Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS89



Vezia meregangkan otot ototnya yang kaku,sudah lama dia tidak pernah berlatih,Vezia mengubah pakaiannya untuk berlatih tapi lebih tertutup karena atas perintah sang keluarga Over,dengan busur serta anak panah dibelakang punggungnya,tak lupa pedang yang tersampir indah di bagian pinggangnya.


Vezia keluar dan berjalan menuju tempat latihan khusu untuk dirinya,yang ternyata disana ada kedua kakaknya yang sedang berlatih.Zero dan Jeno tetap diam mengikuti Vezia dari belakang.


"Kalian ganti baju,kita akan berlatih bersama!"ucap Vezia,Zero dan Jeno mengangguk meninggalkan Vezia yang berjalan santai menuju kedua kakaknya yang sedang beradu pedang satu sama lain.


Vezia duduk dibangku yang tersedia menonton setiap serangan yang secara bergantia antara Lenzi dan Varrel berikan satu sama lain.Harus Vezia akui Varrel memang lebih unggul dalam berpedang dibanding Lenzi,tapi dalam hal uji pengendalian elemen serta dalam hal strategi Lenzi masih jauh lebih hebat dibanding Varrel.


Lenzi sebenarnya lebih mahir menggunakan panah,tapi karena diharusnya dapat menggunakan pedang Lenzi selalu belajar kepada Varrel,mereka saling bertukar ilmu.


Sadar ada yang menatap mereka berdua,mereka berhenti dan menatap Vezia,mereka berdua berjalan kearah Vezia.


"Tidak ke academy?"tanya Varrel.Vezia menggeleng.


"Tidak,aku sudah izin!"ucap Vezia singkat,Varrel mengangguk dan ikut duduk dibangku yang sama dengan Vezia diikuti Lenzi.


Tak lama kemudian Zero dan Jeno datang dengan baju yang telah siap untuk berlatih.


Vezia berdiri di depan target yang jauh dari jaranknya sekitar 200 meter darinya,ada juga yang sangat jauh dan itu bergerak.


Zero dan Jeno saling berhadapan mereka berlatih berpedang.Sedangkan Varrel dan Lenzi diam memperhatikan Vezia.


Vezia mengangkat busurnya,menarik anak panah,matanya memicing tajam kearah titik terkecil di target miliknya.Helaan napas Vezia keluar bersamaan dengan lepasnya anak panah.Dan....


Tak..


Tidak diragukan bagi multitalenta benua Poren Vezia mengenai tepat dititik terkecil bagian tengah sasarannya.Tak berhenti disana Vezia secara cepat menembak buah apel,dan secara cepat lagi menembak target yang bergerak.Setiap gerakannya terlihat indah dan ganas.


Dan setiap tembakannya mengenai sasaran.Vezia menjatuhkan busurnya dan menarik pedangnya,Vezia mengayunkan pedangnya kearah orang orangan yang sengaja dibuat untuk berlatih,Vezia menebas dalam sekali tebasan membuat semuanya hancur.


Vezia kembali menyarungkan pedangnya,berjalan kembali kebangku tempatnya tadi duduk.Lenzi dengan sigap memberi Vezia sebotol air,Zero dan Jeno pun telah usai berlatih,Varrel melemparkan dua botol kepada Zero dan Jeno,dan berhasil ditangkap dengan bagus oleh keduanya,mereka berdua ikut bergabung duduk saling berhadapan.


Zero dan Jeno akan berperilaku seperti ini hanya di depan Lenzi,Varrel,dan Vezia,setidaknya persaingan mereka berkurang sedikit.


"Zizi mau ke sekte"ucap Vezia dingin nada seperti biasa,walau singkat tapi mereka berempat mengerti.


"Kakak ikut,pengen lihat gimana sekte iblis api!"ucap Varrel.Vezia mengangguk,dan berjalan diikuti keempat kakaknya.


