,"Tentu saja tidak,kecuali itu tugas dari Raja Iblis untuknya memata-matai mereka"Vezia mengetukan jarinya diatas meja dan menatap Zio yang membuat wajah aneh.


"Tapi..kenapa?"


"Zio alasan Raja Iblis memata-mataiku adalah karena dia waspada terhadapku dengan seberapa kuatnya aku.Tentu saja dia juga harus mewaspadai Kepala Academy itu dan Castor,apa kau tidak merasa mereka kuat?mereka berada di dunia yang sama dengan guru Jin dimana orang-orang dunia atas memiliki kekuatan lebih besar dibanding orang orang di dunia ini"Vezia menghela napas ketika melihat Zio baru sadar,terkadang Zio bisa sembrono jika dia tidak memperhatikan sekitarnya.


Zero dan Jeno sendiri setuju dengan Vezia,aura dua orang yang menonjol di Academy Saintess itu terasa menindas andai saja sebagai Guardian Angel mereka tidak terlatih dalam melawan aura lawan mereka.


"Antara kau dan juga dua orang siapa yang lebih kuat?"Zio bertanya menatap Vezia.


"Aku tidak tahu,tapi kau tidak bisa meremehkan mereka"Vezia tidak akan memberitahu,dia mungkin lebih kuat dari mereka tapi Vezia tidak ingin meremehkan lawannya yang patut dia waspadai walaupun Vezia ragu untuk bisa bertanding dengan mereka jika saja cara kedua orang itu menatapnya sangat membuatnya tidak nyaman.


Esok hari Vezia akan bertemu dengan Castor atas undangan ramahnya,sebab itu Zio bertanya apakah dia akan pergi,yang tentu saja dia harus.Dia penasaran dengan siapa sebenarnya Castor,karena selain dari mimpi Vezia merasa sihirnya separuhnua berkobat didekat Castor.


Like..Vote..Komen