Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS55



Vezia saat ini sedang berada di halaman kediaman sang kakek,untuk melatih kakak-kakaknya mengendalikan elemen mereka.


Vezia sedikit pusing dengan semakin banyakanya pengawal,dan penjagaan dirinya di perketat.Sejak dari dirinya keluar dari kamarnya dia sudah melihat sekitar10-15 ksatria yang memiliki QI tinggi menjaga kediaman nya,ditambah lagi kediaman nya di beri tameng dari penyihir yang dipanggil kakeknya.


Melupakan tentang penjagaan nya,Vezia sedang fokus membantu kakak-kakaknya untuk mengontrol elemen mereka.Jika kalian bertanya kemana Paman,Ayah dan Kakek mereka,mereka sedang ada tugas masing-masing.Dan jadilah mereka ditemani oleh Bibi dan Nenek mereka.


"Sebelum kalian belajar mengontrol elemen kalian,cobalah untuk menguji ketenangan dan emosi kalian,karena ketika dalam pertarungan hal yang tidak bisa dikendalikan adalah amarah,apabila amarah kalian terlalu tinggi itu bisa mengakibatkan elemen yang kalian keluarkan dapat melukai diri kalian sendiri"ucap Vezia,kelima kakaknya hanya diam dan mendengarkan dengan baik.


"Duduk dalam keadaan meditasi,dan bayangkan hal yang paling membuat kalian marah,setelah itu buka mata kalian bayangkan sesuatu itu ada di depan kalian"ucap Vezia.Mereka semua mengikuti instruksi Vezia.


Entah secara kebetulan atau pun tidak,sebuah bayangan terlintas di dalam pikiran mereka bayangan ketika Vezia bertarung mati-matian melindungi mereka,bayangan ketika Vezia terluka,membuat mereka marah.


Vezia bisa melihat aura mereka menguar,ditangan mereka keluar elemen mereka masing-masing dan itu sangat besar.


"Bayangkan,terus bayangkan saja,jika itu benar-benar terjadi"ucap Vezia membuat mereka semakin membayangkannya.


Mata mereka terbuka secara bersamaan,terdapat kilatan amarah yang begitu besar di dalam mata mereka.Elemen mereka semakin tidak terkendali akibat kemarahan itu.


"Tenang,ingat tenang,kalian harus menghadapi sesuatu dengan tenang agar kekuatan dan otak kalian menyatu,cobalah untuk mengontrol kekuatan kalian"ucap Vezia,mereka berlima mendengarkan ucapan Vezia, dan secara bersamaan bayangan-bayangan itu semakin menjadi-jadi,mereka seolah benar-benar ingin menghancurkan siapapun di depan mereka tapi mereka harus tetap tenang dan belajar mengontrol emosi mereka,jika tidak itu akan berdampak tidak baik bagi mereka dan untuk orang di sekitar mereka.


Hari semakin siang,sudah 5 jam lamanya,mereka berlatih dan itu selalu berdampak entah meledak ataupun tiba-tiba kehilangan kontrol untungnya Vezia sudah meminta bantuan ayahnya untuk memasang sebuah perisai sebagai pelindung,sebenarnya Vezia bisa memasang nya sendiri tapi itu akan membuat semuanya heboh jika dia menunjukkan kekuatan nya lagi.


Energi mereka berlima sudah terkuras habis sebab terlalu memaksakan diri.Vezia berjalan menghampiri mereka,dirinya memberikan pil penambah energi kepada mereka.


"Sebaiknya kita bersiap,sebentar lagi makan siang,jangan sampai tamu-tamu kerajaan menunggu kita"ucap Vezia,mereka mengangguk dan berjalan meninggalkan kediaman kakek mereka,mereka berlima mengantar Vezia terlebih dahulu baru mereka pergi kekediaman mereka masing-masing.


-


-


-


-


Jamuan makan siang antaf kerajaan berjalan dengan sangat lancar,Vezia berserta kelima kakaknya saat ini berada ditaman,Vezia yang asik memakan coklat tak menghiraukan kedatangan Felly,Astesia,Randy dan Kevin yang baru saja datang.


"Salam Pangeran dan Putri kerajaan Duntler dan Fioska"ucap mereka memberi salam.


"Kakak,tidak bisakah kakak melupakan kejadian itu,bagaimana kita bisa berinteraksi dengan kerajaan lain jika kalian seperti ini"ucap Vezia kesal dengan tingkah kakak nya,mereka menghela napas pasrah,mereka tidak bisa membantah Vezia sama sekali.


"Hey Vezia,aku ingin mengundangmu,untuk datang keacara ulang tahunku bulan depan,kuharap kau mau datang yah"ucap Felly dengan mata memohon.Vezia menatap datar kearah Felly,sebelum menjawab Vezia menatap kelima kakaknya.


"Tanyakan kepada mereka"ucap Vezia dan menunjuk kelima kakaknya.Felly menunduk tidak berani jika harus meminta izin kepada pangeran dihadapannya.


"Katakan apa mau mu Putri Felly"ucap Arvin ramah.


"Hmm..bolehkah Putri Vezia datang keacara ulang tahun saya?"tanya Felly ragu dengan permintaannya apakah akan disetujui.


Mereka berlima saling menatap satu sama lain.


"Kami akan membicarakan dulu dengan Raja Lucas"ucap Lenzi dingin.Felly mengangguk pasrah.


Randy sedari tadi hanya diam,begitupun dengan Astesia dan Kevin.Niatnya sih Kevin ingin menggoda Vezia tapi diurungkan ketika melihat kelima kakak Over Vezia,terlebih tatapan mereka seakan ingin menguliti seseorang hidup-hidup.


Randy menatap Vezia yang sedang asik memakan coklat sembari memandangi bunga sakura yang berjatuhan.Rambut emas Vezia begitu indah apalagi ketika angin menerbangkannya,sungguh perpaduan yang sempurna.


Tahu arah tatapan Randy,kelima kakak Vezia langsung saja mengeluarkan aura membunuh.Membuat Randy bergidik ngeri dengan aura membunuh mereka.


"Kak!"panggil Vezia.


"Iya!"jawab mereka serempak membuat keempat orang di depan mereka melongo takjub.


"Kakak mau nggak kalau Zizi kasih tantangan,pemenangnya akan Zizi kabulin permintaannya"ucap Vezia dengan tatapan serius.Kelima kakaknya tersenyum cerah.


"Baiklah,apa tantangannya?"tanya Alvin semangat.


"Bagaimana jika kalian menangkapkan Zizi kelinci berwarna abu-abu,dan juga Zizi mau seekor serigala berwarna hitam,bagaimana?"tanya Vezia,bagi keempat orang di depan Vezia itu adalah permintaan yang menakutkan jika meminta seekor serigala,tapi berbeda dengan lima orang jenius dihadapan mereka.


"Aku memberi waktu kalian sampai besok,jika sudah kalian kumpulkan dihalaman kediamanku,dan satu lagi ketika menangkap kelinci kalian dilarang menggunakan energi QI kalian."ucap Vezia,menatap kelima kakaknya.


"Kami terima"ucap mereka serempak dengan senyum cerah.


Holla guys gimana suka nggak.!