Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS72



WARNING ADEGAN KEKERASAN,BAGI YANG TIDAK MAMPU JANGAN DIBACA.


Mereka semua telah berkumpul di lapangan,terlihat di tengah lapangan keempat Vampir Yuz sedang berhadapan dengan salah satu Demon.Sedangkan Zio,Vezia,Zero,Jeno,dan tiga orang yang dibawa Zio hanya menatap datar mereka dari jauh.


Vezia maju mendekati Demon yang akan melawan keempat Vampir itu.Melihat sang Ratu mendekat Demon itu berbalik hendak menunduk hormat tapi dengan cepat di cegah dengan gumaman Vezia yang masih di dengarnya.


"Tidak perlu"gumam Vezia.


"Mendekat!"ucap Vezia,dengan patuh demon itu mendekat ke arahnya.


"Jangan bunuh mereka buat mereka menyerah setelah itu sisanya di urus Zio,paham!"ucap Vezia dingin,semua yang melihat bertanya-tanya apa yang di ucapkan Vezia pada orang asing itu.


"Paham Queen!"ucap nya pelan.


Vezia mengangguk dan berbalik menatap ke empat orang Vampir Yuz,seringai kejam dan tatapan penuh niat membunuh dia arahkan pada keempat orang yang gemetar takut melihat dirinya.


"Sepertinya kau tidak perlu bertarung dengan mereka,aku ingin bermain dengan mereka kembali ketempatmu"ucapan Tiba-tiba Vezia membuat semuanya terkejut.


"Apa maksudmu Zizi?"bentak Lenzi,selalu saja begini,di setiap Vezia akan bertarung keluarganya pasti melarang.


"Ayolah kak,aku hanya ingin bermain,sudah lama aku tidak bermain,apakah tidak boleh?"tanya Vezia dengan mata puppy nya,membuat semuanya menahan napas saking gemasnya.


Lenzi menghela napas dan menatap seluruh keluarganya mereka mengangguk,mereka percaya Vezia bisa.


"Baiklah,tapi ingat jangan sampai terluka"ucap Lenzi dengan mata tajam.


"Tentu!"ucap Vezia.


Keempat Vampir Yuz itu meneguk saliva dengan kasar,mereka merasa gadis di depan mereka bukan gadis biasa.


Vezia dengan santai mengibas tangannya membuat yang mulanya dia mengenakan gaun,sekarang menggunakan pakaian yang digunakan nya seperti di dunia modern,celana Jeans hitam,kaos hitam polos yang di padukan jaket kulit warna merah darah,serta tak lupa rambutnya dia ikat ala pony tail,sendal berhak yang tadi dikenakannya berubah menjadi sepatu bot kulit berwarna hitam,mata Dark Blue nya yang memancarkan tatapan membunuh,serta aura kekejaman.Satu kata cantik tapi kejam.


Tatapan meremehkan Vezia layangkan kepada keempat pemuda itu,membuat mereka naik pitam.


"Cih,gadis kecil sepertimu melawan kami,kupastikan satu kali seranganku dapat membuatmu mati"ucap salah satu pemuda itu dengan nada dan tatapan remeh.


Vezia hanya menunjukkan wajah dingin dan tenang,seolah kata-kata nya hanyalah sebuah secuil debu yang tak berpengaruh padanya.


Keempat pemuda di depannya memandang kesal dan marah ke arah Vezia,yang hanya menujukkan ekspresi dingin.


Keempat pemuda itu secara serempak menyerang Vezia,kecepatan kekuatan Vampir mereka membuat mereka terlihat seperti seekor chetah,tapi sayang kecepatan mereka masih kalah dengan kecepatan Vezia.


"Mencariku eoh!"ucap Vezia dingin dan tenang.Keempat pemuda itu menatap terkejut ke arah Vezia yang sudah ada dibelakang mereka.Begitupun orang-orang yanh baru pertama melihat pertarungan Vezia.


