
Waktu akan terus berjalan tanpa kita tahu kapan akan ada waktu yang tepat untuk berubah,tapi waktu bukan menjadi penghalang,perubahanmu bukan karena waktu tapi karena kamu memang berniat berubah...
~Veziandra Rencla D.F~
~Reborn In The Kingdom Of The Past~
.....................................................................
Vezia terbangun tepat ketika sore tiba,didepannya sudah ada Zero dan Jeno yang menatap dirinya lembut.
"Selamat sore Putri,Apakah Nap Time putri nyenyak?"Vezia tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan Jeno.
"Tyn,Tio,dan Alex sudah menunggu anda ditaman mari putri"Vezia terlebih dahulu mencuci mukanya
Dan mengikuti Zero beserta Jeno menuju taman kediaman ayahnya.Melihat kedatangan Vezia,Tio dan Alex memberi hormat,mereka masih tahu diri dan tak mau mati tidak memberi hormat kepada permata lima kerajaan besar jika berada di dalam Istana.
Melihat Vezia,Tyn berlari bahkan membuang mainannya asal.Dan secara langsung melompat untungnya Vezia memiliki refleks bagus sehingga dapat menangkap Tyn.
"Kak Zia,Tyn rindu kak Zia"kekehan kecil keluar dari bibir Tio dan Alex.Vezia mengelus lembut kepala Tyn,dan berjalan menuju tempat duduk,dimeja yang sudah berisi beberapa cemilan.
Yang memakan cemilan itu tentu hanya Tio Dan Tyn,Alex masih mengingat jika dia harus berpuasa 5 hari 5 malam.
"Alex,bukankah sudah kubilang hukuman akan dilakukan setelah perang,kau boleh makan sekarang"Mendengar ucapan Vezia sontak saja Alex langsung menyambar makanan cemilan favoritnya.
"Ah Vezia,Anda sangat baik"Vezia mendelik menatap Alex.
"Baik baik,aku tidak akan formal"Tio menggeleng melihat sifat Alex.
"Bagaimana dengan penyihir pemanah apa kalian sudah memilihkan nya untukku?"
Alex mengangguk,mengunyah makanannya dan menelannya sebelum menjawab.
"Sudah,3 orang tingkat Dez,san 2 lainnya tingkat hampir mencapai akhir Zes"jelas Alex,Vezia mengangguk puas.
"Sampai perang berlangsung kalian akan tinggal disini,dan minggu depan kalian pergi jemput penyihir penyihir itu"Alex dan Tio mengangguk.
"Untuk Tyn,aku sudah memberi perlengkapan sihir cincin,dan gelang semuanya adalah pelindung,pastikan dia selalu memakainya sebelum kita pergi"Vezia mengelus kepala Tyn lembut.Tio menghela napas syukur,setidaknya Tyn tidak kehilangan seorang kasih sayang layak nya ibu.Matanya menatap Vezia.
"Terimah kasih Zia,aku sangat bersyukur kau masih mau memperhatikan Tyn"Tio menatap haru Vezia.
"Tentu kak Tio,dia juga adikku,jadi sebagai kakak aku harus melindunginya"Tio tersenyum.
Alex tersedak,dan memprotes.
"Hey aku seumuran dengan Tio,tapi kenapa kau memanggil Tio Kak sementara aku tidak"Alex memprotes bahkan makanannya sudah muncrat,Tio melemparkan serbet.
"Bagaimana bisa Zia mau memanggilmu kakak,sedang kau saja seperti anak kecil bahkan,Tyn saja makan sangat rapi,tapi kau seperti bayi yang baru lahir"Alex menatap kesal kearah Tio.
"Lama lama mulutmu seperti Zia"Ucap Alex sinis.
"Tentu menghadapi orang sepertimu harus bermulut pedas"Tio tertawa karena berhasil membungkam Alex,sedangkan Vezia menggeleng melihat kelakuan Alex layaknya anak kecil.
"Jika kau ingin aku memanggilmu kakak,setidaknya rubahlah sikap kekanakkanmu itu Alex,aku kasihan kepada perempuan yang akan menikah denganmu"ucapan bernada datar Vezia terdengar menyakitkan bagi Alex.Dengan wajah sedih dan cemberut sambil mengunyah makanannya,dia tidak menjawab sama sekali,semakin berbicara semakin lama dia ingin mati karena tidak bisa melawan ucapan pedas Vezia.