"Nanti Kak Zian,dan Kak Elios jemput kamu!"ucap Lenzi.Vezia lagi lagi hanya mengangguk lalu masuk kedalam kamarnya bersiap siap untuk pergi kesektenya.


Karena Vezia akan pergi ke sekte iblis api,dirinya hanya mengenakan seragam sekte berupa baju dengan celana layaknya laki laki,sebenarnya ada baju untuk perempuan,baju untuk perempuan di desain seperti gaun tapi dapat bergerak bebas,tapi bagi Vezia itu masih tetap repot jadi Vezia memutuskan menggunakan seragam laki laki,Jubah kebesaran miliknya dikenakannya,setiap kali murid sekte iblis api melihat Vezia menggunakan jubah itu mereka selalu diam dan menunduk,bahkan yang sedang berlatih berhenti untuk memberi hormat padanya.


Vezia dan Alex diperlakukan layaknya Reyland dan Thomas,murid murid sekte mereka sangat menghormati mereka berdua,walau dikatakan Sekte terkuat sekte iblis api tidak sombong sama sekali maka dari itu,sekte mereka layaknya keluarga,terlebih jika sedang bersantai dan tidak ada nya pelatihan.


Vezia keluar dari kamarnya dan mendapati keempat kakak kakaknya sudah menunggu,mereka berjalan kearah kereta yang telah di siapkan.Raja Lucas juga sebagai ayah yang over mengantar kegerbang,memastikan keselamatan anak anaknya dengan mengirim banyaknya penjaga bayangan.


"Kami akan kembali siang nanti,dan ayah jangan memaksakan diri,istirahat dulu!"ucap Vezia,Raja Lucas mengangguk sembari tersenyum lalu mencium pucuk kepala Vezia.


"Jaga baik baik adik kalian!"ucap Raja Lucas menatap Varrel dan Lenzi secara bergantian.


"Siap ayah!"ucap Mereka berdua dengan tegas.


"Paman Ronald,untuk pelatihan para prajurit kuserahkan pada paman,sampai siang nanti kami kembali!"ucap Lenzi,Ronald mengangguk patuh.Awalnya Lenzi dan Ronald hanya memanggil menggunakan Ronald,tapi karena sering ditegur oleh Vezia jadi nya mereka ikut memanggil menggunakan paman.


***


Mereka berlima telah sampai di sekte iblis api,Vezia disambut hangat dengan banyaknya murid sekte yang menunggu digerbang,mereka mendapat kabar dari Alex jika Vezia akan datang,jadi mereka menyambut Vezia,sebab Vezia sangat jarang untuk datang berkunjung.


"Sudah lama tidak bertemu Vezia!"ucap salah satu murid disana,Vezia memang meminta mereka cukup memanggil dirinya dengan nama.


"Hn.Dimana Alex?"tanya Vezia datar.Mereka sudah terbiasa dengan sikap Vezia jadi tidak masalah.


"Biasa seperti kau tidak tahu saja,dia sedang berkencan dengan seseorang!"ucap Tio murid yang tadi menjawabnya,Tio salah satu orang yang dikatakan cukup dekat dengan Alex dan Vezia.


"Lalu mengapa kalian berkumpul?"tanya Vezia.Tio menunjukkan senyum lima jarinya.


"Tentu saja menunggumu,kau sudah lama tidak kemari,kami merindukkanmu,bahkan sikelinci kecilmu itu merengek terus menerus!"ucap Tio,menunjuk kearah Tyn,Tyn adalah bocah lelaki kecil adiknya Tio,karena insiden beberapa bulan yang lalu membuat Tyn ikut dengan sang kakak,tapi Tyn lebih suka dekat dengan Vezia dibanding kakaknya sendiri.


"Kak Zia!"suara girang Tyn menyapa telinga Vezia,Vezia melangkah dan membawa bocah berusia 5 tahun itu kedalam gendongannya.


"Kenapa kau tambah berat!"ucap Vezia menatap Tyn,pipinya tambah chubby.