Vezia mengeluarkan auranya membuat semuanya terduduk begituph dengan Vampir-Vampir di depannya,bahkan para penonton yang tak kuat sudah ada yang pingsan,Vezia mengibaskan tangannya membuat para penonton agar tak terlalu merasakan auranya dan yang hanya merasakan nya keempat pemuda di depannya.


Mereka semua menatap Vezia dengan nata melotot,bagaimana bisa gadis berusia 10 tahun memiliki aura semenakutkan itu bahkan mengalahkan Ayahnya sendiri,batin mereka.(Pegecualian keluarga yah)


"Cih!"decih Vezia melihat keempat pemuda di depannya mengeluarkan seteguk darah karena tak kuat menahan aura Vezia.


"Kuberi waktu 5 menit untuk menyerah,lebih dari itu jangan harap kalian hidup"ucap Vezia dingin dan menambah auranya.


Para Vampir itu masih tetap kuat dan mencoba berdiri melawan aura Vezia,tapi tiap kali mencoba tiap itu juga mereka jatuh terduduk dan memuntahkan darah.


sudah lewat 4 menit tak ada satupun dari mereka yang mau berucap menyerah.30 detik kemudian pun tak ada yang berucap,Vezia maju selangkah dan memegang pedang nya yang sudah di berikan Jeno.Dirinya menendang salah satu Vampir itu sehingga melayang di udara,dan dengan santai dan tanpa peduli sekitar dirinya menebas tangan dan kaki Vampir itu,jeritan kesakitan terdengar bagai alunan melodi bagi Vezia.


"Sudah lama aku tidak pernah mendengar lagu indah ini"batin Vezia dengan senyum iblisnya,bagi Vezia raungan kesakitan musuhnya sebuah musik terindah yang pernah di dengarnya,terlebih jika suara musuhnya yang sudah putus asa dan meminta mati,pyschopat gila?iblis kejam,yang bahkan melebihi iblis?sebutan mana yang tidak pantas untuknya,bagi Vezia sebutan itu merupakan kebanggaan untuknya.


Tubuh pemuda itu jatuh membentur tanah,walaupun tangan dan kaki nya sudah di tebas kesadarannya masih ada,dengan raut wajah menahan sakit dirinya menatap nyalang ke arah Vezia.


Vezia menyeringai kejam dan dengan anggun dan angkuh berjalan mendekat ke arah pemuda itu,mengangkat dagu pria itu.


"Matamu indah sayang jika dibuang!"ucap Vezia dengan senyum manis iblis terpatri dibibirnya.Vezia mengubah pedangnya menjadi sebuah belati,dengan santai nya di mengiris pipi kanan pemuda itu.


"Arghh..."rintihan kesakitan itu membuat Vezia menutup mata menikmati nya,mata pemuda itu menutup menahan sakit.


"Jangan tutup matamu,aku ingin melihat mata indah itu"ucap Vezia dengan suara lembut,yang bagi mereka mendengar seperti sebuah suara iblis menjemput maut mereka.


Para penonton yang tidak kuat ada yang pingsan dan ada yang muntah karena tak kuat melihat,mereka menatap takut ke arah Vezia dan berjanji di dalam hati tidak akan membuat masalah dengan dua kerajaan besar ini terlebih kepada Vezia,mereka sekarang tahu betapa kejam dan gilanya kedua kerajaan ini jika membunuh.


Ketiga Vampir yang melihat teman mereka disiksa tak kuat dan marah,mereka ingin melawan tapi sayang mereka bahkan takut untuk berdiri kaki mereka gemetar karena aura serta mereka melihat betapa kejam nya Vezia menyiksa musuh mereka.


Pipi kanan Pemuda itu telah tercetak sebuah ukiran berhuruf D,sebuah kepanjangan dari Devil.


"Hahahah!"tawa nya menggelegar tapi mereka tahu tawa itu adalah tawa sebuah tanda kekejaman,sebuah tanda kejam dari Vezia untuk mereka.


