Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS64



Aura mencekam terasa di setiap sudut ruangan,Vezia hanya bisa meringis merasakan aura menakutkan dari mereka semua.


"Jelaskan!"ucap Raja Lucas dingin namun penuh ketegasan.


Dengan tenang Vezia menjawab pertanyaan Raja Lucas dirinya mulai menceritakan siapa sebenarnya orang yang di panggilnya pangeran.


FLASHBACK ON


Zero,Jeno,dan Vezia,yang telah usai dengan segala urusan mereka di Sekte Iblis Api memutuskan untuk pulang.


Ketika dalam perjalanan Vezia merasakan adanya aura jahat yang sedang bertarung dengan hewan penjaga hutan kematian.


"Kak,kita bisa berhenti dulu,Zizi mau kesana,mau lihat hewan-hewan dihutan,kali aja ada yang lucu!"ucap Vezia dengan penuh harap.


"Kakak temenin yah!"ucap Zero dan Jeno.


"Nggak usah kak,Zizi bisa sendiri kok,bentar aja yah!"ucap nya dengan mata puppy nya.


"Tidak.Kami harus tetap menemani kamu!"ucap Zero tegas.


"Tidak ada cara lain"batin Vezia.


Vezia mengeluarkan aura dinginnya.Matanya memandang tajam Zero dan Jeno,dengan sedikit mengangkat dagu.


"Aku putri Vezia meminta ksatria Zero dan Jeno tetap disini,ini perintah mutlak,tidak ada bantahan sama sekali!"ucap Vezia dingin dan tegas.Zero dan Jeno bergidik merasakan aura Vezia.Tapi mereka berdua berkeras melarang Vezia.


"Maaf putri keselamatan anda adalah tugas kami,jadi kami harus menemani Putri!"ucap Zero tegas.


"Baiklah,kalian boleh menemani aku.."ucap Vezia,membuat mereka senang,tapi kesenengan mereka hilang karena ucapan yang lagi di lontarkan Vezia.


"Tapi ini yang terakhir kalinya kalian menemani aku,selepas itu aku akan melepas kalian tidak lagi menjadi Ksatria maupun pelayanku!"ucap Vezia dingin.Matanya yang tajam tidak tersirat keraguan apapun.


"Tidak.Kami tidak mau berpisah denganmu,Zizi!"ucap Zero dan Jeno.


"Jadi biarkan Zizi pergi sendiri,Zizi janji,Zizi bakalan jaga diri"ucap Vezia kali ini dengan nada memohon.


"Baiklah.Tapi jangan sampai kamu terluka jika sedikit saja ada goresan jangan harap kamu bisa melangkah keluar selama 1 bulan"ucap Zero dan menatap Vezia dengan tatapan tajam.


"Iya,Zizi janji.Kalau gitu Zizi pergi dulu,Kakak tunggu disini aja"ucap Vezia dan berlalu pergi dengan cepat menggunakan kekuatannya.


"Dasar keras kepala"gerutu Zero dan Jeno.


Di tempat Vezia


"Maaf kak,Zizi nggak mau kalian terluka,jadi Zizi harus hadapin sendiri"gumam Vezia.


Vezia terus menggunakan kekuatan kecepatannya,suara pertarungan yang di dengarnya semakin terasa.Vezia berhenti di sebuah pohon besar yang mampu membuatnya tertutupi.


Disana dirinya melihat ada seorang pemuda,dan Raja Serigala penjaga hutan kematian bertarung.Vezia akui lelaki itu memang lebih kuat dibanding,Raja Serigala itu,tapi itu jika dia sedang tidak terluka.Bisa Vezia lihat ada sebuah luka dibeberapa bagian tubuhnya.


Tak mau membuang waktu Vezia keluar dari persembunyiannya,merasa ada yang mendekati mereka,Raja Serigala dan pemuda itu cepat-cepat berbalik melihat siapa yang mendekat.