"Kau terlalu memanjakkan nya Vezia,karena cemilan yang kau berikan itu,tiap hari selalu dia memakannya!"ucap Tio menggelengkan kepalanya.


Vezia menatap Tyn yang tersenyum polos.


"Kak Zia,Tyn buatin mahkota bunga loh buat kak Zia!"ucap Tyn.


"Mana Kakak mau lihat!"ucap Vezia.Kakak kakak Vezia hanya diam melihat interaksi mereka,sudah biasa bagi mereka melihat hal ini,terkadang memang mereka ikut untuk menemani Vezia,awalnya mereka kesal karena bocah bernama Tyn itu selalu menempel pada Vezia,tapi lama kelamaan mereka terbiasa walau masih sedikit jengkel tapi jika mereka mengeluh Vezia akan marah,jadi mereka hanya bisa diam.


"Astaga Vezia,kau seperti lelaki yang cantik,kenapa kau tidak memakai gaun saja sih!"ucap Tio.


"Terlalu merepotkan aku tidak bisa begerak bebas!"ucap Vezia datar.


Vezia berjalan masuk dengan menggandeng tangan Tyn,diikuti murid murid serta kakak kakaknya.


"Bagaimana keadaan sekte selama aku pergi?"tanya Vezia.


"Baik baik saja!"ucap murid perempuan disana.Vezia mengangguk.


"Katakan kepada Alex jika dia sudah kembali aku menunggunya diruanganku!"ucap Vezia mereka mengangguk.Sebelum Vezia pergi Vezia memberikan mereka cemilan kepada mereka.Berhubung mereka sedang tidak berlatih jadi tidak masalah untuk makan.


Vezia berjalan dengan masih menggandeng Tyn,Tio,beserta keempat kakak Vezia tetap mengikut.


"Kalian pergi keruanganku,aku harus bertemu paman terlebih dahulu!"ucap Vezia datar,mereka mengangguk,tapi Tyn tidak mau pergi jadi Vezia membawanya.


"Sebenarnya dia itu adikmu atau adik dari Zizi,dia selalu saja menempel!"kesal Varrel.Tio cekikikan.


"Heheh maaf kan adik saya pangeran,dia memang selalu manja,saya juga tidak tahu dia sebenarnya adik saya atau bukan,dia lebih menyayangi Vezia dibanding saya!"ucap Tio dengan gelengan kepala.


Vezia masuk kedalam ruangan kedua orang pemimpin sekte iblis api,seperti biasa tak ada ketukan sama sekali.


"Salam paman!"ucap Vezia datar.Reyland dan Thomas menatap Vezia.


"Dasar bocah,masih ingat juga kau dengan sektemu!"ketus Reyland,Vezia memutar bola mata malas.


"Tentu saja masih,aku melakukan hal yang penting sehingga jarang kemari!"ucap Vezia santai dirinya duduk tanpa diminta,dengan Tyn dipangkuannya.


"Ada apa kau kemari,tidak biasanya!"ucap Thomas.


"Aku memerlukan bantuan kalian,perang antara Benua Vroz dan Poren akan terjadi tidak lama lagi,setidaknya aku butuh beberapa murid yang tingkat nya tinggi serta memiliki sihir,terutama sihir penyembuh,juga yang dapat melakukan segel suci untuk menyegel kaum setan,aku bisa saja melakukannya tapi,aku tidak mau banyak yang tahu tentang kekuatanku!"ucap Vezia.Reyland dan Thomas hanya tahu beberapa tentang kekuatan Vezia,mereka hanya tahu Vezia memiliki elemen petir,dapat melakukan sihir serta ras Vampire,selebihnya mereka tidak tahu.


"Terserah kau saja,pilih saja yang mau kau bawa,tapi jaga keselamatan kalian!"ucap Reyland,Vezia mengangguk patuh.


