Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS147



Suasana yang menggambarkan keadaan dilapangan ini cukup membuat para guru di Academy Wizd merasa tercengang.Yap,dilapangan mereka melihat bagaimana secara langsung Prof.termuda mereka melatih 5 kelas unggulan untuk persiapan turnamen yang diadakan Academy Saintess.


"Teruskan,usahakan jangan menjatuhkan kedua batunya.Tetap stabilkan menyalurkan anatara sihir dan QI kalian!"Suara keras Vezia memenuhi lapangan dengan santai terbang diatas semua muridnya dan tanpa perasaan mendarat diatas batu-batu muridnya menambah beban berat yang mereka angkat.


"Atur pernapasan kalian tetap stabil,jika bisa kalian pusatkan diri ditiap titik kekuatan.Cukup tahu saja disaat berlatih seperti ini kalian bisa melatih pernapasan kalian stabil."Vezia mendarat dengan lembut disebelah Zero dan Jeno yang memanggilnya.


"Ada sesuatu yang harus kami berdua katakan padamu Zizi"ucap Zero,matanya memandang lurus kearah adik kecilnya.


"Apa?"


"Raja Lucas mengizinkan kita melanjurkan misi dia bahkan memberi waktu sesukamu tetapi dia ingin kamu kembali ketika ulang tahunnya"Vezia menoleh secara tiba-tiba dengan mata terbelalak,sungguh?!dia tidak salah dengar bukan?ayahnya yang protektif gila itu mengizinkannya berlama-lama diluar.


"Menurut utusan Raja Lucas,dia melakukannya karena dia tidak ingin apa yang kamu lakukan menjadi sia-sia karena kekangan mereka"jelas Jeno,senyum manis tersungging dibibirnya saat senyum sayang terlihat dibibir kecil Vezia.


"Hmm,aku pasti"


......................


Allena berjalan memasuki ruang kerja atasannya,matanya memberi sedikit cibiran kearah Shouto yang terang-terangan menatapnya dengan mata nakal,"Sialan,dasar lelaki hidung belang"


"Salam Yang Mulia Ratu"Tubuhnya membungkuk rendah dan kembali berdiri tegak begitu diminta.


"Bagaimana?balas dendammu sudah selesai atau masih terus berjalan?"Tanpa memandangi bawahannya,Vezia fokus diantara perkamen-perkamen yang berisi berbagai rune kuno.


"Sedikit lagi mencapai klimaksnya Ratu,anda tidak perlu cemas.Balas dendam ini biar saya pikirkan dan lakukan sendiri,dengan anda sebagai tameng sudah cukup bagi saya bergerak sendiri.Anda hanya perlu fokus dengan apa yang anda cari,tetapi saya menantikan tugas resmi dari anda Ratu"ucap Allena dengan ekspresi tegasnya,Vezia menyeringai puas dengan jawaban Allena.


"Anak baik,aku percaya kau bisa menjadi ular paling licin untukku.Nah,berhubung aku memang memiliki tugas untukmu.Apa kau tahu menara bintang Academu Wizd?"Allena mengangguk masih dengan ekspresi datar.


"Aku ingin kau masuk,kau bisa membawa tokenku.Token ini akan membuatmu terdeteksi sebagai guru disana,cari sebuah gelang untukku aku yakin kau tahu gelang apa itu.Sebenarnya tugas ini untuk dua orang kakakku,tapi mereka memiliki urusan jadi ini untukmu"Vezia melempar token emas kearah Allena yang ditangkap dengan sebelah tangan saja.


"Siap menerima perintah anda Ratu"Allena ingin berbalik pergi,tapi teringat sesuatu.


"Oh ya Ratu,saya mendapat seseorang yang memiliki tanda sama seperti saya dan dua guardian Angel lain Ratu"


Vezia sontak duduk tegak dan meminta Allena melanjutkan,"Kemarin ketika saya menuju ke area Casino dimana letak 5 keluarga bangsawan,saya merasakan auranya dan juga tandanya terdapat di bagian punggung tangan kirinya"


Vezia mengangguk mengerti,"Baik,cari tahu apakah dia salah satu murid academy atau sekte disana"


"Baik Ratu,saya permisi"


Vezia mendesah dan melihat Shouto dan Tamaro yang anteng sekali duduk di sofanya,"Tunggu kalian berdua sedang apa disini?"Vezia baru sadar jika ada dua makhluk disini setelah Allena pergi.


"Kami pergi dulu"


Vezia menghela napas dramatis masih tidak habis pikir mengapa dia bisa mengangkat kedua saudara syaiton itu sebagai orang kepercayaannya.Oh ya Vezia melupakan guru tercintanya.


Karena malas untuk melangkahkan kakinya mencari keberadaan Jin ifrit yang sayangnya berstatus sebagai gurunya itu,Vezia memilih mengedarkan sihirnya melacak tempat dimana Reijin berada.


