
Lamunan pemuda tampan namun dingin itu terganggu akibat kedatangan tangan kanan nya.
"Salam Yang Mulia Putra Mahkota Senna Veun!"ucap Tangan kanan nya.
"Sudah ku bilang Roy ketika kita hanya berdua berhenti bersikap formal padaku!"desis pemuda itu atau dipanggil Senna kepada Roy.
"Dan berhenti memanggil ku Putra Mahkota!"ucap nya suaranya penuh akan kebencian kala menyebut kata terakhir.
"Apa yang salah,sebentar lagi kau akan di angkat menjadi Putra Mahkota kerajaan Vampir Veun!"ucap Roy dan berjalan menghampiri Senna yang masih menatap ke arah luar.
"Aku tidak pernah mau menerima gelar Putra Mahkota itu,gelar yang membuat ku harus berpisah dengan gadis yang kucintai"ucap nya dingin,matanya sekejap berubah menjadi sedih.
"Kau masih belum melupakannya,ayolah Senna,kalian jelas berada di dunia yang berbeda,kau tidak mungkin berpikir bahwa dia berada di dunia ini bukan,dan kau tahu kalian berbeda dia manusia sedang kau adalah Vampir!"ucap Roy,matanya tak henti-henti memandangi Senna.
Senna membalas tatapan Roy,matanya memicing tajam,membuat Roy sedikit bergidik.
"Aku tidak peduli sama sekali,jika bukan karena Ibundaku yang sedang sakit,kau pikir aku mau kembali ke kerajaan busuk ini"ucap Senna dengan pandangan sengit menatap Roy.
Roy menghela napas.
"Baiklah lupakan saja.Jadi bagaimana rencanamu selanjutnya?"tanya Roy.Senna menatap nya sesaat dan beralih menatap ke luar.
"Aku tidak tahu"ucap Senna,Roy memandang bingung ke arah Senna.
Roy sekali lagi menghela napas,dan berdiri hendak meninggalkan Senna sendiri.
"Ah,aku punya berita untukmu,kau tahu kaum Vampir Zeun kau Vampir terkuat pertama,yang dikatakan telah lama mati,sekarang mereka telah kembali,dan tidak lama lagi kerajaan mereka akan bangkit,itu berarti Ratu nya para Vampir telah kembali"ucap Roy sebelum meninggalkan Senna.Senna menatap ke arah Roy yang telah keluar dari kamarnya.
Seringai menakutkan keluar dari bibi Senna.
"Aku tahu apa yang harus kulakukan sekarang!"ucap Senna dan menatap ke arah kalung yang di hancurkannya.
"Aku akan mendapatkanmu kembali,aku sangat yakin kau telah ada di dunia ini"batin nya di sertai senyum mematikannya.
Back Kerajaan Duntler
Vezia telah sampai dikamar nya dengan cepat dirinya mengganti pakaiannya,ketika akan berbaring,ada seseorang yang mengetuk pintunya,dengan langkah malas dirinya membuka pintu.
"Kenapa?"tanya Vezia menatap ke arah Zero dan Jeno.
"Maaf menganggu anda Putri,tapi ada pertemuan tiba-tiba yang di adakan sekarang,seluruh tamu kerajaan sudah berkumpul hanya anda saja yang belum berkumpul!"ucap Zero.
Vezia mengangguk dan bergegas berjalan menuju aula di ikuti Zero dan Jeno.
"PUTRI VEZIA MEMASUKI AULA"teriak pengawal yang menjaga pintu aula.
Dengan langkah tegas dan pandangan mata dingin,Vezia melangkah,seisi aula dibuat bergidik dengan aura menakutkan Vezia.
"Salam semuanya,maaf karena saya terlambat,ada beberapa hal yang harus saya lakukan!"ucap Vezia dengan sedikit menunduk.
Vezia kembali melangkah ke arah kursi di samping ayahnya.Pandangan keluarganya jatuh ke arahnya,mereka semua terlihat khawatir.
