Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS114(FLASHBACK2)



Acara pemakaman Janie begitu ramai,para kolega kolega bisnis nya maupun dari Ayah nya ikut berdatangan.Semua anak buah nya yang tersebar di dunia pun turut hadir.


Zio menatap kosong Peti dimana Janie terbaring.Air matanya kembali turun.Zio mendekati Peti Janie.Tangannya terulur mengelus pipi Janie.


"Lo bahagia Jan?lo bahagia dengan ninggalin gue sendiri?Kalau lo bahagia gue ikhlas ngelepasin lo,walau gue yang harus hancur!"Len mengelus pelan punggung Zio.


"Paman Janie gak ninggalin gue kan,gak mungkin sahabat gue ninggalin gue,dia udah janji bakal sama sama terus ama gue.Katanya dia gak suka ingkar janji,tapi dia ngingkarin janjinya,gue gak mau,gue mau sahabat gue kembali,paman gue mau sahabat gue hiks...paman!"Len tak kuat melihat Zio begitu rapuh.


"Sabar yah Zio,kau harus ikhlas.Ini udah takdir!"Zio menggelengkan kepalanya.


"Heh,lucu sekali,takdir?kata paman takdir.Takdir bulshit paman"Zio bersimpuh disamping peti Janie.


"Adek!"Zio masih bersimpuh tanpa menatap Jerry yang kini sudah ada di sebelahnya.


"Adek bangun yah.Adek sayang kan sama kakak,adek sayang kan sama Mommy,Daddy,Zio dan Paman Len,bangun yah dek.Kakak janji bakal lakuin apapun buat kamu.Bangun dek,hiks...kakak mohon bangun,kakak gak bisa hidup tanpa adek..hiks.."Jerry menangis menatap wajah damai adiknya.


"Jerry,Zio lepasin adek kalian,dia harus dikuburkan!"Jerry berbalik menatap Tn.Asgr dengan tatapan marah.


"Omong kosong,Adek aku belum meninggal,adek aku masih hidup.Daddy tega sama Janie,Daddy gak sayang sama Janie!"Jerry menatap benci Daddynya.


"Sadar Jerry,adik kamu udah gak ada,kamu harus ikhlas,kamu mau buat adik kamu tersiksa hah!"Tn.Asgr,harus sabar putranya tengah dirundung kesedihan.


"Jauhin tangan lo semua dari peti adek gue,adek gue masih hidup,dia bakal pulang bareng gue!"Tanpa bisa dicegah mayat Janie berada di gendongan Jerry.


"Adek pulang bareng kakak aja yah.Kalau Daddy gak terima kita dimansion,kita pergi ketempat lain aja.Kakak bakal ada buat kamu"Zio menatap Janie dan Jerry bergantian.


Berat rasanya hatinya mengikhlaskan kepergian sahabatnya tapi jika seperti ini terus,Janie pasti tidak akan bahagia.


"Jer,lepasin Janie,dia harus dikuburkan"Jerry menatap tak percaya kearah Zio.


"Lo percaya kalau Janie udah pergi?lo percaya,lo sayang gak sih sama Janie"Jerry menatap nyalang kearah Zio.


"Gue sayang sama Janie,tapi gue gak mau dengan dia ngelihat kita kayak gini dia gak bahagia"Zio mencoba membuat Jerry paham dan percaya,walau dia juga sebenarnya sulit percaya.


"Bacot lo.Lo sama aja kayak yang lain,jangan ada yang halangin gue atau gue bakal bunuh diri!"Jerry melangkah menjauh dengan Janie di gendongannya.


Saat para BodyGuard dan anak buah White devil ingin menghalangi.Tapi instruksi Len mengatakan jangan mencegahnya.


Zio berlari menyusul Jerry.


"Mau apa lo?"sinis Jerry.


"Gue ikut bareng lu"Jerry hanya menatap Zio sekilas sebelum mengangguk.


ย 



ย 


Zio menatap nanar Jerry yang tengah memeluk Janie.Tanpa dicegah air matanya kembali turun.


"Jan,lo tahu kalau gue gak sekuat ini mungkin gue udah jadi gila sama seperti Jerry.Janie,lo tega sama gue lo ninggalin gue tanpa minta persetujuan dari gue,gue benci takdir,tapi gue gak bisa benci sama lo,gue sayang sama lo,sahabat,adek yang pertama dan terakhir bagi gue.Jika ada kehidupan selanjutnya gue janji bakal jagain lo,dan gak akan ngebuat lo terluka lagi,walau gue sebagai taruhannya!"Zio menghapus air matanya dan mendekati ranjang Jerry,dimana Jerry tengah berbicara dan tertawa bak orang gila kepada mayat Janie.


