Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS163



Akhirnya hari yang dinantikan Team Reaper tiba mereka merasa sangat gugup,tapi tentu saja mereka tidak akan pernah mengecewakan Vezia dengan pelatihan yang diberikan kepada mereka.


Melvin dan Rayyen benar benar tidak pernah akur,mereka bahkan saling berkompetisi untuk melihat siapa yang bisa memenangkam posisi pertama Tim dan bisa memasuki kelas khusus di Academy Saintess.


Sementara itu disisi lain Zio semakin merasa ada yang aneh dari Regan semenjak dia kembali dari ketidak hadirannya beberapa hari ini.Ada lagi Regan semakin menempel padanya.


5 Team dari Academy berbeda berbaris rapi diatas panggung,permusuhan antara Melvin dan Rayyen tidak bisa tidak terlihat oleh mata semua orang yang membuat mereka penasaran apa yang telah dilakukan keduanya satu sama lain.


Chelwis tersenyum menatap 5 Team itu,tanpa siapapun sadari matanya sedikit lebih lama terpaku antara Rayyen dan Melvin.


"Dalam kompetisi Team,team akan diuji dengan 3 ujian.Tugas pertama adalah bertahan hidup dihutan,kalian akan diberi waktu 5 hari untuk melihat siapa yang bisa bertahan hidup dihutan tetapi masih tetap melalukan kerja sama team.Hutan kali ini adalah hutan yang terkenal dengan hewan hewan buas didalamnya dengan tingkat yang tinggi,kalian akan diuji untuk bisa bekerja sama dan juga dilihat seperti apa ketika kalian melawan hewan dengan tingkat tertinggi"Chelwis menjedanya dan menatap wajah wajah team yang bervariasi.


"Tugas kedua kalian akan diumumkan ketika kalian memasuki hutan,apakah kalian siap?"


Suara serempak menggemakan kata siap terdengar,Chelwis tersenyum miring bak pembunuh yang berhasil menarik mangsanya.Castor yang berdiri dibelakang Chelwis menggelengkan kepalanya,tangannya berayun mengayunkan kipas tangannya dengan anggun.Sebuah lubang hitam besar terlihat masing masing didepan team.


"Portal ini akan membawa kalian ketempat yang berbeda disisi hutan,kalian bisa masuk"Castor menjelaskan dengan nada lembut namun mematikan.


Vezia sendiri menatap team asuhannya,dan mengangguk."Semoga berhasil"Team Reaper tersenyum senang dan tanpa basa basi yang paling pertama lebih dulu memasuki portal,disusul Team lain.


Para pelatih team diarahkan untuk ikut dengan para guru Academy Saintess menuju ruangan dimana terdapat sebuah kaca besar.Mereka mengambil tempat masing-masing,dan duduk kaca yang tadinya mencerminkan mereka kini berubah dan terbagi menjadi 5 bagian yang memperlihatkan masing masing team.


Chelwis duduk dikursi ujung,dan mulai angkat bicara,"Kita dapat memantau team,dan melihat seberapa hebat kalian melatih mereka"


Mereka terfokus kedepan menatap masing masing anak didik mereka.Vezia menghela napas lega karena portal itu membawa team team terpisah karena jika tergabung,bahkan sebelum pertandingan dimulai Melvin dan Rayyen pasti akan rusuh.


......................


Team Reapers menatap sekitar hutan dengan takjub,mereka tidak pernah tahu hutan kedua yang terkenal berbahaya ini ternyata memiliki pemandangan indah yang tersembunyi.


"Ini sangat indah,rasanya aku seperti tidak dalam kompetisi mempertaruhkan hidupku"ucap Rose.


Rayyen berdehem menarik perhatian mereka,sebagai ketua dalam team dia perlu memantau anggotanya dan memberi mereka nasihat agar tidak gegabah bertindak.


"Kita sebaiknya mencari tempat yang dekat dengan sungai,karena ini merupakan ujian bertahan hidup.Kita diperlukan untuk mendapatkan makanan dan cara agar tetap hidup tanpa bantuan alternatif"jelas Rayyen yang diangguki mengerti,sejak sebelum mereka masuk.Cincin penyimpanan mereka telah diambil untuk berjaga apabila ada yang melakukan kecurangan dengan membawa barang selain senjata mereka dan juga tenda.


Mereka hanya diberi kantong khusus yang dipegang masing masing ketua yang merupakan kantong yang hanya dapat menampung senjata,dan bahan ramuan karena setiap team memiliki aclhemist itu pun bahan yang dikumpulkan didalam kantong diberikan terbatas,yang membuat masing masing Alchemist harus bisa menemukan bahan lain jika mereka membutuhkannya.