"Aku tidak apa-apa"ucap Vezia yang tahu akan kekhawatiran mereka.
"Mari kita mulai"ucap Raja Lucas.
"Apa kalian semua melihat fenomena bulan purnama merah?"tanya Raja Erland yang di angguki semuanya.
"Tentu,memangnya ada apa?"tanya Raja Tenzia.
"Apa kalian tahu bulan purnama merah yang baru saja terjadi terlihat berbeda dengan bulan purnama ratusan tahun yang lalu,bulan purnama merah kali ini terlihat lebih menakutkan.Para Tetua terdahulu pernah mengatakan jika bulan purnama merah seperti itu,itu tandanya Ratunya Para Vampir telah ada kembali,dan Kaum Vampir Zeun telah bangkit,kalian ingat kan apa saja yang bantuan yang diberikan kaum Vampir Zeun,yang dikatakan tetua terdahulu?"ucap dan tanya Raja Erland,mereka mengangguk.
"Kami mengingatnya,tetua terdahulu mengatakan,kaum Vampir Zeun pernah membantu mereka mengikuti perang antara empat kerajaan melawan kaum Vampir yang memang tidak mau patuh akan perintah Ratu mereka"ucap Raja Frost.
Vezia tiba-tiba mematung,dirinya baru mendengar tentang ini.
"Itu benar Master,kaum Vampir Zeun dulunya adalah kaum Vampir yang terkenal sangat baik,mereka memang pernah membantu tetua terdahulu dalam berperang melawan Vampir yang tidak mau tunduk dengan Ratu Vampir yang telah lama mati"Jelas Draxy.
"Kau tahu tentang Vampir-Vampir jahat itu?"tanya Vezia.
"Saya hanya tahu sedikit Master,jika tidak salah mereka adalah kaum Vampir Yuz,kaum Vampir yang sudah bersekutu dengan para Iblis,banyak yang mengatakan Vampir Yuz telah lama mati akibat peperangan itu,tapi ada juga yang mengatakan masih ada yang tersisa"jelas Goldy yang ikut berbicara.
"Baiklah,aku akan menyuruh salah satu Vampir Zeun mencari tahu"ucap Vezia.Goldy dan Draxy mengangguk setuju.
"Pertemuan kali ini di adakan,untuk membahas kesepakatan antara Vampir Zeun dan para tetua kerajaan terdahulu,karena sekarang kita yang memegang kerajaan,ini menjadi tanggung jawab kita"ucap Raja Lucas.
"Apa kesepakatannya?"tanya Raja Tenzia,para pangeran dan Putri sedari tadi diam tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan kecuali Vezia.
"Kesepakatannya berhubungan dengan anak-anak kita,kita diberi 2 syarat.Pertama ketika Vampir Zeun telah bangkit kita harus memberi mereka minimal 100 manusia untuk di jadikan makanan mereka,dan itu harus darah seorang anak yang berusia minimal 5-17 tahun.Kedua jika tidak ingin menuruti syarat pertama anak-anak kita harus mau menjadi salah satu golongan Vampir Zeun"ucap Raja Erland.
Mereka semua terkejut mendengar itu,terlebih para Pangeran dan Putri yang sudah takut,mereka tentu saja tidak mau menjadi Vampir.Semua Raja terdiam mereka tentu tidak mau menerima begitu saja.
Vezia yang mendengar itu terkejut,mengepalkan tangan nya dengan keras.
"KESEPAKATAN MACAM APA ITU,KESEPAKATAN YANG BODOH SIAPA YANG MEMBERI KESEPAKATAN TIDAK MASUK AKAL SEPERTI ITU"teriakan Vezia menggema di aula,dia tidak terima,cukup dia saja yang menjadi seorang Vampir tapi tidak untuk kakak,dan teman-temannya.
Mereka semua terkejut mendengar teriakan Vezia.
"Draxy,apa benar kesepakatannya seperti itu?"tanya Vezia.
