
"Mendekat kemari!"tentu Raja Lucas mengatakan itu pada Vezia.Vezia sudah memantap kan hatinya akan menerima segala keputusan mereka.
Vezia mendekati Raja Lucas,disamping Raja Lucas ada Varrel dan Lenzi.
Tubuh Vezia menegang mendapat pelukan dari ketiga orang yang disayangnya,ketiga orang yang pertama kali dikenalnya dikehidupannya yang baru.
"Kamu ingatkan dengan apa yang ayah pernah ucapkan?sampai kapanpun ayah tidak akan melepaskanmu,sampai kapanpun kamu adalah anak ayah,karena kamu lahir dari wanita yang ayah cintai,jadi itu bukan masalah,dari awal ayah dan yang lainnya sudah tahu tentangmu.Sampai kapanpun kamu milik kami jadi tidak semudah itu kamu bisa pergi dari kehidupan kami,mengerti Baby!"Vezia terkejut ,tapi didetik berikutnya tangis nya pecah.
Raja Lucas mengeratkan pelukannya.
"Sampai kapanpun kamu tetap adik kami!"ucap Lenzi saat sudah melepaskan pelukan mereka.
"Hiks..terimah kasih hiks..Zizi sayang kalian semua"Raja Lucas tersenyum dan mencium dahi Vezia bergantian dengan semua keluarganya.
Zio,Shouto,Tamarao,Alex,Tio,Thomas,
Reyland,Zero,Jeno,Ronald dan Jerry tersenyum melihat pemandangan didepan mereka.
Hati Jerry merasa tenang,dirinya sangat bahagia melihay adiknya begitu bahagia dan banyak yang menyayanginya.
"Ayah tahu darimana?"tanya Vezia.
"Ayah tahu dari Kakekmu"ucap Raja Lucas.
"Kakek?"
"Apa kamu tidak penasaran dengan kakekmu ini,hm apa kamu tidak merindukannya?"ucap sebuah suara yang sangat dikenali Vezia.Vezia berbalik menatap kearah belakang.Bukan hanya dirinya yang terkejut tapi Zio dan Jerry juga.
"PAMAN LAY"seru mereka bertiga.
"Yes,prince and Princess it's me,tidak ingin memberikan pelukan padaku"Zio,Jerry dan Vezia saling memandang,kemudian mereka secara bersamaan memeluk Lay atau sekarang yang kita kenal sebagai kakek Vezia bernama Rolend.
"Merindukanku?"ucap Rolend a.k.a Lay
(Karena sekarang era jaman Kuno,dan lagian nama asli kakek Vezia itu Rolend sebaiknya kita panggil Rolend oke)
"Sangat"ucap ketiga orang itu.Keluarga tidak bingung karena Rolend sudah menjelaskan semuanya.
"Tapi bagaimana bisa paman disini?"tanya Vezia.Rolend terkekeh dan mencolek hidung Vezia saat mereka sudah melepaskan pelukan mereka.
"Aku sekarang Kakekmu jadi panggil aku kakek.Dan soal itu sejak pertama aku bertemu dirimu di hutan aku sudah tahu jika kau akan menjadi cucuku itu semua ramalan.Kematian ku itu hanya palsu disebab kan aku harus kembali,karena di kerajaan Malaikat membutuhkan bantuanku.Dan kau tahu siapa orang tua yang datang menemuinu saat usia mu 3 tahun dulu itu adalah aku.Aku hanya ingin sedikit bermain main denganmu,aku ingin tahu apa kau bisa mengenaliku hanya dari suara,nyatanya tidak sama sekali,huh payah sekali ingatan cucuku ini!"jelas Rolend diakhiri kekehan penuh mengejek kearah Vezia.Vezia memutar bola mata malas,orang satu ini tidak berubah sama sekali,batinnya.
"Jadi,Pam..maksudku Kakek yang mengatakan semua kebenaran tentang ku kepada ayah dan yang lainnya?"tanya Vezia memastikan.Rolend mengangguk,dan menghela napas.
"Ya,cepat atau lambat mereka harus tahu,terlebih Jerry sudah disini,akan sulit dijelaskan jika Kakek tidak menjelaskan lebih dulu pada mereka"ucap Rolend.Vezia memandangi ayah nya beserta seluruh keluarganya yang hanya tersenyum teduh kearahnya.
"Apa kakek akan tinggal bersama kami?"kali ini Lenzi yang angkat bicara.
