Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS51



Sepanjang perjalanan menuju kediaman Vezia,hanya ada keheningan jujur saja sekuat apapun Vezia,hal yang paling di takutkan Vezia hanya tiga,murkanya keluarganya terutama ketiga bibi dan neneknya,kedua nggak bisa ada waktu tidur dan nggak ada makanan,ketiga jomblo seumur hidup(Buset lu Zia,ngapa pikiran dah kesana amat🤣).


"apakah bibi dan nenek masih marah kepada Zizi?"tanya Vezia dengan suara polos serta tatapan yang sangat menggemaskan.Keempat wanita di depannya tetap diam,tak ingin menjawab sengaja mengerjai cucu dan keponakan perempuan mereka satu-satunya.


"Nenek,bibi,Zizi kan udah minta maaf,Zizi nggak bohong,Zizi cuma ngajarin kakak-kakak Zizi aja"ucap Vezia dengan mata sedih nya serta suara memohon yang terdengar sangat lucu bagi mereka.


Mereka berempat masih tetap diam,Vezia pasrah melihat keempat wanita yang penting dihidupnya selain ibundanya diam.


Vezia sebenarnya bisa membaca pikiran seseorang tapi dia sedang dalam mode off,dia malas ingin mengaktifkan,dan lagi Vezia sangat menghargai privasi keluarganya.


"Master yang sabar yah"Ucap Goldy prihatin.


"Iya.Aku harus mencatat baik-baik jangan berbuat sesuatu yang membuatku berakhir seperti ini"ucap Vezia.Goldy dan Draxy sebenarnya ingin tertawa Ini pertama kali bagi mereka melihat wajah lesu Vezia,Vezia biasanya jika membujuk kakak²nya,paman,kakek dan ayahnya,serta ksatrianya hanya dengan menunjukkan mata nya yg imut itu pasti mereka akan luluh,tidak disangka jurus andalannya itu tidak berpengaruh pada empat wanita ini.


Hanya Vezia tidak tahu saja sedari tadi empat wanita ini juga tidak tahan dengan wajah imut Vezia,mereka sangat gemes melihatnya,tapi karena keteguhan hati mereka,mereka mampu menahannya.


Vezia baru merasa ada yang janggal dengan arah rute perjalanan mereka,ini bukan jalan menuju kamarnya.Vezia ingin sekali bertanya tapi di urungkannya mengingat keempat wanita di depannya ini masih marah padanya.


Pikiran Vezia bertanya akan kemana akhirnya terjawab ketika mereka sampai di kediaman milik Harry dan Hana.Keempat wanita itu membawa Vezia masuk,Vezia yang berada di gendongan Hana di turunkan dan di dudukan di atas tempat tidur.Erika membawakan Vezia gaun tidur sedangkan Kenaya membawakan Vezia makanan,Ratu Erina membawakan Vezia coklat dan kue pelangi.


"Bibi kenapa bibi membawaku kesini?"tanya Vezia bingung.


"Untuk malam ini,Bibi mau kamu menemani bibi tidur,bibi sangat ingin memelukmu ketika tidur"ucap Hana dengan senyum menenangkan.


"Bibi dan Nenek nggak marah lagi sama Zizi?"tanya Vezia dengan binar bahagia diwajahnya.


"Kami memang marah Zizi,tapi kami tidak bisa lama-lama mendiami mu.Janji yah jangan di ulangi lagi,itu tidak baik untuk kesehatan mu,dan cobalah berperilaku seperti seorang putri,kamu ini putri satu-satunya di dua kerajaan tapi sikapmu sama saja dengan seorang laki laki"omel Ratu Erina membuat Vezia meringis dan cengegesan.


"Buat apa Zizi,berpura-pura menjadi orang lain jika Zizi sudah nyaman dengan apa adanya Zizi,itu bukan jati diri Zizi yang sebenarnya.Jika alasan nya untuk membuat orang lain terkesan Zizi tidak suka,Zizi lebih suka dengan orang yang apa adanya menunjukkan sikapnya yang sebenarnya dari pada harus berpura-pura itu sama saja seperti seorang penjilat,sebuah serigala rendahan yang tak tahu diri yang mencoba menjadi serigala bangsawan,dirinya tidak sadar akan tempatnya"ucap Vezia,membuat mereka tertegun dengan jalan pikir Vezia yang dewasa,mereka tersenyum dan bangga kepada Vezia.


