
Berbeda dgn mereka yang takjub berbeda pula dgn Raja Lucas.Mata nya tak henti hentinya memandangi Vezia dgn tatapan tajam,Vezia tahu ayahnya akn sangat marah tpi semuanya sdh terjdi.
"Tunjukkan wujudmu atau belati ini akn tertancap tepat dijantungmu"Ucap Vezia dingin,dan tepat setelh dia berbicara seorng Pemuda muncul dihadapn Vezia pemuda berumur 20 an,wajah Lenzi,Varrel dan Raja Lucas menjdi merah padam
"Lepaskn tangan adikku"Ucap Lenzi dingin,pemuda itu memang tengah memegangi tangan Vezia,Vezia menarik kmbli tangannya
"Tak kusangka ank sekecil ini bisa membuatku menurut"Ucap Pemuda itu
"Siapa kau?"Tanya Raja Lucas dingin
"Ah..maaf krna telh mengacaukn pertemuan kalian,akan kuperkenalkn diriku secara resmi"Ucap Pemuda itu dan berjln ketengah aula,dirinya kmbli menarik Vezia,Varrel dan Lenzi turun,menghampiri Vezia,dan melepaskn tangan Vezia dari Pemuda itu
"Jgn pernh sentuh adikku"Ucap Varrel dingin dan tegas,pemuda itu menyunggingkn senyumannya
"Maaf krna telh lancang menyentuh adikmu"Ucap Pemuda itu dgn nada yg menurut Lenzi dan Varrel sngt menjengkelkn
"Biar kuperkenalkn diriku,kalian bisa memanggilku Alex,aku adalah salah satu anggota dari Sekte Iblis Api"Ucap Alex,membuat seisi ruangan terkejut
"Apa yang kau inginkn?"Tanya Raja Lucas
mata nya bgitu tajam menatap Alex terlebih ketika Alex yg tak henti hentinya menatap Putrinya
"Bagaimna jika aku katakan tujuanku kesini untuk mengetes bakat Tuan Putri dari kerajaan Duntler"Ucap Alex disertai seriangainya
"Tak kusangka ternyta dia sangt berbakat,keceptnnya melebihi keceptn ayahnya sendiri"Ucap Alex dan menatap Vezia dgn tatapan kagum
Sreet...
Vezia tiba tiba menyayat tangan Alex
"Berhenti menatap ku.Belati ini telh kulumuri Racun jika kau ingin penawarnya datnglh keacara dikerajaan kmi dua hari lagi,serta bawa pemimpin Sekte Iblis Api,aku tak suka jika hnya anggota biasa yg melihat dan menilai bakatku,jika tdk kau turuti,maka katakn selmt tinggal pada kehidupnmu,sekuat apapun kalian mencri penawar racunnya tdk akan ditemukn sebab itu adalh buatanku"Ucap Vezia dgn nada yg sngt dingin matanya penuh dgn niatan membunuh.Mendengr kata kata Vezia bahwa racun itu adalh buatannya membuat seisi aula terkejut
"Sungguh menarik,jika saja kau bukn anak kecil,aku ingin sekli menantangmu"Ucap Alex dgn tatapn menantang
"Heh...kau pikir aku takut,jika kau mau akulah yg akan menantang dirimu"Ucap Vezia santai dgn tatapn tak kalah menantang
Vezia berjln kearah ayahnya,yg kini menatap dirinya dgn tatapn yg sngt menusuk.
"Maafkn Zizi,Ayah."Ucap Vezia dgn wajah tertunduk merasa berslh krna telh melawan perintah ayahnya
Tetapi sebelum Raja Lucas menjwb tiba tiba terdengr ledakan dari luar Istana.
"Heh...seeprtinya kita kedtngn tamu yg tak diundang lagi"Ucap Raja Lucas dgn tatapn yg bgitu menakutkn
"Maaf sepertinya pertemuan kita sampai disini dan maaf atas ketdk nyamanan kalian"Ucap Raja Lucas dan menatap kearah Raja Erland
"Tdk perlu meminta maaf,jika bolh kami ingin membantu,sebab ini juga menyangkut keselamatn Putri kami"Ucap Raja Erland
Raja Lucas mengangguk dan berjln keluar aula diikuti yg lainnya.
"Zizi kamu masuk kekamrmu"Ucap Raja Lucas
"Tapi ayah.."
"Lenzi,Varrel bawa adik kalian kekamarnya jgn biarkn dia keluar"Ucap Raja Lucas dingin
Varrel dan Lenzi mengangguk,Lenzi menggendong adiknya dan membawa nya kekamar Vezia
"Seperti dugaanku akn terjdi sesuatu"Batin Lenzi
"Kakak,Zizi hnya ingin membantu Ayah"Ucap Vezia mencba membuat kakak kakak nya mengerti tpi syng kedua kakaknya hnya mengacuhknnya
"Kak,Zizi mohon.."
"Tdk Zizi,kamu bisa saja terluka ayah masih bisa mengatasi mereka,kakak mohon skli ini dengrkn kata kakak"Ucap Lenzi dgn tatapan memohon yg tak bisa ditolak Vezia
Sampai sini dulu guys...maaf kalau nggak seru..soalnya lgi pusing bngt mikir peljrn jadi ide ceritnya lagi nggk masuk semua..Jgn Lupa Like Coment Fav Rate And Vote