
Suara nafas terengah-engah terdengar jelas ditengah lapangan Academy Wizd dimana saat ini kelas bangsawan tengah berlatih dibawah bimbingan Vezia.
"Lebih kuat memukulnya,tapi tanpa menyalurkan QI.Rose,jangan salurkan QI mu!!"Vezia terus mengarahkan beberapa siswa yang telah beralih berlatih tinju.
"Kuda-kuda kalian kurang kuat"Vezia dengan teganya menendang kaki mereka membuat mereka jatuh,dan meringis.
"Terus lakukan"Vezia bersidekap dada berdiri dipinggir barisan memantau semua muridnya yang berlatih.
10 hari lagi menuju ke turnamen pemilihan murid memasuki Academy Saintess,Vezia sudah memiliki beberapa kandidat yang akan dia rekrut dan latih secara pribadi.Belum lagi Kepala Sekolah meminta bantuannya membentuk tim,karena akan ada lawan pertim yang tentunya lawan mereka spesial dari Academy Saintess menguji mereka.
Kelas bangsawan hanya memiliki 20 murid,dengan laki-laki yang paling banyak.Vezia tidak hanya akan memilih dari kelas bangsawan namun dari kelas lain,apalagi dia membutuhkan pengguna elemen api untuk menyuling pil,dan tentunya mengajarinya menggunakan apinya sebagai penyerangan.
"Zi!"
"Ada apa?"
Vezia melirik Zio tetapi matanya malah menatap kearah Regan yang berjalan kearah mereka,Vezia menyenggol Zio.Zio mengangguk dengan cemberut,tetapi mengubah raut wajahnya menjadi ceria.
"Hallo Rambut api merah badai"Zio dengan sok akrabnya merangkul bahu Regan.
"Tidak ada akhlak kamu Zio!!"Vezia menahan tawanya mendengar Zio dengan tak sopannya memanggil Regan dengan sapaan. yang menurutnya cocok dengan rambutnya.
"Regan saja,pak Zio"Regan dengan senyum paksa kearah Zio.
"Oh ngokey"Zio dengan ogah-ogahan menyahuti ucapan Regan.
"Help me please,pen ngakak"Vezia memegangi perutnya dan berjalan pergi pura-pura ingin mengajari muridnya padahal mah mau ketawa diam-diam.
"Awas saja kau Vezia,aku doakan semoga kekasihmu dimasa depan lebih tidak berakhlak dari pada aku"Zio dengan cepat menatap Vezia dengan mata melotot dan menyumpahi melalui telepati mereka.
Vezia hanya bisa terkekeh dan mengabaikan Zio,yang mengumpat terus menerus.
Vezia menepuk tangannya sebagai sinyal meminta mereka berhenti berlatih,"Kalian bisa duduk,sementara kalian mengistirahatkan otot kalian yang lelah.Dengarkan apa yang akan saya umumkan"Kali ini Zio mengambil alih,tahu jika Vezia paling malas menyampaikan pengumuman.Regan sendiri memilih berdiri disamping Zio.
Vezia ngikik dibelakang untungnya dia memasang pelindung kedap suara,"Zio kalian berdua terlihat seperti pengantin dari belakang.Fix,pasti kau mengambil posisi Bottom"Zio tersedak ludahnya sendiri dan berbalik secara spontan menatap Vezia dengan mata menyipit bahaya,Vezia sendiri mempertahankan wajahnya dingin padahal dalam kepalanya tengah memanasi Zio.(Help me please,Poor Zio dijodohin.BTW gak beneran kok,Vezia cuma bercanda aja yah kali tiba-tiba Novel beralih bromancešš¤£)
"Kam*ret!"satu kata itu membalas godaan Vezia,Vezia malah hanya menggigit bibirnya sendiri menahan senyum lebarnya.
"Beneran ini loh Zio,coba kau melihat kesamping.Bukankah Regan terlihat mendominasi"Zio malah dengan bodohnya mengikuti ucapan Vezia,sialan benar apa yang dikatakan Vezia,pikirnya.
Zio berdehem dan menetralkan ekspresi pada wajahnya,"Oh maaf.Kalian pasti sudah mendapatkan informasi jika Academy Saintess mengumpulkan semua Sekte dan Academy untuk diuji dan dipilih memasuki Academy Saintess bukan?"Mereka semua mengangguk.