"Kapan kalian menikah?"pertanyaan Vezia membuat mereka tersedak air liur sendiri.Vezia terkekeh geli.


"Bocah te*gik,kami dapat calon darimana,kami sudah tua mana ada yang mau!"ucap Thomas kesal,jujur saja dia sangat kesal bila ada yang bertanya kapan dirinya akan menikah.


Vezia berdiri dan berjalan keluar.


"Kenapa tidak kalian berdua saja,kalian berdua sangat cocok!"ucap Vezia dengan menatap mereka berdua jahil,Reyland dan Thomas memandang sesaat,Vezia berlari secepatnya keruangannya,takut mendengar amukan paman paman jomblo.


"ZIA KAMI MASIH NORMAL,BOCAH KURANG AJAR!"benar saja teriakan mereka masih didengar Vezia,jika dia masih di dalam situ sudah di pastikan telinga Vezia beserta Tyn akan sakit.


"Hhihi,kak Zia suka sekali menganggu dua paman tua!"ucap Tyn terkekeh geli.Vezia tersenyum.Lalu memasuki ruangannya.


Vezia duduk dikursi kebesarannya,membiarkan Tyn bermain dengan mainan yang dia siapkan khusus untuk Tyn diruangannya.


Brak...


Pintu yang tiba tiba terbuka membuat mereka terkejut kecuali Vezia yang tahu siapa pelakunya.


"Vezia adikku yang manis kau sudah kembali!"teriakan memekang telinga milik Alex membuat Vezia menatapnya tajam,tapi dasarnya Alex suka cari ribut dia mengabaikannya.


"Siapa lagi yang kau kencani?"tanya Vezia menatap Alex datar.


Alex tersenyum canggung.


"Maaflah Vezia,aku kan harus memiliki pasangan!"ucap Alex dengan santainya.


"Aku tidak melarangmu,tapi kau melupakan tanggung jawab yang kuberikan,bukan kah sudah kukatakan selama aku pergi kau harus melatih mereka!"ucap Vezia nadanya terdengar sangat dingin.Vezia dan Alex memang diberi wewenang untuk melatih murid murid sekte.


"Aku beri kesempatan sekali lagi,jika kau melupakan tanggung jawabmu,masa depanmu itu akan kumusnahkan serta gadis gadis yang kau kencani itu akan kubunuh!"ucap Vezia aura membunuh nya begitu kental.


"Iya iya,aku paham!"ucap Alex takut.


"Hukumannya,kau harus melatih mereka hari ini,tetap tinggal di dalan sekte selama 1 minggu tidak ada kencan,serta kau puasa 5 hari 5 malam,serta memberikan makan singa singaku,jangan lupakan bersihkan seluruh gedung sekte selama 2 hari,tanpa sihir !"ucap Vezia dengan nada absolut,serta dingin.


Alex mengangguk pasrah,inilah alasannya kenapa dia lebih takut kepada Vezia dibanding kedua pemimpin sekte,karena Vezia memberikan hukuman untuk mereka tidak main main,bagi mereka hukuman ini belum seberapa,hukuman terparah yang pernah Vezia berikan adalah,Vezia mengurung mereka di sangkar dimensi kematian,itu adalah sebuah hutan buatan Vezia,siapapun yang melanggar peraturan terberat akan dihukum disana paling lama 1 bulan dan mereka harus bisa bertahan hidup dan mencari makan sendiri,serta di dalam hutan itu ada beberapa hewan ganas ciptaan Vezia.


Kejam memang bahkan Vezia lebih kejam dalam memberi hukuman dibanding kedua pemimpin sekte,tapi karena itu juga mereka mampu berlatih bertahan hidup dialam liar walau sesulit apapun,serta kekuatan kewaspadaan refleks,kecepatan,penglihatan serta serangan mereka lebih baik dan meningkat berkat hukuman Vezia.


**Holla guys,sesuai janji aku up 3 chap


jangan lupa yah dukungannya😉**