Vezia mengeluarkan sedikit auranya tapi mampu membuat Raja Serigala dan pemuda di depannya bergidik.


Raja Serigala menunduk memberi hormat kepada Vezia.Vezia hanya berjalan menuju Raja Serigala dan mengelus lembut kepala Raja Serigala.


"Minumlah!"ucap Vezia dan memberi ramuan penyembuhan pada Raja Serigala.


Raja Serigala menurut dan meminumnya,setelah meminum nya,luka-luka di tubuhnya pun menghilang.


Mata Vezia memicing tajam menatap pemuda yang sedari tadi melihat interaksi mereka berdua.


"Apa yang anda lakukan di wilayah barat kerajaan Duntler"ucap Vezia dingin,membuat orang di depannya bergidik ngeri.


"Haruskah saya menjawabnya Nona"ucapnya dengan terselip nada candaan.


Vezia mendengus dingin.Dan memperhatikan bagian tubuh pemuda dihadapannya.Vezia melangkah mendekati pemuda itu.


"Apa yang ingin anda lakukan,jangan macam-macam!"ucap pemuda itu dengan sedikit memundurkan badannya.


"Apakah anda bodoh,tidak mungkin gadis 10 tahun seperti saya mau berbuat sesuatu yang tidak-tidak kepada orang tua sepertimu.Dan lagi aku tidak tertarik dengan wajah pas-pasan mu itu!"ucap Vezia dingin dan acuh tak acuh.


Pemuda dihadapannya melongo,tak tahu kah Vezia jika dirinya adalah pemuda yang banyak digilai wanita karena ketampanannya,yah walaupun hanya beberapa orang saja yang dapat melihat wajahnya.Pemuda dihadapannya tidak bisa melihat wajah Vezia,karena Vezia menggunakan topeng,setengah wajah.


"Aku tidak membaca pikiranmu,dari raut wajah mu saja sudah sangat ketahuan"ucap Vezia.


Vezia mendekati pemuda itu,dan memperhatikan luka-lukanya.


"Minumlah!"ucap Vezia dan menyodorkan sebuah botol kecil berisi ramuan.


Pemuda itu menatap ragu botol dihadapannya.


"Tenang saja,ini bukan racun.Jika aku ingin membunuhmu sudah sedari tadi kulakukan"ucap Vezia dingin,dan menatap pemuda itu dengan acuh.


Dengan ragu pemuda itu mengambilnya dan meminumnya.Betapa terkejutnya dirinya meminum ramuan penyembuh itu,ramuannya memiliki Rasa buah Strawberry yang pas sekali adalah buah kesukaanya,tapi walau memiliki rasa buah tidak mengurangi efeknya,bahkan lukanya langsung sembuh.


"Ramuan itu hanya membantumu menyembuhkan luka dalam dan luka luarmu,untuk masalah racun yang ada di tubuhmu,cari lah sendiri"ucap Vezia acuh.


Sekali lagi matanya melotot,takjub dengan Vezia,padahal dia hanya melihat nya saja tapi mampu mendeteksi adanya racun di tubuhnya.


"Sekarang jawab pertanyaan ku Yang Mulia Pangeran Vern Denzi"ucap Vezia dingin dan menekan kata Yang Mulia pangeran Vern Denzi.


Lagi-lagi pemuda di depannya atau sekarang kita panggil Vern melotot,bagaimna bisa dia tahu identitasnya,sedangkan dirinya tidak memperkenalkan diri,dan lagi walau di seorang pangeran dia dikenal pangeran yang jarang keluar dari kediamannya.Pangeran ketiga kerajaan Denzi yang memiliki sifat dingin,pendiam,dan acuh akan sekitar.Karena jarang keluar dari kediamannya banyak yang belum tahu bagaimana dengan wajahnya,tapi gadis di depannya tahu siapa dia.