"Saya tidak tahu Master tapi anda bisa bertanya kepada tangan kanan Ratu terdahulu yang sekarang menjadi tangan kanan anda"ucap Draxy.
Vezia mengangguk mengerti.
"Zio cepat datang sekarang,tapi jangan memanggilku Yang Mulia Ratu,rahasiakan semuanya"ucap Vezia kepada tangan kanannya.
"Baik Queen!"ucap Zio.
Mata Vezia penuh akan amarah dan itu tak luput dari penglihatan mereka.
"PANGGILKAN PARA TETUA SEKARANG,AKU TIDAK MAU TAHU"teriak Vezia lagi.
Zero dan Jeno dengan cepat memanggil para Tetua,pasti pada nanya kan kemana para Tetua sehingga mereka tidak pernah mengikuti rapat,mereka mengikuti rapat hanya jika ada permasalahn yang menyangkut dengan masalah kerajaan terdahulu.
Mereka yang berada di aula bergidik ngeri merasakan aura Vezia.Terlebih keluarga Vezia yang tiba-tiba melihat Vezia sangat murka seperti sekarang.
"Zizi kamu kenapa dek?"tanya Keyvino.Vezia mencoba meredakan amarahnya.
"Tidak apa kak"ucap Vezia.
Lama menunggu datang lah para Tetua kerajaan Tetua terdahulu,pas sekali para Tetua semua nya sedang berkumpul.
"Aku tidak mau berbasa-basi,jawab yang benar,apa benar kesepakatan seperti itu yang di ajukan Ratu para Vampir,atau itu hanya kebohongan kalian?"tanya Vezia dingin.Membuat Para Tetua bergidik.
"Apa maksud mu putri,kami tidak mungkin akan berbohong"ucap Tetua 1,keringat dingin mengucur dari tubuhnya,begitupun. dengan Tetua lainnya.
"Jangan berbohong aku tahu benar yang mana yang berbohong dan mana yang jujur"ucap Vezia matanya memandang tajam ke arah para Tetua.
"Jaga batasanmu putri,kau hanya putri kerajaan ini"ucap Tetua 2 dengan pandangan sinis.Vezia menyeringai menakutkan.
Raja Lucas membalas dengan senyum miring,dia memang sudah lama tidak menyukai para Tetua ini,jika bukan karena mereka,mereka tidak perlu berperang dengan Kerajaan Denzi.
"Tentu sayang!"ucap Raja Lucas,Vezia memandang Para Tetua dengan senyum iblisnya.
Vezia menjentikan jarinya.Dan tiba-tiba saja pemuda bertudung sudah berada di tengah aula.
"Kalian pasti kenal dengan dia"ucap Vezia,Zio membuka tudungnya.
Para Tetua semakin berkeringat dingin melihat Zio,tentu saja mereka tahu itu adalah tangan kanan Ratu para Vampir,dugaan mereka benar Vampir Zeun telah bangkit.
"Kau tangan Kanan Ratu para Vampir kan?"tanya Vezia pura-pura bertanya.
"Benar!"ucap Zio dengan wajah flat,mengikuti alur drama Ratunya.
"Apa kesepakatan yang diberi Ratu terdahulu?"tanya Vezia.
"Dia tidak memberi kesepakatan apapun,dia hanya meminta agar kaum Vampir Zeun dan Empat kerajaan tetap damai"ucap Zio.
Semuanya yang mendengar terkejut,Para Tetua semakin gemetar takut.Vezia turun dan berjalan dengan pelan.
"Jadi kalian para Tetua memfitnah Ratu terdahulu,cih tidak tahu malu,sudah di beri bantuan tapi begini cara kalian berterimah kasih,menjijikan"ucap Vezia dengan wajah penuh cemoohan.
"Jaga sikapmu,kami adalah Tetua kalian,tanpa kami kerajaan tidak akan seperti ini"ucap Tetua 2 marah.