"Ini baru keponakan bibi"ucap Kenaya dan Erika mengelus kepala Vezia lembut.


"Nah sekarang bersihkan dirimu,setelah itu kamu makan"ucap Ratu Erina.Vezia mengangguk dan mengambil gaun tidur yang di sediakan Erika,dirinya berjalan kearah kamar mandi bibinya.


Lama berada dalam kamar mandi akhirnya Vezia keluar.


"Sini nenek keringkan rambutmu"ucap Ratu Erina,Vezia tersenyum dan membawa handuk yang di pakai nya untuk mengeringkan rambutnya,dan memberikannya kepada neneknya.Vezia dengan patuh mengikuti perintah neneknya agar berdiri di depannya.Setelah kering,gantian dengan Kenaya yang menyisir rambutnya emasnya.


Setelah menyisir rambut Vezia,Erika menggendong Vezia dan mendudukannya kembali di tempat tidur.Erika menyuapi Vezia makanan yang mereka sudah ambil.


"Bibi dan nenek udah makan?"tanya Vezia,mereka berempat hanya mengangguk dan fokus melihat Vezia yang sedang makan,untungnya ini bukan diruang makan jika tidak Vezia akan di tegur karena berbicara pada waktu makan.


"Bohong,Zizi tahu kalian belum makan,mana bisa kalian makan sementara keluarga kerajaan tidak berkumpul"ucap Vezia dengan mata memicing tajam,keempat wanita di depannya pasrah dengan sikap Vezia,anak ini terlalu mudah menebak kita,pikir mereka.


Vezia turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar,membuat keempat wanita itu bingung,Vezia melihat pas sekali ada satu pelayan yang lewat di depannya.


"Kakak pelayan boleh Zizi meminta tolong?"tanya Vezia dingin membuat pelayan itu sedikit bergidik,tapi juga tak tahan dengan wajah imut Vezia.


"Ada apa Tuan Putri?"tanya nya.


"Bisakah kakak pelayan membawakan empat nampan makanan untuk nenek dan bibi?"tanya Vezia dengan wajah sedikit memohon selebihnya datar.


"Tentu putri,seharusnya putri tidak perlu memanggil saya dengan sebutan kakak"ucap Pelayan itu malu dan takut-takut.Vezia mendengus kesal,sudah keberapa kalinya dia mendengar kalimat itu,ingin rasanya Vezia membuat pengumuman agar jangan mempertanyakan hal semacam itu dirinya sungguh lelah untuk menjelaskannya lagi.


"Putri Vezia memang seperti itu,dia akan memanggil orang yang lebih tua dibanding dirinya dengan sebutan kakak,paman,atau bibi,dan tidak ada alasan untukmu menolak,perintah putri adalah hal mutlak"ucap Zero yang tiba-tiba saja datang,membuat Vezia terkejut untungnya dirinya bisa menjaga ekspresinya,Pelayan yang mendengar ucapan Zero terharu dengan sikap Vezia yang menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Kalau begitu saya permisi putri,saya akan mengambil makanan sesuai perintah putri"ucap Pelayan itu.


"Terimah kasih"ucap Vezia.


"Tentu putri,saya permisi"ucap Pelayan itu dengan binar senang dan berlalu pergi ketika mendapat anggukan dari putri.


"Saya hanya ingin memastikan keadaan anda putri"ucapnya.


"Aku baik-baik saj,aoh iya,kak Zero dan kak Jeno boleh beristirahat lebih awal,aku akan menginap di kediaman bibi Hana malam ini,sampaikan ini kepada ayah dan kakak kakak ku"ucap Vezia datar.


"Baiklah perintah mu adalah hal mutlak bagiku"ucap Zero,Vezia tersenyum kecil melihat tingkah Zero.


"Selamat malam kakak"ucap Vezia dengan senyum kecil,Zero membalas senyuman Vezia dan mengelus lembut kepala Vezia.


"Selamat malam,adik manisku"ucap Zero,bersyukurlah Zero karena saat ini orang orang over Vezia sedang tidak melihatmu jika tidak habis sudah dirimu.