Karena tidak ada larangan dalam ujian untuk membawa ramuan penyembuh yang diseduh memang,Kyle sebagai satu satunya Alchemist berjaga-jaga dengan menyeduh setidaknya 10 botol penyembuh dengan dua diantaranya adalah tingkat penyembuh tinggi.Dia tidak tahu apakah ini cukup untuk mereka mengingat mereka perlu bertahan hidup 5 hari,dan bisa jadi kemungkinan ujian ketiga dan kedua diperlukan berhari-hari.


Hidup didalam sangkar buatan guru mereka membuat Kyle selalu berpikir kritis dan selalu mementingkan sesuatu yang belum terjadi namun dia tahu akan terjadi,jadi selama perjalanan mereka menuju sungai dia mencari bahan ramuan yang dia anggap berguna untuk dia dan teamnya.


Hanya sedikit dari mereka yang dapat menyembuhkan luka dengan sihir,dan mereka jelas membutuhkan energi untuk mengeluarkan mantra dan sihir jadi Kyle akan menjadi tempat bergantung mereka dalam hal penyembuhan dan juga pil yang menambah energi.


Kyle beruntung dia tahu itu,dan sangat senang karena gurunya tidak hanya mengajarinya cata menyuling pil menggunakan tungku tetapi juga mengajarinya menggunakan kedua tangan kosongnya yang berperan sebagai tungku dikeadaan terdesak,yang tentu saja membuat ramuan tanpa tungku lebih menguras energinya dibanding tidak menggunakan tungku.


"Oh aku mendengar suara aliran sungai"ucap Rayyen dan mulai membimbing anggotanya menuju arah suara yang didengarnya.


"Telingamu tajam sekali Rayyen,aku bahkan tidak mendengar suara aliran sungai dari jarak sejauh ini"ucap pemuda berambut abu gelap.


Rayyen tersenyum tidak menjawab,dia rasa tidak perlu menjawab mereka juga tahu atau mungkin berasumsi itu memang pendengaran Rayyen yang tajam.


Masing-masing dari mereka mengangguk,"Kami bertiga akan mencari buah,dan mungkin bisa berburu sedikit"Ucap Kyle.


Rayyen bersenandung setuju,"Benar,tapi akan lebih baik mencari buah dulu.Masalah berburu pasti membutuhkan waktu,lebih baik kita membangun tempat untuk tidur malam ini"


Mereka hanya bisa setuju,karena Rayyen tidak salah mengatakan itu.Mereka sampai di tepi sungai,matahari sudah mulai terbenam membuat sungai jernih terlihat indah.


"Aku baru sadar sesuatu bukankah sebelum kita masuk hutan,itu masih pagi tapi kenapa disini sudah menjelang malam?"Suara Nian memecah keheningan sesaat ketika mereka menikmati pemandangan indah itu.


"Mungkin waktu didalam hutan ini dan diluar berbeda"Rose menimpali ketika gadis 14 tahun itu sibuk menyusun kayu mereka kumpulkan untuk membuat api unggun.


Kyle dan Nian ikut membantu sementara Rayyen dan dua pemuda lainnya membangun tenda darurat yang disiapkan.1 tenda untuk perempuan dan 1 lagi untuk laki laki.Setelah mereka membangun,ketiga lelaki itu pergi berburu.


Nian,Kyle dan Rose ketiganya duduk didepan api yang mulai menyala dengan elemen api dari Kyle.Angin dingin karena mulainya gelap membuat mereka menggigil,beruntung ketiganya menggunakan pakaian khusus latihan yang memang memiliki mantra penghangat didalamnya.Ini merupakan pembelajaran untuk ketiga gadis itu dari Vezia,berbeda dengan gadis lainnya yang menggunakan gaun khusus latihan dalan kompetisi ini,Kyle,Nian dan Rose menggunakan pakaian lelaki sehingga mereka lebih bergerak leluasa sama seperti latihan.


Maka dari itu banyak dari beberapa siswa academy lain memandang aneh ketiganya bukan hanya mereka bertiga tetapi semua murid perempuan Academy Wizd menggunakan pakaian seperti mereka,yang merupakan pembeda adalah milik ketiganya adalah seragam team reapers.