Vezia memandang remeh kearah nya.
"Heh kakek Tua,kerajaan seperti ini karena dibawah pimpinan Raja Yang adil,aku tidak sebodoh itu,aku tahu kerajaan dulu tidak semakmur ini dibawah pimpinan kalian,para Tetua yang haus akan kekuasaan seperti kalian membuat para Rakyat menderita,kalian pikir gelar putri hanya pajangan untukku,aku sudah pernah mengatakan untuk tidak menantangku,jika kalian tidak mau berakhir memalukan"ucap Vezia dengan senyum sinis.
Keluarga Vezia bangga melihat Vezia,mereka memberi senyum sinis pada Tetua.
"Dan jika bukan karena kalian,yang haus akan kekayaan empat kerajaan tidak akan pernah berperang dengan kerajaan Denzi,tapi karena kebodohan kalian membuat empat kerajaan berperang"ucap Vezia,matanya menatap nyalang ke arah para Tetua yang mati kutu.
Salah satu Tetua maju akan menyerang Vezia,tapi keluarga Vezia sudah lebih dulu menghalangi dirinya.
"Jaga sikapmu!"ucap Raja Lucas dingin.Vezia tersenyum sinis.Keluarganya kembali ketempat duduk mereka.
"Kalian pikir aku hanya akan diam,sayangnya kalian terlalu bodoh,kalian sengaja memfitnah Ratu terdahulu agar,ikatan antar kerajaan dengan Vampir Zeun menjadi retak,dan kalian menyalahkan semua pada kami yang sekarang,bodoh sekali kalian terlalu meremehkan ku,aku tidak mungkin akan diam melihat kalian yang akan mengorbankan ku,kakak,dan teman-temanku"ucap Vezia dingin,mereka semua memandang Vezia dengan haru.
Raja dari kerajaan lain tersenyum senang,mereka tidak bisa membayangakn jika baru saja menjadi putri sudah seperti ini,apalagi jika sudah menjadi seorang pemimpin.
"Penasihat!"panggil Vezia.Penasihat kerajaan yang sedari tadi diam gemetar maju mendekat.
"Ada apa Putri?"tanya Penasihat.
"Ajukan perdamaian antar empat kerajaan dan kerajaan Denzi,minta mereka berkumpul antara perbatasan kerajaan Duntler dan Denzi,katakan kita tidak akan berperang,ini semua kesalah pahaman antar kerajaan,dan suruh mereka membawa Tetua mereka.Kalian tidak keberatan kan?"tanya Vezia berbalik menatap Para Raja yang menatap kagum ke arahnya.
"Tentu,jika itu baik untuk kerajaan kita"ucap Raja Tenzia dengan senyuman.
"Laksanakan!"ucap Vezia.Penasihat kerajaan mengangguk dan pamit melakukan perintah Vezia.
"Paman Reyland,paman Thomas,bisa ke kerajaan ku sekarang?"telepati Vezia.
"Tentu Zia!"ucap mereka.
Reyland dan Thomas menggunakan batu teleportasi dan tepat mereka telah sampai di tengah aula,membuat mereka bingung dengan kedatangan dua orang ini.
"Ada apa Zia?"tanya Reyland.
"Aku meminta tolong kalian buatkan,kurungan dari mantra sihir untuk mengurung para Tetua busuk ini"ucap Vezia dingin.Vezia bisa saja melakukanya,tapi tidak mungkin dia akan menunjukkan nya yang ada bakalan pada heboh.
"Tentu!"ucap Thomas dan Reyland.
"Pengawal,bawa para Tetua tidak tahu diri ini ke penjara bawah tanah,jaga ketat,jangan sampai lengah,jika ada satu dari mereka yang berhasil keluar kalian semua akan mati"ucap Vezia dingin dengan aura mematikannya menguar.
"Mengerti putri"ucap Mereka serentak.
Mereka menggiring para Tetua pergi,diikuti Reyland dan Thomas.
