
Sejak beberapa menit yang lalu Vezia tidak henti henti nya berdecak kesal.Bahkan aura nya kekesalan nya sudah menguar.
Bagaimana tidak,seharusnya mereka sudah berangkat ke istana baru guna membuka dan meresmikan tapi,keluarganya atau kita bilang saja keluarga laki laki nya memperebutkan untuk duduk disamping nya di dalam kereta.
Bahkan Jerry dan Zio pun turut ikut,Vezia makin pusing ketika kakeknya Rolend a.k.a Lay pun,bersama ayah,dan Erland ikutan berebut,ingin rasanya Vezia meledakkan kepala mereka.
"CUKUP KALIAN SEMUA,AKU LELAH MELIHAT KALIAN TERUS BERDEBAT,
ASTAGA!"itu bukan teriakan Vezia melainkan bibi nya Hanna.
Mereka semua diam,dan meneguk ludah kasar bukan karena kemarahan Hanna.Tapi aura tak mengenakkan Vezia.
Para prajurit,tiga kerajaan lain,Penyihir muda dari Sekte iblis api,Alex,Tio,beserta dua pemimpin dari Sekte iblis api menahan tawa melihat wajah mereka.Dampak nya sungguh besar yah bund.
"Aku akan satu kereta bersama Nenek dan Bibi-Bibiku,dua ksatriaku di luar.Kalian ke gerbong kereta masing masing"ujar Vezia dingin,menatap mereka datar.
"Tap.."Vezia memberi tatapan tajam pada Keyvino yang ingin membantah.
"Tidak ada bantahan.Hitungan ketiga kalian belum masuk,persiapkan diri kalian untuk mendapat hukuman"Oh mereka tentu tahu seperti apa hukuman dari Vezia,dan dengan cepat mereka ke gerbong masing masing.
Semua orang terperangah melihat para lelaki itu ketar ketir memasuki gerbong kereta.
"Sepertinya Ratu kecil ini memang pengendali,hahah"Canda Raja Frost,yang hanya di tanggapi senyum tipis Vezia.
"Vezia,kami sekereta dengan mu yah"Tatapan memohon dilayangkan ketiga sahabat Vezia.
"Hn!"mereka bersorak gembira dan melangkah mengikuti langkah Vezia beserta nenek dan ketiga bibi nya memasuki gerbong kereta.
Sebelum Vezia naik ke kereta,dirinya menatap Randy sejenak,membuat yang ditatap balik menatap nya.
Randy mendekati Vezia,membuat hawa tak sedap datang dari keluarga hingga Vern.
"Setelah peresmian Istanaku,aku ingin bicara denganmu"Setelah selesai dengan kata kata nya Vezia naik ke kereta.
Randy menghela napas.Dia tahu apa yang ingin dbicarakan Vezia,dan jujur dia belum siap,atau mungkin akan menolak jika Vezia mengatakan berhenti memperjuangkan dia.
"Tidak Vezia,selama kamu belum memiliki pasangan,selama itu juga aku berjuang mendapatkan hatimu"Helaan napas lagi terdengar,Randy berbalik dan berjalan ke gerbongnya.
"Apa yang dia katakan padamu?"Vern menghalangi jalan Randy dan menatap Randy datar.
Randy mengangkat alisnya sebelah sebelum terkekeh sinis.
"Bukan urusanmu,dan minggir dari jalanku,sebelum aku mengangkat pedang dan mengiris lehermu"Vern bukannya takut melainkan tertawa,dan itu penuh ejekan bagi Randy.
"Aku tidak tahu jika Prince Randyan Frost ini begitu tempramen eh!"Sarkas dan nada sinis Vern begitu terdengar jelas.
Randy mencoba menahan tangannya untuk tidak mengeluarkan pedangnya dan menebas kepala Vern lepas dari tempatnya,atau mungkin menguliti hidup hidup tubuh Vern sehingga dia dapat mendengar jeritan putus asa dari mulut sombong pangeran bermata hitam di hadapannya.
Randy memutuskan pergi sebelum benar benar kehilangan kendali,membiarkan Vern seperti orang kurang waras yang mengejek udara.
"Kakak cepatlah naik atau kau akan tinggal disini!"teriakan Gildy,Vern menyadarkannya jika dia berbicara dengan udara kosong dan itu sukses membuatnya malu karena sedari tadi semua orang menatapnya seperti orang gila.Yang lebih memalukannya lagi dia di tatap oleh keluarga Vezia.
"sialan kau Randy,aku jadi malu dihadapan Calon mertuaku"Vern mendatarkan wajah sedatar yang dia biasa,mencoba menepis rasa malu nya.
Tapi percuma saja,justru adik adiknya lah yang tertawa terbahak bahak seraya mengejeknya."Diam lah kalian semua,atau aku akan menyumpal mulut kalian!"
Bukannya takut mereka makin tertawa,Randy tersenyum puas berhasil mempermalukan Vern tanpa repot repot buang tenaga.
*******************************
Istana kerajaan DuntFio begitu memukau mata,rancangan istana ini langsung dibuat oleh Vezia.