Rolend menatap anak nya sejenak anak yang sangat dirindukannya itu.
Mereka semua tersenyum melihat kedua orang dihadapan mereka.
"Maaf Ayah tidak menjadi ayah yang baik untukmu,Ayah tidak ada disampingmu saat dimasa terpurukmu,ayah minta maaf"ucap Rolend dengan nada yang sangat menyesal.
"Tidak,aku mengerti dengan kondisi Ayah,Ayah adalah orang penting di kerajaan Malaikat.Dan aku tahu ayah pergi juga karena menjaga Zizi dimasa depan,aku tahu ayah,ini bukan salah ayah.Aku justru berterimah kasih Ayah sudah mau menjaga Putriku"Vezia tersenyum dan maju memeluk kedua lelaki itu.
"Hihi sayang Ayah,Sayang Kakek"kedua orang itu tersenyum gemes dan mencium pipi Vezia kanan kiri.
"Untuk pertanyaan mu Boy,Kakek mungkin akan tinggal beberapa bulan,karena masih ada masalah yang serius yang harus kakek hadapi di Kerajaan Malaikat"Ketiga Cucu Rolend menghela napas kecewa.
"Kau ini membuat Cucu cucuku murung saja Rolend!"Rolend menatap sahabat lamanya,siapa lagi jika bukan Raja Erland.
"Hallo bung,sudah lama kita tidak bertemu!"Erland memutar bola mata malas,dengan segala bahasa yang digunakan Rolend.
"Ingat umur kek"tegur Varrel.
Mereka semua terkikik geli.Tapi kembali serius ketika mendengar suara Vezia.
"Jadi aku ingin bertanya,apa kalian tidak keberatan jika Kakak kandungku,menjadi bagian dari kita?"tanya Vezia.Jerry dibuat gugup dengan tatapan mengintimidasi dari kelima pemuda yang diyakini nya menjadi kakak kandung adiknya itu.
"Boleh,tapi Kakak tidak mau jika kamu lebih berfokus kepadanya,kami mau seperti semula,kasih sayang mu harus dibagi rata"ucap Keyvino dingin.Vezia menghela napas,dirinya menatap sang kakak Jerry,dia tahu betul Jerry tidak pernah mau jika kasih sayang darinya dibagi dengan orang lain.
Jerry balik menatap Vezia,tersenyum sesaat sebelum mencium dahi Vezia.
"Sure Baby,mereka adalah saudaramu,dan akan menjadi saudara kakak,jadi tidak masalah.Apapun yang membuatmu bahagia,kakak juga bahagia"ucap Jerry lembut,dan sorot matanya penuh kasih sayang yang hanya tertuju pada adiknya seorang.
"Terima kasih Kak"Vezia memeluk Jerry erat.Tak mau kalah kelima kakak over Vezia juga ikut memeluk Vezia jadilah mereka pelukan bersama Jerry.
Para orang tua tertawa geli melihat mereka.
"Berarti karena Kakak baru disini,kakak ikut Ke Istana Zizi,dan kakak bisa tinggal disebelah kamar milik Zizi"ucapan Vezia mendapat delikan tak terima dari para lelaki dikeluarganya,begitupun dari 3 Ksatrianya.
"Eits..tidak ada protes,ayolah kak diistana baru kita kamarku berada di tengah kamar kalian,jadi mengalah untuk sekarang,dan juga kamar di sebelah kamar kak Key diistana baru akan menjadi kamar kak Jerry,besok tepat pembukaan istana baru,Kak Jerry juga akan dinobatkan sebagai Pangeran kerajaan Duntler"Mereka mengangguk pasrah,jika berdebat yang ada Vezia akan merajuk,dan akan mendiamkan mereka,oh big no itu mimpi buruk bagi mereka semua.
"Terserah anda Ratu Kecil!"Vezia tersenyum riang mendapat jawaban serempak mereka.
"Capek,kak Zero gendong"ucap Vezia,Zero tersenyum.
"Night kiss nya mana?"ucap Lenzi.Vezia menepuk jidatnya.
"Heheh lupa"cengir Vezia,dan maju mencium pipi keluarganya,dan terakhir mencium sang Kakek Rolend.Rolend dibuat blushing dan terkejut.
"Good Night all"
"Night Too Little Queen"ucap mereka.Zero menggendong Vezia,dan berlalu keluar diikuti Jerry dan Jeno.
Like,Komen,And Vote😉