"Hentikan wajahmu itu terlihat menjijikan"raut wajah Tio sengaja diubah pura pura jijik.Alex mendelik dan melempar Tio menggunakan belati,untungnya Vezia dengan cepat menangkapnya karena lemparan itu hampir mengenai Tyn yang tengah berpindah pada Tio.
Matanya menatap tajam Alex.Glek.suara saliva ditelah milik Alex melihat tatapan Vezia.
"Kau benar benar meminta dibunuh Alex,hukuman mu akan ditambah,setelah selesai hukuman pertamamu hukuman keduamu,kau akan tinggal di hutan sangkar kematian selama 2 bulan"Sudah dia duga,Vezia akan selalu memberi hukuman tak main main.
"Vezia maafkan aku,yah yah"wajah memelas Alex tidak membuat Vezia merasa kasihan.
"Kau membuka mulutmu lagi,hukumanmu bertambah"Alex bungkam lebih baik pasrah dari pada hukumannya ditambah.
"Zizi"suara ini jelas sangat mereka kenali,siapa lagi jika bukan suara kedua kakak overnya.
Vezia berbalik dan menatap mereka,Varrel merentangkan tangannya lantas berlari memeluk erat adik kesayangannya.
Begitupun yang dilakukan Lenzi.
"Zizi sayang,besok kakek,nenek,paman beserta bibi akan kemari,dan juga sepupu kita.Jadi persiapkan dirimu untuk hukuman selanjutnya paham"suara Lenzi terdengar halus namun terkesan menyeramkan,Vezia mengangguk.
"Dan juga besok kakek ingin bicara padamu perihal perang nanti,tentang masalah para penyihir hitam"Vezia lagi lagi hanya mengangguk.
Tiba tiba Zio datang dan menghadap kearah Vezia,memberi Vezia hormat dan menghiraukan keterkejutan orang orang disekitar Vezia.
"Semuanya sudah beres putri,kerajaan nya sudah rata beserta orang orangnya"Vezia menyeringai kejam dan sadis,katakanlah Vezia iblis,memang pada dasarnya hati Iblisnya hanya untuk orang yang mengusiknya.
Jangan karena selama ini dia terlihat dingin acuh dan berusaha baik dia akan mempertimbangkan untuk membunuh siapapun,oh maaf saja Sang Ratu semua Ras ini adalah seorang yang kejam,tak pandang bulu untuk membunuh,tak memberi ampun sekalipun dia tidak bersalah jika dia sudah muak dan menurutnya itu adalah hama dia akan memusnahkannya,contoh seperti kerajaan yang mencari masalah kepada dia dengan meracuni Felly.
Vezia tak sebaik yang dipikirkan jika dia mau dia bisa saja memusnahkan seluruh kerajaan dibenua ini,tapi sayang dirinya memikirkan keluarganya.
-*-*@*@
Seperti dugaanya,seluruh tatapan keluarga nya dari kerajaan Fioska begitu menakutkan,tepat setelah kemarin Lenzi memberitahunya dia sudah mempersiapkan diri.
Tapi tetap saja dirinya gugup,ayolah yang saat ini dipikirkannya bukan dirinya tapi nasib Randy jika kakak kakak nya sudah muak dan membantai habis kerajaan Frost.
"Tahu letak kesalahanmu dimana Baby"suara dingin Alvin terdengar menakutkan,untuk pertama kalinya Alvin semarah ini.Jangan salah dibalik sikap ramahnya Alvin lebih menakutkan jika sedang marah dibanding Keyvino.
"Tahu kak"Vezia tidak menunduk tetapi menatap kakaknya,peraturan untuk Vezia ketika berbicara dengan mereka.
"Masih ingat dengan perjanjian kita"kali ini suara Pamannya Harry.
"Masih paman"
"Lantas kenapa kamu melanggarnya hm?"Harry melangkah mendekati dirinya.
"Aku tidak melanggarnya paman,dia yang tiba tiba memelukku hanya untuk mengucapkan terimah kasih"Vezia menjawab setenang mungkin walaupun keringatnya bercucuran akibat gugup.
Keyvino maju dan memegang dagu Vezia secara kasar.Matanya menatap tajam netra dark blue Vezia.
