Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS118



Cahaya bulan yang masuk kedalam sebuah penginapan di kerajaan Duntler menerangi sebagian ruangan yang kekurangan cahaya.


Di dalam sebuah kamar terlihat 4 orang,3 orang pemuda dan 1 orang gadis.Baju serba hitam dengan aura agung,membuat siapapun tahu jika dia adalah seseorang yang tak boleh di usik.


Wajah cantiknya memandang dingin kearah seorang lelaki tampan bernetra Red Blood itu."Lama tidak bertemu Janie"


Seringai tampan terpatri dibibir Senna,menatap kearah Vezia yang hanya mendengus mendengar ucapan nya.


"Namaku Vezia bukan Janie,jangan sebut namaku karena itu masa lalu ku"Mata bernetra Dark Blue menatap nyalang pemuda yang masih memasang senyum nya itu.


"Yaya,terlepas dari nama mu kau tetap milikku Vezia"Vezia tersenyum sinis,sebuah belati melesat kearah Senna untungnya Vampire memiliki refleks yang baik sehingga mampu menghindar.


"Bermimpilah Senna,aku kemari bukan untuk mendengar omong kosongmu,kau mau mendengar jawabanku yang dulu bukan,jawabannya adalah tidak aku tidak bisa menjadi pasanganmu,karena aku tidak mencintaimu,mulai sekarang pergi jauh dari hidupku jangan tampakkan mukamu dihadapanku,aku membencimu Senna"Sayang sekali Vezia berbicara dengan orang yang keras kepala,


kata-katanya menyakitkan namun Vampire yang kewarasannya hilang entah kemana itu merasa itu biasa seolah hanyalah bualan semata.


"Ketika aku memutuskan dirimu sebagai calon Ratuku,jawaban darimu bukan berarti menghalangiku memiliki mu Vezia,kau milikku dari dulu sampai sekarang,kau tetap milikku"Zio menggeram membenci pemuda dihadapannya,menelan fakta bahwa dia adalah sebangsa dengannya masa bodoh dengan perang antar Vampire,si Kurang waras ini perlu di ajari caranya berpikir dengan benar,pikir Zio.


"Kau harus sadar Senna rasa yang kau miliki padaku hanyalah obsesi semata karena berpikir memiliki takdir yang sama"Acuh Vezia seraya memandang,teh dihadapannya yang sudah dingin nyaris tak disentuh sama sekali.


Hari ini Vezia merasa sangat lelah,dari mulai acara penobatan Jerry dan pemberian gelar 25 penyihir itu menguras habis tenaganya,belum lagi masalah baru yang datang dari kerajaan dibawah pimpinan Ayahnya,untungnya Ayah dan keluarganya mampu mengurus nya sehingga sekarang hidup Vezia kembali santai seperti dulu,namun masalah yang ini membuatnya kembali harus menguras tenaga nya,untuk kali ini dia akan mengurusi ini,dan melepas penatnya.


Tapi sepertinya angannya untuk beristirahat harus lepas dikarenakan Senna,dia bisa saja masa bodoh dengan adanya Senna,dan bisa saja langsung membunuhnya,tetapi itu akan menimbulkan perang antar Vampire terlebih Senna calon Raja Vampire Veun selanjutnya.Dengan adanya Senna itu bisa mengganggu rencananya.


Vezia harus pandai memainkan kartunya,karena itu bisa menjadi cadangannya mengelabui Raja Iblis tentang kelahirannya yang dapat membuat Raja Iblis mengira jika dia terlahir sebagai seorang Vampire dari kalangan Veun.


"Tinggalkan kami berdua"Zio hendak protes namun tatapan Vezia menyiratkan jika perintahnya adalah mutlak sekarang.


Dengan kesal dan penuh marah Zio keluar diikuti Roy,yang nampak merasa bodoh memiliki Tuan berpikiran sempit seperti Senna.


"Senna kuharap kau melupakan obsesi bodohmu itu,aku tidak bisa menerimamu,


aku tidak mencintaimu"Senna menggelengkan kepalanya sebelum tertawa sarkastik.


"Kau tidak bisa menolakku Vezia,aku adalah Matemu,dan itu garis takdirnya"Vezia memandang sinis Senna.


