
Sedari tadi Vezia selalu melakukan latihan bela diri di lapangan seraya menunggu kelas bangsawan yang akan dia ajari di kelas sore.Sebenarnya jadwal sore hanya jadwal tambahan saja,jadi siapapun bebas mengikuti namun kelas ini hanya mengajari pengguna bela diri dan sihir saja.
Jadi kebanyakan yang datang untuk melihat dibandingkan latihan,"Dek,istirahat dulu ya dek.Dari tadi kamu latihan terus"Vezia melirik Zero yang berjalan kearahnya dengan sebotol air minum.
Vezia mengangguk dan menerima sebotol air minum yang disodorkan untuknya.Vezia melirik kearah belakang Zero,dan memutar matanya dengan malas melihat seorang guru yang menurutnya sok akrab.
Suara ngos-ngosan datang dari belakang,membuat atensi gadis berusia 16 tahun itu teralihkan dan menatap bingung kearah semua muridnya yang sedang mengatur ritme pernapasan mereka.
"Maaf Profesor kami terlambat"Ucap Rose mewakili teman-temannya yang lain,Vezia hanya melirik dengan acuh dan berjalan kedepan mereka.
"Lari keliling lapangan 20 putaran!"Tak mau membantah mereka semua dengan cepat mematuhi ucapan Vezia.
"Tanpa sihir dan tanpa QI,jika aku tahu salah satu dari kalian menggunakannya.Semuanya akan mendapat hukuman"Andai saja didepan mereka bukan guru mereka mungkin saat ini mereka ingin menganga dan menangis.
"Jika ada yang tidak kuat kalian angkat tangan,tapi jika aku tahu kalian berbohong.Kalian akan mendapat jatah latihan lebih berat!"Mereka semua meneguk saliva kasar,mereka sudah diberitahu jika Vezia akan mengajari mereka berbeda dengan cara mengajar guru sebelumnya.
Itu berarti Vezia tidak akan menggunakan gelar guru dalam materi namun guru pelatih yang keras,mereka memikirkannya saja membuat takut.
"Mulai berlari!"mereka semua dengan cepat berlari mengelilingi tempati latihan yang besarnya sungguh tak dapat ditoleransi.
Vezia berlari mengikuti mereka dari belakang,atas perintah adik kecil mereka,Zero dan Jeno mengawasi dari jauh sementara Zio memilih memantau sekitar dengan Regan disebelahnya.
Dari awal Zio merasa Regan ini adalah orang yang tidak beres,dia memiliki aura yang tidak biasa.Aura ini sangat mirip dengan...?,tiba-tiba jantung Zio berdegup dengan kencang-Bukan jatuh cinta loh ya-,dia tahu persis aura ini.Aura milik Regan sama seperti aura Iblis di Istana Kerajaan DIV hanya saja milik Regan terasa lebih gelap.
Zio berdehem dan batuk,tetapi batuknya tak berhenti juga."Anda baik-baik saja?"Regan berinisiatif bertanya kepada Zio,mungkin saja dengan begini dia mendapat informasi.
"Uhuk..."Zio mengangguk namun tetap saja batuk,Regan dengan cepat memberikan sebotol air minum yang belum sempat diminumnya atau sebenarnya memang tadi dia ingin memberi Vezia.
Zio menerima tapi tangannya tak sengaja tergelincir membuat baju putih Regan basah terkena air,"Uhuk..astaga..maafkan saya!"Zio dengan cepat menepuk tempat basah itu tapi masih tetap terbatuk-batuk,Regan menggeleng dan memberikan dia air.
Zio meminum dengan cepat dan sekali lagi meminta maaf,"Bagaimana jika anda mengikuti saya sebentar,saya akan mengeringkannya"ucap Zio dengan wajah tak enak.
"Tak apa,saya tidak apa-apa"Ucap Regan masih sedikit menepuk bajunya.Zio tetap memaksa yang pada akhirnya Regan terima,mereka berdua berjalan menuju tempat tertutup.
"Mungkin aku bisa mencari informasi darinya!"batin Regan,menatap Zio yang tengah berkonsentrasi menyalurkan sihir dari tongkatnya.
Zio menyalurkan sihir pengering dan dengan pura-pura tak sengaja membuat baju Regan terangkat sedikit membuat dia dapat melihat perut berotot Regan,"Sumpah gue berasa kek homo,anj*r"Zio sungguh merasa ingin membenturkan kepalanya saat ini,jika saat ini dia tidak mencoba mencari tahu,mana mau dia melakukan hal seperti ini.