"Sudah pandai berbohong yah,siapa yang mengajarimu?"Vezia sedikit menatap netra tajam sang kakak,menggeleng pelan dan sedikit susah karena cengkraman Keyvino tidak main main.
Keyvino melepaskan cengkramannya,mengelus lembut dagu Vezia.
"Jawab yang jujur,apa dia sudah menyatakan perasaanya padamu?berapa kali dia memelukmu,dan apa yang kamu katakan padanya?"habis jika dia mengatakan jawabannya bahwa dia memberi Randy kesempatan,ucapkan selamat tinggal pada kerajaan Randy.
"Sudah.Dua kali.Aku tidak tertarik"secara singkat Vezia menjawab nya toh memang dia memberi kesempatan tapi rasanya tidak tertarik sama sekali.
Mereka terkejut bahwa kedua kalinya Vezia dipeluk.Keyvino kembali mencengkram dagu Vezia.
"Bagus baby,dan kamu tidak mengatakannya,sejak kapan pandai menyembunyikan rahasia kepada kami"suara Keyvino makin dingin.
"Maaf kak,Zizi tidak mau kalian marah"suara lirih Vezia membuat bibi,nenek Vezia merasa kasihan,Hana maju dan menepis pelan tangan Keyvino.
"Sudahlah kalian ini yang penting Vezia sudah mengatakan jika dia tidak tertarik"ucap Hana dan membawa Vezia kepelukannya.
"Hukuman tetap hukuman,setelah perang nanti,hukuman mu akan dimulai,selama 2 bulan penuh kamu harus menulis segala peraturan yang kami buatkan untukmu,dan tidak akan keluar kamar,terkecuali hal penting"Raja Erland a.k.a kakek Vezia angkat bicara.Vezia mengangguk pasrah,dia harus menerima semuanya.
"Good Baby Girl,sekarang kembali kekamar ayah,jangan berani keluar"Vezia mengangguk,hendak berdiri dan melangkah pergi tapi Arvin sudah lebih dulu menggendong ala koala dirinya.
Arvin dengan Vezia berada digendongannya diikuti Zero dan Jeno menuju kamar Raja Lucas.Zero dan Jeno menunggu diluar.
Arvin menurunkan Vezia,tanpa banyak bicara Arvin keluar,tapi tangan halus nan lembut menahannya,salah satu yang ditakuti Vezia diamnya Arvin,Arvin memang tidak membentak atau memarahinya,tapi keterdiamannya lebih menakutkan bagi Vezia.
"Kakak,Zizi minta maaf kak,Zizi mohon jangan diamkan Zizi"Vezia tak kunjung mendapat jawaban apapun.
Vezia yang memang paling cengeng jika didepan keluarganya tidak bisa membendung tangisannya,Vezia menggigit bibirnya guna menahan isakannya,tapi karena kuatnya gigitannya membuat bibir Vezia berdarah.
"Hiks..kakak,hiks..kak jangan diamkan Zizi."Vezia memeluk Arvin dari belakang.Bisa Arvin rasakan hangat belakangnya karena air mata Vezia.
Arvin menyerah kelemahannya adalah tangisan Vezia dan saudara kembarnya.Arvin dengan lembut mengangkat dagu Vezia,matanya membola terkejut melihat darah mengalir dari bibir Vezia.
"Syut,diamlah,kakak minta maaf hmm.Kakak hanya tidak suka jika kamu melanggar perjanjian kita,dan sudah berani berbohong"Arvin mengelap darah dibibir Vezia serta air mata Vezia.Arvin mengecup dahi Vezia.
"Jangan menangis lagi hm,kakak minta maaf,dan jangan lukai dirimu,kakak tidak ingin ada darah yang terlihat ditubuhmu"Vezia mengangguk tangannya perlahan mengusap bibirnya hingga darah dan bekas lukanya menghilang
"Good Baby,sekarang kamu istirahat,sore nanti kakak dan yang lainnya akan kemari menamanimu bermain"Vezia hanya mengangguk,sebelum Pergi Arvin mengecup pucuk kepala Vezia.Dan berlalu keluar.
Holla guys...
Mohon dukungannya😉
Heheh beberapa hari yang lalu author sempat baca,katanya ada yang jijik sama panggilan Baby untuk Vezia,dan kedekatn keluarganta emang..Emangnya salah?
Mohon kalau merada jijik dan tidak suka tidak perlu dibaca,tidak memaksa kok