"Jer,lo makan dulu yah,entar sakit Janie pasti gak suka kalau lo gak makan"ucap Zio,Jerry mebgalihkan pandangannya kepada Zio.Keadaan Jerry benar benar buruk,berat badannya turun karena 3 hari tidak ingin makan dan mengurung diri bersama mayat Janie,untungnya mayat Janie selalu ditangani Zio dan tidak menjadi busuk,sehingga mayat Janie terlihat seperti orang yang hanya tertidur.


"Kalau gitu gue mau makan,makanan kesukaan adek aja,lo bisa bawain kemari,katanya adek juga lapar"ucap Jerry dengan senyum terpatri dibibirnya.


Zio berusaha mengambil napas pelan,dadanya sesak dan sakit melihat keadaan Sahabat lelakinya ini.


"Ok,gue ambilin dulu"Zio kembali berbalik dan dengan cepat keluar dari kamar,dirinya bersandar di dinding.Zio menutup wajahnya.


"Hiks...adek,kakak gak kuat lihat Jerry kayak gini.Andai kakak gak sekuat ini,kakak bisa aja lebih gila dan milih bunuh diri agar bisa bertemu adek,tapi percuma karena kakak bukan lah manusia"lirih Zio.


"Zio!"Zio mengangkat kepalanya menatap Ny.Asgr yang masih sama menyedihkannya dengannya.


"Bunda!"Zio memang memanggil orang tua Janie dengan Bunda dan Ayah,atas permintaan Janie dan keduanya.


Ny.Asgr memeluk Zio air matanya ikut turun.


"Bunda,Zio gak kuat Bunda,Zio gak bisa sekuat kemarin"Ny.Asgr mengelus belakang Zio.


"Zio dengerin Bunda yah.Kamu harus ikhlasin adek,kamu mau lihat adek bahagiakan,jadi kamu harus ikhlas.Kamu tahu adek selalu cerita tentang kamu,katanya adek gak suka lihat kamu kalau lagi marah,sedih dan nangis,apalagi punya masalah gak cerita sama dia.Adek pasti gak suka lihat kamu kayak gini!"Zio menangis,isakannya terdengar begitu pilu.


"Bunda,kalau Zio bisa ikhlas dan terima semuanya,adek bakalan bahagia?"Ny.Asgr memaksakan senyumannya walau terasa menyakitkan.


"Kalau gitu,Zio bakalan coba,Zio gak suka kalau adek gak bahagia,apalagi karena Zio"lirih Zio.


"Kamu udah makan?"Ny.Asgr mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ada kok.Zio mau bantu Bunda,yakinin Jerry,Janie harus dikuburkan,kalau tidak Janie akan tersiksa nantinya"ucap Ny.Asgr.


Zio menatap mata Ny.Asgr kemudian mengangguk.


Dikamar Jerry.


"Adek,bangun yuk,katanya laper tadi kakak udah minta Zio buat ambilin makanan kesukaan kamu loh,oh iya kakak juga mau cobain.Habis makan kita main yuk,uhmm tapi main apa yah.Oh nanti tanya Zio aja deh"Jerry berbicara sendiri,seraya menggenggam tangan dingin Janie.


"Kamu mau kakak masuk Universitas kesukaan kamu kan,gimana kalau nanti malam kita daftar,kakak udah siapin semuanya.Habis daftar kan pembelajarannya satu bulan lagi,gimana kalau kita liburan,ajakin Daddy,Mommy,Zio sama Paman Len biar rame,kalau kamu mau ngajakin Ren sama teman kamu yang lain juga boleh!"Jerry terus bicara walaupun Tak ada yang menyahutinya.


"Kamu mau lihat kakak nikah kan,tapi kakak nolak gara gara masih muda,tenang aja kakak udah punya kakak ipar yang baik buat kamu,tahu gak dia tuh cantik,tapi masih cantikkan adek kakak ini,terus yah dia tuh tiap hari nanyain kamu,kakak heran deh,dia kayaknya pengen banget ketemu kamu"Zio yang melihat sedari tadi hanya mencoba untuk tidak menangis.


"Jer,ini makanannya lo makan dulu gih"ucap Zio,seraya mendekati Jerry dan memberikan Jerry makanan kesukaan Janie,mau tahu apa yaitu Odading Mang Oleh,ketika dimakan rasanya seperti ands menjadi IronMan(Authornya makin aktif yah Bund-Janie)(Mayat ngapain ngomong-_)


Bercanda makanan kesukaan Janie tuh Tteobokkie,makanan khas korea.