Dan seingat Zio,Vezia memberitahu jika tangan kanan Raja Iblis memiliki Tatoo kupu-kupu bergambar merah dibagian perutnya,dan itu persis seperti yang dimiliki Regan.
"Terima kasih!"Ucap Regan,Zio mengangguk.
"Vezia pasti bangga ama akting gue,"batin Zio,membayangkan Vezia memuji dirinya,Zio memang hanya akting agar dapat mencari alasan melihat perut Regan,"Berasa jadi tukang cab*l gue"Bulu Zio meremang merinding.
"Ehem,ngomong-ngomong saya perhatikan anda dekat sekali dengan Prof.Shera"ucap Regan dengan suara yang acuh tak acuh,namun Zio tahu jika dia mencoba menggali informasi darinya.
"Uhm ya,aku dan dia adalah sahabat lama.Sebagai salah satu keturunan terakhir bangsawan Zeun aku harus menjaganya tetap aman"Ucap Zio dengan suara datar,seperti merasa apa yang diucapkannya juga hal biasa.
"Dia adalah gadis yang mengagumkan yang pernah kulihat,diusia muda sudah begitu pandai mengatur kerajaan.Dan juga tingkat kultivasinya sangat tinggi,pasti orang tuanya bangga padanya"Tanpa sepengatahuan Regan,Zio menyeringai sinis dan menjawab dengan suara sedih dibuat-buat namun dapat membodohi si tangan kanan Raja Iblis.
"Uhm ya pasti kedua orang tuanya akan sangat bangga,tapi sayang sekali kedua orang tuanya sudah pergi,membuat Shera sangat terpukul itulah sebabnya dia menjadi sedih.Dan baru beberapa bulan yang lalu,bibi dan kedua pamannya menghilang entah kemana"Zio memandangi Vezia yang berlari mengamati anak muridnya.
"Makan noh gue kibulin,main main sih!"Zio tertawa puas melihat wajah Regan yang terlihat senang mendapat informasi.
"Paman dan Bibi?saya belum pernah dengar Ratu Kerajaan DIV memiliki seorang Paman dan Bibi,dan bagaimana mereka bisa menghilang?"Regan bertanya wajah penuh akan simpati seolah merasa berduka untuk Vezia.
"Sok banget lu,pengen gue tonjok tahu gak sih,!"Zio memutar mata malas beruntung Regan tidak memperhatikan,dan masih dengan aktingnya menjawab,"Shera tidak ingin membuat keluarganya dalam bahaya jadi tidak banyak yang tahu jika dia masih memiliki kerabat,adapun kerabatnya adalah orang yang tertutup dan tidak tinggal bersamanya,mereka tinggal didesa terpencil daerah '5 keluarga bangsawan',saat itu dia ingin menjenguk mereka namun mereka menghilang menyisakkan kertas yang bertulis jika Shera harus semangat dan menemukan seseorang yang membunuh kedua orang tuanya.Sampai saat ini,pembunuh bayaran yang disewakan hingga anak buah kami belum menemukan informasi apapun"Zio menghela napas sedih dan pura pura menatap sendu kearah Vezia dengan mata kasihan.
"Hmm,sungguh gadis yang malang.Pantas saja dia terlihat sangat dingin,kebetulan aku salah satu bagian daerah dibawah kekuasaan '5 keluarga bangsawan' aku bisa membantu"Ucap Regan,menatap Vezia yang masih terus melatih muridnya.
Zio mencibir dalam hati,"Nggak nyangka gue,Raja Iblis ganas punya tangan kanan seb*go dia,mudah ketipu lagi.Sok baek lu,pengen gue jadiin makanan ikan piranha peliharaan gue"
Zio menatap fitur samping Regan dan tersenyum lemah,"Jika tidak keberatan,tapi akan lebih baik jika tidak perlu,Shera sangat tidak suka seseorang ikut campur urusannya"
Regan hanya memberi senyum simpatik tetapi tidak membalas,mereka kembali ketempat mereka dan melihat jika para kelas Bangsawan sudah berhenti berlari dan tengah beristirahat.
Vezia menerbangkan sebuah botol kearah mereka semua,"Minum itu adalah ramuan penambah stamina!"mereka semua berbinar dan dengan cepat meminum,awalnya mereka siap menerima rasa pahit dan jijik tak disangka ramuan itu sangat manis.
"Hmm ramuannya sangat enak,terima kasih Profesor"ucap Rose,Vezia mengangguk dan membiarkan mereka istirahat.
Coment...Like..Vote...