"Apa kalian gugup?jujur saja aku tidak pernah sebelumnya mengikuti ujian dimana aku tidak dijaga oleh pelayan atau harus bertahan seperti ini"Tanya Nian,yah Nian mungkin terlihat pendiam dan terlihat seperti dari keluarga biasa namun keluarganya termasuk dalan jejeran keluarga bangsawan kelas atas yang dihormati,berbeda dengan Kyle yaitu bangsawan kelas menengah yang tidak mengherankan mengapa dia membenci Taylor karena Taylor selalu membullynya karena status keluarganya dan juga keirian Taylor karena Kyle lebih unggul dibanding dia putri seorang Raja.


Kyle menyodok sebatang kayu lagi agar apinya lebih besar,"Oh aku sebenarnya hampir terbiasa.Aku memiliki kakak laki-laki yang mengikuti perang,kakakku kadang akan mengajakku menjelajah untuk mengajariku seperti apa mereka ketika harus melewati masa perang.Ditambah dengan pelatihan guru itu membuatku semakin terbiasa"Kyle menggosok tangannya dan menghadap kearah api untuk menghangatkan sedikit,entah mengapa walaupun sudah mengenakan pakaian hangat itu semakin gelap hutan ini malah semakin dingin.


Rose menatap kosong kearah api yang menderu melirik sedikit kearah Kyle dan Nian,"Aku hanya membiasakan diri,sebenarnya ini sangat menyenangkan jika tidak melibatkan ujian bertahan hidup.Aku sebenarnya senang setidaknya aku dapat jauh dari tugasku sebagai putri,jauh dari pelayan yang menguntitku,jauh dari orang orang yang berusaha menjilatku sebagai putri Raja,dan terpenting aku tidak merasa risih ketika para pelayan harus melayaniku dengan hal kecil"Rose berucap dengan senyum kecil merekah,kedua gadis disana memandang Rose heran.


"Aneh mendengar ungkapan ini dari seorang putri dari Kerajaan terkenal seperti Kerajaanmu.Jujur saja aku baru melihat seorang putri sepertimu,kau benar-benar sesuai julukan Rose,putri yang sederhana dan rendah hati"Kyle menatap kagum Rose,sia berharap semua anggota kerajaan dapat bersikap baik dan sopan kepada siapapun tanpa memandang kasta seperti yang dilakukan Rayyen,dan Rose.


Rose tersipu malu tapi berdehem,"Tapi bukankah guru lebih mengagumkan,bahkan dengan status tertingginya sebagai Ratu Kerajaan besar dia tidak memandang rendah seorang bangsawan kelas rendah,bahkan pada pelayannya sendiri dan seorang pengemis dia bersikap sangat sopan"Rose tanpa sadar berkata dengan antusias matanya berbinar dengan cerah memikirkan gurunya yang hebat.


Kyle tersenyum diikuti Nian,"Yap,aku tidak menyesal mengikuti Profesor walaupun harus menghadapi pelatihan Nerakanya"


"Sebenarnya aku justru menyukai pelatihan kita,itu membuat darahku mendidih setiap kali aku memenangkan sesuatu yang menakutkan"Nian terkekeh mendengar ungkapannya sendiri.


Rose dan Kyle saling pandang dan berkata serempak,"Kau terdengar seperti seorang Masokis!"Nian menatap keduanya dan tertawa keras,diikuti Kyle dan Rose walaupun mereka tidak tahu dari segimananya perkataan itu lucu.Tapi mereka hanya senang karena bisa berkumpul seperti ini tanpa melakukan tugas rumit sebagai bangsawan atau harus saling menghormati sesuai kedudukan.


"Aku senang bertemu kalian,kalian mengajariku berteman tanpa memandang status.Aku sudah lama menginginkan ini"Rose tersenyum kecil,menjauh sedikit dari api unggun dan mulai berbaring menatap ke langit.Nian dan Kyle mengikuti dan berbaring di kiri kanan Rose.


"Mau berjanji satu hal?"Kyle mengangkat tangannya kedepan.


"Apa itu?"


Kyle berkata tanpa mengalihkan tatapannya dari tangannya yang terangkat,"Bahkan jika kita tidak bisa lolos memasuki Academy Saintess dan tidak setim,kita tetap akan berteman dan saling melindungi"


Rose dan Nian tersenyum lebar,Rose menarik tangan Kyle yang terangkat dan menarik tangan Nian dan menyatukan ditengahnya,"Mari berjanji"


Ketiganya tersenyum lebar dan tertawa senang,setidaknya malam ini mereka bisa damai sebelum menghadapi besok dimulainya ujian.


**Vote,coment...Like


maafkan karena beberapa kendala author tidak update selama 2 bulan ini.Dan baru bisa update lagi skrng**.