"Jer,gue mau ngomong ama lo"ucap Zio.Jerry hanya berdehem matanya masih fokus menatap Janie.


"Jer,lo ikhlasin Janie yah,Janie udah pergi!"


Deg...


Mata Jerry memicing tajam menatap Zio.


"Lo bohong,Janie masih hidup!"lirih Jerry.


"Lo harus ikhlas Jerry,lo mau buat Janie gak bahagia hah,please Jer,gue gak mau Janie tersiksa karena keadaan kita!"Jerry berdiri dan langsung memukul Zio.


"LO BOHONG,JANIE MASIH HIDUP,ADEK GUE MASIH HIDUP!"teriak Jerry,menggema di dalam kamar,pintu terbuka menampakkan Kedua orang tua Janie.


"SADAR JERRY,JANIE UDAH PERGI,LIHAT APA YANG LO LAKUIN LO NYIKSA JANIE DENGAN KEADAAN LO SEKARANG"tak mau tinggal diam Zio pun balik membalas memukul Jerry,berharap saja semoga kepala lelaki itu kembali berfungsi dengan normal.


Jerry menatap Janie,yang terbaring tentram.


"Adek,bangun yah dek,Zio pasti bohong adek masih hidup kan"(mohon maaf ngakak bagian ini๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚).


Jerry tak kunjung mendapat jawaban.


"Hiks...adek bangun,gak lucu loh candaannya.Zio,Janie gak jawab pertanyaan gue"ucap Jerry,masih memandangi Janie.


Jerry terduduk diam,ingatan ingatan beberapa hari yang lalu ketika dia melihat tubuh adiknya yang tak berdaya.Sebenarnya dia merasa janggal kenapa tubuh adiknya tidak hancur padahal jatuh kejurang.


(Memang pada saat itu Janie tidak bisa menggunakan sihirnya tapi,penjaga Yin dan Yang,berusaha mencoba membuat Tubuh Janie tidak hancur,kenapa tidak diselamatkan saja,karena jika di selamatkan cerita ini gak berjalan,karena Janie gak bereinkarnasi ke zaman dulu)Misi ini gak ada di cerita Zio loh,yah.Hanya memberi penjelasan.


"Adek udah ninggalin kakak yah,kalau gitu kakak juga ikut,oke,supaya kita bisa sama sama"entah sejak kapan Jerry sudah memegang Cutter,Zio dan kedua orang tua Janie terbelalak kaget.


Zio dengan kecepatannya mengambil Cutter dari Jerry,tanpa aba aba lagi Zio menampar Jerry.


"LO UDAH GILA HAH,LO PIKIR DENGAN CARA GINI JANIE BAKAL BAHAGIA,KAGAK BODOH,MIKIR MAKE OTAK"bentak Zio,Jerry membiarkan Zio menarik kerah baju.


"Tapi gue gak bisa hidup tanpa Janie,Zio.Gue gak kuat"Zio menghela napas membawa Jerry kepelukannya.


"Lo harus bisa ikhlas.Gue juga awalnya gak kuat,tapi gue bisa berusaha karena gue mikir ini demi Janie,please Jerry lo harus sadar,demi Janie"ucap Zio,Jerry melepas pelukannya dan kembali memeluk Janie.


"Gue bakalan coba,demi Janie,gue mau Janie bahagia!"Zio menghela napas lega,dan menatap kedua orang Janie.Yang entah sejak kapan menangis.


Dengan mengalahnya Jerry,hari itu juga Janie dikuburkan.Dan beberapa minggu Jerry harus rutin ke psikiater guna meredakan setressnya.Karena kadang kadang dia masih bertindak diluar nalar.


(FLASHBACK OFF)


**Vezia:HAPPY BIRTHDAY AUTHOR,SEMOGA PANJANG UMUR SEHAT SELALU.TERBAIK BUAT AUTHOR.


AUTHOR:THANKS VEZIA.


KAKAK OVER VEZIA"HBD AUTHOR":INGAT YAH THOR WALAU UDAH NAMBAH UMUR,AUTHOR MASIH GAK BOLEH PACARAN.


AUTHOR:LAH LO PADA SIAPA?


KAKAK OVER VEZIA:KAMI ADALAH KAKAK AUTHOR JUGA JADI KAMI HARUS NGELARANG.


AUTHOR:TERSERAH....


YEAY BAHAGIA BANGET DAPAT UCAPAN DARI PEMAIN PEMAIN๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


THIS IS MY BIRTHDAY


jangan lupa like,komen,dan Vote**