Bibirnya berkedut menahan senyum kesal dan menghitung didalam kepalanya saat merasakan jika guru laknatnya itu ternyata sedang bersenang-senang dengan semua barang yang dia beli,bahkan gurunya itu tidak memberi laporan apapun tentang tugas yang harus dia lakukan membuat salah satu menara uji coba untuk muridnya.


Sungguh Vezia masih berpikir lagi mengapa,dan mengapa semua orang-orang yang menjadi kepercayaan memiliki sikap absurd dan kadang-kadang minus akhlak plus gak ada otak.


Vezia memutuskan melupakan masalah Reijin dulu,paling-paling setelah menghitung barangnya Reijin akan melakukan tugasnya.Yah semoga saja umurnya yang bertambah tidak membuatnya pikun.pikir Vezia


"Zi,anak-anak itikmu semuanya sudah datang"Ini lagi satu,vampir kurang otak yang akhlaknya pun entah diletakan dimana datang secara tiba-tiba tanpa memberitahu,iya kalau santai ini pintu yang tidak bersalah menjadi bahan bantingannya.


"Please Zio,gunakan sopan santunmu bisa tidak?kau bisa masuk mengetuk pintu atau membuka pintu dengan pelan jangan mendobrak seolah kau sedang terburu-buru,kau membuatku kaget!!"Bentak Vezia,yang dibentak hanya tersenyum polos seolah tidak merasa bersalah sama sekali.


"Sungguh Zio,aku ingkn menggali kuburan Ratu Vampire terdahulu untuk bertanya mengapa orang sepertimu menjadi tangan kanannya"Vezia menggeleng-gelengkan kepalanya,lelah hayati menghadapi Zio.


Zio cengengesan,"Yah tentu saja karena aku jenius"


Vezia mendengus hina dan berjalan melewati Zio mengabaikan kenarsisan sahabatnya,kakinya membawa kearah lantai bawah dimana saat ini 6 orang yang menjadi muridnya sedang menatap kagum interior ruang tamunya.


"Bagus kalian sudah sampai,ikut aku"Keenam orang yang berisi 3 orang gadis dan 3 orang lelaki itu mengikuti Profesor mereka menuju lantai dua.


Mereka tak henti henti menatap takjub setiap lorong yang mereka lewati,Zio disebelah Vezia bertugas menjelaskan apa saja yang mereka lihat.


"Yang ini adalah ruang medis,dan juga lab tempat alchemist akan berlatih.Untuk ruang latihan kalian akan berada dibelakang Manor disana juga terdapat semua anak buah Ratu berlatih.Jika kalian ingin ke perpustakaan kalian bisa meminta bantuan pelayan.Tapi ingat,buku dirak paling atas adalah buku-buku ilmu hitam kalian dilarang menyentuh"Mereka semua mengangguk mengerti,dan ikut berhenti ketika melihat kedua orang didepan mereka berhenti.


Mereka menghadap koridor yang panjang dan besar dengan berbagai pintu saling berhadapan serta papan nomor didepan pintu.


"Mulai sekarang kalian tinggal disini,kalian bisa memilih kamar mana yang kalian inginkan pintu sebelah kanan untuk perempuan dan kiri untuk laki-laki.Kalian juga dibebaskan menghias kamar sesuka hati,dan satu lagi untuk kalian para gadis,didalam lemari ada beberapa pakaian latihan dan jika waktu latihan kalian diharuskan mengenakannya jika tidak siap-siap mendapat hukuman,kalian mengerti?"Ketiga gadis itu mengangguk mengerti.


Vezia menatap mereka yang terlihat lelah,memang benar setelah latihan sore tadi Vezia meminta mereka datang secepatnya."Kalian bisa istirahat,ketika makan malam tiba akan ada suara dimasing-masing kamar mengingatkan.Ingat aku ingin muridku disiplin,jadi usahakan tepat waktu dan selalu tampil rapi"Tanpa menunggu balasan Vezia berbalik meninggalkan mereka bersama Zio.


"Oh aku lupa mengatakan sesuatu,disini kami sangat menjaga kebersihan.Jangan mengharapkan pelayanan seperti diistana,karena Ratu kami tidak suka dengan anak-anak manja.Jika kalian butuh sesuatu kalian yang harus menemui pelayan kalian tidak bisa mengharapkan seorang pelayan stand by disisi kalian.Dan juga masalah kebersihan kamar,kalian akan merapikan kamar sendiri entah dengan sihir atau bagaimana kalian melakukannya.Yang pasti jangan sampai kamar kalian berantakan,Ratu sangat anti terhadap sesuatu yang menurutnya tidak rapi"Mereka saling pandang sebelum mengangguk,mereka tidak masalah justru ini yang mereka inginkan mereka ingin privasi.Mereka merasa risih jika harus terus membawa pelayan kemana-mana,termaksud mandipun harus di siapkan pelayan mereka lebih suka melakukan sendiri.


Zio mengangguk puas dan pergi membiarkan mereka memilih kamar sendiri,tetapi keenamnya sepakat agar memilih kamar berdekatan sehingga mereka bisa saling bantu mengingatkan apabila ada yang melewatkan latihan.


Vote..Like..Coment