"Ya,aku memang iblis,apa itu masalah heh,terserah kau menyebutku apa,aku bahkan tidak peduli,aku memang iblis,sebuah iblis yang bersemayam ditubuh gadis berusia 10 tahun,aku akan menjadi iblis jika kalian berani mengusik dan menganggu orang orang tersayangku"ucap Vezia dan setiap ucapannya penuh penekanan disertai aura membunuh yang kuat.


Semua orang yang melihat meneguk ludah kasar mendengar ucapan Vezia,sedangkan keluarga Vezia tersenyum bangga mendengar ucapan Vezia,serta tak lupa mereka tersenyum manis melihat Vezia menyiksa musuhnya,keluarga Pyschopat,keluarga iblis?itu julukan yang cocok bagi kedua keluarga ini,mereka sangat senang melihat seseorang tersiksa,seseorang yang memang pantas mendapat siksaan.


Para tamu kedua kerajaan ini memandang ngeri mereka,memandang ngeri senyuman mereka,keluarga iblis,pikir mereka.


Vezia lagi-lagi mengukir huruf D di pipi kiri pemuda itu.Pemuda itu menggigit bibir menahan sakit,mengeluarkan suara akan menambah sakitnya.


Vezia tersenyun kejam.


"Keluarkan suaramu,kau tahu suara rintihan mu itu begitu indah"ucap Vezia dengan senyum iblisnya yang masih terpatri.


"A...p...a s..a.lah k..a..mi..pa..da..mu?"tanya pemuda pemuda Vampir yang lain yang tengah menatap Vezia.


Vezia berdecih.


"Salah kalian,kaum Vampir kalian salah menyerang leluhur keluargaku,jika bukan karena kaum Vampir Yuz bodoh itu,nenekku tak akan pergi meninggalkan ayahku"Desis Vezia matanya menatap tajam pemuda itu.


Semua nya terbelalak kaget,termaksud Raja Lucas dirinya tidak pernah merasa menceritakan tentang peristiwa meninggalnya ibunya.Yah memang Ibu Raja Lucas meninggal di karenakan Vampir Yuz,salah satu Vampir Yuz dulu berhasil menyelinap masuk ke dalam kerajaan dan berniat membunuh Raja Lucas yang saat itu masih berusia balita 1 tahun tapi berhasil di halau Ibu Raja Lucas dan bertepatan itu Ayah Raja Lucas datang dan membunuh Vampir itu.Raja Lucas bisa tahu kejadian itu dikarenakan,sebelum ayahnya pergi meninggalkannya entah kemana dia menceritakan semuanya,dan itulah alasan kenapa Raja Lucas menjadi pribadi dingin dan kejam,dirinya sangat membenci Vampir Yuz.


Vezia kembali beralih menatap pemuda yang sedari tadi merintih kesakitan karena tangan,serta kakinya terlepas,belum lagi sayatan-sayatan di wajahnya.


"Kak Jeno!"panggil Vezia.Jeno mendekat ke arah Vezia.


"Ada apa putri!"tanya Jeno.


"Bawakan aku yang air sangat panas,cepat!"ucap Vezia matanya masih menatap jijik ke arah orang di depannya.Jeno dengan patuh mengikuti perintah Putrinya itu.


"B...u...nu.h sa..ja.. a..k.u"ucap pemuda itu terbata-bata.Vezia tersenyum sinis.


"Heh tidak semudah itu aku akan membuat mu mati,kau harus tersiksa terlebih dahulu"ucap Vezia dengan tatapan kejam dan bengis.Vezia dengan santai nya mencungkil kedua bola mata pemuda itu,erangan kesakitan lagi-lagi terdengar.Vezia menatap bola mata itu.


"Kak Zero bawakan aku sebuah toples kaca"ucap Vezia matanya masih melihat mata berwarna merah dengan sedikit warna pink ditengahnya.


Zero dengan patuh menuruti perintah Vezia.Zero dan Jeno datang secara bersamaan,Vezia memasukan bola mata itu kedalam toples,senyum puas terpatri di bibirnya.