"Kau harus tahu Senna,aku bisa memutuskan garis takdir itu,buktinya aku memiliki lebih dari 5 mate,dan aku bisa menentukan diantara kalian siapa yang menjadi pasanganku.Dan itu sudah terlihat jika kau terobsesi padaku hanya karena fakta aku adalah Matemu"Senna terdiam,yah pada awalnya memang dia mendekati Vezia karena Vezia adalah Matenya namun,semakin lama rasanya Obsesi dan cintanya semakin tumbuh untuk Vezia.


Hembusan napas lelah terdengar dari Vezia,"Aku akui aku memang mencintaimu!,tapi kau mengecewakanku Senna,tindakan mu terhadap kakakku membuat kecewa padamu,dan sekarang menutup hatiku.Karena kau aku tidak bida mencintai siapapun,bahkan rasanya hatiku mati,itu semua karenamu!"Suara Vezia terdengar datar,tatapannya kosong memandangi Senna.


Senna menegang,apa yang dilakukannya?dia bahagia sesaat begitu tahu Vezia mencintainya namun itu sudah lama berlalu,dan semuanya terhenti karena ulahnya.


"Kau harus bisa melupakanku Senna,aku tidak bisa menerimamu atau siapapun dalam hidupku,ingat satu hal.Perempuan diluar sana masih banyak,dan pastinya lebih tulus dariku.Dan kau harus belajar untuk tidak egois,karena itu akan membawa penyesalan bagimu"Vezia berdiri melangkah mendekati Senna yang menatapnya kosong,tatapan putus asa terlihat jelas dimatanya.


Vezia menunduk memberi ciuman lama pada dahi Senna,membuat Senna terdiam,setitik air mata jatuh dipipi Senna.Penyesalan nya telah hadir,kebodohannya dan keegoisannya membuatnya kehilangan gadis yang dicintainya.


Vezia memegang kedua pipi Senna,"Aku mendoakan yang terbaik untukmu Senna,aku memang pernah mencintaimu tapi itu dulu,tidak dengan sekarang.Dan kuharap kau melupakanku,terima kasih sudah mencintaiku,aku harap kau mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku,dan ingat satu hal Senna,keegoisan bisa membawamu kepenyesalan terbesar.Selamat tinggal Senna!!"


Dengan itu Vezia meninggalkan Senna yang terdiam,termenung memikirkan segala kebodohannya.


Tangannya terulur menutupi wajahnya,


tangis dalam diamnya menghiasi kamar itu.


"Aku tidak bisa melupakanmu Vezia,tapi akan kucoba,dan maaf karena aku egois,maafkan aku.Bahkan jikapun aku masih mencintaimu,aku akan sebisa mungkin tidak menganggumu,kau mengajari beberapa hal selama aku hidup bersamamu dulu"


Roy menatap prihatin sahabatnya,"Kau benar Roy,aku egois.Karena keegoisanku cinta Vezia lepas dariku"


Roy mengelus punggung Senna,memberi kekuatan untuk sahabatnya,"Aku harap ini menjadi pelajaran bagimu Senna,mungkin Vezia memang bukan untukmu,aku yakin kau bisa mendapatkan seseorang yang lain"


Senna hanya diam,dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Lain dengan Vezia yang kini telah berada dikamarnya,Zio memberi waktu bagi Vezia untuk sendiri.


Matanya terpejam,air mata mengalir dari matanya tanpa diminta,dia benci ini.Dia benci menangis karena Senna,karena kecewa pada Senna,dia benci.


"Andai dulu kau tidak melakukannya,aku masih akan mencintaimu,dan hatiku tidak akan sesakit ini.Tapi kau melakukannya Senna,kau mematahkan hatiku,kau membuatnya sulit menerima orang lain.Aku memang membencimu,aku benci dirimu yang membuatku seperti ini"Vezia meredam tangisannya menggunakan bantal,untuk kali ini saja biarkan dia melepas topengnya,topeng yang selama ini disembunyikannya.


Dia merasa terlalu kosong dan bodoh tentang cinta.Bahkan jikapun ramalan itu benar,tentang dia yang akan menikah dengan Raja Malaikat,dia akan menolaknya.


Dia masih ingin mencoba mencari seseorang yang mampu mencintainya tapi tidak egois,yang mampu mengerti dirinya selain keluarganya.


Like,Komen,dan Vote