"Siapa namamu?"tanya Vezia menatap Zio.
"Zio!"ucap Zio.
"Mendekat!"ucap Vezia.Zio dengan patuh mendekat.
"Good Job!"bisik Vezia.Zio tersenyum senang mendapat pujian dari Ratunya.
"Kau bisa kembali"ucap Vezia,Zio mengangguk dan menghilang dari hadapan mereka.
Vezia berbalik dan menatap bingung kearah mereka yang memandang takjub dirinya.
"Darimana kamu tahu tentang ini semua?"tanya Raja Lucas.
"Aku pernah mendengar salah satu Tetua kita mengatakannya,dan aku menyuruh Zero dan Jeno menyelidiki lebih lanjut,dan aku tahu suatu saat ini akan terjadi,jadi aku sudah mengumpulkan semua bukti.Dan jika kalian bertanya dari mana aku mengenal Zio,aku sudah tahu tentang hubungan bulan purnama merah dengan ini jadi aku mencari tahu sendiri,tepat sekali aku bertemu dengannya"jelas Vezia.Dan Vezia menunjukkan sebuah gulungan ditangannya.
Dia menggandakan gulungan itu menjadi empat dan memberikan ke empat Raja di depannya.Mereka terkejut melihat isi gulungan itu,itu adalah tanda bukti kejahatan para Tetua terdahulu,dan sekarang mereka tahu kerajaan Denzi tidaklah jahat,hanya saja kesalah pahaman yang membuat mereka berperang.
Raja Lucas turun dari singgasannya dan berjalan ke arah Vezia,dirinya menggendong Vezia dan mengecup kening Vezia tanpa peduli wajah terkejut orang-orang yang berada di aula.
"Ayah bangga padamu nak,walaupun ini seharusnya menjadi urusan ayah,tapi kamu bisa dengan cepat melakukannya"ucap Raja Lucas dan tersenyum hangat menatap Vezia.
"Aku hanya membantu sedikit,aku tidak mau ayah,kakek,dan paman-pamanku terlalu memikirkan ini hingga kalian jatuh sakit,dan juga aku tidak mau melihat kakak-kakaku,dan teman-temanku menanggung sesuatu yang tidak seharusnya mereka dapatkan"ucap Vezia.Mereka semua tersenyum bahagia menatap Vezia.
"Ini sangat membantu putri,justru bantuan mu ini sangat besar,hanya dengan ini bisa membuat kerajaan berdamai dengan kerajaan Denzi tanpa harus berperang lagi"ucap Raja Tenzia.Vezia tersenyum tipis
"Terimah kasih Putri Vezia kau telah menyelamatkan anak-anak kami"ucap Ratu Frost dengan senyum hangat nya.
Vezia membalas dengan senyum tipis.
"Tentu Ratu,mereka adalah sahabat-sahabat saya,saya tentu harus menjaga mereka"ucao Vezia.
"Panggil saja bibi"ucap Ratu Frost.Vezia mengangguk di selingi senyuman.
"Terimah kasih Vezia,kau memang yang terbaik"ucap Felly dan Astesia.mereka berdua turun dan berjalan ke arah Vezia yang telah turun dari gendongan ayahnya.Mereka bertiga saling berpelukan.
"Tentu saja aku yang terbaik"ucap Vezia dengan bangganya.
Felly dan Astesia mendengus geli.
"Aku menyesal memujinya,ayo kita kembali kak Stesi"ucap Felly.Vezia menunjukkan wajah cemberut.Membuat Felly dan seisi aula terkejut melihat Vezia menunjukkan wajah yang begitu imut,karena biasanya dia hanya menunjukkan wajah temboknya.Felly dan Astesia mencubit kedua pipi Vezia.
"Kau sangat imut"ucap Felly dan Astesia.Vezia hanya mendengus dan mengelus pipinya yang kesakitan.
**Holla guys...
moga suka yah..
jangn lupa dukungannya😉**