Vezia masuk kembali kedalam kamar,memastikan Vezia sudah masuk,Zero berjalan menjauh.


Keempat wanita di depannya mendengar semua percakapan mereka,mereka tambah menyayangi Vezia,karena sikapnya yang begitu menghargai orang lain,yah walaupun terlihat sangat dingin.


Vezia kembali duduk di tempat tidurnya,Erika kembali menyuapi Vezia,dan secara bergantian juga Hana,Kenaya,dan Ratu Erina menyuapi Vezia.


Tok...Tok...Tok...


Suara ketukan dari luar membuat atensi mereka teralihkan.


"Masuk"ucap Ratu Erina,dan masuk lah pelayan yang tadi berbicara dengan Vezia,dirinya sedang membawa dua nampan dan dua nampan lainnya dibawa oleh pelayan yang lainnya.


"Permisi Yang Mulia Ratu,Putri Mahkota,Putri Erika,Putri Kenaya,dan Putri Vezia.Saya hanya ingin mengantar makanan atas perintah Putri Vezia"ucap Pelayan itu.


"Ah,terimah kasih kakak pelayan,kakak pelayan letakan saja di meja itu"ucap Vezia dan dituruti oleh mereka berdua.Setelah meletakan makanan itu mereka berdua pamit undur diri.


Vezia berjalan kearah meja yang sudah tersedia empat nampan makanan,diikuti empat wanita dibelakangnya.


Vezia menyuruh keempat wanita itu duduk di depannya,dengan telaten Vezia menyuapi mereka,membuat mereka tidak bisa menyembunyikan wajah bahagia mereka(ingat yah di suapi pake sendok,sendok nya juga beda beda,yah kali samaan🤣).


Setelah menghabiskan makanan mereka,mereka lanjut memakan coklat yang dibawakan oleh Kenaya(kalau ditanya minum pada minum juga kok,tenang aja nggak seret kok, mereka minum terus,soalnya udh pengalaman biasa ada yg dichat sama doi udh makan,tpi nggak ditnya udh minum yah jadi seret tenggorokannya🤣🤣).


"Ini sudah larut,Bibi dan nenek pamit dulu"ucap Erika.


"Selamat malam nenek,bibi Kenaya,bibi Erika"ucap Vezia,Kenaya,Erika,dan Ratu Erina tersenyum dan mengecup kening Vezia secara bergantian.


Merekapun keluar dari kamar Hana menyisakkan Hana dan Vezia.Belum lama ketiga wanita tadi pergi,Harry masuk kedalam,dirinya cepat-cepat datang ketika mendengar Vezia akan bermalam di kediaman nya.


"Eh,paman.Paman apakah Ayah dan kakak kakak Zizi sudah makan?"tanya Vezia khawatir,dirinya sangat mengenal Ayah dan kakak kakak nya,mereka tidak akan makan jika Vezia tidak ada.


"Iya,ayah dan kedua kakakmu sudah makan,mereka baru saja makan ketika mendengar kamu akan bermalam di sini"ucap Harry dan berjalan menghampiri istri dan keponakannya.


(Oh kelupaan Nampan makanan tadi udah diantar sama pelayan kedapur)


Harry menggendong Vezia dan membawanya ketempat tidur mereka diikuti Hana,mereka bertiga berbaring diatas tempat tidur,dengan Vezia berada ditengah-tengah mereka.


"Bibi bisakah bibi menceritakan Vezia sebuah cerita?"tanya Vezia,dan menatap memohon kearah Hana,Hana mengangguk dengan senyuman terpatri di wajahnya,Hana mulai bercerita sedangkan Harry mengelus lembut kepala Vezia.


Harry dan Hana mendengar suara deru napas teratur dari Vezia,yang menandakan Vezia sudah tertidur.Hana dan Harry mencium pipi kiri kanan Vezia.


"Selamat tidur,putri kecil"ucap Hana dan Harry.


Hana pun memutuskan untuk tidur dengan tangan tak melepaskan pelukannya dari Vezia,Harry tersenyum bahagia melihat senyum istrinya yang sudah beberapa hari ini terlihat sangat bersinar akibat kedatangan Vezia.


**Holla guys...pada suka kan?


Jangan lupa yah**...