Istana nya menjulang tinggi,dengan warna Emas namun tak menyilaukan mata ada gabungan gradasi hitam dan merah,atas permintaan Vezia.
Vezia berjalan menuju kearah ruangan singgasana diikuti yang lain.
Begitu memasuki ruangan tepat ditengah depan mereka berjejer beberapa kursi,disisi kiri kanan juga memiliki kursi dan meja dihadapannya.
Vezia melangkah ke kursi singgasananya tepat berada ditengah dengan kepala kursi berbentuk sayap phoenix.
Vezia duduk diikuti yang lain.Disisi Kirinya ada Raja Erland,Ratu Erina,Harry,Hana,
Keno,Kenaya,Enzi,Erika,Keyvino,Arvin dan Alvin.
Disisi kanannya,Raja Lucas,Rolend,Lenzi,
Varrel dan Jerry,dibelakang mereka masing masing berdiri ksatria mereka.
Vezia menatap kearah ayahnya.
"Siapa yang akan meresmikan istana ayah?"tanya Vezia mengundang tatapan semua orang padanya.
Raja Lucas tersenyum mengelus kepala Vezia.
"Tentu saja kamu sayang"Vezia menoleh menatap yakin keluarganya.
"Benar sayang,bukankah sudah kami bilang sepenuhnya istana ini ada dalam kendalimu"Vezia menghela napas,dia merasa tidak enak pada kakak kakaknya yang notebane nya lebih tua darinya terlebih Keyvino dan Lenzi yang di nobatkan putra mahkota.
"Tapi,bisakan Kak Key atau Kak Zian yang membuka,mereka putra mahkota Ayah.Atau Kakek,Ayah juga bisa.Rasanya Zizi tidak enak,Zizi masih kecil Ayah"Keyvino dan Lenzi yang disebut berjalan mendekati Vezia.
"Kami tidak masalah Zizi,menurutmu kenapa kami memberi mu kursi tepat ditengah yang mana seharusnya Ayah dan Kakek duduki.Kenapa kami harus menuruti perintah mengikuti perang dan segalanya kamu yang lakukan?.Karena kami sudah menganggap mu Ratu dua kerajaan ini.Bahkan semua rakyatpun tahu"Suara Lembut Lenzi membuat Vezia tenang.
"Baiklah kak,sebaiknya kita ke atas sekarang,sudah banyak rakyat menunggu"Mereka semua mengangguk.
Vezia memimpin mereka menuju kelantai dua dimana tempat mereka dapat melihat semua rakyat berkumpul.
Terlihat para Rakyat yang diam melihat Keluarga kerajaan.Penasihat kerajaan maju memberi beberapa kata sebelum Vezia yang mengambil alih.
Vezia maju selangkah berdiri tepat di dekat pembatas menatap Rakyat nya yang menatapnya penuh hormat.
"SALAM PUTRI DUA KERAJAAN!"Vezia mengangguk membalas salam mereka.
Dengan mantra penguat suara Vezia membuka suaranya.
"Salam rakyat ku semua.Aku harap kalian semua bahagia,terimah kasih untuk doa kalian selama perang antara dua Benua.Berkat doa kalian kita menang dan memperjuangkan Benua tercinta kita.
Untuk Rakyat yang berasal dari Benua Vroz aku harap kalian dapat beradaptasi dengan rakyat rakyat yang baru kalian temui.Ingat Benua Poren adalah Benua dengan ikatan kekeluargaan,tidak ada yang namanya permusuhan.Kita bangkit bersama,dan mempertahankan tanah kita.Aku harap kedamaian selalu menyertai kita"Vezia memberi jeda sesaat.
"Hari ini adalah peresmian Istana Kerajaan Duntler dan Fioska.Dimana dua keluargaku memutuskan menyatukan Kerajaan kami.Dengan ini AKU PUTRI VEZIANDRA RENCLA DUNTLER FIR FIOSKA,
MENYATAKAN ISTANA INI RESMI DIBUKA.Yang berarti kalian telah berada di bawah kedua kerajaan"Ucap Vezia,mengundang sorak sorai ramai dan bahagia dari Rakyat rakyatnya.
Vezia menatap Jerry menyuruhnya mendekat.Jerry dengan gugup mendekati adiknya.
Semua Rakyat kembali diam.
"Ini adalah Jerry Prazie Duntler,dia akan menjadi pangeran dari kerajaan Duntler mulai sekarang.Jadi Kuharap kalian menghormatinya sebagaimana kalian menghormati kami"Penasihat maju di tengah tengah Vezia dan Jerry.
"Jerry Prazie Duntler,bersumpahlah padaku,kau akan menjadi pangeran yang bertanggung jawab atas keluarga,Istana,dan Rakyatmu"Vezia menatap kakaknya meyakinkan.
Jerry memberi senyum.
"Aku Jerry Prazie Duntle bersumpah atas darah,dan hidupku akan menjadi pangeran yang bertanggung jawab atas Rakyat,Istana dan keluargaku"Vezia menempatkan mahkota pangeran diatas kepala Jerry,kemudian membawa Jerry menghadap Rakyat mereka.
"SALAM PANGERAN JERRY"Jerry memberi anggukan sebagai balasan salam mereka.
Voment...