"Apa yang kau lakukan di bagian barat kerajaan Duntler!"ucap Vezia penuh ketegasan.


"Aku hanya mencoba berlari dari orang-orang yang mengincar diriku,tapi aku tidak tahu jika aku bisa tersesat sampai kesini!"ucapnya kali ini dengan nada datar.


"Darimana kau tahu namaku?"tanya nya dan menatap Vezia tajam.


"Entahlah aku hanya asal menebak"ucap Vezia acuh,Vern melongo mendengarnya yang benar saja,jika hanya asal menebak bagaimana dia bisa tahu semudah itu.


"Jangan berbohong!"ucapnya dengan nada begitu dingin.


"Percaya atau tidak aku tidak peduli.Tapi kuperingatkan jangan membuat masalah apalagi melukai hewan-hewan disini,jika tidak akan kubantai habis kerajaanmu!"ucap Vezia dingin sangat dingin membuat Vern merinding.


"Siapa kau sebenarnya?"tanya Vern,mencoba melawan aura Vezia.


"Aku tidak mau memperkenalkan diriku pada orang dari kerajaan musuh kerajaanku,dan lagi aku sangat tidak menyukai aura milikmu yang menganggu ketenangan hutan ini"ucap Vezia,dan menatap sinis Vern.


Vezia yang merasa sudah tak memiliki urusan apapun beranjak pergi tapi tangan kekar menahan dirinya.


"Kau sudah tahu siapa aku,sekarang aku harus tahu siapa dirimu!"ucap Vern menatap Vezia tajam.


"Lepaskan tanganku!"ucap Vezia dingin,dirinya tidak suka ada yang menyentuhnya jika bukan keluarganya.


Bukannya melepaskan Vezia,Vern malah menarik Vezia kedalam pelukannya.Matanya bersitatap dengan mata dingin milik Vezia.


"Aku tahu mata ini,mata Dark Blue.Berarti kau lah Putri Vezia yang sedang banyak dibicarakan karena bakatmu!"ucap Vern dan menatap dalam mata yang menurutnya sangat indah.Entah sejak kapan hatinya berdetak begitu cepat,dan entah sejak kapan dia mau menyentuh seorang perempuan,padahal dirinya sangat tidak suka dengan yang namanya perempuan,menurutnya perempuan itu adalah hama penganggu.


Vezia yang sangat tidak suka di sentuh orang lain,mendorong Vern dengan sedikit kekuatan nya namun mampu membuat Vern terlempar beberapa meter jauhnya.


Vern meringis dan menatap Vezia yang berdiri acuh tak acuh menatap dirinya.Vezia melemparkan sebuah botol kecil padanya.


"Itu adalah penawar racun di tubuhmu,cepat pergi dari sini,jika kau masih mau hidup!"ucap Vezia dingin.Vern mengambil botol dan melesat pergi tapi sebelum pergi dirinya mengatakan sesuatu yang membuat Vezia menatap dirinya seakan menatap orang gila.


"Mulai sekarang kau adalah gadisku!"ucap Vern,dirinya juga tidak tahu kata-kata itu refleks keluar dari mulutnya.Setelah mengucapkan itu,Vern langsung menghilang,tepat ketika dia menghilang Zero dan Jeno datang dengan raut wajah cemas.


"Zizi kamu nggak apa-apa kan?"tanya Zero dan Jeno,Zero memegangi tubuh Vezia dan memutar nya memeriksa adanya luka.


"Iya,kak Zizi nggak apa-apa kok.Pulang yuk nanti Ayah nyariin,kalau kelamaan bisa kena marah!"ucap Vezia.Zero dan Jeno mengangguk,mereka menghela napas lega karena Vezia tidak terluka sama sekali.


Mereka bertiga pun bergegas kembalu ke kerajaan.


FLASHBACK OFF


**Holla guys..


pasti udah ada yang tahu gimana reaksi keluarga Vezia...


jangan lupa yah**


😉😉