"Sesuai aturan murid yang diterima hanya berusia dari 13 tahun keatas dan berada dikelas unggulan.Dalam hal ini Academy kita memiliki 5 kelas unggulan termasuk kelas kalian.Turnamen mengadakan 2 pertandingan Individu dan tim,pertandingan Individu kalian akan melawan murid dari Academy lain,tetapi pertandingan Tim melawan langsung tim yang dibentuk Academy Saintess"jelas Zio,Vezia melirik Zio meminta dia melanjutkan.
"Keuntungan antara Individu dan Tim berbeda,Tim yang secara langsung menang melawan Tim Academy Saintess akan dapat masuk langsung kelas paling unggul di Academy Saintess tetapi resiko yang ditanggung jika kalah lebih merugikan,mereka tidak bisa mendapat kesempatan untuk bisa melawan.Jika kalah kalian hanya bisa menunggu tahun tahun mendatang untuk direkrut lagi.Dan Individu,mereka direkrut berdasarkan seberapa besar kekuatan dan akan diadu tanding dengan Academy lain ketika dia berhasil mengalahkan setidaknya satu dari masing murid yang dilawan mereka otomatis diterima."Mereka semua saling lirik,tentu saja mereka lebih memilih Individu.
"Dalam hal ini kepala sekolah meminta Prof.Shera secara pribadi membentuk dan melatih tim yang akan turun ke turnamen,dan Prof.Shera akan memilih diantara 5 kelas,jika yang dipilih tidak bersedia dia dipersilahkan mundur dan mengikuti turnamen individu."Mendengar hal ini mereka merasa tergiurkan,tetapi mereka takut kalah belum lagi Academy Saintess adalah Academy unggulan diantara semua Benua.Pastinya murid mereka terlatih baik.
Vezia berdiri dengan tegak,"Aku memilih 6 murid,yang aku sebut namanya dapat maju dan mengajukan gugatan setuju atau tidak"Mereka semua saling pandang dan tetap diam.
"Rose"Rose dengan tegas berjalan dan merasa senang dapat dipilih dia tidak masalah dapat masuk atau tidak karena dia sangat ingin dilatih khusus oleh Vezia.
"Saya setuju Prof.Shera"Vezia mengangguk puas.
"Rayyen"Rayyen berdiri disebelah Rose dan berkata pula tegas jika dia setuju.
Mata Vezia menyipit kearah gadis yang paling pendiam selama dia mengajar,"Nian!"Gadis yang sedari tadi diam itu tersentak dan dengan cepat maju.
"Apa kau mau?"Nian berdiri menunduk takut menatap Vezia,sebenarnya dia sangat mau tapi dia takut mengecewakan teman setimnya.
Vezia mendengus,"Katakan kau setuju atau tidak?"Nian dengan cepat mengangguk.
"6 lainnya berada dikelas lain,kalian akan bertemu mereka di Manorku.Oh aku lupa,mulai hari ini hingga hari pertandingan kalian tinggal di Manorku"Ketiga mata orang itu berbinar senang,dan mengangguk dengan semangat walaupun Nian masih dengan anggukan malu-malu.
"Kalian bisa bubar,seperti jadwal biasa.Sore nanti aku mau kalian sudah berkumpul,tetapi kalian akan berlatih gabungan bersama 4 kelas lainnya sebagai persiapan turnamen."Mereka semua mengangguk mengerti,dan bubar setelah diperintahkan.
Zio menyenggol bahu Vezia,"Kau yakin ingin memberi mereka pelatihan neraka itu? mereka bukan anggota organisasi atau pasukanmu kau tahu"Ucap Zio meratapi nasib tim tim yang berada dibawah bimbingan Vezia.
"Jangan mendrama Zio,kau tahu bahkan sekteku saja mampu melewati mereka. ini juga satu-satunya cara jika ingin mereka menang dari Tim unggulan seperti academy Saintess.Kita pulang,aku harus menyiapkan setidaknya 5 rune sebagai penambahan tantangan mereka"Vezia mengacuhkan Zio yang menggeleng sok dramatis.
Zio teringat jika sirambut merah api badai masih disebelahnya,dengan paksaan Zio tersenyum kearah Regan dan pamit menyusul Vezia.
Regan berdecak karena lagi-lagi gagal untuk berbicara dengan Vezia,sungguh harga dirinya sebagai tangan kanan raja Iblis terinjak-injak karena Vezia yang menganggapnya sebagai sebuah bayangan yang tidak perlu dilihat.Belum lagi asisten bernama Zio itu mengganggunya secara terua menerus untuk bisa mendekati sang Profesor yang paling dipuja di Academy.
Like..Coment..Vote...