"Yeay,aku mendapat sebuah mainan baru"ucap Vezia dengan senyum senang,membuat yang melihat kecuali keluarga serta ksatria dan anak buahnya mengaga dan menjatuhkan rahang mereka,bagaimana bisa bola mata menjijikan itu menjadi mainannya,pikir mereka.Keluarga Vezia geleng geleng kepala dengan senyum geli mereka,mereka sudah tahu kebiasaan Vezia jika ada musuhnya yang memiliki mata indah Vezia akan mengambil dan menjadikannya mainannya,aneh bukan?yah memang begitu lah Vezia.


Setelah puas menatap mainan barunya,Vezia mengambil air panas yang di bawa Jeno.Dengan tak punya hatinya dirinya menyiramkan,air yang begitu panas ke seluruh pemuda dihadapannya,


membuat kulit pemuda itu melepuh dan terkelupas,membuat mereka yang melihat tak tahan dan memuntahkan segala isi perut mereka.


Teriakan kesakitan menggema di lapangan besar itu,membuat Vezia tersenyun puas,dirinya sangat bangga dengan hasil karyanya.


"Berbanggalah kau,aku sangat baik bukan,jarang-jarang loh ada yang mendapat perlakuan spesial seperti dirimu"ucap Vezia dengan senyumannya,membuat mereka lagi-lagi menganga.


"sangat baik,spesial,darimananya yang ada sangat menjijikan,memang dirinya patut mendapat julukan Ratu Iblis dan Ratu Penyiksa"batin mereka dan menatap ngeri Vezia.


Napas Pemuda itu terengah-engah,dengan sisa kekuatannya dirinya beringsut mendekat,dan memohon agar segera dibunuh jujur saja lebih baik dia mati dari pada harus menanggung siksaan ini.Kalian pasti heran kenapa belum mati,itu karena para kaum Vampir akan mati apabila otak mereka dicabut,serta jantung mereka yang terpasang di cabut,walaupun mereka Vampir yang tidak memiliki detak jantung tapi mereka masih punya jantung tempat menampung kehidupan mereka(Ingat yah ini cuma imajinasi Author aja).


"Karena hatiku sedang baik akan kuturuti"ucap Vezia dengan senyum riang lagi dan lagi membuat mereka melotot dan menganga.Vezia dengan santai mengeluarkan petirnya dan mengarahkan nya ke arah pemuda itu,seketika itu pemuda itu lenyap tanpa tersisa karena terkena petir Vezia,itu petir murni,elemen petir murni hanya khusus digunakan untuk melenyapkan sebuah Ras,tapi yang memiliki petir Murni hanya Vezia,dan Vezia mampu membuat petir nya menjadi biasa dan murni.


Vezia yang melihat itu kembali ke mode dingin,senyum kejam tadi hilang tapi tidak dengan tatapannya,dirinya berbalik menatap ketiga pemuda itu yang tengah gemetar ketakutan.


Mereka secara serempak menunduk hormat dihadapan Vezia.


"Ampuni kami,kami mohon kami akan menuruti apapun perintah mu"ucap mereka.


Vezia tersenyum miring melihat itu,Vezia melirik Zio untuk mendekat.Zio mendekat ke arah Vezia.


"Urus mereka,buat mereka buka mulut dimana keberadaan Vampur Yuz yang lain setelah itu buat ritual pemindahan klan untuk mereka,mereka resmi jadi Vampir Zeun"ucap Vezia yang hanya di dengar Zio dan tiga orang di depannya.


"Mengerti Queen!"ucap Zio patuh,dan menghilang membawa ketiga pemuda itu serta keempat orang yang ikut dengan Zio juga menghilang.


Vezia mengubah penampilannya seperti semula dan berbalik berjalan ke arah keluarganya dengan santai seolah tidak ada yang terjadi.Berbeda dengan mereka yang menonton masih terngiang-ngiang bagaimana cara Vezia menyiksa,seolah itu sebuah tontonan sekaligus peringatan untuk mereka jangan macam-macam dengan keluarganya serta dirinya.


Holla guys..Gimana udah kejam belum?


Jangan lupa dukungan yah😉